
Beauty Flowers sudah tutup,hari sudah sore saja.Semua pegawai toko bunga ini sudah bersiap untuk pulang.
"Hei,calon Nyonya konglomerat.Apa hari ini sang pangeran akan mengintai lagi?"Kiran menggoda Naina seraya berjalan bersama menuju pintu kaca.Naina serasa muak mendengar godaan-godaan dari rekan-rekannya.
Sejak pagi hingga sore ini,ia hanya mendengar ucapan-ucapan seperti itu.Ia lebih memilih tidak peduli,toh ia dan Tuan konglomerat itu memang tidak ada hubungan apa-apa,ia juga merasa tahu diri.
Kedua gadis ini keluar dari pintu kaca bersama pegawai Beauty Flowers yang lain.Betapa terkejutnya Naina melihat mobil mewah yang berhenti di bahu jalan tepat di depan halaman parkir Beauty Flowers,ia sangat mengenali mobil itu.
Begitupun dengan Kiran,ia sama terkejutnya dengan Naina.Baru saja ia membahas Tuan Konglomerat ini tiba-tiba mobil mewahnya sudah ada di depan toko mereka.Kiran juga sudah mengenali mobil ini,mobil kecil yang begitu mewah yang ia lihat kemarin sedang mengamati Naina dari seberang jalan.
"Astaga,Maemunah"Menyenggol lengan Naina dengan senyumnya yang mengembang.
Naina menghentikan langkahnya.Terlihat seorang lelaki turun dari kursi kemudi,Sekretaris Ben.
Aduh,apa bisa dalam sehari tidak bertemu dengan mereka.
Batin Naina.
Melihat Sekretaris Ben,Naina sedikit kesal.Ia mengingat kejadian kemarin,bagaimana seorang wanita melabraknya hanya karena lelaki ini.
"Ayo Kiran,kita masuk!" Naina menarik tangan Kiran dan membalikkan badan hendak kembali masuk ke toko mereka lagi.
"Tapi..."Spontan Kiran ikut membalikkan badan.
"Nona Naina" Suara Tuan Sekretaris itu memanggilnya.Semua orang yang berada di halaman parkir toko bunga ini mengalihkan pandangan ke arah suara.
Naina tidak peduli dan tetap melanjutkan langkahnya.
"Naina,dia memanggilmu" Kiran mencoba menghentikan langkah Naina.
"Tidak usah berbalik,ayo" ujar Naina tidak peduli.
"Maemunah" Seorang lelaki memanggilnya.Suara yang membuat langkahnya berhenti.Ia sangat mengenal suara itu.
Terdengar suara sepatu menghampirinya.Kiran membalikkan tubuhnya.Matanya hampir tidak berkedip melihat sosok di hadapannya.
"Selamat sore,Tuan muda" sapa Kiran kepada Dennis.
Dennis membalasnya dengan tersenyum ramah.
Kiran dengan sigap membalikkan tubuh Naina.
"Pasti Tuan muda ingin menjemput Maemunah,maksud saya Naina"ujar Kiran dengan senyum-senyum anehnya.
Naina mencubit Kiran dengan tangan yang tersembunyi di belakang tubuh Kiran.
"Iya,saya datang untuk menjemputnya" jawab Dennis dengan mata hanya tertuju pada kecantikan alami gadis pujaannya.Tatapannya begitu dalam kepada Naina.
Naina merasa sangat canggung mendengarnya.
"Maaf Tuan muda,tapi bukankah Tuan muda sudah memberiku motor.Saya bisa pulang sendiri menggunakan motor" ujar Naina yang berusaha menolak.
"Simpan saja motor itu di sini,saya yang akan mengantarmu" balas Dennis.
Kiran menutup mulut dengan kedua tangannya,terperangah mendengar ini.
"Maaf,Tuan muda.Anda tidak perlu merepotkan diri seperti itu" Naina terus berusaha menolak.
"Dasar bodoh,mengapa menolaknya"
Bisik Kiran kesal kepada Naina.
"Hei,Nona.Tuan muda sudah jauh-jauh datang menjemputmu,bagaimana bisa kamu menolaknya" ujar Kiran.
__ADS_1
Naina menatap Kiran kesal.
Sekretaris Ben maju selangkah.
"Nona Naina,sebelumnya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dengan kejadian kemarin.Saya tidak tahu jika akan terjadi hal seperti itu"ucap Sekretaris Ben lemah dengan kepala tertunduk sedikit.Seolah-olah berbicara kepada Bosnya.
Tadinya Naina memang kesal,tapi mendengar ucapan Sekretaris Ben dan melihat sikapnya,ia luluh seketika.Ia tidak menyangka kalau Tuan Sekretaris ini akan meminta maaf kepadanya.
"Jangan berkata seperti itu,Tuan Sekretaris.Anda tidak perlu meminta maaf,lagian saya juga tidak apa-apa dan saya rasa itu wajar dilakukan oleh seorang kekasih.Wanita mana yang rela melihat kekasihnya bersama wanita lain" balas Naina.
Sekretaris Ben tersenyum mendengarnya.
"Terima kasih,Nona" ucapnya membungkukkan tubuhnya.
Terbuat dari apa hatimu itu?Mengapa ada hati setulus itu.
Gumam Dennis tersenyum.
"Kalau begitu,ikutlah dengan kami!" Dennis kembali bersuara.
"Bantu kami menjelaskan kesalahpahaman ini" sambungnya.
Naina terdiam.
Dennis melihat jamnya.
"Mari!" tanpa menunggu jawaban Naina ia langsung berbalik.
"Mari,Nona.Ikutlah dengan kami" ujar Sekretaris Ben.
Mau tidak mau Naina terpaksa ikut.
Kiran menarik Naina.
"Besok saja membicarakan ini,aku duluan" ujarnya pada Kiran.
***
Mobil mewah ini sudah berada di tengah macetnya jalanan kota.
"Tuan muda,kemana kita akan pergi?" Naina membuka pembicaraan.
"Ke rumah Azea Ruanna Atmajaya" jawab Dennis singkat.
Naina terkejut mendengarnya.
"Mbak Azea?artis terkenal itu,bukan?" Tanya Naina lagi.
"Hhhmmm"
Naina baru mengingat kalau lelaki di sampingnya ini adalah kakak dari artis idolanya itu.
"Astaga,Tuan muda"spontan memukul lengan Dennis.Ia sedikit bahagia,mimpi apa dia akan bertemu dengan Azea.Artis dengan rasa sosial yang tinggi,senang membantu orang-orang yang susah.
"Saya benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan artis idola saya" lanjutnya lagi memegang kedua pipinya.
Dennis tersenyum,menatap lengannya yang baru saja dipukul oleh Naina.
Naina terdiam sejenak.
"Tapi,kenapa kita akan ke sana?" Tanyanya lagi,bukankah mereka akan bertemu kekasih Sekretaris Ben.Akan tetapi,mengapa ke rumah Azea.
"Karena kekasih Sekretaris Ben adalah Asisten Artis idolamu itu" jawab Dennis.
__ADS_1
Naina berpikir sejenak.Pantas saja wajah wanita yang melabraknya kemarin sangat tidak asing,rasanya ia pernah melihat tetapi lupa dimana.Diana memang kadang muncul dalam konten channel Azea walau hanya sesekali.
"Mbak Diana?" Tanyanya lagi.
"Hhhmmm.Kamu tahu semuanya" ujar Dennis.
"Kan saya sudah bilang,saya itu salah satu penggemar Mbak Azea.Sepertinya semua orang juga mengidolakannya,dia adalah artis yang tidak sombong dan sangat senang berbagi" Naina seperti menjelaskan kepada Dennis.
Dennis hanya tersenyum mendengarnya.
Mereka kembali terdiam.
"Tuan muda,apa kita akan lama?maksud saya...Saya khawatir jika orang rumahku menungguku" Naina memikirkan Pamannya yang sudah pasti gelisah jika dirinya telat pulang.
Dennis menatap ke depan,jalanan yang begitu macet.
"Sepertinya begitu,jalanan sangat macet.Mungkin kita akan tiba setelah maghrib dan belum lagi kita akan berbicara untuk menjelaskan ini.Maaf jika merepotkanmu" ujar Dennis.
"Tidak,Tuan muda.Bukan begitu.Maksud saya,jika kita akan telat pulang maka sebaikan saya mengirim pesan dulu kepada sepupu saya agar memberi tahu Paman saya sehingga mereka tidak khawatir" balas Naina.
"Hhhmmm...Silahkan"
Naina mengambil ponselnya,ponsel yang layar depannya memiliki garis melintang.Bukan sembarang garis,sepertinya itu dikarenakan ponsel ini pernah terjatuh.
Dennis memperhatikan jari Naina sedang mengetik pesan,tepatnya bukan jari Naina tetapi benda yang di genggam Naina itu.Ia menarik nafas panjang.
"Hhhmm,masih ada orang memakai ponsel cacat seperti itu" Singgung Dennis yang membuat Naina terkejut.
Segera ia menekan tombol kirim setelah mengetik pesannya.
"Hei,Tuan muda.Apa anda sedang menghinaku?asal Tuan muda tahu,anda cari di toko manapun tidak akan ada yang menjual ponsel dengan bentuk layar seperti ini" Ujar Naina membela ponselnya.
Dennis tertawa mendengarnya.
Kamu memang sangat lucu.
"Dan jika ada toko yang menjual ponsel seperti itu,sepertinya pemilik toko itu sudah tidak waras" balas Dennis tertawa lagi.
"Tertawalah sepuasnya,saya bukan orang kaya seperti anda yang dengan mudah membeli segalanya" Naina terbawa perasaan.Melipat kedua tangannya ke perut dengan wajah cemberut.Sedikit kesal kepada Tuan muda ini.
Dennis menatapnya.Senyum mengembang dari bibirnya.Naina terlihat semakin cantik jika cemberut seperti itu
"Jangan memperlihatkan wajah seperti itu"ujar Dennis
"Saya hanya bercanda.Maafkan ucapan saya tadi" sambungnya.
Naina tidak peduli,ia memalingkan wajahnya ke jendela mobil.
"Sangat cantik" lirih Dennis.Dua kata itu spontan keluar dari mulutnya.
"Apa?Tuan muda bilang apa?" Naina samar-samar mendengarnya.
Dennis sangat terkejut.
"Tidak...saya tidak berkata apa-apa" sangkalnya.
"Sekretaris Ben,mampir ke mesjid.Kita shalat Maghrib dulu"Dennis segera mengalihkan pembicaraan.Untung saja sudah masuk Maghrib.
_______
Hai..hai readers kesayangan Author.Maaf yah kemarin tidak sempat up.
jangan lupa tinggalkan jejaknya selalu yah.Like,koment dan vote.Terima kasih tak terhingga🙏😍
__ADS_1