
Mobil tidak mewah ini melaju membelah lengangnya ibu kota.Untuk pertama kalinya Naina menyapa jalanan pagi menggunakan mobil pribadi seperti ini,rasanya sudah seperti putri orang kaya.Melihat penampilannya,ah seragam putih hitam khas Beauty Flowers melekat rapi pada tubuhnya,menyadarkannya dari lamunan sesaatnya sebagai seorang putri manja dengan antaran dan jemputan yang nyaman.
Saya tetap Naina,gadis Zona X yang tiap hari berjuang melawan kerasnya hidup.Nyesek
Sementara,lelaki di sampingnya telah selesai dengan roti khayalannya.Habis,benar-benar sangat menikmati.
"Ehhmm"terdengar dehaman Tuan muda di sebelahnya.
"Apa setelah makan,kita tidak akan minum?" singgung Tuan muda ini membutuhkan air.
"Ada,Tuan muda" jawab Naina dengan cepat.Ia sudah menyiapkan dua air mineral dalam bentuk kemasan gelas plastik di dalam paper bagnya.
"Hhhmm" Dennis mengulurkan satu tangannya meminta air mineral tersebut.Dengan cepat Naina mengeluarkan satu air kemasan gelas itu beserta sedotan kecilnya.
Dennis menatap Naina memberi kode untuk memberikannya juga kepada Sekretarisnya.
Naina mengambil satu lagi air mineralnya.
"Tuan Sekretaris,ini untuk anda.Minumlah!" ujar Naina mengulurkan tangannya ke depan dengan air mineralnya.
Sekretaris Ben melirik dan kembali fokus pada kemudinya.
"Tidak usah,terima kasih" tolak Sekretaris Ben.
"Tapi,Tuan Sekretaris.Bukankah anda habis makan?masa tidak minum" sambung Naina.
Aku bahkan tidak bisa meloloskan gigitan pertamaku.
Gumam Sekretaris Ben yang tidak melanjutkan makanan khayalan tadi dan lebih meletakkannya kembali ke dalam kotak ungu di sampingnya tanpa sepengetahuan siapapun.
"Tidak perlu,terima kasih"Tolaknya lagi.
" Tidak usah memaksanya,dia memang seperti itu"ujar Dennis kepada Naina.
Iya Tuan muda,saya bahkan takut jika air mineral itu tiba-tiba berubah rasa menjadi jus buah.
Gumam sang Sekretaris ini lagi yang benar-benar masih tidak habis pikir tentang roti konyol tadi,untuk pertama kalinya ia melihat seorang Dennis Atmajaya bertingkah seburuk itu.Cinta bukan hanya buta,tapi juga menghilangkan indera pengecap rupanya.
Mobil terus melaju dengan begitu mulus.
"Oiya,apa kamu hanya mempunyai satu sepatu saja?"Tanya Dennis menatap ke bawah,tepat di kaki Naina.
Naina spontan menutupi sepatunya dengan paper bag yang ia pegang.
"Bukan urusan anda,Tuan muda" jawabnya.
Dennis hanya tersenyum mendengarnya.
"Bagaimana jika akan ku jadikan urusanku?" balas Dennis yang membuat Naina terbelalak.
Hei,memangnya anda siapa.
"Sepatuku ada banyak,Tuan muda."
Dennis kembali tersenyum.
__ADS_1
"Bahkan rela menjemurnya di malam hari,di atas atap?" Dennis menyinggungnya.
"Ini sepatu kesayangan saya,Tuan" jawabnya beralasan.
"Untung saja semalam tidak turun hujan lagi,atau sepatu kesayangan anda itu akan kembali basah.Sangat aneh,menjemur sepatu di malam hari,di atas atap" sindir Dennis lirih.
Naina mulai kesal lagi,Tuan muda ini terlalu mencampuri urusannya dan senang sekali membuat perdebatan.
"Buktinya sepatu saya sudah tidak basah" jawabnya membela diri.
"Itu hanya kebetulan saja".
***
Tidak terasa mobil kecil ini sudah sampai di depan Beauty Flowers,satu persatu pegawai toko bunga ini berjalan masuk ke dalam toko,beberapa pegawai baru sampai dan memarkir kendaraan mereka.
"Maaf Tuan,apa kita bisa maju sedikit lagi" Naina merasa tidak nyaman jika harus turun di depan Beauty Flowers,ia malu jika banyak yang melihatnya turun dari mobil bahkan bersama dengan seorang Dennis Atmajaya.
"Kenapa jika turun di sini?" Dennis pura-pura bertanya padahal dia sudah tahu maksud Naina.
"Sa-saya...saya..." Naina tidak mampu untuk menjelaskannya.
Tanpa diduga,Dennis turun dari mobil dan tidak menggunakan masker.Lelaki tampan dengan setelan jas ini berjalan mengitari mobil.Dalam sekejap tiba di dekat pintu Naina yang berhadapan langsung dengan Beauty Flowers.
Tadinya mobil ini tidak ada yang memperhatikan,tetapi karena yang turun dari mobil adalah Tuan muda konglomerat ini,semua mata tertuju padanya.Semua pegawai yang berada di halaman parkir Beauty Flowers hingga yang sudah berada di dalam toko bunga tersebut,memperhatikan dengan seksama.
Astaga,apa yang akan dia lakukan?
Naina tampak sangat khawatir,belum lagi semua orang sudah memperhatikannya.
Dennis membuka pintu mobil.Naina tidak bisa lagi melawan debaran jantungnya.Bukan debaran bahagia,ia sangat malu.Rasanya ingin menjambak lelaki ini.
Tatapan Naina sangat tajam,menyimpan kemurkaan tetapi lelaki ini hanya menampakkan senyum manisnya.
"Silahkan Tuan putri" ujar Dennis begitu manis,semanis gula batu.
Naina turun dari mobil.
Semua orang yang berada di dalam toko bunga itu,semakin mendekat ke pintu kaca.
"Oh,Maemunah.Apa sekarang kamu sudah menjadi Cinderella"ucap Kiran begitu manja dengan tangan menempel ke dinding kaca.
"Feelingku memang tidak pernah salah" sambung Rudy yang berdiri di samping Kiran.
Sementara di tempat Maemunah saat ini.Ia turun dari mobil tapi kakinya seperti mati rasa,seperti tak berpijak.Ingin sekali rasanya ia berlari dan menghilang.
Dennis menyerahkan kembali paper bag milik Naina.
"Hati-hati dalam bekerja" ujar Dennis sangat perhatian.
Ada apa dengan Tuan muda ini.Oh Tuhan,semoga saja tak ada yang mendengarnya.
Naina segera meraih paper bagnya.
"Permisi,Tuan muda.Terima kasih atas tumpangannya" ucapnya dan langsung berbalik,tidak ingin lagi menatap lelaki yang tiba-tiba aneh ini.
__ADS_1
Bahkan sebenarnya tidak berterima kasih pun juga tidak masalah,tapi dia masih punya etika.
"Maemunah" Suara Dennis lumayan keras.
Astaga,berhenti memanggilku seperti itu.
Naina berbalik dengan senyum terpaksa.
Kenapa aku harus punya hutang kepadamu dan berpura-pura baik seperti ini.
"Jangan terlalu lelah dalam bekerja" ujar Dennis dengan senyum terbaiknya.Layaknya seorang kekasih dengan segala perhatiannya.
Naina tidak bisa berkata-kata lagi,yang ia pikirkan hanyalah malu.Sepertinya suara Dennis didengar beberapa orang yang masih berada di halaman parkir Beauty Flowers.
Naina membalasnya tersenyum,tepatnya senyum yang sangat terpaksa kemudian segera membalikkan badannya dan melangkah dengan cepat,wajah tertunduk karena malu kepada semua orang.
Dennis masuk kembali ke dalam mobilnya dan mobil ini segera melaju meninggalkan Beauty Flowers.
Terlihat Kiran berlari keluar dengan wajah sumringah menghampiri Naina yang sudah sampai tepat di depan pintu.
Langsung memegang kedua tangan Naina dan melompat kegirangan.
"Maemunah,aku tidak percaya kalau hubungan kalian sudah sejauh ini"ujarnya sangat bahagia tetapi tidak dengan Naina,itu malah membuat Naina semakin kesal saja.
"Katakan kepadaku,bagaimana awal mula kalian menjalin hubungan ini?oh,Maemunahku"memeluk erat Naina.Terus mengoceh seenaknya tanpa memberi Naina kesempatan berbicara,padahal bukan lagi ingin berbicara tapi rasanya sudah ingin memarahi sahabatnya ini.
"Ingatlah satu hal"Kiran melepas pelukannya.
"ketika kamu sudah menjadi ratu di kerajaan Dennis Atmajaya,kamu harus selalu mengingat kalau ada sahabat terbaik yang kamu miliki,kamu harus memanjakanku,memenuhi segala keinginanku"Kiran terus mengoceh,sepertinya dirinya lebih hebat dari Naina dalam berkhayal.
"Dasar gadis tidak waras"Naina sudah muak.Memukul keras lengan Kiran.
"Jangan pernah mengulangi ucapanmu atau mimpi konyolmu itu,sangat memalukan.Kamu pikir aku ini siapa yang akan menjadi ratunya.Benar-benar tidak waras"Naina berjalan masuk ke dalam Beauty Flowers.
"Ta-tapi...tadi itu.."Kiran mengejar Naina dan ikut masuk ke dalam toko.
Di sana sudah ada Selfy yang berdiri di depan Naina.
"Pagi Bu Selfy"sapa Naina dengan sedikit menundukkan wajahnya.Gara-gara sikap Tuan muda tadi,rasanya Naina tidak mampu menghadapi semua orang.
"Pagi"balas Selfy.
"Saya sangat senang dengan ketepatan waktumu ini,sudah tidak terlambat"puji Selfy.
Naina hanya tersenyum.
"Saya berharap,Tuan muda itu yang selalu mengantarmu"lanjut Selfy menggodanya.Wajah Naina sudah seperti kepiting rebus karena malu.
"Permisi Bu,saya ke ruangan loker dulu"balasnya dan segera melangkah cepat ke dalam.
Semua orang saling menatap dan tertawa.Entah mengapa mereka terlihat bahagia dengan apa yang terjadi sejak kemarin hingga hari ini.Seperti bunga cinta bertebaran dimana-mana,sayangnya tidak dengan Naina.Dia hanya menyimpan kekesalan pada Tuan muda penguasa itu.
__________
Hei hei para readers...
__ADS_1
berikan jejak terbaik kalian yah🥰
like,koment,vote dsb.Terima kasih🙏