
Pagi kembali menyapa bumi dengan keindahannya,beberapa orang di pelataran planet ini masih menikmati ranjang empuknya bersama mimpi dan tujuan hidupnya yang kosong.Sisanya,sudah sibuk dan memulai aktivitasnya dengan harapan untuk hari esok yang jauh lebih baik.
"Paman,ini sarapannya dan ini obatnya." Menyiapkan semuanya di atas meja di dalam kamar pamannya.Aktivitas rutin yang setiap pagi ia kerjakan sebelum berangkat kerja,jika bukan dia lalu siapa yang akan menyiapkan semua ini.Tantenya,di pagi seperti ini masih nyenyak dengan tidurnya,begitupun dengan Neta yang hanya bangun ketika sudah akan berangkat ke kampus.
Inilah yang kadang membuat Naina terlambat karena semua harus ia pastikan beres lalu berangkat bekerja.Mulai dari memasak untuk sarapan hingga makan siang dan menyiapkan segala kebutuhan pamannya.Obat pamannya,pakaian pamannya hingga air untuk pamannya mandi.
"Terima kasih,Nak.Harusnya semua ini tugas Neta tapi anak itu ...." Pak Harun menggantung ucapannya,apa yang bisa dia andalkan dengan putrinya itu,tapi walau begitu dia tetap menyayangi Neta bahkan itu alasan satu-satunya mengapa ia masih bertahan di lingkungan Zona X ini,tidak ingin meninggalkan Neta,dia sudah tidak peduli dengan istrinya,ia bertahan karena putrinya, Neta.Dia selalu merutuki dirinya,mengapa bisa tinggal di tempat seperti ini,tapi meratapi itu hanya sia-sia karena ini juga merupakan kesalahannya.Mengingat dirinya yang dulu adalah seorang bartender di Club Zona X hingga ia menikah dengan Lora dan menetap di lingkungan terkutuk ini.
Dia berhenti bekerja karena penyakit komplikasi yang ia derita sejak 10 tahun terakhir,tapi dengan penyakit yang ia derita sekarang membuatnya meratapi semua dosa-dosa yang pernah ia lalui di masa-masa kelamnya dulu.
"Tidak usah berkata seperti itu,Paman.Justru saya sangat bersyukur.Jika bukan karena Paman,mungkin saya dan Arka sudah jadi gelandangan.Anggap saja ini balasan atas kebaikan Paman kepadaku dan Arka,dan maaf jika belum bisa membahagiakan Paman," balas Naina.
"Baguslah jika kamu tahu diri," suara wanita paruh baya yang masih tidur di atas ranjang, tapi sepertinya sejak tadi mendengar percakapan suami dan ponakan suaminya itu.Sejak dulu Lora memang tidak terlalu suka pada Naina dan Arka,baginya kedua ponakan suaminya itu hanya membawa beban di kehidupan mereka.
Naina hanya menghela nafasnya,dia sudah terbiasa dengan setiap ucapan pedis tantenya.
"Ya sudah,Paman.Naina berangkat kerja dulu," ucapnya seraya mencium tangan pamannya.
"Hati-hati yah,Nak!"
"Tante,Naina berangkat dulu," lanjutnya kepada Lora tapi tak ada jawaban dari wanita yang terlihat sangat lelah itu.
Naina keluar dari kamar pamannya.
Semoga suatu hari nanti kamu menemukan kebahagiaanmu,anakku.
Gumam pak Harun.
***
Kediaman Atmajaya.
Dennis dan kedua orang tuanya sedang menikmati sarapan di meja makan yang begitu mewah.
"Dennis,siang nanti Papa dan Mama akan ke Pesantren Kyai Abdullah.Papa memberitahumu karena ingin mengajakmu ikut ke sana." Atmajaya membuka pembicaraan disela-sela sarapan mereka.
"Tumben Papa mengajakku,biasanya juga hanya Papa dan Mama yang ke sana."
"Papamu itu hanya ingin mengajakmu bersilaturahmi ke sana," sambung Rita.
__ADS_1
"Maaf yah,Mah.Lain kali saja soalnya Dennis ada janji siang nanti," jawabnya yang mengingat tentang makan siangnya bersama Naina.Wanita yang belum ia kenali tapi terus terngiang-ngiang di benaknya semalaman ini.
"Janji?setahu Papa,hari ini kamu tidak ada meeting.Papa sudah dikirimkan info tentang jadwalmu hari ini dan Papa tahu kalau kamu tidak sibuk."
Atmajaya tidak tahu kalau janji yang dimaksud putranya itu adalah makan siang dengan seorang gadis.
"Aku ada janji dengan teman,Pah.Lagian untuk apa juga aku ikut?bukannya Papa dan Mama ke sana hanya untuk memberi sedekah ke anak-anak yang mondok di sana,lalu apa hubungannya denganku?" Dennis terus berusaha menolak ajakan orang tuanya dengan baik.
"Tapi,bukannya minggu lalu kalian baru saja dari sana kan?"sambung Dennis yang mengingat kalau Minggu lalu Papa dan Mamanya dari sana,lalu untuk apa mereka kesana lagi?bukankah jadwal sedekah rutin untuk pesantren Kyai Abdullah hanya sekali sebulan,pikirnya.
"Sepertinya berbasa-basi denganmu hanya membuang waktu," lanjut Atmajaya.
"Justru karena minggu lalu kami dari sana makanya kami ingin ke sana lagi dan mengajakmu karena kami ingin mengenalkanmu dengan putri tunggal Kyai Abdullah,Zara Annisa Abdullah."
Ucapan Atmajaya sontak membuat Dennis terkejut,segera meneguk air minum di hadapannya.
"Apa maksud Papa?" Dennis mulai berbicara setelah meneguk air minumnya.
"Yah,Papa dan Kyai Abdullah sudah sepakat menjodohkan kalian."
Lagi-lagi ucapan Atmajaya kembali membuat Dennis sangat terkejut.
"Menjodohkanku?Papa selalu saja seperti itu.Kemarin Papa menjodohkan Azea dan sekarang aku."
"Yah,menjodohkanmu,"jawab Atmajaya.
" Ayolah,Pah ... cukup Azea yang Papa jodohkan.Kalau aku,aku bisa cari sendiri."
Yang Dennis pikirkan saat ini hanya wanita pengantar bunga itu.
"Kamu ingat,dulu Azea juga menolak dijodohkan bahkan harus menangis-nangis tapi lihatlah sekarang,hidupnya sangat bahagia bersama suami dan anaknya bahkan dia tidak mampu jika harus berpisah dengan suaminya walau hanya ditinggal kerja," lanjut Atmajaya yang mengingat bagaimana perjuangannya menjodohkan putrinya dulu dengan seorang Ajun Komisaris Polisi yang merupakan anak dari sepupunya.
"Lagian,mau sampai kapan kamu sendiri seperti ini." Rita mulai angkat bicara.
"Dan lihatlah rumah ini,rumah yang sangat besar tapi terlihat sangat sunyi.Mama dan Papa juga ingin ada menantu yang tinggal di rumah ini dan juga punya cucu dari kamu," sambung Rita.
"Bahkan kalian berpikir sejauh itu," ucap Dennis pelan dan melihat ke arah lain.
"Asal kamu tahu yah,putrinya Kyai Abdullah itu sangat cantik dan sholeha,dia juga lulusan dari Kairo.Kurang apa lagi coba?menantu perempuan seperti itu yang Mama idam-idamkan."
__ADS_1
Rita sangat bahagia jika membayangkan lagi wajah Zara,minggu lalu untuk pertama kalinya dia melihat Zara setelah kepulangan Zara dari Kairo dan langsung saja Atmajaya merencanakan perjodohan ini,bahkan langsung direspon dengan baik oleh Kyai Abdullah,Abah Zara.
"Aku tidak peduli dia secantik apa,se-sholeha apa.Tolongalah,berikan kesempatan untuk aku mencari pendamping hidupku sendiri," Dennis tetap bersikeras menentang perjodohan ini.
"Memberi kamu kesempatan?apa kamu lupa dengan Arumi,wanita murahan yang berkedok dari wajah Papanya karena merupakan teman bisnis Papamu,keterlaluan."
Rita benar-benar kesal jika harus mengingat pengkhianatan Arumi padahal dia sudah sangat menyukai Arumi tapi ternyata wanita itu tidak lebih dari seorang wanita rendahan.
"Sudahlah,Mah.Tidak usah bahas itu," lanjut Dennis yang sudah lama melupakan Arumi.
"Ya sudah,kalau begitu kamu harus terima perjodohan ini ... titik!" tegas Rita kepada putranya.
"Dennis ...." Atmajaya kembali berbicara.
"Percayalah pada Papa.Papa tidak mungkin menjodohkan anak-anak Papa dengan orang yang tidak baik,dengan orang yang tidak jelas asal usulnya."
Atmajaya berbicara begitu tenang agar Dennis bisa menerima perjodohan ini.
Di sela-sela percakapan mereka,seorang lelaki yang bekerja sebagai supir di rumah itu,berjalan ke ruang makan.
"Maaf,Tuan muda.Sekretaris Tuan muda sudah datang,"ucap lelaki paruh baya itu kepada Dennis.
"Oiya.Terima kasih,Pak" balas Dennis.
"Dennis harus berangkat,sekretaris Ben sudah datang."
Berdiri dan mencium tangan orang tuanya.Syukurlah Ben cepat datang,pikirnya.Sejak tadi dia ingin meninggalkan meja makan ini yang hanya ada pembahasan perjodohan yang tidak dia inginkan.
"Ingat,siang nanti ke Pesantren Kyai Abdullah." Atmajaya kembali mengingatkan Dennis.
Dennis terdiam sejenak.
"Dennis tidak janji,Pah" ucapnya dan langsung keluar meninggalkan orang tuanya yang masih duduk di meja makan.
"Pah,apa Papa yakin kalau rencana kita akan berhasil.Dia bukan Azea,Pah," ujar Rita kepada suaminya,dia khawatir jika Dennis benar-benar tidak menyetujui perjodohan ini.
"Kita berdoa saja,tapi Papa akan terus meyakinkannya.Papa akan pastikan kalau dia menerima perjodohan ini,mana ada lelaki yang akan menolak wanita seperti putri Kyai Abdullah itu,"ujar Atmajaya yakin.
TETAP TINGGALKAN JEJAK YAH❤️
__ADS_1
like,koment,vote dll😍
Terima kasih🙏