Menemukan Cinta Sejati Aishah

Menemukan Cinta Sejati Aishah
Bella yang Sesungguhnya


__ADS_3

Prang……


Suara benda pecah terdengar dari dalam kamar Bella. Bella melemparkan bedak yang dipegangnya ke cermin rias di depannya, hingga cermin itu pecah berhamburan. Karena ia baru saja mendapat kiriman foto Radit dan Aishah yang sedang keluar dari rumah sakit khusus ibu dan anak, sepertinya Aishah baru saja memeriksakan kandungannya. Nampak Radit mencium perut Aishah yang mulai membesar dan Aishah terlihat tertawa bahagia.


Bella merasa sangat marah siang itu. Bella merasa sangat kesal karena hubungan Radit dan Aishah hari demi hari semakin mesra saja. Awalnya Bella sudah merasa senang karena tahu kalau Aishah masuk rumah sakit dan hampir keguguran. Bella sengaja menyuruh orang untuk mengawasi hubungan Radit dan Aishah.


"Brengsek, kenapa kandungan wanita sialan itu bisa selamat. Aku tidak bisa diam saja. Aku harus melakukan sesuatu." Bella tersenyum jahat memikirkan hal licik di kepalanya.


"Aku harus segera hamil. Agar anakku nanti bisa mewarisi semua harta kekayaan si tua bangka itu. Sepertinya jika aku segera punya anak, perhatian Mas Banu akan tertuju kepada anakku sepenuhnya. Jadi dengan mudah Radit akan di tendang dan keluar dari daftar pewaris tunggal keluarga Bramantyo. hahaha"


Bella mulai menyusun strategi licik untuk melancarkan maksud jahatnya. Bella akan menghalalkan berbagai macam cara agar tujuannya bisa tercapai. Bella nampak berdiri dengan memegangi perutnya di depan cermin yang hampir pecah di semua bagian sisinya. Bella melihat dirinya di dalam cermin dengan penuh rasa percaya diri akan kemenangan yang ia rasa sudah di depan mata.


"Bodohnya kamu Radit telah menyia-nyiakan wanita secantik dan seseksi diriku." Bella mematut di depan cermin sambil meraba setiap lekukan tubuhnya dengan tangannya sendiri.


__________________________________


Sebuah mobil mulai memasuki halaman luas sebuah rumah mewah bercat silver. Terlihat di dalam garasi rumah itu terjejer dengan rapi berbagai macam koleksi mobil mewah sang empunya rumah. Seorang pria berjas hitam dengan dandanan yang sangat rapi keluar dari dalam mobil. Pria itu tampak membukakan pintu mobil belakang. Setelah orang dari mobil itu keluar, pria berjas hitam itu mengangguk sopan lalu menutup kembali pintu mobil.

__ADS_1


Pak Banu mulai memasuki pintu rumah. Tampak beberapa orang pelayan berjejer rapi di depan pintu menyambut kedatangan Pak Banu yang baru pulang kerja. Kehidupan Pak Banu kini berubah 180 derajat celcius semenjak ia menikah dengan Bella. Pak Banu yang selalu hidup sederhana meskipun bergelimangan harta berbanding terbalik dengan kehidupan Bella yang serba mewah. Sehingga Pak Banu mengubah gaya hidupnya untuk mengikuti gaya hidup Bella.


Hari sudah malam dan Pak Banu baru menyelesaikan pekerjaannya. Hari ini Pak Banu ada rapat di luar kota sehingga membuatnya harus pulang malam. Pak Banu mulai masuk ke dalam kamarnya. Ia mendapati Bella tengah merias wajahnya di depan cermin. Pak Banu mendekati istrinya itu lalu mencium kepalanya dari belakang. Lalu Pak Banu masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya dengan mandi air hangat.


Setelah selesai mandi, Pak Banu keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama tidurnya. Bella masih berkutat di depan cermin dengan tangan yang sibuk memoles pipinya.


Melihat suaminya keluar dari kamar mandi, Bella segera menghampirinya. Merangkulkan kedua tangannya di leher suaminya. Dengan baju tidur seksinya, Bella berusaha menggoda Pak Banu. Baju tidur minim yang dikenakannya menonjolkan bahkan semua bagian tubuhnya, membuat semua lelaki pasti tergoda melihatnya. Apalagi Bella memiliki bentuk tubuh yang bisa dikatakan sangat seksi bagi kaum lelaki, jadi Bella selalu berhasil dalam menggoda lelaki.


Bella mulai mendekatkan tubuhnya ke badan suaminya lalu menggosok-gosokkannya dengan penuh hasrat. Lalu dengan cepat Bella mencium dan mengulum bibir suaminya dengan ganas. Meskipun usianya yang sudah mencapai kepala enam, namun Pak Banu selalu tergoda dengan rayuan Bella. Bahkan dengan semangat yang membara Pak Banu membalas serangan Bella tanpa ampun. Mereka bak pemain laga action yang bergulat dengan sangat hebat.


Dering ponsel berbunyi, Pak Banu mulai meraba meja kecil di samping ranjang untuk mencari ponselnya yang berbunyi.


"Ah ketemu juga " Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Pak Banu menemukan ponselnya itu.


"Halo." Pak Banu masih dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Bapak saat ini sudah ditunggu klien dari luar negeri, apakah bapak bisa datang ke kantor segera?" Terdengar suara sekretaris Pak Banu dari seberang telepon.

__ADS_1


"Apakah mereka sudah lama?" Pak Banu mulai bangkit dari tempat tidur untuk mengumpulkan nyawa dan mencari kesadarannya.


"Emmm." Bella terus mendekap tubuh suaminya dan enggan untuk membiarkan suaminya pergi dari pelukannya. Tampak Pak Banu meletakkan jari telunjuknya di bibir Bella. Pertanda menyuruh Bella untuk diam sebentar.


"Belum pak, mereka baru saja datang. Kalau bapak masih lama, biarkan mereka menunggu sejenak dengan berkeliling dan melihat-lihat koleksi di museum kita dulu. Bapak silahkan selesaikan urusan bapak terlebih dahulu. Kalau sudah selesai bapak bisa menghubungi saya kembali. Para klien akan saya urus dengan baik selama menunggu kedatangan bapak. Bapak tidak usah khawatir."


Sekretaris Pak Banu memang orang yang paling mengerti dengan keadaan yang sedang dialami bossnya itu. Apalagi setelah Pak Banu menikah dengan Bella. Karena Bella tak pernah punya rasa malu menunjukkan kemesraannya di depan khalayak umum sekalipun. Sekretaris itu sebenarnya bahkan sudah tahu wanita seperti apa Bella itu.


"Bagus, urus mereka dengan baik. Akan ku urus dulu istriku." Pak Banu menutup teleponnya.


Pak Banu kembali ke dalam selimut, kembali dengan kegilaan Bella yang tiada habisnya, bahkan semakin hari semakin parah. Namun Pak Banu dengan senang hati selalu menuruti setiap perkataan dan permintaan istrinya itu dengan patuh. Bella memang wanita yang sangat pandai dalam mengambil hati setiap pria. Bahkan menjerat mereka ke dalam jebakannya yang menjerumuskan dengan sandiwara hebatnya.


Setelah pukul 11 siang mereka baru selesai dengan urusan mereka. Pak Banu tampak sudah berpakaian rapi, siap untuk berangkat ke kantor. Sementara Bella masih berada di bawah selimut, bahkan masih tertidur dengan pulasnya. Semalam mereka memang tidak sempat untuk tidur bahkan semenitpun. Bella benar-benar membuat Pak Banu tak memejamkan matanya sedetikpun, bahkan tak memberi kesempatan suaminya itu untuk istirahat walau hanya sebentar saja.


Sepertinya Bella sangat kelelahan. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Bella baru membiarkan suaminya pergi bekerja. Sementara dirinya mengobati rasa lelahnya dengan tidur pulas seharian. Ya Bella memang selalu seperti itu, sehingga Pak Banu sudah hafal dengan kelakuan gila istrinya itu.


Hari sudah sore, Bella mulai bangun dari tidur nyenyaknya. Ia beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya. Sore ini Bella akan shopping bersama teman-teman sosialitanya. Bella mengenakan pakaian mewahnya yang sangat seksi. Bella memang sengaja mengoleksi baju-baju seksi. Bahkan semua baju yang dimilikinya tak ada satupun yang tertutup. Bella sengaja selalu mengenakan baju seksi untuk memamerkan setiap lekukan tubuhnya yang seksi. Bella sangat bangga dengan tubuhnya yang serba menonjol itu. Sehingga dia ingin setiap orang melihat keseksiannya.

__ADS_1


__ADS_2