MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Pengakuan Naina


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.Setelah satu jam perjalanan dari Beauty Flowers ke Zona X,akhirnya Naina sampai ke rumah.


Mobil sport milik tuan muda ini sudah terparkir di tepi jalan tepat di depan club-club Zona X.Dennis memperhatikan pemandangan malam di sana.Wanita-wanita sexi berlalu lalang,ada yang sendiri,ada yang sedang menggandeng lelaki hidung belang.Sungguh pemandangan yang sangat menjijikkan.


"Terima kasih sudah mengantarku,Mas." Suara Naina mengalihkan pandangannya dari fokusnya dengan pemandangan menjijikkan yang ia perhatikan sejak tadi.


"Eemmm ... tunggu!" Dennis menahan Naina yang hendak ingin turun dari mobil.


"Aku mengantarmu masuk," sambungnya seraya menggunakan maskernya agar tidak ada yang mengenali dirinya berada di tempat seperti ini.Bagaimanapun juga,ia tetap menjaga nama baiknya,ia tidak ingin muncul di majalah atau portal berita online yang menyebar kabar miring tentang dirinya.Sebagian besar negeri ini sudah sangat mengenal dirinya,seorang direktur muda,satu-satunya anak lelaki Atmajaya dan juga merupakan kakak dari seorang artis terkenal,ia tetap menjaga nama baik diri dan keluarganya.Andai bisa membawa Naina detik ini juga dari tempat nista ini,maka itu sudah akan dia lakukan.


Mendengar ucapan Dennis.Naina menatap sekitar,ada begitu banyak wanita sexi yang berlalu-lalang di luar.


"Tidak perlu,Mas.Lagian ini sudah malam,Mas Dennis pulang saja," balas Naina.


Dennis tidak peduli,langsung saja ia turun dan berjalan mengitari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Naina.Pintu mobil terangkat ke atas.


"Ayo!" ucap Dennis dari luar mobil.


Naina langsung turun.


"Mas Dennis pulang saja,tidak usah mengantarku masuk," seru Naina lagi.


"Bagaimana jika ada yang mengganggumu?" balas Dennis khawatir.


Naina terkekeh kecil mendengarnya.


"Mengapa tertawa?" Dennis merasa tidak ada yang lucu.


"Mas Dennis ini lucu sekali.Ini wilayahku,Mas.Semua orang mengenalku,lihatlah para bodyguard-bodyguard yang berdiri di depan club sana" Naina menunjuk ke arah club.


"Mereka sangat mengenalku,tidak akan ada yang berani menggangguku di tempat ini" sambung Naina.


"Tapi,para pengunjung yang datang?" Dennis masih saja dengan perasaan khawatirnya.


"Mas,para pengunjung yang datang hanya akan menggoda mereka yang ingin digoda dan itu bukan aku," tegas Naina.


Sepertinya ucapan Naina dapat ia terima.


"Baiklah,kalau begitu aku akan berdiri di sini sampai kamu tidak terlihat lagi."


Naina hanya tersenyum mendengar ucapan kekasihnya ini,begitu sangat perhatian.


"Terserah Mas Dennis saja.Ya sudah,aku masuk.Selamat malam,Mas."


"Malam," balas Dennis tersenyum.


Wanita cantik ini melangkah dengan ransel yang ia gantung di satu pundaknya,berjalan di bawah lampu kerlap-kerlip Zona X yang menjalar menghiasi pohon-pohon di sana.

__ADS_1


"Awas got,"teriak Dennis pelan sambil tertawa.Ia mengingat kejadian malam itu di bawah rintik hujan sewaktu Naina terjatuh ke dalam got.


Naina berbalik dan ikut tertawa kemudian melambaikan tangan dan melangkahkan kakinya di atas got kecil itu.


Dennis masih terus mengawasi gadisnya itu.Baru berapa langkah Naina berjalan,tiba-tiba dua wanita sexi berpapasan dengan Naina.


"Hai Nai," sapa salah satu wanita sexi itu.


"Kak Sisca,Mbak Tamara." Naina menghentikan langkahnya.


"Aku baru melihatmu,Nai" sapa Tamara.


"Iya,Mbak.Aku sibuk."


Dari jarak yang tidak begitu jauh,sepasang mata lelaki yang menggunakan masker terus mengawasi,memperhatikan setiap gerak-gerik kekasihnya yang terlihat berbicara sangat akrab pada wanita-wanita malam ini.


"Hhhmmm ... mau sampai kapan kamu menyiksa diri bekerja seharian penuh,padahal tempat tinggalmu sangat mudah menghasilkan uang." Sisca memang tidak bosan-bosannya merayu Naina untuk ikut dengan jejak mereka.


Naina hanya tersenyum.


"Aku sudah katakan pada Kak Sisca,setiap orang punya pilihan hidup,Kak."


Sementara Naina asyik berbicara dengan Sisca.Tamara malah fokus pada lelaki yang berdiri dengan tubuh bersandar pada mobil sport yang begitu mewah,kedua tangan yang masuk ke dalam saku celana dan terus memperhatikan mereka.Walau memaki masker,tapi tubuh tinggi nan kekar Dennis begitu menggoda untuk wanita seperti Tamara.


"Sepertinya aku mendapatkan mangsa baru," lirih Tamara dan secepat kilat menghilang di dekat Naina dan Sisca.


"Hai ganteng,sendiri saja." Tamara sudah sampai di hadapan Dennis dengan segala rayuannya.Benar saja dugaan Naina.


Naina hanya menepuk keningnya.


Sementara Dennis terkejut melihat seorang wanita sexi tiba-tiba sudah ada di hadapannya,sejak tadi ia hanya fokus pada Naina hingga tidak menyadari kehadiran Tamara.


"Ingin aku temani?" Tamara semakin mendekat.


"Stop!" ucap Dennis spontan.


"Tolong,jaga jarak Anda!" sambungnya lagi dengan suara tegas.


Tamara hanya terkekeh.


"Aku sangat suka karakter seperti ini," goda Tamara lagi.


"Kucing yang sangat menantang," sambungnya lirih.


"Eehhmmm ...." Suara Naina mengejutkan Tamara.Tiba-tiba saja Naina sudah berada di belakang Tamara.


"Jangan menggodanya,Mbak!" ucap Naina.

__ADS_1


Tamara terkejut.


"Kamu mengenalnya?" tanya Tamara pada Naina.


"Hhhmmm ...," jawabnya mengangguk.


"Bagus dong,aku lebih mudah mendapatkannya," lanjut Tamara bersemangat.


Naina terlihat menarik nafasnya dalam.


"Dia kekasihku,Mbak." Ucapan Naina begitu mengejutkan,baik Tamara maupun Dennis.


Antara terkejut dan bahagia,dua rasa itu bercampur di batin Dennis.Pengakuan yang begitu tulus terdengar dari Naina.Pengakuan yang menandakan kalau ia tidak suka jika kekasihnya digoda wanita lain.


Tamara tertawa salah tingkah,seperti terlihat malu.


"Ma-maaf,Nai.Aku tidak tahu kalau dia kekasihmu.Aku pikir dia seorang pelanggan." Tamara merasa tidak enak pada Naina.


"Tidak apa-apa,Mbak," balas Naina tersenyum.Senyum yang terlihat terpaksa karena masih kesal pada Tamara.Entah mengapa tiba-tiba ia merasa kesal seperti ini.


Tamara sudah meninggalkan mereka berdua.Sementara Dennis masih dengan diamnya.Ia masih memikirkan ucapan Naina tadi yang sudah mengakui dirinya.Kemarin-kemarin Dennis mendengar pengakuan itu karena terpaksa,tapi kali ini terdengar begitu tulus.


"Aku bilang apa?Mas Dennis tidak perlu keluar dari mobil.Sudah sana,Mas Dennis pulang saja." Tiba-tiba Naina terdengar seperti marah,tapi bukan hanya marah yang Dennis bisa tangkap.


"Apa kekasihku ini sedang dalam kecemburuan?" ucap Dennis pelan,terdengar menggoda Naina.


Naina terkejut,wajahnya tiba-tiba merona.Untung saja ini malam,wajah meronanya itu tidak terlalu tampak.


"Sudahlah,Mas.Ayo cepat masuk ke mobil." Naina mendorong Dennis paksa,menggiring Dennis melangkah mengitari mobil hingga akhirnya sampai ke pintu kemudi.


Dennis hanya terkekeh.


"Baik,Nona ... baiklah,saya akan pulang." Dennis masuk ke dalam mobil.Sementara Naina masih berdiri di samping mobil.


Dennis menurunkan kaca mobilnya.


"Masuklah!saya akan pergi setelah kamu masuk ke dalam gang," ucap Dennis lagi yang masih ingin mengawasi Naina.


"Ah ... terserah Mas Dennis." Naina hendak melangkah.


"Eh,tunggu!" suara Dennis kembali menahannya.


"Terima kasih atas pengakuannya," sambung Dennis.


"Pengakuan?" lirih Naina.


"Kekasihku," jawab Dennis.

__ADS_1


Naina terlihat salah tingkah.Tersenyum malu dan segera melangkah dengan cepat meninggalkan Dennis.


__ADS_2