
Sepanjang perjalanan pulang menuju rumahnya, Aldi tak juga bisa berhenti memikirkan perkataan Aishah. Dirinya masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Aishah saat ini telah mencintai orang lain. Dan yang paling membuat Aldi semakin gundah adalah orang yang berhasil menempati hati Aishah saat ini yaitu Dokter Dariel.
"Kenapa harus Dokter Dariel sih? Memang sih selama ini Aishah terlihat dekat dengan Dokter Dariel. Sepertinya Dokter Dariel juga orang yang baik." Aldi bergumam sendiri sambil tetap fokus dengan kemudinya.
Sesampainya di rumah, Aldi segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya. Kini Aldi sudah memiliki rumah sendiri, sehingga dia kini hanya tinggal seorang diri dan tidak tinggal bersama dengan keluarganya lagi. Di rumahnya yang besar Aldi memiliki dua pelayan wanita, satu pelayan laki-laki yang dia sebut sebagai satpam dan satu lagi sebagai sopir pribadi Aldi. Letak rumah Aldi saat ini juga tidak jauh dari rumah kakeknya, hanya berbeda komplek perumahannya saja.
Setelah selesai mandi, Aldi segera melaksanakan sholat magrib lalu turun ke bawah untuk makan. Perutnya kini mulai keroncongan, sepertinya cacing-cacing di perut Aldi sudah mulai mengamuk karena kelaparan. Aldi memang lebih sering makan di rumah daripada makan di luar. Karena menurutnya makan di rumah itu lebih sehat dan higienis.
Setelah makan dan merasa kenyang, Aldi kembali ke kamarnya. Aldi membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Aldi duduk dengan bersandarkan bantal pada tepian tempat tidur. Lalu dia meraih ponselnya yang tergeletak di nakas. Aldi bermain dengan ponselnya sebentar lalu mengambil laptop yang berada di dalam tas kerjanya. Aldi memeriksa pesan email pekerjaan yang masuk. Dan ternyata sudah banyak pekerjaan yang menumpuk. Seharian tadi Aldi memang tidak membuka emailnya. Sehingga pekerjaannya kini bertumpuk-tumpuk.
Terdengar suara dering ponselnya, Aldi segera melihat siapa yang mengirimkan pesan. Dan ternyata itu adalah pesan dari Dokter Viola.
Dokter Viola : Selamat malam sayang 😊 Rencananya, makan siang besok aku ingin bermain ke kantor, boleh kan?
Aldi membaca pesan dari Dokter Viola, dia terdiam sebentar. Dokter Viola memang sering datang ke kantor untuk makan siang bersama dengannya. Sebelum datang ke kantor, Dokter Viola selalu minta izin terlebih dahulu kepada Aldi.
Aldi : Malam, boleh main saja.
Dokter Viola : Terima kasih sayang😊 Sudah malam, segeralah istirahat. Pekerjaan bisa dikerjakan besok kan 🤗
Dokter Viola memang sangat perhatian kepada Aldi. Melihat pesan dari Dokter Viola Aldi hanya tersenyum. Dia meletakkan kembali ponselnya di nakas. Selang beberapa menit, terdengar suara ponselnya berdering kembali. Ternyata dari Dokter Viola lagi.
Dokter Viola : Sayang kok tidak dibalas 😔
Aldi : Hehe iya Vio, sebentar lagi selesai kok. Aku akan segera beristirahat.
Dokter Viola : Nah, begitu dong. Good night 😴
Aldi : Night.
Aldi kembali meletakkan ponselnya di nakas. Dia kembali berkutat dengan pekerjaannya. Hingga larut malam Aldi baru selesai dengan pekerjaannya. Aldi memutuskan untuk turun ke dapur untuk mengambil minum. Ternyata bekerja membuatnya merasa lapar. Untuk mengisi perutnya yang keroncongan Aldi menggoreng telur sendiri. Tidak mungkin membangunkan para pelayan malam-malam seperti ini pikirnya. Setelah mendapat minuman, Aldi kembali ke kamarnya untuk tidur.
Aldi kembali kepikiran tentang perkataan Aishah tadi sore. Kini hati Aldi terasa kosong, ada yang hilang dari hatinya. Aldi merasa cinta Aishah tak lagi utuh untuknya. Tapi dalam lubuk hatinya Aldi masih yakin bahwa Aishah masih memiliki cinta untuknya. Entah seberapa pun besarnya, tapi Aldi masih yakin akan cinta Aishah kepada dirinya. Setelah sekian lama Aldi memikirkan Aishah, akhirnya perlahan dia bisa tertidur dengan sendirinya.
Pagi harinya bunyi alarm dari kamar tidur Aldi sudah terdengar menggema. Aldi sengaja memasang alarm dengan suara yang keras, agar dia bisa segera mendengarnya dan terbangun. Dan usahanya itu ternyata berhasil. Aldi selalu berhasil dibangunkan oleh suara bising alarmnya itu. Aldi bangun tidur lalu bergegas mengerjakan sholat subuh. Setelah itu, Aldi segera mandi lalu bersiap untuk berangkat ke kantor.
Sesampainya di kantor, Aldi kembali disibukkan dengan urusan pekerjaannya. Tidak terasa waktu makan siang telah tiba. Terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerja Aldi.
Tok… tok … tok…
Aldi mendongak, dia masih belum selesai dengan pekerjaannya. Sehingga dia belum berkeinginan untuk makan siang.
"Masuk." Aldi berkata agak keras, agar orang yang tadi mengetuk pintu dari luar mendengarnya.
Ceklek…
Suara pintu dibuka mulai terdengar, tampak seorang wanita cantik dengan rambut panjang tergerai berdiri di depan pintu sambil memegangi handle pintu. Dia tampak tersenyum manis kepada Aldi.
"Selamat siang sayang…" Dokter Viola melihat ke arah Aldi yang masih sibuk bekerja sambil tersenyum manis. Tampak dia membawa sebuah paper bag besar yang bergambarkan aneka jenis makanan yang lezat. Aldi baru teringat jika semalam Dokter Viola meminta untuk makan siang bersama di kantor.
"Vio, sudah lama?" Aldi menatap kedatangan Dokter Viola dengan senyum ramah.
__ADS_1
"Ya… lumayan. Tadi aku sengaja datang ke mari sebelum jam makan siang tiba. Aku bermaksud mentraktir semua karyawanmu di lantai ini dalam rangka anniversary kita yang ke tiga tahun." Dokter Viola tampak anggun dengan gaun merah muda selutut yang pas membalut tubuhnya yang tinggi semampai itu.
Oh iya, ini hari jadian kita yang ketiga tahun. Aku sampai lupa. Pikiranku terlalu fokus kepada Aishah, sehingga aku lupa jika hari ini adalah hari jadianku dengan Vio.
Aldi terus bergumam sendiri di dalam hati. Dia sempat sedikit merasa bersalah, karena telah melupakan hari jadiannya. Namun, Aldi segera berusaha menembus kesalahan yang dilakukannya dengan sesegera mungkin.
"Jadi kamu sengaja datang ke mari untuk merayakannya bersamaku di sini?" Aldi tersenyum melihat ruangan kerjanya.
"Jadi kamu tidak lupa?" Dokter Viola tersenyum sumringah.
"Bagaimana bisa aku lupa, hehe." Aldi terkekeh sendiri.
Dokter Viola menghampiri Aldi lalu mengecup kening Aldi dengan lembut. Aldi pun segera bangkit dari kursinya untuk menyambut kedatangan kekasihnya itu.
"Aku hanya ingin makan siang saja kok bersamamu. Aku tahu kamu sangat sibuk akhir-akhir ini. Jadi aku memutuskan untuk membawakanmu makan siang. Aku juga ingin memberikan hadiah makan siang kepada para karyawan yang selama ini telah dengan setia membantumu hingga kamu berhasil sampai di tahap ini." Dokter Viola merangkulkan tangannya di pinggang Aldi dengan manja. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Aldi yang kokoh.
Lalu dengan tanggap, Aldi segera membawakan paper bag yang dibawa oleh Dokter Viola di atas meja yang berada di sudut ruangan. Dokter Viola dan Aldi duduk di sofa untuk segera menikmati makan siang mereka.
"Sayang, nanti malam kamu tidak ada acara kan?" Dokter Viola membuka paper bag dan mengeluarkan isinya untuk makan siang bersama dengan Aldi. Aldi sudah tanggap dengan arah pembicaraan Dokter Viola. Dokter Viola pasti ingin makan malam bersama dengannya nanti malam. Karena memang selalu seperti itu yang mereka lakukan jika merayakan hari jadian mereka.
"Tidak, aku tidak punya acara apapun." Aldi mengambil sepiring nasi dan ayam bakar yang telah disiapkan Dokter Viola.
"Kamu harus menambahkan ini dalam makananmu, jangan sampai melupakannya!" Dokter Viola menambahkan sayur ke dalam makanan Aldi. Selama ini, Dokter Viola memang selalu memperhatikan pola makan Aldi dengan sangat teliti.
"Apakah kamu sudah mempersiapkan tempatnya?" Aldi memakan sayur yang diberikan oleh Dokter Viola dengan lahapnya.
"Tenang saja, semua sudah beres." Dokter Viola mencubit hidung Aldi dengan manja.
"Bagaimana kalau malam ini kita double date?" Dokter Viola menghentikan makannya lalu menatap Aldi dengan serius.
"Dengan siapa?" Aldi merasa penasaran.
"Dariel dan Aishah. Sepertinya hubungan mereka sudah sangat dekat. Tapi, mereka tidak saling mengatakannya satu sama lain. Aku punya ide untuk mempersatukan mereka. Bagaimana kalau menurutmu?" Dokter Viola menatap mata Aldi dengan tatapan meminta persetujuan dari Aldi.
"Tapi ini kan hari jadian kita, kenapa harus melibatkan orang lain?" Aldi tampak kurang setuju dengan ide Dokter Viola tadi. Ada rasa tidak rela jika Aishah harus bersama dengan lelaki lain lagi. Baginya kehilangan Aishah untuk sekali saja sudah membuat hidupnya tidak berarti lagi. Apalagi jika harus kehilangan untuk yang kedua kalinya. Aldi benar-benar tidak ikhlas jika harus merelakan Aishah dengan lelaki lain lagi.
"Memang apa salahnya sayang? Bukankah Aishah itu temanmu dari dulu? Dan Dariel juga sahabatku dari dulu, jadi apa salahnya jika kita membantu masalah perasaan mereka." Dokter Viola masih berusaha mendapatkan persetujuan dari Aldi.
"Aku hanya tidak ingin merusak makan malam kita saja. Makan malam yang selalu kita lakukan hanya berdua untuk merayakan hari jadian kita." Aldi berusaha menutupi kecemburuannya terhadap Dokter Dariel kepada Aishah.
"Tidak akan. Aku jamin, nanti malam akan menjadi malam yang sangat berbeda dari makan malam kita sebelum-sebelumnya." Dokter Viola melemparkan senyum manisnya kepada Aldi yang masih memandangnya.
"Baiklah terserah kamu saja. Kamu atur semuanya dengan baik." Aldi memilih untuk mengalah dan menuruti perkataan kekasihnya itu. Karena jika Dokter Viola sudah memiliki keinginan, dia tidak akan berhenti berusaha sampai keinginannya itu terwujud.
Aldi memang selalu mengalah jika berurusan dengan Dokter Viola. Karena Aldi sudah sangat hafal dengan sikap Dokter Viola yang pantang menyerah. Bahkan kesembuhan yang diperoleh Aldi adalah hasil dari kerja keras dan dukungan yang sangat besar dari Dokter Viola.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar membuat Aldi dan Dokter Viola menghentikan makan siangnya. Tidak terasa ternyata waktu makan siang telah habis sejak tadi. Pantas saja ada orang yang datang ke ruangannya.
"Masuk.." Aldi mempersilahkan orang yang mengetuk pintunya agar bisa segera masuk.
Terlihat dari luar, Aishah membuka handle pintu dengan membawa setumpuk file-file di tangannya.
__ADS_1
"Permisi Pak, maaf mengganggu. Saya mau menyerahkan beberapa file yang harus Bapak tanda tangani." Aishah berdiri di depan pintu.
"Letakkan saja di meja saya. Akan saya periksa dulu kelengkapannya. Nanti kalau sudah selesai akan kuberitahu." Aldi berbicara dengan formal kepada Aishah.
"Baik kalau begitu saya permisi dulu." Setelah meletakkan beberapa file ke atas meja kerja Aldi, Aishah segera pemit untuk keluar. Aishah menundukkan kepalanya dengan sopan.
"Sebentar Aish, sini duduk dulu." Dokter Viola menepuk sofa di sebelahnya, mengisyaratkan Aishah untuk duduk di sana.
"Tapi saya masih banyak pekerjaan Dok." Aishah tampak berusaha menolak permintaan Dokter Viola dengan halus.
"Tidak apa, hanya sebentar kok. Aku ingin berbicara sesuatu denganmu." Dokter Viola tersenyum kepada Aishah. Akhirnya Aishah menuruti permintaan Dokter Viola. Aishah mendekat ke arah sofa.
"Duduklah di sini sebentar." Dokter Viola memberi tempat duduk untuk Aishah.
"Terima kasih Dok." Aishah duduk lalu tersenyum kepada Dokter Viola.
"Kamu sudah makan siang belum? Silahkan makan dulu." Dokter Viola menawarkan beberapa jenis makanan kepada Aishah. Namun Aishah menolaknya.
"Terima kasih, tapi maaf Dokter Viola saya sudah makan siang tadi." Aishah tersenyum kepada Dokter Viola. Lalu Dokter Viola meletakkan kembali makanannya ke atas meja.
"Tadi Dokter Viola ingin berbicara apa ya dengan saya?" Aishah memulai pertanyaan agar bisa lebih cepat keluar. Sebenarnya dia merasa tidak enak jika harus lama-lama berada di sana bersama dengan Aldi dan Dokter Viola yang tengah menikmati makan siang mereka.
"Jangan berbicara formal seperti itu denganku Aish, kita kan teman. Atasanmu itu Aldi bukan aku." Dokter Viola tampak kurang suka dengan cara berbicara Aishah yang memang formal itu.
"Hehe maaf Dokter Viola." Aishah tersenyum.
"Baiklah, sebagai perminta maafanmu bagaimana kalau kita nanti malam double date?" Dokter Viola menatap Aishah.
"A apa? Double date? Tapi aku dengan siapa?" Aishah merasa kaget, dia malah bingung sendiri.
"Dariel lah siapa lagi." Dokter Viola menepuk bahu Aishah beberapa kali.
"Tapi dalam rangka apa?" Aishah masih merasa bingung.
"Hari ini adalah anniversary kita yang ke tiga tahun. Jadi aku dan Aldi ingin makan malam bersama dengan kalian." Dokter Viola menggenggam tangan Aldi lalu melempar senyumnya kepada Aldi.
"Tapi ini kan hari spesial kalian berdua. Kenapa harus denganku dan Dokter Dariel, bukankah itu bisa mengganggu keromantisan kalian berdua nantinya." Aishah menatap Dokter Viola dan Aldi secara bergantian.
"Oh tentu tidak Aish, justru kami malah senang jika melihat kalian bersama dengan kami, menikmati malam yang indah bersama. Sepertinya sangat mengasyikkan." Dokter Viola membayangkan menikmati malam indahnya bersama sambil senyum-senyum sendiri.
"Tapi apakah Dokter Dariel tidak keberatan?" Aishah masih mencoba mencari celah untuk menolak ajakan dari Dokter Viola.
"Tidak Aish, dia pasti akan menuruti semua permintaanku. Lagi pula aku kan bersama dengan Aldi dan kamu nanti bersama dengan Dokter Dariel jadi tidak akan ada yang merasa terganggu." Dokter Viola masih membujuk Aishah.
"Sudahlah Vio, jangan memaksa jika Aish tidak mau." Aldi yang sedari tadi diam saja, ikut ambil suara.
"Ayolah Aish, anggap saja ini sebagai perminta maafanmu tadi kepadaku." Dokter Viola tetap gigih mengajak Aishah.
"Baiklah kalau begitu terserah Dokter Viola saja." Akhirnya Aishah menyetujui permintaan dari Dokter Viola.
"Nah begitu dong dari tadi." Dokter Viola tampak sangat senang. Dia tampak tersenyum senang.
__ADS_1