
Suasana pagi yang benar-benar menyejukkan hati,untuk pertama kali dalam hidup Naina menatap indahnya pagi dari ketinggian.Di dalam sebuah kamar mewah,ia manatap keluar jendela dengan senyum tipis yang mengembang,entah apa yang sedang ia pikir tapi dari senyum itu tampak sebuah kebahagiaan dengan aura yang baru.
Gemericik guyuran air yang terjatuh dari shower sudah berhenti.Tidak lama kemudian keluar sosok lelaki dari kamar mandi dengan handuk melilit sampai ke pinggang seraya mengeringkan tubuhnya dengan handuk kecil di tangannya.Ia berhenti sejenak dari aktifitasnya karena terperangah dengan pemandangan kamarnya yang sudah rapi dalam seketika.Seprey tempat tidur yang tidak lagi berantakan,selimut dan bantal sudah terbentuk dengan rapi di atas tempat tidur.Sepasang setelan jas di letakkan juga begitu rapi di atas tempat tidur beserta dasi dan pakaian dalam untuknya.Senyum mengembang di bibirnya,mengingat dirinya yang sudah mempunyai seorang istri.Ternyata seperti ini orang yang telah menikah,semua sudah disiapkan dengan begitu detail,pikirnya.Jika dulu semuanya hanya akan disiapkan di lemari oleh para asisten rumah tangganya,kali ini begitu berbeda.Pakaian yang akan ia pakai sudah siap di atas tempat tidur dengan warna yang begitu senada,istrinya yang seorang mahasiswi tata busana tahu betul menyelaraskan warna pada jas,kemeja dan dasi yang telah ia simpan di atas tempat tidur dengan.
Dennis kemudian berjakan mendekat ke tempat tidur dan pandangannya menoleh ke arah jendela yang ghordennya sudah terbuka,di ujung jendela sosok wanita yang ia sayangi sedang berdiri dengan pandangan ke arah luar.
"Sayang ...,"panggilnya yang membuyarkan lamunan Naina.
"Eh,Mas.Sudah selesai."Gadis ini berjalan mendekat ke arah suara yang memanggilnya.
"Apa kamu yang menyiapkan semua ini?"tanya Dennis dengan manik mata menunjuk pakaian yang berada di atas tempat tidur.
"Hhmmm."
"Terima kasih,tapi tidak usah merepotkan diri seperti ini."Walau Dennis bahagia,ia merasa tidak enak kepada istrinya.
Naina tersenyum.
"Bukankah itu tugas seorang istri?"sindir Naina halus.
Dennis terdiam sejenak,tidak bisa membalas ucapan wanita yang dengan tegas menyebut status dirinya.Ia kemudian tersenyum,ucapan Naina yang mengatakan dirinya istri membuatnya begitu bahagia.
Pakaian dalam sudah ia pegang dan hendak memakainya.Sontak Naina terkejut.
"Eh,Mas.Apa kamu akan memakainya di sini?"tanya Naina kaget.Mana mungkin suaminya ini akan memakai baju di hadapannya,rasanya ia masih malu untuk melihat bahkan sampai ke sesuatu yang intim.Gadis ini sejurus membalikan badan.
"Bukankah pakaian ini sudah berada di sini?"balas Dennis.
"Iya,tapi maksud aku ... Mas Dennis kan bisa memakainya di ruang ganti.Bukan di sini!"serunya yang masih membalikkan badan.
Terdengar suara Dennis terkekeh,
"Sepertinya saya lebih nyaman memakainya di sini,"lanjut Dennis lagi.
"Berbaliklah!sudah selesai,"ucap Dennis.
Sayang sekali,istrinya ini masih tetap bertahan untuk tidak menoleh.Dengan langkah cepat,Dennis sudah berada di hadapan istrinya.Benar saja,tuan muda ini sudah memakai celana dengan kemeja tetapi belum terkancing sempurna di bagian atas.Naina yang masih terkejut,langsung mengulurkan kedua tangan dan mengancingkan kemeja suaminya.
"Mulai sekarang,belajarlah untuk tidak malu dalam segi apapun terhadap suamimu,"ujar Dennis lembut seraya memegang pipi mulus istrinya.
"Hhmmm ...."Gadis ini mengangguk yang terlihat begitu menggemaskan di mata suaminya.
Naina kemudian berbalik mengambil jas dan juga dasi.Pada saat ia memegang jas dan dasi itu,ia berhenti sejenak kemudian menarik nafas.Sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu.
__ADS_1
"Mas ...."
Dennis yang sedang merapikan ujung kemejanya,menoleh menatap istrinya yang memanggilnya seperti ragu.
Naina mendekat kemudian memakaikan dasi kepada suaminya.
"Apa aku masih boleh bekerja?"tanyanya pelan.
Betapa Dennis terkejut dengan pertanyaan yang baru saja ia dengar.Senyum tidak baik terlihat dari bibirnya.
"Bekerja?Apa kamu belum tahu status dan posisimu sekarang siapa?"tanyanya yang masih tersenyum kecut.
"Aku belum siap meninggalkan Beauty Flowers,Mas,"ujarnya seraya mengambil jas kemudian memakaikan kepada suaminya.
Wajah Dennis semakin terlihat tidak baik.
"Baiklah,hari ini juga kamu akan mendengar toko bunga itu akan tutup."Dennis langsung berjalan meninggalkan Naina yang terpaku dalam keterkejutan.
"Mas ...."Mengejar dan langsung menghadang suaminya yang hampir sampai di dekat pintu.
"Apa maksud kamu?"tanyanya.
"Aku akan membeli toko bunga itu kemudian menutupnya dan semua pegawai yang menggantungkan hidup di sana akan kehilangan pekerjaannya."Ucapan yang tidak terdengar main-main keluar dari mulut tuan muda ini.Dennis kemudian keluar dari pintu.
umpat Naina membatin.
"Mas ...."Kembali mengejar suaminya kemudian memegang tangan lelaki penguasa itu.
Wajah Naina terlihat lesu tak berdaya di hadapan suaminya.
"Baiklah,aku tidak akan bekerja.Lupakan ucapanku tadi,"ucapnya seperti memohon.Ia tidak bisa membayangkan jika Beauty Flowers benar-benar akan ditutup dan semua temannya di sana akan kehilangan pekerjaan.
Wajah Dennis kembali terlihat baik.
"Kemarilah!"Membawa istrinya ke dalam dekapannya.
"Aku tidak setega itu menghilangkan pekerjaan orang lain,maafkan ucapanku tadi.Aku hanya ingin kamu mengerti tentang posisimu sekarang.Aku menikahimu untuk membahagiakanmu,bukan untuk membuatmu bekerja."Ucapan yang begitu sangat tenang membuat hati Naina seketika luluh.Naina melepas pelukan suaminya.
"Lalu,bagaimana dengan kuliahku?apa aku masih bisa melanjutkannya?"tanyanya lagi.
Dennis tersenyum.
"Iya,Sayang.Bahkan saya sudah menyiapkan supir untukmu.Kamu ingin ke kampus atau kemanapun maka akan diantar supir."
__ADS_1
"Saya rasa itu terlalu berlebihan,Mas,"bantahnya lagi.
"Baiklah,kalau begitu tidak usah melanjutkan kuliah.Tinggal di rumah saja,sepertinya itu jauh lebih baik.Di luar sana juga kamu hanya akan digoda pria lain,"ucap Dennis kemudian berjalan ke arah meja makan.
Apa-apaan dia.
Naina mulai kesal dengan pemikiran suaminya,jadi itu alasan menggunakan supir agar tidak digoda pria lain.
"Baiklah,Mas.Aku akan memakai supir,aku akan mengikuti semua yang kamu katakan."Gadis ini memilih mengalah.Kuliahnya yang sudah semester akhir tidak ingin ia sia-siakan hanya karena persoalan supir.
"Istri yang baik."Dennis duduk di kursi meja makan.
Naina mulai menyiapkan makanan ke piring tetapi dengan wajah yang terlihat diam.Entah mungkin karena masih kesal.
"Apa kamu marah?"goda Dennis.
Gadis ini menggeleng-gelengkan kepala.
Mana berani aku marah.
"Entah mengapa aku sangat menyukai bibir yang terlihat diam merajuk seperti itu."Dennis kembali menggoda gadisnya.
Naina membelalakkan mata kemudian dengan cepat melipat kedua bibirnya ke dalam agar tidak terlihat oleh pikiran mesum suaminya.Ia tidak menyadari kalau itu hanya sebuah godaan.Ia meletakkan piring berisi nasi goreng ke hadapan suaminya dengan bibir yang masih tertekuk sempurna.
Dennis tidak bisa lagi menahan tawa.Istrinya selalu saja lucu di matanya.
"Makanlah,Mas.Tidak usah menertawaiku,"ucap Naina.
Dennis menarik roti tawar yang masih berada di dalam bungkusan,roti yang juga dikirim bersama nasi goreng oleh sekretaris Ben.Tanpa peduli dengan nasi goreng di hadapannya,ia langsung melahap roti tawarnya yang tanpa isian apapun.
"Eh,Mas.Mengapa makan roti tanpa isian seperti itu?"tanya Naina.
Dennis menghentikan sejenak kunyahannya.Seprtinya istrinya ini lupa kalau dia yang pernah memperkenalkan makanan konyol seperti ini.
"Waktu itu aku diberikan sarapan seperti ini oleh seorang gadis yang ku jemput di Zona X,dan sejak saat itu aku menyukai makanan seperti ini,"sindir Dennis seraya kembali mengunyah roti hambarnya.
Naina tertunduk menyembunyikan senyumnya.Ia sudah menyadari tentang pembodohan yang waktu itu ia lakukan dan betapa tidak percayanya ia kalau tuan muda ini melanjutkan kebodohan itu sampai sekarang.
Ia kemudian menarik roti itu dari tangan suaminya.
"Mulai hari ini jangan makan roti seperti ini lagi,"tegasnya dengan wajah seperti ibu yang memarahi anaknya.
"Tapi ...."
__ADS_1
"Hhmmm ...."Naina sudah memegang sendok yang berisi nasi goreng dan ingin menyuapi suaminya agar melupakan roti itu.Pastinya tuan muda ini akan mengalah dengan cepat,siapa yang akan menolak jika disuap oleh orang tercinta.