
Mobil Radit mulai memasuki halaman depan rumah Aishah. Lalu Radit menghentikan mobilnya. Aishah mulai keluar dari mobil. Sebelum meninggalkan mobil, Aishah melihat Radit dari kaca mobil.
"Kak Radit mampir dulu!"
Aishah menawarkan Radit untuk masuk terlebih dahulu. Lalu Radit melepas sabuk pengamannya dan mulai keluar dari mobil. Tampak Pak Joko sedang duduk di tempat duduk teras depan sambil minum kopi.
"Assalamu'alaikum." Aishah segera menghampiri Pakdhenya untuk bersalaman.
"Wa'alaikum salam." Radit segera mengikuti Aishah bersalaman dengan Pak Joko.
"Radit mari duduk dulu temani Pakdhe ngopi!"
"Iya Pakdhe." Radit menuruti perkataan Pak Joko. Radit duduk di seberang meja.
"Aish, tolong buatkan Radit secangkir kopi."
"Baik Pakdhe." Aishah bergegas masuk ke dalam rumah. Aishah hanya meletakkan tasnya di kamar lalu bergegas menuju dapur. Di dapur, tampak Bu Sekar sedang sibuk memasak. Aishah segera meraih tangannya untuk bersalaman.
"Budhe masak apa?" Tanpa permisi Aishah mencomot makanan dari piring yang dibawa Budhenya lalu mencicipinya.
"Budhe masak rendang sapi. Kamu sudah pulang? Diantar Radit ya?"
"Iya Budhe, tuh Kak Radit masih di depan dengan Pakdhe."
Dengan cepat Aishah menyeduh secangkir kopi untuk Radit, lalu mengantarkannya ke depan.
Aishah kembali masuk ke dalam rumah. Aishah menuju kamar tidurnya lalu mandi dan berganti pakaian. Dari luar kamar, terdengar suara Bu Sekar memanggilnya.
"Aish…." Bu Sekar memanggil Aishah.
"Iya Budhe."
"Radit sudah mau pulang, dia mau berpamitan denganmu." Aishah segera mengenakan jilbab dan keluar untuk menemui Radit.
"Aish, aku pamit dulu sudah magrib."
"Iya, Kak Radit hati-hati di jalan." Radit segera mengambil mobilnya lalu pergi meninggalkan rumah Aishah. Suara adzan magrib mulai terdengar. Aishah dan keluarganya segera melaksanakan kewajiban mereka untuk melaksanakan sholat.
Setelah makan malam, Aishah menuju kamar tidurnya untuk beristirahat. Ia meraih ponselnya dan melihat tak ada pesan ataupun panggilan yang masuk. Tadinya ia sempat berharap Aldi mengiriminya pesan. Tapi hatinya kini semakin membaik. Aishah sudah tidak sedih lagi. Hatinya sudah tenang berkat pertemuannya dengan Radit tadi.
__ADS_1
Sepertinya Kak Radit orang yang baik. Kak Radit masih sama seperti Kak Radit kecil dulu. Kak Radit sangat perhatian denganku dan sangat dewasa. Sebaiknya aku memang harus menerima pinangannya.
Suara ponsel tiba-tiba terdengar membuyarkan lamunan Aishah. Aishah segera bangkit dari tempat tidur dan mengambil ponselnya di meja. Mendarat satu pesan whatsapp yang berasal dari Radit.
Radit : Selamat malam Aish, jangan tidur malam-malam ya. Jaga kesehatanmu.
Aishah membaca pesan dari Radit sambil senyum-senyum sendiri. Lalu ia membalasnya.
Aishah : Iya Kak, makasih. Kak Radit juga.
Tak beberapa lama Radit membalas pesan dari Aishah.
Radit : Besok kamu naik sepeda motor sendiri apa bareng Pakdhemu?"
Aishah : Rencana sih masih bareng Pakdhe Kak, memangnya kenapa?
Radit : Boleh aku menjemputmu sepulang dari kantor? Aku pengen ngajak kamu ke suatu tempat.
Aishah : Boleh, kemana?
Radit : Rahasia, pokoknya kamu ikut aja
Aishah : Kak Radit gitu
Radit : Ya sudah, Aish tidur dulu gih! Jangan tidur malam-malam, supaya besok bangunnya tidak kesiangan.
Aishah : Siap
Aishah meletakkan ponselnya di meja. Lalu membaringkan badannya dan lekas tidur.
______________________________________________
Aishah yang baru turun dari mobil Pakdhenya segera memasuki kantor. Aldi berlarian dari parkiran memasuki kantor. Ketika beriringan dengan Aishah, Aldi melambatkan langkahnya. Aldi melemparkan senyuman kepada Aishah lalu mempercepat langkahnya kembali.
Tumben Aldi hanya menegurku dengan senyuman, apakah dia marah padaku? Bukankah seharusnya aku yang marah padanya.
Aishah bertanya-tanya sendiri dalam pikirannya.
Aldi menuju meja kerjanya, ia telah menyusun strategi agar membuat Aishah kesal padanya. Tak tega hati jika Aldi harus membuat Aishah membencinya, jadi Aldi hanya akan membuat Aishah kesal padanya.
__ADS_1
Ketika Rina datang, Aldi segera menghampirinya.
"Hay Rina, cantik banget kamu pagi ini." Aldi duduk di atas meja kerja Rina. Kedua tangannya ia selipkan ke dalam saku kanan dan kiri celananya. Aldi mencoba mendekati Rina dengan menggodanya.
"Gombal banget sih kamu di, tumben kamu, kesambet apa tadi di jalan?" Tampaknya Rina menganggap Aldi sedang bergurau.Tapi Aldi masih terus saja menggodanya dengan kata-kata gombal. Membuat Rina kelimpungan dan tersipu malu. Bahkan Aldi berhasil membuat Rina berbunga-bunga dengan kata-katanya.
Ega yang baru datang melihat Aldi duduk di atas meja Rina sambil menggodanya hanya geleng-geleng kepala. Tiba-tiba Ega menghampiri Aldi lalu menempelkan punggung tangan di dahinya.
"Kamu kenapa di tumben banget ngecengin Rina? Biasanya juga nempel terus sama Aishah kaya perangko."
Aldi tak menanggapi ocehan Ega. Ia hanya memandangi Ega lalu mengusirnya pergi.
Jam makan siang telah tiba, Aldi segera menghampiri meja Rina.
"Rin, makan siang bareng yuk!" Ajak Aldi pada Rina.
"Kamu tidak makan siang bareng Aishah?" Tanya Rina masih dengan tangan yang sibuk menata berkas-berkas.
"Aku lagi pengen makan siang bareng kamu saja." Lalu Aldi dan Rina makan siang bersama.
Ketika melewati meja kerja Aishah, Aldi segera menggandeng tangan Rina dengan cepat sambil mengajaknya ngobrol. Seakan-akan Aldi tak memperdulikan Aishah yang sudah memperhatikan mereka berdua dari tadi. Aldi dan Rina menuju tempat makan dekat kantor.
Aishah keluar dari kantor lalu mencari tempat makan terdekat. Ternyata di situ telah ada Aldi yang tengah duduk bersama dengan Rina. Aishah mencoba untuk tidak memperhatikan mereka. Aishah memesan bakso dan es jeruk. Siang itu cuaca memang sangat panas, sehingga sangat cocok jika ditemani minuman yang menyegarkan.
Tiba-tiba Aldi tertawa dengan kerasnya, membuat semua pengunjung di tempat makan tersebut melihatnya. Aldi memang sengaja mencari perhatian Aishah. Ketika Aishah melihatnya, Aldi langsung membuang muka dan pura-pura tidak melihatnya. Aldi mengambil tisu lalu mengelap mulut Rina dengan tisu tersebut.
Aishah yang melihat hal tersebut langsung buang muka. Aishah merasa sangat kesal dengan perlakuan Aldi terhadap Rina. Aishah merasa terbakar api cemburu. Karena tidak kuasa melihat kemesraan Aldi dan Rina, Aishah memutuskan untuk kembali ke kantor tanpa menghabiskan makanannya.
Aishah segera menuju mushola kantor untuk mengerjakan sholat dhuhur. Setelah itu Aishah kembali ke meja kerjanya. Aishah melihat meja kerja Aldi yang masih kosong. Nampaknya Aldi belum kembali dari makan siang. Bahkan Aishah menyempatkan untuk melihat meja Rina yang terletak agak jauh dari meja kerjanya. Rupanya Rina juga belum kembali.
Aishah segera kembali ke meja kerjanya. Aishah penasaran kenapa Aldi dan Rina belum juga kembali ke meja kerjanya, padahal jam makan siang akan segera habis.
Arghhh… kenapa aku harus memikirkan mereka, toh juga tak ada hubungannya denganku. Biarkan saja Aldi berpacaran dengan Rina. Jadi itu alasan mengapa Aldi hanya menganggapku sebatas teman saja. Rupanya Aldi telah berpacaran dengan Rina.
Aishah terus memengangi kepala dengan kedua tangannya sambil menggeleng - gelengkannya.
Tak beberapa lama Aldi dan Rina memasuki kantor. Aishah pura-pura sibuk dengan pekerjaannya. Sehingga seolah-olah Aishah tidak memperhatian mereka.
Aldi yang melihat Aishah sibuk dengan pekerjaannya segera berlalu begitu saja. Aishah hanya memperhatikan Aldi dan Rina dari belakang. Aldi buru-buru menuju mushola kantor, karena ia belum melaksanakan sholat dhuhur.
__ADS_1
Setelah sholat dhuhur Aldi segera menuju meja kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Karena memang jam makan siang telah habis dari tadi.