MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Motor Baru Misterius


__ADS_3

Hari sudah sore,Beauty Flowers masih ramai.Para pegawai masih sibuk melayani pengunjung.Tiga puluh menit lagi,Toko akan tutup.


Terdengar suara dari sebuah pengeras suara yang entah asalnya dari mana,seperti dari atas langit-langit Beauty Flowers.Memperingatkan kepada setiap pengunjung bahwa Toko bunga ini akan segera tutup.Dua orang karyawan lelaki sudah menarik pintu besi penutup dinding kaca Beauty Flowers yang pertanda tidak melayani pembeli lagi.


Tiba-tiba seorang wanita dan seorang lelaki dengan seragam resmi dari sebuah dealer motor berdiri di depan pintu kaca Beauty Flowers,mereka meminta untuk masuk tapi terlihat seorang karyawan dari toko bunga ini tidak mengizinkannya karena toko bunga ini memang akan segera tutup.


"Maaf,kami bukan ingin membeli bunga.Kami kesini ingin bertemu dengan saudari Naina yang bekerja di toko ini"ujar wanita tersebut.


"Naina.Baik,silahkan masuk!tapi,waktunya kurang dari 30 menit saja karena toko kami akan segera tutup"ucap karyawan Beauty Flowers tersebut dan segera membukakan pintu kaca dan ikut masuk mengantarkan kedua orang ini untuk bertemu Naina.


"Silahkan duduk di sini,saya akan memanggilkan Naina" ucap Karyawan tersebut dan segera berlalu.


Terlihat Naina sedang melayani pembeli.


"Naina,ada yang mencarimu.Temui mereka" tunjuknya ke arah dua orang yang sedang duduk di sofa.


"Pergilah,biar aku yang mengambil pekerjaanmu" sambung rekan Naina tersebut.


"Terima kasih"balas Naina dan melangkah ke arah sofa.Dibenaknya penuh tanda tanya,siapa orang-orang ini?dia sama sekali tidak mengenal mereka.


"Maaf,saya dengan Naina.Apa benar kalian mencariku?" Tanya Naina.


Kedua orang ini berdiri dari duduknya.


"Saya Winda,dan ini rekan saya Bagas.Kami dari Dealer motor Y" ujarnya memperkenalkan diri.


"Maaf,tapi ada apa Mbak dan Mas mencariku.Saya rasa,saya tidak ada urusan dengan dealer motor Y"balas Naina bingung.


"Kami kesini mengantarkan motor untuk anda,Mbak Naina" ujar Winda membuat Naina semakin bingung.


Naina berpikir sejenak,motornya memang sedang ada di bengkel.Sore ini dia akan mengambilnya tapi apa hubungannya motor tuanya itu dengan orang-orang dealer ini.


"Sebelumnya maaf,apa ini service dari bengkel tempat saya memperbaiki motor?tapi saya rasa,bengkel yang saya tempati hanya bengkel biasa,bukan bengkel resmi dari dealer" Ucapan Naina membuat kedua orang di hadapannya tersenyum.


"Maaf,Mbak Naina.Kami mengantarkan motor baru.Bukan motor rusak yang telah diperbaiki"Bagas,karyawan lelaki dari dealer motor itu menjelaskan.


Naina tertawa kecil.


"Sepertinya,Mas dan Mbak ini salah orang.Saya tidak pernah memesan motor baru" tuturnya.


Jangankan membeli motor baru,saya sudah bisa makan saja sudah sangat bersyukur.


Winda mengeluarkan sesuatu dari paper bag kecil yang ia pegang.Kunci motor dan beserta surat-surat berada di dalam paper bag tersebut.


"Maaf,Mbak Naina.Mohon diterima,ini memang milik anda dan motornya sudah ada di depan"Tutur Winda dengan menunjuk sopan ke arah luar.Terlihat motor baru yang telah di turunkan dari mobil bak oleh dua orang karyawan lelaki dari dealer motor Y yang juga berseragam sama dengan dua orang di hadapan Naina sekarang.


Naina benar-benar semakin bingung.Ia memperhatikan semua rekannya,rasanya ingin meminta tolong.

__ADS_1


Waktu semakin bergerak,satu persatu pengunjung toko sudah keluar.Toko bunga ini akan segera ditutup.


Melihat Naina sedang tampak bingung,Kiran yang sudah tidak melayani pelanggan lagi segera mendekat ke sana.


"Hei,ada apa?"Bisik Kiran kepada Nina.


"Syukurlah kamu datang" balas Naina pelan.


"Mereka dari dealer motor Y,mereka mengantarkan motor baru atas nama diriku tapi saya tidak pernah membeli motor,kamu tahu kan keadaan saya.Bagaimana mungkin saya membeli motor baru" jelas Naina kepada Kiran dengan suara sedikit besar agar didengar oleh dua orang dihadapannya.


Kiran melihat dua orang di hadapannya,melihat dari ujung kepala hingga kaki.Dari seragamnya,mereka memang benar dari dealer motor resmi.


"Maaf,saya sangat mengenal teman saya.Dia memang tidak pernah memesan motor.Sepertinya,Mbak dan Mas ini salah orang" Kiran membantu Naina dengan mencoba menjelaskan.


"Kami juga yakin,kalau kami tidak salah orang" jawab Winda.


Kiran berpikir sejenak.


"Atau ada orang yang memesankannya,maksud saya ada orang lain yang membeli motor ini untuk diberikan kepada teman saya"Kiran hanya mencoba menebak saja.


Naina menepuk lengan sahabatnya ini.


"Hei,mana ada orang yang akan melakukan itu.Apa dia sudah tidak waras" ujarnya.


"Maaf,Mbak Naina.Kami harus segera kembali ke kantor.Sebentar lagi,kantor kami juga akan tutup.Tolong terima motor ini" Winda memaksa dan langsung memberikan paper bag kecil berisi kunci dan surat-surat motor itu ke tangan Naina.


"Tolong jangan persulit pekerjaan kami" Bagas langsung memotong ucapan Naina.


"Permisi,Mbak Naina" Kedua orang ini segera berlalu meninggalkan Naina yang masih diselimuti kebingungan.


Naina masih terdiam di tempatnya dengan paper bag di tangannya.


Beauty Flowers sudah tertutup,tidak ada lagi pengunjung didalamnya.Semua pegawai kembali berkumpul sebelum mereka pulang,Selfy kembali memimpin sebagai penanggung jawab.


Selang beberapa menit,mereka selesai dan kembali ke loker masing-masing untuk mengambil barang mereka dan bersiap untuk pulang.


"Apa itu,Naina?" Selfy mengagetkannya.


Naina menatap paper bag yang sejak tadi ia pegang.


"Ini..ini.." Naina tidak tahu harus berkata apa.


"Ada orang yang membelikan dia motor baru,tadi pegawai dari dealer Y yang mengantarnya langsung" Kiran langsung menjawab.Semua orang yang berada di ruangan loker sangat terkejut,termasuk Selfy dan juga Rudy yang ada di sana.


"Ya ampun Maemunah,beruntung sekali kamu" Rudy langsung mendekatinya.


"Wah..wah..baru juga jadian tapi sudah dikasih motor baru,besok dikasih apa lagi yah"Selfy menggodanya dengan tuduhan asal.Naina terkejut mendengar ucapan bosnya itu.

__ADS_1


"Anda salah paham,Bu Selfy.Saya juga tidak tahu motor ini dari siapa dan saya tidak akan mengambilnya.Saya rasa ini salah alamat" Naina benar-banar tidak mengerti dengan motor ini.


"Kiran,aku ikut yah sampai ke bengekel.Aku ingin mengambil motorku" sambungnya kepada Kiran.


"Tunggu,Naina" Selfy mendekatinya.


"Bagaimana mungkin dealer terkenal negeri ini bisa salah memberikan motor?kamu yakin,ini bukan punya kamu?" Selfy tidak percaya kalau dealer itu salah orang.


"Iya,Bu Selfy.Aku juga bingung dengan motor ini,makanya aku tidak ingin menerimanya apalagi memakainya" ujar Naina.


"Berarti motornya ada di depan?" tanya Rudy.


"Hhhhmmm" jawab Naina.


"Kalau begitu ini memang motor kamu, Maemunah" Rudy satu pemikiran dengan Selfy.Ia juga yakin kalau orang dealer itu tidak salah alamat.


"Atau,coba kamu lihat nama pemilik  motor yang ada di surat-surat itu"ujar Kiran dengan menunjuk paper bag yang dipegang oleh Naina.


Naina menatap paper bag di tangannya.


"Astaga,kelamaan berpikir" Rudy meraih paper bag dari tangan Naina.


Ia kemudian memeriksa surat-surat motor itu.


"Naina Anandita" Rudy mengeraskan suaranya,itu yang ia baca.Naina sangat terkejut.


"Saya yakin kalau ini memang motor milik kamu,Maemunah" sambung Rudy.


Naina meraih surat-surat dari tangan Rudy dan membacanya.Yah,disana memang tertulis namanya.


"Tunggu,tapi kalau memang ini punyaku,harusnya saya menyetor kartu identitas" Naina berpikir sejenak.


"Saya yakin ini bukan punyaku,saya tidak pernah memberikan kartu identitas kepada siapapun apalagi dealer motor"sambungnya sangat yakin kalau pengirim motor ini salah alamat.


"Astaga Maemunah,orang sehebat dia sangat mudah melakukan apa saja.Apalagi hanya untuk mendapatkan sebuah kartu identitas,itu hanya seujung kuku baginya"Rudy benar-benar satu pemikiran dengan Selfy,dia sudah bisa menebak siapa pengirim motor ini.


"Apa jangan-jangan ini sebuah kejutan untuk seorang kekasih?" Selfy kembali menggodanya.


Rudy dan Kiran ikut tersenyum.


"Sepertinya memang seperti itu,Bu Selfy" sambung Rudy.


"Maaf,saya tidak punya seorang kekasih.Tolong,kalian jangan membuatku semakin pusing" Naina benar-benar tidak bisa berpikir mengenai motor yang memang menurutnya ini salah kirim.


__________


Jangan lupa jejaknya selalu yah para readers kesayangan.

__ADS_1


Like,koment dan vote yang sangat berarti.Terima kasih.


__ADS_2