
Hari kembali pagi,sayup-sayup kicauan burung terdengar menyapa bersama terbitnya sang surya.
Masih terlalu pagi,tetapi lelaki tampan putra Atmajaya ini sudah terlihat rapi dengan setelan jas mahalnya,jam tangan branded melingkar di tangannya.Merapikan rambutnya di depan cermin,tersenyum sedikit.Sempurna.
Ponselnya berdering.
"Iya,Sekretaris Ben.Saya segera turun" Hanya itu yang dia ucapakan setelah mengangkat telfonnya dan kembali menutupnya.
Sepertinya sang Sekretaris terbaiknya itu sudah tiba di halaman rumah.Entah hanya berapa jam waktu istirahat Sekretaris ini yang pulang di tengah malam setelah acara barbeque semalam dan kembali lagi menjemput Tuannya di pagi-pagi seperti ini.
Yah,ini masih sangat pagi bahkan belum pukul 7 pagi.Entah apa lagi yang sedang direncanakan sang Direktur dan Sekretarisnya ini.
Dennis berjalan menuruni tangga dengan tas kerja di tangannya.Setibanya di lantai bawah,ia langsung menuju meja makan untuk berpamitan pada semua orang.
Meja makan sudah terlihat ramai,kebetulan Azea dan Rangga bersama kedua Asistennya Boby dan Diana semalam lebih memilih untuk menginap,yang pulang hanya para team Azea dan begitupun juga dengan Ben yang lebih memilih pulang.
"Sayang,duduklah" ujar Rita yang melihat putranya sudah berada di meja makan.
"Maaf,Mah.Dennis buru-buru,saya sarapan di kantor saja" ucapnya yang membuat semua orang terheran-heran.
Rita terkejut dan segera berdiri dari duduknya.
"Apa-apaan kamu,Dennis.Ini baru jam berapa,biasanya kamu berangkat jam 8 kan?Rangga saja yang seorang penegak hukum tidak berangkat di pagi-pagi seperti ini" Rita semakin curiga dengan tingkah putranya ini.
"Mah,Dennis benar-benar ada pekerjaan yang sangat penting.Ya sudah,Dennis berangkat.Sekretaris Ben juga sudah menunggu di luar" ucapnya dan segera mengecup pipi Mamanya.
"Pah,Semuanya...Saya duluan yah"
"Kamu benar-benar tidak sarapan?" Tanya Atmajaya.
"Di kantor saja,Pah" jawabnya.
Dennis segera berlalu dengan langkah cepat setelah berpamitan pada semua orang.
"Dennis...Dennis..tunggu Mama" Rita mengejar putranya itu keluar.
"Mah" Azea ikut berdiri dan mengikuti Mamanya.
Dennis sudah sampai di halaman rumah,mobil yang tidak mewah itu kembali ia gunakan bersama Ben hari ini.Terlihat Sekretaris Ben membukakan pintu mobil untuk Tuannya.Setelah Dennis naik ke atas mobil,Sekretaris Ben berbalik membungkukkan badan pertanda hormat ke arah Rita dan Azea yang berdiri di teras dengan sejuta tanda tanya di kepala kedua wanita ini.
"Astaga,Dennis" Rita kembali terkejut,begitupun dengan Azea.
Mobil Dennis sudah keluar dari gerbang.
"Lihat,mobil apa yang dia pakai itu" ucap Rita kepada Azea dengan ekspresi bingung.
__ADS_1
Mereka berdua saling menatap.
"Ya sudah Mah,ayo masuk ke dalam" Azea memegangi Mamanya.
Kedua wanita ini kembali masuk ke meja makan.
Terdengar suara Rita mulai mengomel-ngomel tidak jelas.
"Mama yakin,ada yang tidak beres dengan anak itu" ujarnya yang sudah sampai ke meja makan.
Semua orang yang duduk di meja makan ikut terkejut mendengar Mama Rita marah-marah.
"Mama ini masih pagi sudah marah-marah" tegur Atmajaya kepadanya.
"Papa tahu,Dennis berangkat kerja menggunakan mobil..." Rita tidak sanggup mengatakannya.Mereka yang punya deretan mobil mahal bahkan showroom mobil mewah tidak pernah sekalipun menggunakan mobil sekelas mobil yang dipakai Dennis tadi.
"Bahkan mobil pegawai kita jauh lebih bagus dari mobil yang Dennis pakai tadi" sambung Rita.
"Kemarin dia pulang dengan pakaian basah dan pagi ini,mobil yang dia pakai?astaga.Mama yakin ada yang tidak beres.Pokoknya Papa harus selidiki putra Papa itu" Rita masih tidak berhenti mengoceh.Hati seorang ibu memang tidak akan pernah salah.
Atmajaya tertawa mendengarnya.
"Mama ini ada-ada saja,dia itu bukan Azea yang dulunya harus selalu Papa pantau.Dia itu anak lelaki,dia bisa menjaga dirinya sendiri" ujar Atmajaya.
"Bukan seperti itu,Pah.Mama benar-benar yakin kalau ada yang tidak beres dengan anak itu,bahkan dia berangkat di pagi-pagi seperti ini"
***
Di rumah yang sangat sederhana,dinding yang bersambungan langsung dengan sebuah Club.Gadis cantik yang selalu tampak tegar walau dalam keadaan susah sekalipun,sedang duduk di kursi meja makan.Menikmati roti tawar dengan rasa nikmat dalam khayalannya.
"Gara-gara Tuan-Tuan kaya itu akhirnya aku lupa membeli bahan makanan"kesalnya dengan terus mengunyah roti tawarnya bersama segelas air putih,bahkan stok susu dan teh pun sudah habis di dapurnya.Untung saja masih ada roti tawar di atas meja.
Sementara ia masih menikmati sarapan dengan kelas bintang dalam khayalannya sendiri,tiba-tiba ponselnya berdering.
Nomor baru?siapa?
"Halo,Assalamualaikum.Siapa?" jawabnya setelah mengangkat telefon.
"Waalaikumsalam,Maemunah"
Naina sangat terkejut,suara ini seperti tidak asing baginya.
"Tu-Tuan muda"
"Yah,keluarlah.Kami sudah menunggumu sejak tadi" ujar Dennis dari balik telefon.
__ADS_1
"Ha?" Naina sangat terkejut hingga ia batuk karena roti tawarnya seperti tak mulus turun ke tenggorokannya.
Ia segera meneguk air minumnya.
"Ta-tapi..." Naina belum selesai berbicara dan langsung dipotong oleh Dennis.
"Keluarlah dalam waktu satu menit,atau aku akan masuk menjemputmu"Singkat,padat dan jelas.Mendengar ucapan Dennis,Naina segera berdiri dari duduknya dengan panik.
"Oiya,satu lagi.Bawakan kami sarapan dari rumahmu" sambung Dennis dan langsung menutup telfonnya.
"Sa-sarapan?halo..halo" Naina sangat kesal karena ia bahkan belum sempat berbicara tapi Tuan konglomerat ini sudah mematikan telfonnya.
Dalam waktu satu menit.
Sarapan.
Akkhhhh....
Naina benar-benar sangat kesal.Dalam paniknya,segera ia menyiapkan permintaan Tuan konglomerat itu.Tapi,sarapan apa yang akan dia siapkan?sementara dirinya saja hanya sarapan roti.
Ah,bodoh amat.
Ketusnya membatin
***
Ia menuju kamar pamannya untuk berpamitan.
"Maaf paman,hari ini saya tidak masak soalnya stok bahan makanan kita sudah habis,kemarin saya lupa mampir ke pasar tapi
saya sudah memberi tahu Neta untuk memesankan paman makanan online"Berbicara pada Pamannya tapi pikirannya pada dua orang Tuan-Tuan penjajah yang sudah menunggunya.
"Iya nak,tidak perlu mencemaskan Paman"
"Oiya,ini uang untuk membeli makanan onlinenya.Maaf paman,saya buru-buru"ujarnya dan langsung mencium punggung tangan pamannya.
"Tapi nak,paman masih ada uang"ucap Harun.
"Tidak apa-apa paman.Maaf Paman,Saya sangat buru-buru,hari ini ada banyak pekerjaan yang sedang menunggu.Assalamuailaikum" ujarnya dan langsung keluar dari kamar pamannya tanpa mendengar balasan salam dari Pamannya.Ia sangat panik,takut jika benar Tuan muda itu akan masuk menjemputnya.
Mereka sudah menunggunya di luar saja,sudah sangat membuatnya terkejut.Benar-benar di luar dugaannya.
__________________
TETAP TINGGALKAN JEJAK YAH❤️
__ADS_1
like,koment,vote dll😍
Terima kasih🙏