
Dennis sudah berada di teras rumah dengan tangan terus menggenggam tangan Naina,genggaman yang seakan berkata kalau aku akan selalu bersamamu,akan selalu memberimu perlindungan,jikapun sesuatu terjadi padamu maka aku yang akan lebih dulu menerimanya.Sementara gadis ini mengikut saja kemanapun tangan itu membawanya.Pasangan ini terus berjalan menuju halaman rumah dimana mobil mereka terpakir.Pastinya mereka akan pulang tanpa mendapatkan restu,rasanya hati tersayat sembilu,sungguh sangat perih.Inilah kenyataan pahit saat ini yang mereka terima.
Tiba-tiba terdengar suara gemuruh berlari dari belakang mengikuti mereka.
"Tuan muda ... Tuan muda."Terlihat seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh dengan beberapa orang di belakangnya yang berpakaian senada dengannya,ikut berlari bersama wanita dengan suara bergetar memanggil tadi.Mereka para asisten rumah tangga.
Dengan nafas tersengal,wanita paruh baya yang sudah lama bekerja pada keluarga Atmajaya ini akhirnya sampai ke hadapan Tuan mudanya.
"Tuan muda,Tuan muda mau kemana?Tuan muda tidak boleh pergi,ini rumah Tuan muda.Masuklah!bawa Nyonya muda ikut ke dalam."
Wanita paruh baya ini tidak sanggup melihat Dennis akan pergi,ia sudah menganggap Dennis sebagai putranya sendiri.Suaranya bergetar memohon agar majikannya ini tidak meninggalkan rumah.Sudah cukup ia merasa kesepian sewaktu Dennis menempuh pendidikan di luar negeri,dan hari ini ia akan menyaksikan majikannya ini akan pergi lagi meninggalkannya.Dia memang hanyalah orang lain,tetapi mengabdi puluhan tahun lamanya pada keluarga Atmajaya,mengurus dan membesarkan anak-anak Atmajaya sudah seperti mendarah daging dalam dirinya.
"Nyonya muda,bujuklah Tuan muda agar tetap tinggal.Di sini rumah kalian."Kali ini memegang tangan Naina berharap agar Naina bisa membujuk Dennis agar tidak keluar dari rumah ini.Suaranya terus bergetar menahan pedih.
"Mari,Nyonya muda!"Menarik tangan Naina hendak membawanya masuk ke dalam.Benar-benar sudah memaksa dalam keadaan tidak sadar.
"Bibi ...."Dennis melepaskan tangan yang menarik istrinya itu.
"Kami akan tinggal jika Mama dan Papa yang mengatakannya,"ujar Dennis.
"Tuan muda,tolong jangan keras kepala.Percaya pada Bibi,lambat laung tuan dan nyonya besar pasti akan menyetujui dan memberikan restunya.Tetaplah tinggal di sini Tuan muda,apa Tuan muda juga tidak kasihan jika harus meninggalkan Tuan dan Nyonya besar."
Dennis seperti tersayat mendengarnya.Ia melangkah dan memegang kedua lengan wanita paruh baya yang merawat dirinya sedari ia masih bayi berwarna merah.
"Bibi,saya tidak pergi jauh.Untuk sementara biarkan kami tinggal di apartemen dulu sampai Mama dan Papa bisa menerima ini.Jika kalian menyayangi saya,tolong bantu saya untuk membujuk Mama dan Papa."
Situasi yang sangat menyedihkan bagi seorang Dennis Atmajaya.
"Sayang,masuklah!"ucapnya pada Naina menyuruh istrinya itu masuk ke dalam mobil.Pak Marno segera membukakan pintu mobil untuk Naina.
"Nyonya muda,tunggu!"
__ADS_1
Wanita paruh baya ini seperti tidak rela melepas majikannnya.
"Tolong jaga Tuan muda dengan baik!jika ada yang Nyonya muda tidak ketahui tentang Tuan muda,Nyonya muda bisa menghubungi Bibi.Bibi tahu semua tentang apa yang disukai dan tidak disukai oleh Tuan muda.Sejak kecil,Bibi yang merawat Tuan muda."
Seperti sedang menitipkan sebuah amanah besar.
Naina sedikit menampakkan senyum tipis dari hatinya yang mengharu-biru.
"Iya,Bibi tidak usah khawatir.Terima kasih karena Bibi sudah ingin menerima saya,"balas Naina penuh haru.Bagaimana ia tidak terharu,melihat wanita yang hanya sebatas ART ini tetapi bersikeras tidak membiarkannya pergi.
Wanita dengan ciri khas celemek menutupi seragam ART-nya ini terlihat berkaca-kaca kemudian memegang tangan Naina.Rasanya ingin memegang pipi Naina tapi sepertinya itu terlalu lancang baginya dengan posisinya yang tetap hanyalah seorang ART.Ia hanya berani memegang sebatas tangan saja.
"Nyonya muda cantik sekali,Nyonya muda juga pasti orang yang sangat baik.Bibi bisa merasakan itu.Sepertinya Tuan muda tidak salah memilih seorang istri."
Mendengar ucapan seperti itu,rasanya Naina mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu.Gadis ini menarik nafas kemudian memberikan senyumnya lagi,kali ini senyumnya lebih mengembang.
"Terima kasih."
Hanya itu yang Naina bisa katakan seraya mencoba tetap tegar,tidak ingin memperlihatkan kesedihannya.
Mobil sudah ditutup kembali oleh Pak Marno.
***
Mobil sport ini sudah membelah jalan yang terlihat tidak begitu padat lagi.Mobil dengan suara mesin khasnya ini melaju begitu mulus membawa dua orang yang sedari tadi hanya terdiam dengan pikiran masing-masing.
"Mas ...."Tiba-tiba terdengar suara Naina seperti akan membuka pembicaraan.
Dennis hanya menoleh sebentar.
"Kamu sangat beruntung yah,Mas.Rasanya aku sangat iri kepadamu."
__ADS_1
Dennis kembali menoleh lagi kemudian kembali fokus pada kemudinya.
"Ada begitu banyak orang yang menyayangimu,hidupmu begitu sempurna dengan semua kebahagiaan yang mengelilingimu."
Dennis masih terdiam,seperti hanya menyimak setiap kalimat Naina tetapi tidak menggubris.
Naina memperbaiki posisinya kemudian menatap lelaki berwajah mulus di sampingnya,wajah yang benar-benar mulus tanpa kumis ataupun brewok.Hanya ada pipi kinclong seperti kulit artis yang sering dimanja perawatan.Ketampanan yang sangat sempurna.Naina terus menatap dengan dalam.
Tiba-tiba Dennis menepikan mobilnya.
"Mengapa menatapku seperti itu?"Dennis menyadari jika sedari tadi istrinya ini memandanginya seperti tidak berkedip.
Naina merasa gugup mendengar itu,entah kenapa ia terus menatap Dennis seperti itu sejak tadi.
"Tidak,Mas.Itu ... sejak tadi Mas Dennis hanya diam."Wanita ini tiba-tiba merasa malu sendiri.
Dennis tersenyum kemudian memegang tangan wanita yang sangat dia cintai ini.
"Aku diam bukan berarti aku tidak mendengar semua yang kamu katakan."
Giliran Dennis yang menatap dalam wanita cantik yang sudah halal baginya ini,membuat Naina jadi salah tingkah.
"Maafkan aku atas apa yang telah ku lakukan,menikahimu dengan cara seperti ini.Saya tahu tidak satupun orang yang mengidamkan pernikahan seperti ini.Tapi,percayalah.Saya akan berjuang mendapatkan restu Mama dan Papa kemudian kita akan melakukan pesta pernikahan yang megah dan memperkenalkan kepada publik siapa Nyonya Dennis Atmajaya."
Tegas dan penuh penekanan.
Naina menarik bibirnya sekali.Ia tersenyum tetapi tampak bukan senyuman juga.
"Lalu,jika tidak mendapatkan restu.Apa aku akan tetap menjadi istri yang disembunyikan?"
Ucapan Naina benar adanya,bagaimana jika restu itu tak kunjung ia dapatkan.Artinya dia akan terus menjadi istri yang tidak dikenali siapapun,akan terus menjadi istri rahasia.Hanya terus bersembunyi sebagai ratu di balik cinta dan kasih sayang seorang lelaki yang tak akan memperkenalkannya pada dunia.
__ADS_1
"Dan aku pastikan kalau kita akan mendapatkan restu itu!"Lelaki yang sangat disegani ini menjawab sangat tegas dan penuh percaya diri.
Naina hanya mengangguk kemudian tersenyum.Kali ini senyumannya sedikit lebih baik dari yang tadi.Tapi,entah ia yakin atau tidak dengan ucapan suaminya untuk berhasil mendapatkan restu itu atau tidak,ia sudah pasrahkan segalanya kepada sang maha penentu takdir.