
Kediaman Atmajaya.
Hari sudah malam,Dennis kembali ke rumah setelah mengantar Naina.Mobil yang ia kendarai sudah memasuki gerbang kediaman mewah Atmajaya.Seperti biasa,sekretaris Ben turun dari kursi kemudi dan membukakan pintu untuk tuan mudanya.
"Terima kasih,Sekretaris Ben," ucap Dennis yang sudah keluar dari mobil.
Sekretaris Ben membalas dengan menundukkan kepala.
"Selamat malam,Tuan muda.Saya permisi," pamit Sekretaris Ben.
"Hhhmmm"
Dennis melanjutkan langkah,sementara sekretaris Ben masuk ke dalam mobil dan segera memutar mobil meninggalkan rumah mewah itu.
Malam yang begitu membahagiakan bagi seorang Dennis Atmajaya,mengantar kekasihnya sampai ke dalam rumah dan di sambut hangat oleh paman Naina.Tidak henti-hentinya Harun berterima kasih atas semua kebaikan Dennis,betapa Harun sangat bersyukur karena ponakan yang selama ini ia besarkan bisa mendapatkan cinta dari lelaki konglomerat yang sangat dermawan.
Dennis masuk ke dalam rumah dengan bibir yang terus memancarkan senyum,wajah gadis pujaannya terus saja terbayang-bayang di benaknya.Baru saja ia ingin melangkahkan kaki ke atas tangga hendak menuju lantai dua kamarnya,tiba-tiba terdengar suara lantang memanggilnya.
"Dennis ...." Terlihat Atmajaya yang duduk di ruang keluarga dengan wajah yang tidak seperti biasanya,aura wajah yang tidak baik.Begitupun dengan Rita yang duduk di samping suaminya,wajahnya sama dengan Atmajaya.Menampakkan wajah yang tidak baik.
"Papa ...." Dennis mendekat ke ruang keluarga dengan jas yang ia gantung di tangannya.
Baru saja Dennis bergabung di ruang tamu,terdengar dari arah luar suara gaduh yang diiringi suara mengucap salam.
Azea bersama suaminya,kedua asisten Azea dan seorang suster pengasuh Ray yang sedang menggendong Ray.
Sebenarnya Azea dan Rangga tidak tahu maksud kedatangan mereka kemari untuk apa,di benak mereka juga dipenuhi tanda tanya.Tidak biasanya mereka dipanggil seperti ini,biasanya mereka datang berkunjung di akhir pekan tetapi kali ini begitu berbeda.Rita tiba-tiba menelfon dan menyuruh mereka datang,setelah Azea dan Rangga makan malam,mereka langsung menuju kediaman orang tuanya ini.
Para bibi menyambut kedatangan putri majikannya.
"Nyonya muda,kata Nyonya besar sebaiknya yang lain ke kamar Nyonya muda saja.Sepertinya Tuan dan Nyonya besar hanya ingin berbicara pada Nyonya muda dan Tuan muda."
__ADS_1
Begitu ucapan salah satu bibi kepada Azea dan Rangga atas perintah Rita.Azea dan Rangga semakin bingung.
Azea langsung memerintahkan kedua asisten dan pengasuh anaknya menuju kamarnya di lantai dua yang langsung diantar oleh para bibi.Begitupun dengan Ray yang digendong oleh susternya.
Azea dan Rangga menuju ruang keluarga.Di sana sudah terlihat orang tuanya beserta kakaknya,Dennis.Sama dengan Dennis ... Azea dan Rangga pun menangkap wajah yang tidak baik dari kedua orang tuanya ini.
"Baguslah kalian juga sudah datang," ucap Rita kepada Azea dan Rangga.
Dennis segera duduk di hadapan orang tuanya yang di susul Azea dan Rangga.
"Mah,Pah,tidak biasanya kalian memanggil kami seperti ini," ucap Azea.
"Karena kalian kompak menyimpan rahasia besar kepada kami," ujar Rita.
Dennis,Azea dan Rangga saling menatap.
Spontan Atmajaya melemparkan beberapa lembar foto yang ada di atas meja ke arah meja,tepat di hadapan Dennis.Tampak foto Dennis dan Naina sewaktu berada di rumah Azea.Azea dan Dennis mengambil beberapa lembaran foto itu.Di sana juga ada foto Azea dan Rangga bersama Naina,yang paling mengejutkan bagi Dennis,ada foto dimana semua aktivitasnya sore ini.Mulai dia ke rumah sakit hingga mengantar Naina ke rumahnya di wilayah Zona X.Tampak foto sangat romantis tuan muda ini dengan segala perhatiannya kepada Naina.Sepertinya Atmajaya sudah mengerahkan mata-matanya untuk mendapatkan informasi mengenai putranya.
"Jadi,itu alasan mengapa Zara membatalkan perjodohan ini?" Lantang suara Atmajaya mulai membuka pembicaraan.
"Pah,Mah,saya bisa menjelaskan semua ini.Kalian salah paham mengenai Naina,"
"Apa yang perlu kamu jelaskan?kamu ingin membelanya dengan mengatakan kalau dia wanita baik-baik?" Suara Rita yang jauh lebih lantang dari suara Atmajaya.Rita benar-benar marah dan sangat malu.
"Bagaimana mungkin kamu bisa mencintai wanita seperti itu,Dennis?" Rita mulai berkaca-kaca.
"Mah,saya mohon.Percayalah,dia bukan wanita seperti yang Mama dan Papa pikirkan.Dia memang tinggal di Zona X,tapi dia wanita baik-baik,Mah." Dennis mencoba memberikan penjelasan.
"Cukup!kami tidak mau mendengar pembelaanmu.Papa pikir kamu itu lelaki cerdas,berwibawa dan bisa menjaga nama baik keluarga,bagaimana bisa kamu berada di tempat seperti itu bahkan mencintai wanita yang berasal dari sana.Apa kata orang jika tahu,putra Atmajaya mencintai wanita Zona X,dimana Papa akan menaruh wajah Papa?" Atmajaya benar-benar tidak bisa menahan amarahnya.Ia berdiri dan berkacak pinggang.
"Kami bukan memandang status seorang wanita untuk menjadi pendampingmu,entah dia berasal dari keluarga kaya atau miskin,kami tidak peduli,tetapi bukan berarti kalau dia berasal dari tempat kotor seperti itu," lanjut Rita.
__ADS_1
Dennis berdiri dari tempat duduknya.
"Mah,Pah,saya mohon.Percayalah,dia wanita baik-baik.Jika kalian tidak percaya,kalian bisa tanyakan pada Azea dan Rangga.Atau kalian bisa menyelidikinya lagi,Papa bisa mengirim orang-orang Papa untuk mencari informasi tentang dirinya,saya tidak mungkin mencintai wanita yang tidak baik,saya akan selalu menjaga nama baik keluarga kita." Dennis berucap berharap iba dari orang tuanya.
Rita tersenyum masam.
"Katakan pada kami,apa kurangnya Zara dari wanita Zona X itu?" Ucapan Rita begitu menusuk di batin Dennis.
Hati Dennis sangat sakit mendengar kalimat Mamanya.
"Dia memang berasal dari Zona X,tapi dia bukan wanita Zona X,Mah," tegas Dennis walau terdengar lirih.
"Apa bedanya?" lirih Rita dengan tangan melipat ke perutnya dan senyum masam yang terus ia tampakkan.
Azea tidak tega melihat kakaknya.
"Mah,Pah,jika kalian membandingkan mbak Zara dengan Naina,sudah pasti mbak Zara jauh lebih baik.Dari segi keluarganya dan lainnya,mbak Zara tidak akan ada cela sedikitpun.Tapi,Naina juga bukan wanita yang tidak baik,Mah" Azea angkat bicara membela Dennis.Ia tahu bagaimana besar cinta kakaknya ini pada Naina.
"Bahkan kamu juga sudah membela wanita tidak jelas itu dan bahkan sudah sangat mengenal namanya," balas Rita kesal.
"Papa tidak mau tahu,perjodohanmu dengan Zara akan tetap berlangsung,kamu dan Zara akan tetap menikah," tegas Atmajaya,kembali angkat bicara.
"Pah,saya tidak akan menikah dengan Zara.Saya mencintai Naina,saya sudah berjanji pada diri saya,akan membahagiakan Naina dan membawanya keluar dari tempat tinggalnya itu." Dengan lirih tapi sedikit tegas,Dennis tetap bertahan pada pilihannya.
"Baru kemarin kamu mengatakan kalau kamu tidak akan bahagia tanpa doa dan restu Mama,dan malam ini Mama katakan kalau kamu tidak akan mendapatkan itu dari Mama jika tetap bertahan pada wanita pilihanmu itu." Rita berucap dengan nada yang bergetar dan mata yang terlihat berkaca-kaca.Walau Rita mengucapkan itu,tetapi terlihat jelas sakit yang ia pendam.
"Dan saya akan buktikan kalau saya akan mendapatkan restu Mama," balas Dennis dengan tegas.
"Lancang sekali kamu,Dennis." Tiba-tiba Rita merasakan sesak di dadanya.Pandangannya terasa gelap dan langsung ambruk tergulai lemah.
"Mama ...." Rangga yang berada tidak jauh darinya langsung menangkap mama mertuanya itu.
__ADS_1
________
Tetap tinggalkan jejaknya yah para readers.Kasih like,koment dan votenya.Terima kasih