
Ucapan Dennis membuat Naina terdiam,berhenti dari tangis bodohnya.
Mobil benar berputar arah,kembali menuju jalan ke rumah sang Nyonya artis yang belum jauh dari tempat mereka sekarang.
Kenapa tidak sampai saja di rumah anda lalu mengingat ini,sudah pasti akan sangat merepotkan.
Batin Sekretaris Ben,ia tidak kesal.Ia merasa ini hanya lucu,seorang Dennis Atmajaya sedang di bawah perintah seorang wanita.Bagaimana jika sudah menjadi kekasihnya?atau istrinya?siap-siaplah akan mendapatkan pekerjaan ekstra,baru membayangkannya saja sudah membuat Tuan Sekretaris ini merinding.
Dennis mengeluarkan ponselnya,mencari nomor dan menempelkan pada telinganya.
"Halo,Bi.Saya ingin berbicara dengan Azea sebentar saja"Begitu yang didengar Naina.Sepertinya Dennis menelfon ke telepon rumah.Azea tidak mungkin memegang ponsel di meja makan.
"Halo,apa kalian sedang makan?"
"Syukurlah jika belum,tolong keluar sebentar.Saya sudah depan gerbang"Hanya itu yang bisa didengar oleh Naina.
Naina tiba-tiba menciut.
"Tuan muda,kita pulang saja.Saya merasa tidak enak.Sepertinya kita hanya akan mengganggu mereka.Mereka akan makan malam"
"Tidak,mereka belum makan.Tidak usah khawatir"jawab Dennis santai.Sekalipun mereka sedang makan tetapi jika Dennis yang memintanya pasti Azea dan Rangga tidak akan menolak.
Kedua Security kembali membuka gerbang setelah melihat mobil sang Tuan muda kembali.Ada pertanyaan di benak kedua security ini.Baru saja mereka menutup gerbang dan membukanya lagi untuk mobil yang sama.
Mobil mewah Tuan muda sudah sampai di halaman.Terlihat Azea dan Rangga berdiri di depan pintu.Pasangan suami istri ini juga tidak tahu akan perintah kakaknya.
Dennis turun dari mobil setelah Sekretaris Ben membuka pintu untuknya.Naina masih terdiam di atas mobil.Ia merasa malu sendiri.
Astaga,apa yang sedang ku lakukan ini.Memangnya siapa saya yang keinginanku harus dipenuhi.
"Hei,turunlah!"ujar Dennis dari luar mobil.
"Tuan muda,sebaiknya kita pulang saja" Naina benar-benar malu sendiri dengan ucapannya tadi hingga ia harus kembali ke sini.
Azea dan Rangga berdiri di teras memperhatikan.
Dennis mengitari mobilnya dan dengan sekejap tiba di pintu mobil Naina.Membukakan pintu mobil untuk Naina.
Azea sedikit terkejut melihat kakaknya membukakan mobil untuk seorang wanita,feeling-nya tidak salah lagi.Naina bukan wanita biasa di hati kakaknya.
"Tuan muda" Sekretaris Ben juga terkejut,harusnya itu pekerjaannya tetapi Tuan mudanya dengan sigap mengambil alih.
Naina semakin malu dengan dirinya sendiri.Mengapa ia diperlakukan seperti ini.Ia semakin merasa tidak enak.
"Turunlah,Nona" ujar Dennis begitu lembut.
"Apa aku harus menggendongmu?" ucap Dennis lagi.Mendengar itu,dengan sigap Naina turun dari mobil.
"Aughhh" Naina meringis,insiden kecil kembali terjadi.Kenapa kepalanya harus terbentur mobil,sangat memalukan.
Naina berdiri dengan mengusap-usap kepalanya.Spontan tangan Dennis ikut mengusapnya.
"Mengapa seceroboh ini" Dennis benar-benar tidak sadar dengan apa yang sedang ia lakukan.Cinta dan kepeduliannya menjadi satu.
"Tuan muda" Naina terkejut dan segera mundur.Dennis baru tersadar dengan apa yang sedang ia lakukan.
"Maaf" ucapnya salah tingkah dan segera berjalan ke arah meninggalkan Naina.
Azea memegang keras lengan suaminya,sangat terkejut melihat tontonannya barusan.Ia semakin yakin kalau Naina bukan sekedar teman kakaknya.
"Maaf jika mengganggu kalian" Dennis sudah sampai di hadapan Azea dan Rangga.
__ADS_1
"Mari Kak,masuk dulu" ujar Rangga kepada Dennis.
"Tidak perlu,di sini saja.Hanya sebentar"
Dennis kemudian menoleh ke belakang.Sekretarisnya sudah berdiri di belakangnya tetapi Naina masih di dekat mobil.
"Astaga" Rasanya Dennis ingin ke sana dan menggendongnya.
"Azea,tolong panggil dia.Kami kembali karena dia lupa mengambil foto denganmu dan Rangga.Dia sangat mengidolakan kalian,terutama kamu Azea" mendengar ucapan Dennis.Azea dan Rangga tidak bisa menahan tawa.
Naina semakin malu.
Sepertinya mereka menertawakanku.
Rasanya ingin menghilang saja,dia benar-benar menyesal dengan ucapannya yang ingin meminta foto.
Azea berjalan mendekatinya ke mobil.
"Mbak Naina,kenapa hanya berdiri di situ" Azea semakin mendekat dan memegang tangan Naina.Naina gemetar seketika,ia di pegang oleh artis idolanya.
"Katanya ingin berfoto,ayo" ajak Azea kepadanya.
"Saya malu,Nyonya Azea" ucapnya.
"Oiya,jangan memanggilku Nyonya.Mbak Naina kan teman Kak Dennis,panggil Azea saja" Azea sangat ramah kepada Naina.
Naina merasa tidak nyaman jika memanggil dengan sebutan seperti itu.
"Saya panggil,Mbak Azea saja.Saya tidak enak memanggil Mbak Azea dengan sebutan nama saja" Azea tertawa mendengar ucapan Naina.
"Senyamannya Mbak Naina saja.Ya sudah,ayo.Ingin berfoto dengan Mas Rangga juga kan" Azea memang sangat ramah.Naina sedikit lebih baik.
Mereka berjalan ke teras.
"Kebetulan sekali kalian datang" ujar Azea kepada para dayang-dayangnya ini.
"Mbak Naina,berikan ponsel anda kepada mereka,biar mereka yang mengambil gambarnya" sambung Azea.
"Tidak perlu" ucapan Dennis membuat Azea terkejut.
"Biar saya yang mengambil foto kalian" sambung Dennis seraya mengeluarkan ponsel dari saku jasnya.Tidak mungkin menggunakan ponsel Naina,ia mengingat ponsel dengan layar yang memiliki garis melintang itu.
"Tapi Tuan muda,saya juga punya ponsel"Ngotot ingin memakai ponselnya sendiri.
"Tidak usah membantah.Saya akan mengirimkan gambarnya kepadamu" lirih Dennis kepadanya.Naina mengalah,melawan Tuan muda ini tidak akan mungkin untuk menang.
Azea merangkul lengan Naina,mereka berdiri dengan Azea berada di tengah.Terlihat raut wajah bahagia dari Naina.
Seorang Dennis Atmajaya benar-benar menjadi seorang photograper.Sekretaris Ben mengeluarkan ponselnya,ia iseng memotret diam-diam Tuan mudanya.Kapan lagi mendapatkan moment langka seperti ini.
Sudah tiga kali jepretan dengan gaya berbeda-beda.Dennis memperlihatkan hasil jepretannya.Naina sangat bahagia melihat hasilnya.
Selain objeknya memang cantik,kamera juga sangat mendukung dari ponsel dengan harga fantastis.Hasil yang sangat memuaskan.
"Terima kasih Mbak Azea,Mas Rangga" ujar Naina.
"Ok..Apa kita sudah bisa kembali,Nona" ucap Dennis.Naina hanya mengangguk.
"Tunggu.Kak Dennis,aku ingin berfoto dengan kakak" ujar Azea.
"Ah,betapa beruntungnya aku diajak berfoto dengan seorang artis" Semua orang tertawa mendengar ucapan Dennis.Dennis segera ke samping adiknya.
__ADS_1
"Maksud saya,kita berempat.Mbak Naina,kemarilah" Azea mengarahkan Naina ke samping Dennis.Dennis tiba-tiba berdebar.Naina begitu polos,ia langsung saja mengikuti ucapan Azea.Kali ini Sekretaris Ben yang mejadi photographernya.
Sekali jepretan telah selesai.
Azea bergeser menarik Rangga.
"Ok,sekarang hanya kalian berdua" Azea seperti tahu perasaan kakaknya.
Naina mulai merasa canggung.
"Tapi..." Dennis langsung menarik tangan Naina pertanda tidak usah membantah.Akhirnya satu jepretan untuk mereka berdua.
"Ok,sekarang giliran Sekretaris Ben dan Diana" Azea mengambil ponsel dari tangan Sekretaris Ben.
Boby dan para team bersorak-sorak manja menggoda Diana.Akhirnya malam ini terjadi sesi foto-foto yang begitu mengundang tawa.Foto-foto ini terus berlangsung hingga para team juga ikut nimbrung.Malam yang penuh tawa di teras sang Nyonya artis di bawah cahaya lampu yang begitu terang.
***
Setelah acara berfoto ini selesai.Dennis akhirnya pamit untuk kembali.
Dennis berjalan menuju mobilnya diikuti Naina dan Sekretaris Ben.
"Kak Dennis"Dennis menghentikan langkahnya mendengar Azea memanggilnya.
Azea mendekatinya.
"Aku ingin bicara sebentar" Mendengar ucapan Azea,Sekretaris Ben memberi kode kepada Naina untuk segera ke mobil.Sepertinya,kakak beradik ini hanya ingin bicara berdua saja.
Azea menggenggam kedua tangan kakaknya,membuat Dennis terkejut.
"Jangan menyembunyikan sesuatu dariku,aku mendukung setiap pilihan Kakak" Dennis tidak mampu mengucap apapun mendengar ucapan adiknya yang begitu tulus.Dennis sudah tahu maksud ucapan adiknya ini.
"Kebahagiaan Kak Dennis yang paling utama" sambung Azea.Mata Dennis mulai berkaca-kaca.Untung saja sedikit remang-remang di tempat mereka berdiri.
"Terima kasih" suara Dennis lirih.
"Saya tahu pilihan kakak pasti tidak akan salah.Saya juga menyukainya" Setiap ucapan Azea begitu tulus.Dennis tidak bisa lagi menahan harunya yang tersembunyi.Spontan ia memeluk adik satu-satunya yang ia miliki ini.
Semu orang menatap.Tidak ada yang tahu apa yang terjadi,tidak ada yang mendengar percakapan mereka.
"Saya akan membantu kakak.Jangan menjalaninya sendiri,saya selalu ada untuk kakak" ucap Azea dalam pelukan Dennis.
"Terima kasih,terima kasih" hanya itu yang bisa Dennis ucapkan dengan suaranya yang bergetar.Ia sangat bersyukur dikarunia saudara seperti adiknya ini.Ia melepas pelukannya.
Ia mengatur nafasnya,andai ia hanya berdua saja dengan Azea mungkin ia sudah meneteskan air mata.
"Ya sudah,Kakak balik dulu.Nanti kita bicarakan ini"
"Hhhmmm"
Dennis Kemudian menatap ke arah Rangga.
"Rangga,saya balik" pamitnya seraya mengangkat tangan.Di balas senyuman dari adik iparnya itu.
Azea mengantar Kakaknya hingga ke mobil.
"Mbak Azea,kami permisi.Terima kasih" ucap Naina dari dalam mobil.
"Iya sama-sama.Mbak Naina jangan segan jika ingin main ke sini,pintu rumah ini terbuka lebar untuk Mbak Naina" balas Azea ramah.
Naina sangat bahagia.Azea Ruanna Atmajaya memang seorang public figur yang begitu baik.
__ADS_1
________
yuuukkk tinggalkan jejak kalian yah para readers.Berikan dukungan terbaik kalian.Like,koment dan vote.Terima kasih.