
Hari mulai sore,di sebuah kamar di dalam apartemen mewah.Naina menatap dirinya di cermin,ia sudah memakai kebaya putih atas bantuan Kiran dan Rebecca.Kedua sahabatnya ini membantunya merias wajah,untung saja mereka kuliah dengan jurusan tata busana,setidaknya itu memudahkan mereka untuk mempercantik calon pengantin ini.Walau ini pernikahan yang tidak pernah dibayangkan Naina sebelumnya,setidaknya ia harus terlihat layaknya pengantin wanita pada umumnya.Naina menatap pantulan dirinya begitu dalam,benar saja kalau sebentar lagi ia akan menikah.Entah ini keputusan yang benar atau tidak,tetapi Arka sangat bersemangat menyetujuinya dan tidak ada pilihan baginya selain mengikuti permintaan adiknya itu.Adiknya,satu-satunya harapan dirinya untuk semangat menjalani hidup.
"Oh,Maemunah ... tidak salah Mas Dennis memilihmu sebagai istrinya.Kamu memang sangat cantik."Rebecca begitu antusias mendandani Naina hingga hasilnya benar-benar sangat cantik.Naina sendiri hampir tidak mengenali wajahnya.
"Ok,sayang.Ini sentuhan terakhir."Kiran menyemprotkan spray khusus wajah untuk membuat make up Naina semakin berkilau.
"Rebecca benar,kamu memang sangat cantik,"sambung Kiran lagi memuji sahabatnya itu.
"Tersenyumlah,calon Nyonya Dennis Atmajaya,"goda Rebecca kepadanya.
Naina hanya terdiam.Ada banyak hal yang ia pikirkan.Benarkah dia akan menikah?tetapi kenapa tidak satupun keluarga calon suaminya yang hadir.
"Apa kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini?"tanya Kiran kepadanya.
Naina mengehela nafas.
"Entahlah,saya tidak tahu dengan perasaanku.Semoga saja saya tidak melakukan sesuatu yang salah,"balas Naina yang mencoba menghilangkan prasangka buruknya.
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar itu diketuk.
Ketiga sahabat ini saling menatap.
"Rebecca,buka pintunya!"perintah Kiran.
Rebecca berlari kecil ke arah pintu dengan kuas blush on masih di tangannya.Lelaki manja ini pelan-pelan membuka pintu.
"Oh my God ...."Suara centil khas Rebecca seraya menutup mulut.Entah siapa yang berada di balik pintu.
"Mbak ... Mbak Azea ...."Rebecca tidak percaya dengan apa yang ia lihat.Sosok artis terkenal negeri ini berdiri tepat di hadapannya.
Kiran dan Naina terkejut mendengarnya.Mereka segera menoleh,bahkan Naina langsung berdiri dari kursinya.
"Hai ... Apa kami boleh masuk?"tanya Azea kepada Rebecaa dengan begitu ramah.
"I-iya,Mbak.Silahkan!"balas Rebecca.
Pelan-pelan wanita cantik berhijab ini muncul dari balik pintu bersama kedua asisten yang selalu setia menemaninya.
"Mbak Azea ...,"lirih Naina.Entah kenapa melihat Azea dengan senyum ramahnya,Naina tiba-tiba merasa lega.Merasa lebih baik dari yang tadi.
Azea semakin mendekat,ia terus tersenyum tetapi matanya terlihat berkaca-kaca.Sang Nona artis ini sejurus langsung memeluk Naina.
"Mbak Naina ...."Tangis kecil mulai pecah dari nona artis ini.
__ADS_1
Naina membalas pelukan itu dan ikut hanyut dalam kesedihan.Entah mengapa ia bisa ikut sesedih ini.Ia merasa pernikahannya tidak begitu sempurna.
Azea melepas pelukannya,kemudian memegang kedua langan Naina.
"Saya percaya,pilihan Kak Dennis tidak akan salah,"ucap Azea pada Naina.
"Mbak Naina,maaf jika pernikahan ini tidak seperti yang Mbak Naina bayangkan.Dan maaf jika orang tua kami tidak sempat hadir,"ucap Azea yang kembali berlinang air mata ketika menyebut tentang orang tuanya.
Walau belum mendapat penjelasan,tetapi Naina sudah bisa merasakan tentang pernikahan yang terburu-buru ini dan mengapa orang tua calon suaminya tidak menghadiri pernikahan ini.
"Saya bisa mengerti,Mbak,"balas Naina lirih.
"Apa mereka tidak merestui pilihan Mas Dennis?"Naina memberanikan diri untuk bertanya.
Azea mengusap air matanya dan memberikan senyuman terbaiknya.
"Bukan tidak,tapi belum.Percayalah,Mama dan Papa orang yang baik.Mereka pasti akan mengerti ini,hanya menunggu waktu saja."Azea mencoba meyakinkan Naina.
"Lagian saya dan mas Rangga sudah berada di sini sebagai perwakilan keluarga.Mbak Naina tidak usah khawatir,Mas Dennis lelaki yang akan memberikan kebahagiaan kepada Mbak Naina.Dia kakakku,saudaraku satu-satunya.Saya sangat mengenal dirinya dan saya selalu berpihak dengan segala keputusannya.Kami akan selalu menyayangi Mbak Naina."Azea terus meyakinkan Naina kalau pilihannya menerima pernikahan ini,itu bukan pilihan yang salah.
"Oiya,siapa yang memberikan kebaya ini?"Azea segera mengalihkan pembicaraan.
Naina menatap Kiran.
"Kami tidak tahu,Mbak.Kebaya ini sudah ada di kamar ini sebelum kami tiba,"jawab Kiran.
"Boby ...."Azea meminta kebaya yang di pegang Bobby.
"Ini,Nyonya Bos."Bobby memberikan kebaya itu.
Azea mengeluarkan kebaya yang diberikan Bobby.
"Mbak Naina pakai yang ini saja!"
Kiran dan Rebecca terperangah melihat kebaya yang begitu anggun dan indah yang di keluarkan oleh Azea.
Rebecca mendekat dan melihat nama desainer kebaya tersebut.Ia semakin terperangah membaca tulisan kecil itu,ia tahu kebaya ini harganya sangat fantastis dengan nama desainer terkenal negeri ini tercantum di sana.
"Mbak Naina tidak keberatan kan jika menggantinya?"tanya Azea.
"Terserah Mbak Azea saja,"jawab Naina.
"Ya sudah,Diana tolong bantu Mbak Naina bersiap-siap."
__ADS_1
"Baik,Nyonya Bos."
"Kalian berdua adalah lelaki,bukan?silahkan menunggu di luar!" perintah Azea kepada kedua lelaki kemayu ini.
Bobby dan Rebecca tahu diri.
"Mas Bobby,ayo kita keluar!" ajak Rebecca sembari mengalungkan tangannya pada lengan Bobby.
Kedua lelaki ini berjalan ke arah pintu dengan gemulai.
"Hei,apa kamu tidak pernah melihatku di TV.Orang-orang memanggilku dengan sebutan Inces Bobby." Terdengar sayup-sayup suara mereka seraya tertawa kecil.
***
Beberapa menit kemudian,Naina keluar dari sebuah ruangan ganti di dalam kamar mewah apartemen tersebut.Semua orang terperangah menatapnya,kecantikan yang begitu sempurna dengan kebaya yang baru saja ia ganti.
Azea mendekatinya.
"Mbak Naina sungguh begitu cantik.Rasanya saya harus mengatakannya kalau saya sangat iri dengan kecantikan Mbak Naina."Semua orang tersenyum mendengar ucapan Azea.
Naina tampak malu dengan pujian itu.
"Ya sudah,ayo kita keluar.Penghulu sudah sejak tadi menunggu,"ajak Azea.
Naina hanya mengangguk.Entah kenapa tiba-tiba ia merasa sangat gugup.Ia berjalan keluar melewati pintu dengan Azea yang memegangi lengannya.
Setibanya di luar.Naina memperhatikan semua orang.Di sana sudah ada Rangga bersama sekretaris Ben yang duduk di dekat Dennis dan tepat di hadapan Dennis adalah seorang lelaki paruh baya yang nampaknya itu adalah seorang penghulu.
Terlihat Arka yang duduk di dekat penghulu dan ada Rudy bersama dengan Bobby dan Rebecca di sana.
Azea membawa Naina mendekat ke tempat ijab Qabul,diikuti Kiran dan Diana dari belakang memegangi gaun Naina.
Naina duduk tepat di sebelah Dennis.Entah kenapa ia semakin berdebar-debar saja.Dennis melirik sebentar,ia tidak kalah terperangahnya melihat kecantikan calon istrinya.
Karena semua sudah bersiap,tanpa menunda waktu lagi.Penghulu sudah memulai pembukaan untuk pernikahan ini.
Tidak lama kemudian,Dennis menjabat tangan penghulu dan terdengar suara ijab dari mulut sang penghulu yang di saksikan oleh Arka sebagai wali nikah yang sah tetapi diwakilkan oleh sang penghulu.Setelah sang penghulu mengucap ijab,seketika langsung di balas oleh Dennis dengan kalimat qabul.Dengan satu tarikan nafas,suara lantang dan tegas tuan muda itu mengucap ikrar suci pernikahan.
"Bagaimana para saksi?sah?"tanya sang penghulu.
"Sah."Serentak suara semua orang menjawab sah.
Dalam waktu yang begitu cepat,kini status Naina benar menjadi istri Dennis Atmajaya yang sah secara agama.Penghulu mengangkat kedua tangan yang diikuti semua orang seraya melafadzkan doa-doa terbaik untuk kedua pasangan suami istri ini.
__ADS_1
Setelah berdoa,Dennis memasangkan cincin berlian yang begitu mewah ke jari manis Naina kemudian di balas oleh Naina yang juga memakaikannya cincin dengan desain yang sama.Naina menjabat tangan Dennis kemudian mencium tangan itu.
Rasanya semua orang terharu melihat momen ini.