MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X

MENCINTAI WANITA Dari ZONA_X
Aku Tidak Mempermainkanmu


__ADS_3

Hari sudah sore saja,Hari yang sangat melelahkan bagi seorang Naina.Setelah ia sakit,ada banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan di Beauty Flowers.Belum lagi,hari ini ada jadwal lembur karena ada banyak bunga yang harus dikirim ke semua toko cabang.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam,Naina dan semua pegawai toko Beauty Flowers,satu persatu keluar dari toko dan bersiap untuk pulang.Ada yang menggunakan kendaraan sendiri,ada yang menggunakan angkutan umum dan ada yang sedang menunggu jemputan.


Sejak sore,Dennis sudah menelfon Naina karena ia ingin menjemput Naina untuk pulang.Tapi karena lembur,Naina memberitahunya agar tidak perlu menjemputnya karena ia tidak ingin merepotkan,apalagi jika harus menunggu dirinya yang sedang lembur.


"Hai,Maemunah ... Apa kamu menunggu sang pangeran?baiklah,aku akan menemanimu di sini untuk menunggunya," goda Kiran kepada Naina.


Di bawah cahaya lampu di halaman parkir toko bunga itu,kedua sahabat ini sedang berdiri.


"Sok tahu,saya pulang naik busway.Kenapa harus menunggunya?" balas Naina.Ia sama sekali tidak berharap akan dijemput oleh Dennis.


Baru saja Naina mengucap seperti itu kepada Kiran,tiba-tiba mobil sport mewah berhenti di depan toko Beauty Flowers,turun lelaki tampan yang hanya menggunakan kemeja putih dengan ujung lengan yang tergulung sedikit ke atas dan dasi yang masih melekat pada kemejanya.


"Hai,Tuan muda."


Begitu sangat bersemangat,Kiran langsung menyapa Dennis seraya melambaikan tangan.Naina terkejut dan menoleh,lelaki tampan itu berjalan mendekat ke arah mereka dengan senyum yang merekah.


"Hai,Kiran," balas Dennis yang sudah tiba di hadapan Kiran dan Naina.


Naina hanya diam tanpa kata,ia tidak menyangka akan dijemput oleh Dennis.


"Tuan muda,untung saja Tuan muda segera datang.Ada wanita yang merajuk sejak tadi karena menunggu Anda."


Kiran berbicara asal untuk menggoda Naina,membuat Naina terlihat malu.Rasanya ingin menelan Kiran hidup-hidup.


Dengan sigap Naina menginjak kaki Kiran.


"Berhenti berbicara!atau aku mengirimmu ke planet lain," bisiknya kesal pada Kiran.


Kiran hanya tersenyum masam pada Dennis,menahan kakinya yang sakit karena diinjak Naina.


Dennis hanya tertawa melihat dua gadis ini.


"Ya sudah,Tuan muda.Sebaiknya Tuan muda membawa gadis Anda ini,saya tidak mau terjadi sesuatu pada diriku." Kiran mengeluhkan kakinya yang sakit.


***


"Mengapa Mas Dennis harus menjemputku?ini sudah malam,Mas."

__ADS_1


Naina membuka pembicaraan di tengah perjalanan mereka pulang.


"Justru karena ini sudah malam makanya saya menjemputmu.Mana mungkin saya membiarkanmu pulang sendiri di malam hari seperti ini," balas Dennis.


"Hah ... rasanya saya sudah ingin menikahimu besok agar tidak perlu lagi bekerja seperti ini," sambung Dennis membuat Naina terkejut.


Naina hanya terdiam,ia tidak tahu harus berkata apa pada tuan muda ini.Rasanya benar-benar diluar dugaannya jika ia akan dicintai oleh lelaki dari keluarga terhormat yang sangat disegani di negeri ini.Ia berpikir,ini semua hanya mimpi tetapi di lubuk hatinya ia berharap agar tidak pernah terbangun dan terus berada di dalam mimpi ini.


"Oiya,kita mampir makan dulu." Dennis hendak membelokkan mobilnya ke sebuah restoran yang berada di dekat jalan.


"Mas ...." Naina memegang tangan Dennis yang sedang dalam kemudi.


"Tidak perlu,saya harus segera pulang.Kasihan paman,pasti dia sedang menungguku di balik pintu."


Itu sudah menjadi kebiasaan Harun jika Naina telat pulang pasti pamannya itu akan duduk di atas kursi rodanya dari balik pintu menunggu Naina pulang.


"Tapi ...."


"Ayolah,Mas.Kasihan paman." Kali ini kedua tangan Naina memegangi tangan Dennis,memohon agar mereka langsung pulang saja.


Dennis menatap tangannya yang di pegang oleh Naina.Naina menyadari itu dan langsung menarik tangannya dari sana.


Dennis hanya tersenyum.


"Kamu yakin tidak ingin makan?" tanya Dennis lagi.


"Hhhmmm," jawabnya mengangguk.Wajah yang terlihat sangat imut di mata Dennis.


Dennis kembali melanjutkan perjalanan pulang atas permintaan Naina.


"Oiya,hari minggu nanti setelah kamu pulang kuliah,aku menjemputmu," ucap Dennis setelah beberapa detik mereka terdiam.


"Aku ingin mempertemukanmu pada papa dan mama," sambung Dennis yang membuat Naina sontak sangat terkejut.


"Hah ...?" Naina tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Iya,aku ingin memperkenalkanmu kepada calon mertuamu," lanjut Dennis lagi.Dennis berucap begitu sangat santai.Sementara Naina,rasanya tulang-tulangnya remuk seketika.Tiba-tiba merasa lemas.Seserius ini seorang Dennis Atmajaya kepadanya.


"Mas ... A-aku akan bertemu dengan Tuan Atmajaya dan istrinya?" Naina bertanya penuh penekanan untuk meyakinkan ucapan-ucapan yang ia dengar tadi.

__ADS_1


"Kenapa memanggil calon mertuamu dengan sebutan seperti itu?"


Dennis tidak suka mendengar Naina menyebut orang tuanya dengan sebutan Tuan.


"Calon mertua?" lirih Naina.


Naina menarik nafas dan memperbaiki posisi duduknya.


"Tidak,Mas ... tidak.Aku belum siap,"tegas Naina.


Lagian siapa aku yang akan menjadi menantu keluarga konglomerat.Tidak ... tidak ... tidak.


"Kenapa tidak siap?aku tidak ingin mengulur-ulur waktu untuk sesuatu yang baik.Aku akan memperkenalkanmu pada orang tuaku dan keluarga besarku,kemudian kita menikah," tegas Dennis.


"Menikah?" Naina sudah hampir tidak waras untuk memikirkan semuanya.


"Iya,kita akan menikah," balas Dennis lebih tegas lagi.


Naina menutup telinga dengan kedua tangannya kemudian memejamkan matanya.


"Tuan muda,tolong jangan mempermainkanku sejauh ini," ucapnya terdengar sangat menyedihkan.


Tiba-tiba Dennis menghentikan mendadak mobilnya membuat Naina sangat terkejut.


"Mempermainkanmu?kamu anggap keseriusanku hanya sebuah permainan?" Dennis memukul stir mobilnya dengan satu tangan.Terlihat sedikit kesal.Menarik nafasnya sangat dalam.


Dennis terdiam sejenak setelah mengatur nafasnya berburu dengan kekesalannya tadi.Mulai berbicara lembut.


"Asal kamu tahu,di luar sana ada banyak wanita yang ingin berada di posisimu tapi tidak satupun yang bisa meluluhkan hatiku.Dan tiba-tiba kamu datang dengan segala tingkah polos dan jenakamu,saya tidak tahu apa yang terjadi pada diriku saat itu.Hatiku memaksaku untuk terus bisa berhubungan denganmu,hingga akhirnya aku melakukan sesuatu di luar nalar.Mengenai vas bunga itu,aku memang mempermainkanmu.Aku yang menjatuhkannya agar bisa selalu bersamamu dan mengenalmu lebih dekat."


Dennis mengutarakan semuanya.


"Hah ...." Naina menarik nafas,menutup mulut dengan tangannya.Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Maafkan aku," sambung Dennis lagi.


Naina masih terdiam tanpa kata.


"Jika kamu masih berpikir bahwa aku mempermainkanmu.Kamu harus tahu,aku menolak sebuah perjodohan hanya karena mempertahankanmu.Aku meyakinkan hatiku bahwa kamu adalah wanita yang aku cintai,aku ingin hidup bersamamu,aku berjanji akan membahagiakanmu dan pastinya membawamu bersama keluargamu keluar dari tempat terkutuk itu."

__ADS_1


Tatapan dan suara Dennis begitu tulus.Mata sendu yang ia pancarkan hanya terlihat cinta di sana,tidak ada kebohongan yang Naina lihat,hanya ada cinta dan sebuah ketulusan.Itu yang ia tangkap dari lelaki yang ia tatap ini.Mata Naina berkaca-kaca,ia benar-benar tidak menyangka dengan semua ini.Entah kebaikan apa yang pernah ia perbuat hingga bisa dicintai lelaki sesempurna Dennis Atmajaya,begitu pikirnya.


__ADS_2