
Kantor Atmajaya Group.
Seorang wanita cantik dengan tampilan fashionable berjalan memasuki gedung kantor Atmajaya Group.Tidak ada sedikitpun rasa malu di dalam dirinya,berjalan seperti beberapa tahun yang lalu sebelum pengkhianatannya terkuak.
Setelah sekian lama,ia akhirnya memberanikan diri datang ke sini.Berharap semua bisa kembali seperti dulu.Betapa ia menyesali dengan segala yang telah ia perbuat,tak ada lagi lelaki sempurna seperti Dennis Atmajaya.
"Maaf,Nona.Ada yang bisa kami bantu?" ujar security.Sepertinya kedua security ini sudah tidak mengenali lagi wanita berkacamata di hadapannya.
Arumi menurunkan kacamata besar nan branded itu dari matanya.Wajahnya sudah tampak jelas membuat kedua security terkejut.
"Nona Arumi," lirih salah satu Security.
"Maaf,Nona.Kami sudah mendapat perintah untuk tidak membiarkan Nona menginjakkan kaki di kantor ini.Silahkan anda keluar dari sini!" ujar Security dengan sopan.
Arumi menarik nafas panjang.Ia kembali melanjutkan langkahnya menuju lift khusus seperti dahulu kala.Tanpa peduli dengan ucapan para security.
"Nona Arumi," kedua security mengikuti dan menahannya.Semua pegawai yang berada di lantai bawah,menoleh melihat siapa yang datang.
"Kami sudah katakan,anda dilarang menginjakkan kaki di kantor ini," nada Security mulai meninggi.Gadis tidak tahu malu ini tetap melangkah.
Kedua Security dengan terpaksa menarik tangan Arumi.
"Hei,berani sekali kalian menyentuhku"Bentak Arumi melepaskan tangannya.
"Karena Nona tidak ingin mendengarkan ucapan kami,jadi jangan salahkan kami bila berlaku kasar pada anda."Balas Security.
Arumi tetap tidak peduli dengan kedua security ini,ia kembali melanjutkan langkahnya dengan mendorong keras kedua security yang menghalangi jalannya.
"Nona ... Nona ...."Kedua security kembali memegang tangannya.
"Lepaskan saya atau anda akan mendapatkan masalah," tegas Arumi.
"Tidak Nona,ini adalah perintah dan kami justru akan mendapatkan masalah jika membiarkan anda masuk."
Perdebatan terus terjadi.Arumi berusaha melepaskan tangannya.Sementara kedua security terus mencoba menarik Arumi dari sana.
Tiba-tiba pintu lift terbuka.Secara bersamaan Tuan muda dan kedua Sekretarisnya keluar dari lift itu.Dennis sangat terkejut melihat wanita yang sedang mengamuk melawan security.Walau tampak dari belakang saja,tetapi ia sudah sangat mengenali sosok wanita itu.Wanita yang sangat dicintainya dulu,wanita yang dimana ia rela melakukan apa saja untuk kebahagiaan wanita ini tetapi semua hanya tinggal kenangan yang bahkan tak ingin dikenangnya lagi,sangat menyakitkan.
__ADS_1
Tampak juga wajah kesal dari Sekretaris Ben.Ia tidak menyangka kalau wanita murahan ini akan kembali menampakkan wajahnya di hadapan Tuannya,di hadapan mereka.
Dasar wanita tidak tahu malu.
Sekretaris Ben dan Sekretaris Via maju mendekati Arumi.
Arumi berhenti sejenak mendengar suara langkah kaki mendekatinya.Begitupun dengan kedua Security yang berbalik dan segera melepaskan tangan mereka yang menggenggam kuat tangan Arumi.
"Berani sekali anda menampakkan wajah di sini," ujar Sekretaris Ben.
Kedua Security terlihat ketakutan karena tidak berhasil menahan Arumi bahkan bisa sampai ke depan lift.
"Maafkan kami,Tuan.Kami sudah mencoba melarangnya tetapi wanita ini bersikeras memaksa masuk," ujar salah satu security kepada Sekretaris Ben.
Arumi tidak peduli dengan semua orang,pandangannya hanya tertuju pada sosok lelaki tampan nan berwibawa yang pernah mencintainya begitu tulus,lelaki yang tak ada lagi samanya di dunia ini yang pernah ia temui,lelaki yang sangat sempurna.Sungguh betapa ia menyesali segala perbuatannya.
Tak ada yang menyangka,tiba-tiba Arumi berhambur memeluk Dennis.Bagai kilat,rasanya gerakannya begitu cepat.Dennis bukan lelaki yang dengan mudah menyentuh wanita,bahkan dulu menjadi kekasih Arumi pun,ia pantang menyentuh Arumi apalagi dipeluk seperti ini.
"Hei,apa yang kamu lakukan." Dennis sangat terkejut.
"Nona,anda jangan kurang ajar," bentak Sekretaris Via.
Sementara Dennis membersihkan jasnya menggunakan tangannya,seperti baru saja terkena kotoran najis.Wanita murahan seperti itu tidak pantas menyentuhnya.
"Dennis ... aku mohon maafkan aku.Aku sangat mencintaimu,aku akan melakukan apapun asal kamu memaafkanku,kumohon...."Suara Arumi yang sangat memohon.Tidak peduli semua orang menatapnya.
"Keluar dari sini!" bentak Dennis.Dia bukan Dennis yang dulu lagi.Sakit hati dan kebenciaannya lebih besar dari cintanya yang dulu.
"Dennis ... aku mohon ... Jangan lakukan ini kepadaku," Arumi terus memohon.Air matanya berderai tak terhingga.
Dennis tidak peduli.Ia lebih memilih berjalan melanjutkan langkahnya meninggalkan Arumi.
"Kalian,urus dia!"Perintah ekretaris Ben kepada kedua security.Sekretaris Ben dan Sekretaris Via berjalan mengikuti Tuan muda mereka.Tidak ada yang peduli dengan Arumi.
Tinggallah Arumi yang masih berdiri dengan segala kekecewaannya.
"Dennis ...." terdengar suara Arumi berteriak.
__ADS_1
"Jika kamu menolakku,lalu kenapa kamu menerima kiriman bungaku."Suara Arumi sangat keras.Mendengar itu,sang Tuan muda ini menghentikan langkahnya.Berbalik dan maju sedikit mendekati Arumi dengan senyum sinisnya.
"Oiya,mengenai bunga itu.Saya ingin ucapkan terima kasih.Karena bunga anda,akhirnya hidupku bisa berubah menjadi jauh lebih baik,hatiku kembali terbuka untuk mengenal cinta.Terima kasih sudah mengirimkannya untukku," ucap Dennis.
Arumi menghentikan kesedihannya.Mendengar ucapan Dennis,ia tersenyum.Sebenarnya ia kurang paham tetapi ia menarik kesimpulan kalau wanita itu adalah dirinya dengan bunganya.Dia benar-benar sudah kehilangan akal.
"Jadi ... maksud kamu,kita bisa kembali seperti dulu,"lirihnya.
Dennis semakin menampakkan senyum sinisnya.
"Jika kamu sudah mengirimkan bidadari,lalu kenapa hatiku harus kembali pada manusia paling rendah seperti kamu."Ucapan Dennis begitu mengiris hati.
"Dennis ... A-apa maksud kamu?"
"Tidak perlu menjelaskannya.Saya peringatkan,jangan pernah muncul di hadapanku lagi!" Tegas Dennis kemudian melanjutkan kembali langkahnya keluar dari gedung pencakar langit ini.
"Silahkan keluar dari sini,Nona!"Kedua security kembali memegang tangan Arumi.
"Lepaskan,saya bisa berjalan sendiri."Tegasnya dan keluar dari kantor itu.Arumi berjalan dengan segala kekecewaan dihatinya.Ia masih bisa berpikir,memikirkan kalimat terakhir Dennis.
Siapa wanita yang sudah membuka hati Dennis?
Siapa sosok bidadari yang dimaksud Dennis?
Saya harus mencari tahu siapa wanita itu.
***
Di dalam mobil.Dennis duduk di kursi belakang,sementara sekretaris Ben duduk di balik kursi kemudi dengan sekretaris Via di sampingnya.Sepertinya mereka akan berangkat karena suatu pekerjaan.
Kedua Sekretaris ini hanya fokus memandang jalanan di hadapan mereka.Tak ada pembahasan sedikitpun di dalam mobil ini,hening.
Beda lagi dengan tuan muda yang duduk di kursi belakang seorang diri.Ia hanya sibuk dengan ponselnya,menggeser layar ponselnya dengan senyum yang sesekali mengembang dari bibirnya.Ternyata sang tuan muda sedang sibuk memperhatikan foto-foto bidadarinya yang semalam di rumah adiknya.
Tidak sedikitpun ia mengingat Arumi bahkan setelah pertemuannya tadi setelah sekian lama.Hanya Naina,Naina dan Naina yang memenuhi otak sang tuan muda saat ini.
Lalu Zara ... ?sosok wanita sholeha itu,juga tidak terlintas di benaknya saat ini.Entah bagaimana ia akan menjelaskan ini kepada semua orang,sekarang waktunya belum tepat.
__ADS_1