MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Bukan Kiriman Foto


__ADS_3

Memasuki pintu kaca,akhirnya tiba juga ke dalam Beauty Flowers.Menoleh ke luar jalan,mobil mewah itu sudah tidak ada.Merasa sedikit lega.


"Hei,Maemunah" Kiran mengejutkannya.


"Cie..cie..diantar lagi sama pangerannya" Menggoda Naina.


Naina tidak peduli,melanjutkan langkah menuju ruangan loker.


"Maemunah,Tunggu" Kiran ikut masuk ke dalam ruangan loker.


"Mana fotomu bersama Mbak Azea?" Kiran menagih Naina,ia sangat penasaran setelah Naina memberitahunya semalam lewat pesan chat.


"Foto itu ada di ponsel Tuan muda,dan kamu tahu dia terus mengulur-ulur waktu memberikannya.Dia bilang akan mengirimkannya siang nanti.Saya benar-benar tidak habis pikir.Apa susahnya mengirimkan sekarang atau semalam pun bisa,bukan?Tuan muda itu memang tidak waras" Naina terus berbicara dengan nada kesalnya.


Bukannya simpati,Kiran malah tertawa keras.


"Kalau menurut saya.Tuan muda itu bukan tidak waras tapi dia memang sengaja mengerjaimu" ujar Kiran.


Naina makin kesal mendengarnya.


Menutup kembali lokernya kemudian berjalan keluar.Sebentar lagi mereka akan melakukan breafing.


Tiba-tiba Naina menghentikan langkahnya.Menatap Kiran sahabatnya.


"Oiya,saya ada kabar bahagia.Kamu tahu kata Tuan muda,Mbak Azea menyukaiku dan mengajakku untuk main lagi ke rumahnya dan aku bisa mengajakmu,bahkan satu Beauty Flowers pun bisa aku ajak" Mendengar ucapan Naina,betapa Kiran sangat bahagia.Berteriak histeris hingga semua orang menoleh kepada mereka.


"Jaga sikap,bodoh"Memukul tangan Kiran yang kehilangan kendali karena bahagia akan bertemu artis.Naina menatap semua orang dan tersenyum kikuk karena ulah Kiran.


" Aku benar-benar tidak percaya kalau aku akan ke rumah Mbak Azea"ucap Kiran kepada Naina.


"Kira-kira ucapan Tuan muda itu mengerjaiku atau tidak?"Naina kembali ragu,ia berpikir kalau mungkin Tuan muda membohonginya setelah mendengar ucapan Kiran tadi kalau Tuan muda memang suka mengerjainya.


"Saya rasa yang kali ini Tuan muda tidak mengerjaimu.Sepertinya calon adik iparmu itu memang menyukaimu.Astaga Naina,kamu akan menjadi kakak ipar seorang artis papan atas" Kiran kembali berteriak di kalimat terakhirnya.


Dengan sigap Naina menutup mulut Kiran.


Semua orang lagi-lagi memandang mereka.


"Dasar gadis toa,kenapa tidak bisa mengontrol suaramu itu"Naina malu mendengar ucapan Kiran.


"Satu lagi,stop berpikir kalau saya dan Tuan muda menjalin sebuah hubungan.Jangan membuatku malu dengan segala tuduhanmu itu" lanjut Naina dengan tegas.


"Eemm..."Suara Kiran seraya mengangguk,sulit berbicara dengan mulutnya yang masih ditutup oleh tangan Naina.


***


Waktu terus berputar,matahari sudah tegak lurus di atas kepala.Waktu istirahat untuk shift Naina dan Kiran.


Kedua gadis ini sedang menikmati makan siang mereka.Rudy masuk dengan gelas kopi panas di tangannya.


"Makan,Rud" ajak Kiran.


"Silahkan,aku mau minum kopi dulu"


"Apa bisa dalam sehari kamu tidak bersama kopi pahitmu itu" Singgung Naina kepadanya.


Rudy tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Aku sudah bilang,jika dibandingkan kopi ini dengan wanita atau kalian maka aku lebih memilih kopi ini" ujar Rudy.


Naina dan Kiran langsung melototinya.


"Hei,jadi kamu membandingkan kulit putih mulus kami ini dengan kopi hitammu itu" protes Naina yang tidak terima dengan ucapan Rudy.


Di tengah pembicaraan mereka tiba-tiba seorang karyawan masuk ke dalam ruangan istirahat mereka.


"Naina,ada orang yang mencarimu.Mereka duduk di sofa menunggumu" ujar karyawan lelaki tersebut.


Naina menatap sahabat-sahabatnya.


"Baik,saya segera keluar" Naina menghabiskan makanannya yang tersisa satu suapan lagi kemudian meneguk air minumnya.


"Sepertinya suruhan Tuan muda datang lagi menjemputmu" goda Rudy kepadanya.


Naina segera berdiri dari duduknya.


"Maemunah,tunggu.Aku ikut" Kiran meneguk air minumnya kemudian ikut bersama Naina keluar.


Sesampainya mereka di luar,mereka melihat dua orang lelaki berseragam dengan tulisan merk ponsel termahal pada baju kedua lelaki ini.


"Maaf,saya Naina.Apa Mas-Mas yang mencariku?" ujar Naina.


Kedua lelaki ini segera berdiri.


"Iya,Mbak Naina.Kami ke sini untuk memberikan ponsel ini kepada Mbak Naina" salah satu lelaki itu memberikan paper bag yang berisikan ponsel pengeluaran terbaru dari merk mahal.


Naina dan Kiran saling menatap.


"Maaf,saya tidak pernah memesan ponsel baru apalagi dengan merk seperti ini"ujar Naina.


"Apa orang itu dari perusahaan Atmajaya Group?" Naina sudah bisa menebak siapa pengirimnya.


"Maaf,Mbak.Kami tidak tahu mengenai hal itu.Tolong Mbak Naina tanda tangan di sini sebagai bukti kalau Mbak Naina sudah menerimanya" Naina tetap bertahan tidak menyentuh apapun.


Kiran dengan sigap mengambil alat tulis itu dan memberikan kepada Naina.


"Kamu jangan mempersulit pekerjaan orang.Bagaimana kalau mereka kehilangan pekerjaan hanya karena dirimu" ujar Kiran kepadanya.


Dengan sangat terpaksa Naina menandatanganinya.


"Ini,Mbak Naina.Tolong diterima"lelaki itu memberikan paper bag kepada Naina,gadis ini masih terdiam.Dengan sigap Kiran mengambil paper bag itu.


"Terima kasih,Mas" ujar Kiran.


"Sama-sama.Kami permisi" Kedua lelaki tersebut keluar dari Beauty Flowers.


"Lihat Tuan muda itu,benar-benar keterlaluan"Kesal Naina dan berjalan masuk kembali ke ruangan istirahat mereka.


Naina duduk ke sofa di samping Rudy.


Kiran menyusul dari belakang dengan girangnya menenteng paper bag berisi ponsel mahal.


"Ya ampun Rud..Tuan muda mengirimkan ini" Kiran mengambil isi paper bag itu dan memperlihatkannya kepada Rudy.


Betapa terkejutnya Rudy melihat kotak ponsel mahal itu.Naina masih terdiam,sama sekali tidak tertarik.

__ADS_1


Rudy hendak membuka kotak ponsel itu dan mengeluarkan isinya dari sana.Sebuah ponsel mahal yang sudah dalam keadaan aktif,sepertinya ponsel baru ini sudah terpakai beberapa saat yang lalu.Rudy menggeser layar ponsel itu,betapa terkejutnya ia melihat foto pada layar utama.Foto Naina bersama Tuan muda Dennis Atmajaya,sepertinya itu foto mereka berdua sewaktu di rumah Azea semalam.


"Wah..wah..Kiran,lihatlah!" ujar Rudy.


"Sungguh pasangan yang sangat romantis" sambung Rudy.


Kiran tersenyum melihat foto itu.Naina menoleh,ia seperti penasaran.


Tiba-tiba ponsel itu berdering.Rudy dan Kiran kembali terkejut melihat nama yang sedang memanggil.


"Mas Dennis" begitu yang mereka baca.


"Naina,angkatlah!Mas Dennis menelfonmu" ujar Rudy memperlihatkannya.


Membaca nama itu,Naina sama terkejutnya dengan kedua sahabatnya itu.


Terlalu lama,dengan sigap rudy menggeser ke tombol hijau kemudian mengaktifkan speaker suara agar mereka juga bisa mendengarnya.


"Hallo Maemunah,Assalamualaikum" Suara Tuan muda itu dari balik telefon.


Dengan berat hati,Naina akhirnya berbicara.


"Waalaikumsalam,Tuan muda"


"Syukurlah ponselnya sudah sampai" ujar Dennis.


"Tuan muda,apa maksud anda mengirimkan ponsel ini?" Protes Naina dengan nada tinggi.


"Hei,kenapa anda terdengar marah.Bukankah anda meminta foto yang semalam,Nona" ujar Dennis santai.


Pantas saja ponsel baru itu seperti baru saja terpakai,ternyata Tuan muda itu sudah mengirimkan sesuatu di dalamnya.Pikir Kiran dan Rudy.


"Tuan muda,saya meminta foto saya bersama Mbak Azea dan mas Rangga.Bukan meminta ponsel" balas Naina yang selalu saja dibuat kesal oleh Tuan muda ini.


Dan juga bukan foto anda pastinya.


Batinnya yang tidak mampu mengatakannya.


"Ok Maemunah,karena ponsel itu sudah tiba di situ jadi anda harus memakainya dan berhenti memakai ponsel bergaris anda itu.Rasanya membuat mataku sakit melihatnya"Singgung Dennis mengenai ponsel lama Naina.


"Tuan muda menghina ponselku"Naina mulai lagi naik pitam.


"Saya tidak ingin berdebat,Nona.Ya sudah,Assalamualaikum.Ingat,pakai ponsel baru itu" ujar Dennis kemudian mematikan telefon dengan sepihak,itu sudah menjadi kebiasaannya.


"Akhhh...dasar tidak waras.Dennis Atmajaya,anda benar-benar tidak waras" kesal Naina.


Rudy dan Kiran hanya tertawa.


"Katakan kepada kami,apa kalian memang sudah resmi menjalin hubungan?" ucapan Rudy membuat Naina semakin murka.


"Apa yang kamu katakan,ha'?jangan membuat darahku semakin mendidih.Aku dan Tuan muda itu tidak punya hubungan apapun,bahkan aku sudah sangat muak dengan segala sikapnya" ketus Naina.


"Mengapa kamu tidak merasa kalau Tuan muda menyukaimu.Tunggu saja,tidak lama lagi dia akan mengatakan perasaannya"ucapan Rudy sangat serius,dia tidak peduli jika Naina memarahinya.


Tetapi gadis ini malah terdiam mendengar ucapan Rudy.Seperti berpikir.


"Akhhhh....apa yang aku pikirkan"Naina memukul Rudy sangat keras.

__ADS_1


"Jangan mengulangi ucapan kamu itu" 


__ADS_2