MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Kesalahpahaman Selesai


__ADS_3

Apa Tuan muda akan mengatakan yang sebenarnya.Belum saatnya,Tuan muda.


Sekretaris Ben tampak khawatir.Dennis yang berbicara,dia yang terlihat pucat.


Rasanya memang belum waktunya mengatakan ini,bahkan gadisnya saja belum tahu maksud Tuan muda mendekatinya.Bukan persoalan hutang,tetapi sebuah hati yang sedang jatuh cinta.Cinta yang masih sepihak.


Azea sangat ingin berbicara,tetapi bingung memulainya darimana.Wanita yang dihadapannya ini adalah gadis Kakaknya?wanita yang hanya bekerja disebuah toko bunga?pikir Azea.Akan tetapi,bukan persoalan status masalah utamanya.Ini mengenai orang tuanya,bagaimana dengan perjodohan kakaknya yang sudah dirancang dengan sedemikian rupa oleh orang tuanya dan keluarganya?bagaimana keluarga besarnya bisa menerima ini?.Azea terus berperang dengan segala pemikirannya.Ia menatap Naina,memperhatikan dari kepala hingga kaki.Gadis berseragam putih hitam,rok di bawah lutut sedikit,tidak buruk.Dari segi wajahnya,dia gadis yang sangat cantik.Akan tetapi,jika hanya cantik saja,kakaknya bisa mendapatkan bahkan yang jauh lebih dari kecantikan seperti ini.Pasti wanita ini bukan wanita sembarangan hingga ia mampu memikat hati seorang Dennis Atmajaya.Azea sangat mengenal kakaknya itu.Azea terus merotasi bersama pikirannya.


"Kak,apa kakak bisa menjelaskan dengan baik kepadaku" Azea mulai berbicara setelah mengatur nafasnya.


Naina tampak sangat malu.Tuan muda ini sudah sangat keterlaluan kepadanya.Begitu pikirnya.


Dennis belum menjawab.


"Nyonya Azea,anda jangan salah paham" Naina memberanikan diri untuk berbicara.


"Kami hanya sekedar berteman saja.Sebenarnya saya mengenal Tuan muda dan Tuan Sekretaris karena saya punya..." Naina belum selesai berbicara tetapi Dennis langsung memotongnya.


"Dia punya urusan dengan kami.Kami sedang melakukan kegiatan sosial bersama"ujar Dennis.


Sekretaris Ben sedikit lega mendengarnya.Akan tetapi tidak dengan Naina,ia malah semakin terkejut.Kebohongan apa ini?kegiatan sosial apa?


Dennis menginjak kaki Naina agar sebaiknya tidak usah berbicara.Mana mungkin Dennis membiarkan Naina mengatakan kalau gadis ini punya hutang padanya.Alasan yang tidak bisa diterima oleh Azea pastinya.


Dennis menatap Sekretaris Ben.Sekretaris ini sudah paham dengan tatapan Tuannya.


"Iya,Nyonya muda.Kami melakukan kegiatan kemanusiaan bersama" sambung Sekretaris Ben.


Astaga,Tuan dan Sekretarisnya ini sungguh sangat kompak.


Naina tidak habis pikir dengan ucapan kedua lelaki ini.


Dennis tersenyum mendengar jawaban Sekretarisnya.


"Naina penanggung jawab salah satu tempat dimana kami melakukan kegiatan sosial ini" lanjut Dennis.


Ha'?penanggung jawab.Oh Tuhan,maafkan kami.Bukan kami,hanya saya.Maafkan saya ya Allah


Azea dan Diana saling menatap.


"Lalu,kenapa harus makan bersama dan memberikan barang branded?" Azea masih ragu dengan jawaban Dennis dan Ben.


"Bukankah kamu tahu kalau kemarin aku ke Bandara.Karena waktunya bertepatan akhirnya saya menyuruh Sekretaris Ben menemui Naina dan soal sepatu itu,apa yang salah jika seorang teman memberikan sesuatu kepada temannya,saya dan Naina sudah saling mengenal dengan baik.Saya rasa tidak ada yang salah jika saya memberikan sesuatu kepada Naina" jelas Dennis.

__ADS_1


Azea hanya terdiam.Sementara Diana mulai percaya.Ia percaya karena ia mengenal keluarga Atmajaya dengan baik.Dari Tuan Atmajaya hingga anak-anaknya memang senang berbagi,sepertinya yang dikatakan Tuan Dennis memang benar adanya.Begitu pikir Diana.


"Mas Ben,maafkan saya"Spontan Diana berbicara,menatap kekasihnya.Dari hatinya yang keras akhirnya luluh karena cintanya yang lebih besar.


"Bagaimana bisa aku berkhianat"kalimat sekretaris Ben sangat menyentuh.Seperti dunia ini milik mereka berdua saja,mengapa tidak ada musik melow yang mengiringi mereka.


"Akhh...keterlaluan" Dennis menyandarkan tubuhnya ke sofa dengan satu tangannya ia angkat ke atas sandaran sofa tepat di belakang Naina.


Azea memperhatikan sikap kakaknya.Ia sudah percaya dengan ucapan kakaknya jika Sekretaris Ben memang tidak berselingkuh tetapi ia merasa ada yang ganjal dengan sikap kakaknya terhadap gadis ini.


Naina bergeser sedikit memberi jarak lagi,ia merasa tidak nyaman.Terlebih Azea memperhatikannya.


Dennis kembali mengubah posisinya.


"Jangan bersikap romantis seperti itu,kalian seperti tidak menghargai kami" sambung Dennis kepada Diana dan Ben.


Diana merasa malu mendengarnya.


"Jadi..masalah ini sudah selesai,bukan?"Tanya Dennis.


Diana hanya tersenyum malu.


"Kalian para perempuan memang senang menyusahkan kami" Dennis terus berbicara.


"Itu sudah fakta yang tidak bisa ditawar lagi" ujar Rangga membenarkan.


Azea menatap suaminya.


"Oh,jadi aku ini menyusahkan?"kesalnya kepada Rangga.


"Terkadang,tetapi itu membuatku semakin mencintaimu,sayang"goda Rangga.Ruang tamu ini sudah seperti di penuhi bunga cinta.Pasangan-pasangan yang sangat keterlaluan,tidak mengenal tempat untuk sebuah keromantisan,membuat Dennis kesal.


"Mengapa kalian tidak menghargai kami"ujarnya,kemudian menatap Naina dengan mengangkat kedua alisnya.Naina tidak mempedulikan ucapan konyol lelaki disampingnya.


"Saya prihatin kepada anda,Nona Naina"sambungnya lagi menggoda Naina.Dia prihatin kepada Naina yang tidak punya pasangan padahal itu untuk dirinya.


"Tuan muda,tidak usah prihatin kepada saya.Pikirkan saja diri anda"balas Naina dengan suara pelan.Sejak tadi merasa jijik mendengar setiap kalimat Dennis.


Diana menatap Naina.


"Mbak Naina,Tolong maafkan saya"ucap Diana.Ia merasa sangat malu,terlebih ia tahu kalau wanita ini adalah teman Tuan Dennis.


Naina tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Nona Diana,jangan berkata seperti itu.Saya merasa tidak enak,saya yang harusnya meminta maaf"balas Naina.


"Syukurlah,akhirnya masalah ini selesai juga"ujar Azea.


"Dan yah...saya ingin mengatakan kalau saya sangat marah kepadamu dan juga Sekretaris Ben"lanjut Azea menatap Diana dan Ben.


"Mengapa kalian merahasiakan hubungan kalian?bahkan saya tidak tahu kapan kalian memulai ini"ujar Azea dengan nada yang keras.Wajar jika dia marah.


"Berikan saja tropi pengharagaan kepada mereka,sangat pintar menyembunyikan ini"lanjut Dennis yang juga kesal karena Sekretaris terbaiknya itu menyembunyikan rahasia besar kepada dirinya.


"Maafkan kami.Kami tidak bermaksud menyembunyikannya,tetapi kami menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya"ujar Sekretaris Ben.


Di tengah pembicaraan mereka yang sudah baik,Bi Sumi berjalan keluar ke ruang tamu.


"Maaf Nyonya muda,Tuan muda.Makan malam sudah siap"ujar Bi Sumi yang bermaksud mengajak Tuan Dennis dan yang lain untuk bergabung.


"Oiya,Bi.Terima kasih"balas Azea.


"Ya sudah,karena kakak,Sekretaris Ben dan Naina sudah di sini jadi mari kita makan bersama saja"ujar Azea mengajak semuanya.


Dennis menatap Naina.Ia tahu kalau gadis ini harus segera pulang.


"Terima kasih,Azea.Sebelumnya kami meminta maaf karena kami tidak bisa lama,lain kali saja kita makan bersama.Kami harus mengantar Naina pulang"jawab Dennis yang khawatir jika Naina telat pulang dan Pamannya akan mengkhawatirkannya.


"Iya,Nyonya Azea.Saya hanya numpang di rumah Paman saya.Saya tidak ingin membuat Paman saya khawatir jika saya telat pulang"sambung Naina.


***


Masalah sudah selesai.Tidak ada lagi sakit di hati Diana,begitupun yang lain.


Mobil Dennis keluar meninggalkan rumah mewah adiknya.Baru berapa meter mereka meninggalkan rumah itu,tiba-tiba terdengar suara Naina yang spontan seperti menangis tetapi tidak mengeluarkan air mata.


Dennis dan Sekretaris Ben sangat terkejut.


"Hei,ada apa?apa kami melakukan kesalahan?"Tanya Dennis.


"Tuan muda.."suara Naina sangat sedih.


"Saya lupa mengambil foto bersama Mbak Azea dan Mas Rangga"sambungnya dalam kesedihan bodohnya.Rasanya Dennis ingin tertawa keras mendengarnya.Menutup mulutnya menyembunyikan tawa kecilnya,Sementara di kursi depan ada senyum dari Sekretaris Ben.


Anda lucu sekali,Nona.


"Sekretaris Ben,putar balik!"Perintah Dennis.

__ADS_1


_______


__ADS_2