MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Barbeque


__ADS_3

Hujan sudah sepenuhnya reda.Mobil Dennis,tepatnya mobil yang tidak mewah untuk penyamarannya ke Zona X tadi akhirnya tiba di kediaman Atmajaya,mobil itu parkir di halaman rumah mewah Tuan Atmajaya.Sebenarnya Dennis memiliki apartemen pribadi,tapi karena orang tuanya tidak punya anak lagi selain dia untuk menemani hari-hari mereka di rumah besar ini,akhirnya Dennis memilih menetap di sini untuk menemani orang tuanya.


Terlihat banyak mobil yang parkir di halaman rumah itu.Sepertinya adik satu-satunya,sang nona artis Azea Ruanna Atmajaya beserta para asisten dan teamnya sedang berada di rumah ini.


Sekretaris Ben membukakan pintu mobil untuk uannya.


Dennis turun dari mobil.


"Oiya,Sekretaris Ben.Mampirlah dulu,ganti bajumu dan shalatlah dulu!" perintah Dennis yang langsung di anggukkan oleh sekretarisnya itu.


"Baik,Tuan muda."


Kedua lelaki ini berjalan masuk ke dalam rumah dengan pakaian yang lembab karena air hujan tadi,pakaian mereka hampir saja kering di badan.


Mereka sampai di depan pintu,terlihat rumah tampak sepi tapi kenapa di halaman rumah banyak mobil?pikir Dennis.


"Assalamualaikum," ucap Dennis yang langsung masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam," jawab Mama Rita dari arah belakang rumah menuju ke depan.


"Astaga,Dennis."Mama Rita  sangat terkejut melihat putranya pulang dengan pakaian seperti itu.


Terlihat Bi Atun berlari keluar dengan tergopoh-gopoh.


"Sebentar Tuan muda,Bibi ambilkan handuk dulu," ujar ART paruh baya itu hendak naik ke lantai dua.


"Tidak usah,Bi.Bibi urus sekretaris Ben saja,antar dia ke kamar tamu dan bawakan baju ganti untuknya," ujar Dennis.


"Baik,Tuan muda," balas Bi Atun.


"Mari,Tuan Ben!Bibi antar ke kamar tamu," ajak Bi Atun kepada sekretaris Ben yang setelan jasnya sudah tampak kacau karena air hujan tadi.


"Tunggu!" Rita menghentikan langkah kedua lelaki ini.


"kalian ini dari mana dan kenapa kalian bisa basah seperti ini?" tanya Rita dengan nada tegas dan sedikit khawatir.


"Nanti kami jelaskan ya,Mah.Biarkan kami ganti baju dan shalat dulu,"jawab Dennis dan segera melangkah ke lantai dua menuju kamarnya.


"Ya sudah,nanti langsung ke halaman belakang saja ya.Semua orang ada di belakang," teriak Mama Rita kepada Dennis yang sudah tiba di lantai atas.


"Ya sudah,Nak Ben.Ganti baju sana!


nanti langsung ke belakang saja," ujar Rita kepada sekretaris putranya itu.


"Iya,Nyonya," balas Ben dan segera melangkah mengikuti Bi Atun.


***


Malam yang begitu sejuk setelah turun hujan.Walau begitu,malam ini tetap sangat indah dan begitu hangat di kediaman Atmajaya.Semua orang di halaman belakang sedang membuat acara Barbeque di halaman dekat kolam renang,aroma asap yang khas akan bumbu sudah mulai tercium kemana-mana,hanya ada tawa dan bahagia yang terlihat dari wajah semua orang.Belum lagi Azea dan para rombongannya yang begitu heboh,setiap aktivitas sang nona artis ini selalu jadi konsumsi publik di akun channel-nya yang selalu ditunggu banyak penggemarnya.


Terlihat dua lelaki tampan sedang berjalan menuju halaman belakang untuk berkumpul dengan semua orang.


"Malam,semuanya," sapa Dennis.


"Malam," jawab semua orang.


Terlihat semua orang dengan aktivitasnya masing-masing.Azea dan Mamanya yang di bantu para bibi sibuk menyiapkan beberapa makanan di atas meja seraya menunggu sate yang sedang dibakar,Rangga dan Atmajaya duduk bersama dengan baby Ray dalam pangkuan Atmajaya.Kedua Asisten Azea,Boby dan Diana sedang sibuk mengipas sate bersama para pekerja di rumah Atmajaya,Beberapa lelaki yang merupakan team dari konten channel Azea,sibuk merekam aktivitas malam ini.Semua tampak bahagia.

__ADS_1


"Duduk sini,Nak," ujar Rita kepada Dennis dengan menunjuk sofa di sampingnya dimana Atmajaya dan Rangga sedang duduk di sana.


"Nak Ben,di sini saja,"ujar Rita juga kepada sekretaris Ben yang melihat sekretaris itu berjalan ke arah lain.


"Tidak apa-apa,Nyonya.Saya mau bantu Boby dan Diana saja,"balas Sekretaris Ben.


"Oh,ya sudah.Oiya Ben,sudah sering ku katakan panggil saya tante saja," protes Rita yang sudah menganggap Ben sebagai anaknya sendiri tapi sekretaris putranya itu selalu saja memanggil dirinya dengan sebutan nyonya.


Ben hanya tersenyum.


"Panggil Tante Nyonya besar saja,Sekretaris Ben," teriak Boby,asisten pribadi Azea yang manja.


Semua orang tertawa mendengarnya.


Sekretaris Ben bergabung bersama yang lain untuk membakar sate.Tampak salah satu asisten pribadi Azea senyum-senyum,seperti sedang berbunga-bunga setelah kedatangan Dennis dan sekretarisnya yang bergabung dengan mereka.Aura wajah Diana tiba-tiba berubah merona bahagia.


"Eh,Yan-Yan ... kamu kok senyum-senyum seperti itu?"tanya Boby dengan suara pelan,menyenggol lengan Diana.


Diana tidak menggubris ucapan Boby.


"Atau jangan-jangan kamu memang suka sama Tuan Dennis?" selidik Boby yang selalu curiga sejak dulu tetapi belum mendapatkan jawaban hingga hari ini juga.


"Apa sih ...." Diana memukul tangan Boby menggunakan kipas sate yang ia pegang.


"Hei,sini kipasnya.Biar aku dan Boby yang membakar satenya." Sekretaris Ben sudah berdiri di samping Diana.


"Silahkan!" Diana memberikan kipas di tangannya.


"Hei,Bob," Sapa Sekretaris Ben.


"Ok,sorry ... sorry."


"Oiya,Tuan Sekretaris ini makin ganteng deh." Boby mulai menggoda Ben.


"Oh yah." Sekretaris Ben tertawa mendengarnya.


"Terima kasih loh Bob,pujiannya," sambungnya.


"Tuh kan,aku sudah bilang panggil aku Inces.Boby lagi ... Boby lagi " gerutu lelaki manja ini.


"Dasar ganjen." Diana menepuk keras lengan Boby.


"Ikhh nenek sihir,sakit tahu.Wajar saja kalau kamu tidak punya pacar.Cantik-cantik tapi galak," ketus Boby seraya membolak-balikkan sate yang ia kipas.


Sekretaris Ben hanya tertawa mendengarnya.Lelaki yang hidupnya selalu di penuhi keseriusan ini tampak berbeda malam ini,terlihat bahagia dan ikut larut dalam suasana.


Azea mendekati mereka dengan membawa sate mentah lagi.


"Kalian yah,kerjanya bertengkar saja setiap hari,"tegurnya kepada Boby dan Diana dengan meletakkan sate ke samping Boby.


"Tuh,bakar cepat!"sambung Azea.


"Siap,Nyonya bos" balas Boby.


Azea kembali ke meja makan yang beratapkan langit itu dengan membawa sebagian sate yang sudah matang.


Terlihat Dennis sedang bermain-main dengan ponakannya yang bulan depan sudah genap berumur 1 tahun.Baby Ray,cucu mahkota Atmajaya.

__ADS_1


"Dennis,Ben,kalian belum menjawab pertanyaan saya tadi." Suara Rita membuat semua orang menoleh kepadanya.


"Tadi kalian pulang dengan pakaian basah seperti itu,memangnya kalian dari mana?" Tanya Rita lagi.


"Basah?" Atmajaya terkejut mendengarnya.


"Habis kena hujan,Mah," jawab Dennis santai.


"Hujan?bukannya kalian naik mobil?" tanya Rita lagi penuh selidik,hati seorang ibu yang menyimpan curiga.


Dennis tidak menghiraukan pertanyaan Mamanya,entah kenapa dia malah terlihat senyum-senyum sendiri.Ia mengingat kembali tentang kelucuan gadis pujaan hatinya.


Azea mendekati kakaknya itu dan menepuk lengan kakaknya.Membuat Dennis kembali dari lamunannya.


"Kakak ini ditanya malah senyum-senyum sendiri," tegur Azea yang sudah duduk di sampingnya.


"Mentang-mentang habis ketemuan sama anak pak Kyai," sambung Azea menggodanya.


"Apa sih dek." Dennis merasa tidak nyaman jika membahas Zara.Wanita cantik dan sholeha itu sama sekali tidak membuat hatinya berdebar.Berbeda dengan Naina,gadis jenaka dari lingkungan Zona X ini selalu terngiang-ngiang dalam pikirannya.


"Loh,memangnya kakak tidak bahagia?" lanjut Azea lagi terkejut melihat ekspresi kakaknya yang tiba-tiba berubah tidak baik.


"Sudahlah,tidak usah bahas itu," sambung Dennis.


"Ya sudah,jawab pertanyaan Mama tadi.Kalian naik mobil tapi kalian bisa basah seperti itu,kenapa?" Rita masih tidak tenang jika belum mendapatkan jawaban.Ini pertama kalinya putra kesayangannya itu pulang dengan pakaian basah seperti tadi.


"Astaga,Mama." Dennis tidak habis pikir dengan Mamanya yang sangat penasaran ini.


"Ben,jawab Tante.Apa yang terjadi dengan kalian tadi?" Kali ini Rita menyerang Ben.


Ben diam menatap Tuan mudanya,ia tidak tahu harus berkata apa.


"Tadi,mobil kami rusak Mah.Sudah telefon orang bengkel tapi lama.Ya sudah,kami turun dalam keadaan hujan yang sangat deras dan akhirnya kami basah "jawab Dennis berbohong.Mana mungkin dia mengatakan tentang Naina.


"Sudah ... sudah,tidak usah bahas itu,"ujar Atmajaya.


"Oiya,Papa sudah kirimkan nomor Zara ke ponselmu.Papa berharap sebagai seorang lelaki,yah kamu yang harusnya terlebih dahulu menelfon wanitanya.Bukan begitu,Rangga?" Atmajaya mempertanyakannya kepada menantunya dengan tersenyum.


Rangga hanya tersenyum mendengar ucapan mertuanya.


"Astaga,Papa.Papa tanyakan itu pada Mas Rangga,dulu saja waktu aku ... Mas Rangga sama sekali tidak pernah menelfonku," ujar Azea.Kesal sih jika dia ingat betapa angkuhnya suaminya ini dulu.


Semua orang tertawa mendengarnya.


Terkecuali Dennis,dia hanya diam dengan perasaan tidak nyaman.Betapa ia ingin mengatakan kalau dia menyukai wanita lain,tapi bagaimana ia bisa mengatakannya sekarang dengan status Naina yang berasal dari Zona X.Tidak akan mungkin keluarganya menerima ini.


Zara.Wanita cantik nan sholeha ini sama sekali tidak membuatnya punya rasa sedikitpun.


Ya Allah


______


jangan lupa jejaknya selalu❤️


like,koment dan votenya❤️🥰


terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2