
Mobil mewah ini melaju membelah jalanan ibu kota yang begitu terik,tak ada suara di dalam mobil sedikitpun.
Jika menunggu Sekretaris ini untuk berbicara lebih dulu,sepertinya itu hal yang sangat mustahil.Jikapun ia berbicara,nadanya selalu menyebalkan.
Tapi kenapa tidak mencoba akrab dengannya,mungkin saja itu jauh lebih baik.Toh,menghindarinya juga tidak akan mungkin.Pikiran koplak Naina mulai bekerja diotaknya.Entah dia akan berbuat apa kepada Sekretaris dingin ini.
"Ehhmm" ia mulai membuka suara dengan dehaman.
Terlihat lirikan mata Sekretaris kutub ini dari spion.
"Tuan Sekretaris,sepertinya anda sangat setia pada Tuan muda,apapun yang Tuan muda perintahkan pasti anda menurutinya,seperti menjemputku ini" ujar Naina dan kemudian tertawa sedikit,entah itu tawa apa hanya dia yang mengetahuinya.
Sekretaris Ben sedikit terkejut.Pembahasan apa itu?
Naina terdiam,menunggu reaksi Tuan Sekretaris ini tapi nihil,tak ada reaksi dari Sekretaris kutub ini sedikitpun.
"Apa anda sudah lama bekerja dengan Tuan muda?"Naina tidak pantang menyerah,terus mengeluarkan pertanyaan untuk mendekati Sekretaris Ben.
"Apa itu penting bagi anda?" Sekretaris Ben mulai berbicara.
Naina tersenyum.
Akhirnya dia berbicara juga.
"Saya hanya bertanya,Tuan Sekretaris.Kalau saya lihat,sepertinya anda sudah lama bekerja pada Tuan muda?bukankah begitu?"
"Yah"jawaban Ben singkat,setidaknya itu sudah jauh lebih baik daripada tidak menjawab sama sekali.
" Wah,berarti Tuan muda orang yang baik karena anda bisa bertahan sejauh ini"Naina terus mengoceh.
"Sangat baik" jawab Sekretaris Ben.Sekretaris ini benar-benar mulai meladeni ucapan Naina.
"Beruntung sekali bisa bekerja pada Tuan muda,apa masih ada lowongan lagi di tempat Tuan muda?" Naina mulai mengarang bebas.
Sekretaris Ben kembali terkejut mendengarnya.
"Apa anda yang ingin mendaftar?" Sekretaris Ben masuk dalam jebakan pertanyaan konyol si Maemunah.
"Saya..?yah,saya juga tidak mengatakan kalau saya yang ingin bekerja dengan Tuan muda,tapi mungkin saja suatu hari nanti saya butuh makanya saya bertanya.Bukan begitu,Tuan Sekretaris?"
Memberikan senyuman terbaiknya yang dilirik Ben dari spion.
Jangankan untuk menjadi pegawai Tuan muda,bahkan anda sudah mendapat tempat spesial dihatinya.
"Tuan muda tidak membutuhkan pegawai seperti anda"
"Hei,Tuan Sekretaris.Asal anda tahu,walau saya hanya berijazah SMA tapi saya ini adalah pegawai terbaik Beauty Flowers" Naina mulai menyombongkan dirinya.
Ada senyum yang mengembang dibibir Sekretaris Ben yang Naina bisa lihat dari spion.
Astaga ternyata anda sangat manis jika tersenyum.Nah,begini kan lebih enak.
Gumam Naina.
"Oh iya,kenapa anda tidak melanjutkan pendidikan?" Tanya Sekretaris Ben yang seperti mulai nyaman berbicara dengan Naina.
__ADS_1
Sebenarnya Naina sedikit tidak nyaman dengan kata 'anda'.Rasanya terlalu formal.
"Tuan Sekretaris,tidak usah berbicara terlalu formal begitu kepadaku.Saya ini hanya wanita biasa,bukan dari kelas kalian"
Ben kembali tersenyum mendengarnya.
Saya bisa apa,anda itu calon majikanku tanpa anda sadari.
"Anggap saja,anda sama spesialnya dengan Tuan muda"ujar Sekretaris Ben.
Naina terkejut mendengarnya.
"Apa maksud anda,Tuan Sekretaris?"
"Sudahlah,tidak usah bahas itu.Oiya,jawab pertanyaanku tadi.Mengapa tidak mencoba melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi?" Ben mengalihkan pembicaraan.
"Sebenarnya saya kuliah,Tuan.Hanya saja saya ambil di Sabtu malam dan Minggu pagi hingga sore"
"Oh yah,hebat.Ambil apa?"
Ya ampun,sepertinya dia penasaran.Apa saya berhasil mendekatinya?ternyata dia tidak terlalu buruk
"Fakultas teknik"
"Informatika?" Tanya Ben lagi.
"Kenapa sih Fakultas teknik itu selalu Informatika"ujar Naina.
"Anda kan perempuan,sangat lebih tidak mungkin jika ku katakan,mesin?"
"Tata Busana,Tuan Sekretaris"
"Ohh.." Sekretaris Ben juga tertawa walau hanya sekejap.
Ternyata lelaki yang hidupnya penuh dengan keseriusan ini juga bisa dengan mudah untuk tertawa.
***
Mobil mereka sudah tiba di sebuah restoran mewah.Naina turun setelah dibukakan pintu oleh supir.
"Mari,Nona" Sekretaris Ben mengajak Naina ke dalam.Naina mengikuti langkah Sekretaris itu di depannya hingga ia masuk ke dalam restoran mewah.Naina menatap sekeliling dimana banyak orang menikmati makanannya,makanan yang terlihat sangat lezat.Ia terkagum-kagum dengan mewahnya restoran ini.Untuk pertama kalinya ia masuk ke restoran mewah seperti ini.
Aku meninggalkan makanan enak di Toko,tapi sepertinya makanan yang jauh lebih enak menantiku.Apa aku minta untuk membungkusnya pulang saja.
Lagi-lagi membatin dengan sebuah pikiran konyol seraya melangkah.
Mereka berjalan melewati banyak orang,entah dimana mereka akan duduk.Akhirnya mereka sampai disebuah ruangan yang sepertinya ini ruangan VIP.
Di sana terlihat seorang lelaki tampan yang sedang duduk sendiri,sibuk dengan gadget-nya.Tak ada tamu lain yang duduk di dalam ruangan ini selain lelaki itu.
"Maaf Tuan muda jika menunggu lama" ujar Sekretaris Ben.
"Tidak masalah" Dennis tersenyum,terlebih melihat gadis cantik dengan setelan kemeja putih dan rok selutut yang berdiri di belakang Ben.
"Hai,Memunah" Sapa Dennis.Sampai saat ini,hanya itu nama terbaik yang Dennis ucap untuk panggilan kepada Naina.
__ADS_1
Naina hanya membungkukkan tubuhnya pertanda hormat.
"Silahkan,Nona" Ben menarik kursi yang berhadapan langsung dengan Dennis.Naina langsung duduk di kursi tersebut.
"Terima kasih" ucapnya kepada Sekretaris Ben.
"Permisi,Tuan muda" ujar Sekretaris Ben hendak keluar.
"Hei,Tuan Sekretaris.Anda mau kemana?"Naina menghentikan langkah Sekretaris Ben.
Naina menatap Dennis.
Apa dia akan makan berdua saja dengan Tuan muda Konglomerat ini?pikirnya,oh tidak.
"Duduk di sini saja,Tuan Sekretaris"pinta Naina.
"Maaf,nona.Saya sudah memesan tempat tersendiri bersama supir di ruangan sebelah" balas Sekretaris Ben.Mana mungkin dia menjadi orang ketiga di ruangan ini.Sangat tidak lucu.
Naina terlihat panik.Berpikir dengan cepat.
"Tuan Sekretaris apa anda tahu,jika lelaki dan perempuan duduk berdua maka itu sesuatu yang tidak baik"Dia juga tidak mengerti dengan apa yang sedang dia ucapkan.
Dennis dan Sekretaris Ben terkejut mendengarnya.
"Bukan begitu,Tuan muda?" bertanya kepada Dennis.
Astaga,apa aku sedang berceramah.
Gumamnya tersenyum kepada Dennis.
"Sekretaris Ben,duduklah!" perintah Dennis menunjuk kursi di sampingnya.
Naina sangat lega mendengarnya.
"Tapi,Tuan muda" Sekretaris Ben merasa tidak nyaman.
Dennis hanya mengangguk pertanda tidak ingin dibantah lagi.Akhirnya Sekretaris Ben mengalah dan duduk di samping Tuannya.
"Apa anda merasa ini baik,Sekretaris Ben?"suara Dennis sangat pelan.
"Sama sekali tidak,Tuan muda.Maafkan saya,jika membuatmu tidak nyaman"sambung Sekretaris Ben pelan.
"Aku masih bersabar" Lanjut Dennis.
Naina hanya tersenyum.
Mimpi apa aku,duduk semeja bersama Tuan-Tuan terhormat ini.Astaga Naina,apa ini bisa diabadikan.
________
Jangan lupa tinggalkan jejaknya selalu yah para readers kesayangan author😍
like,koment,vote dsb😍
terima kasih🙏
__ADS_1