
"Apa yang membuatmu sesakit ini?"
Kiran mengelus punggung sahabatnya dengan dirinya yang juga berderai air mata.
Naina melepas pelukannya,perasaannya sedikit lega setelah melepaskan tangisnya dalam pelukan seseorang.Mengapa hidupnya begitu malang?tidak ada orang tua tempat bersandar,hidup di lingkungan penuh dosa,rasanya semua ini tidak adil baginya.
"Naina,bicaralah!tidak usah khawatir,Bu Selfy yang menyuruhku ke sini.Ceritakan kepadaku,aku selalu ada untukmu."
Kiran mencoba menenangkan sahabatnya itu.
"Kiran,kamu tahu kalau aku berasal dari mana.Kenapa kamu ingin menjadi temanku?bahkan menjadi sahabatku?apa kamu ingat,semua orang menghindariku karena mereka tahu asalku dari mana.Aku perempuan yang berasal dari tempat kotor,dari tempat nista,Zona X."
Naina merutuki dirinya sendiri,sungguh hanya ada derita dalam hidupnya.
Kiran kembali memeluk sahabatnya itu.
"Aku mohon jangan ulangi ucapanmu itu.Kamu sahabatku yang paling baik,kamu wanita yang sangat berharga,kamu wanita kuat,hebat,dan kamu bukan wanita Zona X,tolong jangan berkata seperti itu lagi,Naina."
Kiran memeluk erat sahabatnya itu,ia benar-benar merasakan sakit yang sedang dirasakan Naina.
Kiran melepas pelukannya dan menggenggam tangan Naina.
"Katakan kepadaku,siapa orang yang berkata seperti itu kepadamu?"
Pertanyaan kiran seperti penuh amarah.
"Teman sekolah kita dulu?teman kampus kita?atau orangnya ada di sini?orang Beauty Flowers?apa sudah ada yang mengetahui kalau kamu tinggal di Zona X?"
Kiran memborbardir Naina dengan pertanyaan.
"Beri tahu kepadaku siapa orangnya,aku akan menghajarnya saat ini juga," sambungnya lagi dengan penuh amarah.
Tidak ada jawaban dari Naina.
"Naina,Katakan siapa orangnya?"
Terdengar suara Rudy yang entah sudah berapa lama dia berdiri dari balik pintu dengan kopi panas di tangannya,sontak Naina dan Kiran sangat terkejut.Apa Rudy mendengar percakapan mereka?Apa Rudy sudah tahu semuanya?
"Mengapa kalian merahasiakan ini?" muncul lagi suara lain beserta orangnya dari balik punggung Rudy,Bu Selfy.Naina dan Kiran semakin terkejut.
"Bu ... Bu Selfy," Naina gelagapan.Apa ini akhir dari hidupnya?Apa ia akan segera dipecat,pasrah.
Bu Selfy melangkah mendekati Kiran dan Naina.Kedua gadis ini tampak sangat takut.
"Saya siap jika saya harus dipecat,Bu."
__ADS_1
Selfy belum berbicara apa-apa tapi Naina langsung mengambil keputusan.Serapat-rapatnya bangkai disembunyikan maka akan tercium juga,sehebat-hebatnya mereka menyembunyikan status Zona X ini akhirnya ketahuan juga.Siapa yang akan menerima wanita dari Zona X untuk bekerja di tempat sebagus ini?sudah pasti dia akan dipecat hari ini juga.Begitu yang Naina pikirkan.
Selfy tersenyum,senyum yang tidak bisa diartikan dan langsung saja memeluk Naina.
Entah kenapa ia juga ikut larut dalam kesedihan Naina,gadis yang selalu terlihat ceria,saat ini tampak sangat terluka.Siapa yang tidak akan bersedih jika melihat ini.
"Walau kamu sering terlambat dan kadang membuatku kesal,Apa kamu tahu kalau kamu pegawai kesayanganku,mana mungkin aku memecatmu," ujarnya seraya menepuk-nepuk punggung Naina.Naina semakin menitikan air matanya,ia tidak menyangka kalau masih banyak orang yang menyayanginya bahkan seorang Selfy,Manager Beauty Flowers.
Kiran tersenyum mendengarnya dengan bulir bening yang juga masih menetes di ujung matanya.
"Terima kasih,Bu.Terima kasih,"ujar Naina sangat bersyukur.
Selfy melepaskan pelukannya.
"Aku salut pada kalian yang menyembunyikan ini semua,kenapa?kenapa kalian melakukannya?"
Selfy mulai mengintrogasi kedua Karyawatinya ini.
"A-aku takut,Bu.Aku takut jika aku tidak diterima bekerja di sini karena lamaran pekerjaan sudah aku ajukan kemana-mana tapi terkendala hanya karena aku yang berasal dari ...." Naina menggangtung ucapannya,entah kenapa ia tidak mampu menyebutkan tempat terkutuk itu di hadapan Selfy.
"Zona X?" tanya Selfy yang sudah mendengar semuanya sejak tadi bersama Rudy.
Naina hanya mengangguk.
Kiran juga menggantung ucapannya,tidak mampu menyebutkan Zona X.
Selfy tersenyum.
"Yah,mungkin awalnya jika aku tahu kalau kamu berasal dari sana,sudah pasti kamu tidak akan diterima bekerja di sini.Kamu beruntung karena aku mengetahui itu semua setelah aku sudah terlanjur menyayangimu,dan kamu tahu,aku percaya kalau kamu bukan bagian dari wanita-wanita itu.Kamu tetap Maemunahku." Selfy percaya kalau Naina adalah perempuan baik-baik,berjuang mencari nafkah halal untuk biaya adiknya sekolah,biaya dirinya kuliah di akhir pekan dan pamannya yang sakit-sakitan.
Naina memeluk atasannya itu begitu erat,ia sangat terharu.
"Terima kasih,Bu Selfy.Terima kasih."
Hanya itu yang bisa ia ucapkan.
"Oiya,soal orang yang menyakitimu,Katakan siapa orangnya?"
Kali ini Rudy yang angkat bicara.
"Lihat saja,aku akan memberinya pelajaran,"sambungnya dengan meletakkan secara kasar gelas yang berisi kopi panas ke atas meja pentry hingga kopi itu bergelombang dan keluar dari gelas mengenai tangannya.
"Aughhh."
Rudy meringis seraya meniup-niup tangannya yang terasa panas.
__ADS_1
"Dasar bodoh,'"ujar Kiran kepadanya.
Naina tersenyum melihat tingkah Rudy.
"Hei,Maemunah.Sepertinya kamu sudah tersenyum,atau aku tumpahkan lagi kopinya ke tanganku agar kamu bahagia," sambung Rudy menghibur Naina.
"Dasar tidak waras,sekalian saja kamu mandi kopi itu."
Lagi-lagi Kiran mengatainya yang membuat Naina dan Selfy tertawa.
"Syukurlah,Maemunahku sudah kembali," ujar Selfy yang melihat tawa di wajah cantik Naina.
"Aku sangat beruntung punya kalian," balas Naina yang terlihat sedikit lebih baik dari keadaannya yang tadi.
"Ya sudah,ceritakan siapa orang yang menyakitimu?" tanya Kiran melanjutkan lagi pertanyaan Rudy.
"Sudahlah,tidak usah bahas itu lagi.Lupakan saja."
Naina tidak ingin membahas ini lagi,hanya akan memperkeruh keadaan.
"Tidak bisa begitu,aku benar-benar tidak rela jika ada orang yang berani menghinamu," sambung Kiran lagi.
"Betul,kamu tidak usah khawatir.Serahkan semuanya kepada kami,biar kami yang memberinya pelajaran,keterlaluan," lanjut Rudy yang juga terlihat kesal.
"Ah,sudahlah.Aku tidak ingin membahasnya lagi,tidak penting.Sekarang aku sudah jauh lebih baik dan aku tidak akan peduli dengan ucapan orang-orang diluar sana karena aku sudah punya tempat dimana hatiku merasa nyaman.Di sini,di Beauty Flowers bersama kalian."
Menampakkan senyum indahnya pertanda ia memang sudah merasa jauh lebih baik.
"Ah,kamu terlalu baik jadi orang,"ucap Kiran kesal karena Naina tidak ingin memberi tahu siapa orang yang telah membuka kembali luka lama Naina waktu ia masih SMA dulu.
"iya,iya sudah ... kalian tidak usah memperkeruh suasana,lagian Naina juga sudah merasa jauh lebih baik,"ujar Selfy.
"Tapi ingat yah,Maemunah.Jangan pernah menanggung lukamu sendiri,kami akan selalu ada untuk kamu,"sambung Selfy.
"Iya Bu,terima kasih banyak."
Kembali memeluk Selfy.
Jangan lupa jajaknya yah para readers kesayangan.
Like,koment,vote dll.
Terima kasih
__ADS_1