
"Terima kasih Aldi, ayo mampir dulu!" Aishah keluar dari mobil Aldi.
"Sudah terlalu malam Aish, lain kali saja." Aldi tersenyum kepada Aishah. Lalu Aldi memutar balik mobil yang dikemudikannya. Mobil Aldi pun melesat ditelan kegelapan malam.
Melihat mobil Aldi yang mulai menjauh, Aishah segera masuk ke dalam rumah. Aishah memang sengaja membawa kunci rumah sendiri, karena dia tidak mau membangunkan pakdhe dan budhenya yang sudah tidur ketika dia pulang terlalu malam. Dan ternyata benar, Aishah pulang larut malam. Ketika Aishah tiba di rumah, Pak Joko dan Bu Sekar sudah terlelap. Jadi Aishah memutuskan untuk masuk dengan hati-hati.
Perasaan Aishah malam ini sangat senang. Walaupun ada sedikit rasa bersalah kepada Dokter Viola dan Dokter Dariel. Aishah merasa telah mengkhianati kepercayaan mereka. Tapi Aishah berusaha membela dirinya sendiri atas dasar ingin mempersatukan cinta Dokter Dariel dam Dokter Viola. Setelah sampai di dalam kamar, Aishah segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Aishah melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Jadi Aishah segera tidur agar besok tidak terlambat bekerja.
Pagi harinya, Aishah bersiap untuk pergi ke kantor. Tampak Pak Joko dan Bu Sekar sudah duduk menunggu Aishah untuk sarapan bersama mereka. Aishha segera menarik kursi untuk duduk.
"Selamat pagi Pakdhe." Aishah duduk sambil tersenyum kepada Pak Joko.
"Selamat pagi Aish, tadi malam kamu pulang jam berapa?" Pak Joko tampak menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Jam satu Pakdhe. Aish lihat kamar Pakdhe dan Budhe sudah gelap, sepertinya kalian sudah tidur, jadi Aish sengaja tidak membangunkan Pakdhe dan Budhe." Aishah mengambil makanan ke dalam piringnya.
"Kamu diantar siapa tadi malam Aish? Sepertinya Budhe dengar bukan suara mobil Dokter Dariel." Bu Sekar melirik Aishah dengan penuh tanda tanya.
"Emm, diantar oleh Aldi Budhe." Aishah menjawab pertanyaam yang dilontarkan Bu seksr tanpa menatap Pakdhe dan Budhenya yang tengah menikmati sarapan pagi mereka masing-masing.
Sontak saja, jawaban Aishah membuat Bu Sekar dan Pak Joko mendongak kaget. Pak Joko tampak menatap Aishah dengan tatapan herannya. Sementara Bu Sekar tampak dari raut wajahnya yang terlihat jauh lebih terkejut dari Pak Joko.
"Aldi?" Bu Sekar tampak tidak percaya.
"Iya Budhe, ketika kami makan malam, tiba-tiba Dokter Viola mendapat telepon dari rumah sakit untuk segera melakukan tindakan operasi kepada salah satu pasiennya yang sedang kritis. Akhirnya Dokter Dariel pergi bersama dengan Dokter Viola karena harus membantu Dokter Viola menangani operasi tersebut." Aishah menjelaskan panjang lebar kepada pakdhe dan budhenya.
"Lalu bagaimana dengan acara opening cafe barumu?" Pak Joko menghentikan sejenak sarapan paginya lalu memandang Aishah.
"Rencananya besok malam Pakdhe, Aish masih harus mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dibutuhkan. Sekitar 70% persiapan sudah selesai. Jadi tinggal 30% lagi." Aishah membalas tatapan mata pakdhenya.
"Sebenarnya Pakdhe kasihan kepadamu. Kamu harus kerja banting tulang siang dan malam. Apa tidak sebaiknya kamu menekuni usahamu saja. Jika dilihat, usahamu itu jauh lebih prospek daripada pekerjaanmu. Lagipula untuk apa kamu harus bekerja sekeras itu, bukankah uangmu sudah banyak?" Pak Joko menatap Aishah dengan serius.
"Aish juga sedang memikirkan hal itu Pakdhe. Sebenarnya Aish hanya ingin mengisi waktu luang saja." Aishah menyelesaikan sarapan paginya.
"Benar apa kata pakdhemu Aish. Budhe juga tidak tega melihatmu kecapekan. Apalagi jika harus pulang larut malam terus." Bu Sekar ikut buka suara.
"Baik Pakdhe, Budhe Aish akan resign dari pekerjaan Aish yang sekarang. Tapi mungkin butuh waktu agak lama. Aish masih punya proyek yang harus Aish selesaikan." Aishah memang selalu manuruti apa kata pakdhe dan budhenya yang sudah dianggapnya sebagai orang tuanya sendiri.
Lalu Aishah berpamitan untuk segera berangkat ke kantor. Dia sebenarnya juga sudah sempat berpikir untuk keluar dari pekerjaannya. Setibanya di kantor, Aishah segera berkutat dengan pekerjaannya.
"Selamat pagi Aishah…" Aldi menghampiri meja kerja Aishah dengan senyumnya yang mengembang lebar. Dia tampak bahagia pagi ini. Suasana hatinya sepertinya dalam keadaan sangat baik.
__ADS_1
Tanpa Aishah sadari, Aldi sudah berdiri tepat di depan meja kerja Aishah. Aishah mendongak, dia tampak terkejut dengan kehadiran Aldi yang tiba-tiba. Aishah melihat ke kanan dan kiri meja kerjanya. Rekan-rekan kerjanya tampak memperhatikan Aldi dan Aishah. Aishah merasa tidak enak karena menjadi pusat perhatian teman-teman kerjanya. Mereka tampak memperhatikan dengan tatapan mencurigakan.
"Selamat pagi Pak Aldi. Ada yang bisa saya bantu?" Aishah berusaha menghentikan tatapan mata mencurigakan dari rekan-rekan kerjanya.
"Makan siang nanti kita makan bareng ya?" Aldi duduk di depan meja Aishah. Kedua tangannya ia taruh di atas meja dengan badan sedikit membungkuk ke depan. Membuat wajah Aishah dan wajahnya berdekatan.
Aishah merasa risih dengan kelakuan Aldi yang terlalu akrab itu. Dulu sewaktu mereka berteman, Aldi memang sangat dekat dengan Aishah. Bahkan orang-orang selalu menganggap mereka sebagai sepasang kekasih. Namun, sekarang situasi dan keadaan mereka sudah berbeda. Aishah adalah seorang janda muda, sementara Aldi adalah Direktur di perusahaan tempat Aishah bekerja. Apalagi Aldi juga sudah memiliki kekasih, yaitu Dokter Viola. Dan semua orang yang bekerja di kantor Aldi juga sudah tahu jika kekasih Aldi adalah Dokter Viola.
"Maaf Pak, jika tidak ada keperluan lagi saya masih banyak sekali pekerjaan." Aishah berbicara dengan fokus pada pekerjaannya tanpa menatap wajah Aldi sedikit pun.
Maaf Di, tapi aku tidak bisa jika kita mengumbar kedekatan kita di kantor seperti ini. Aku tidak mau terjadi kesalahpahaman di antara aku dan Dokter Viola. Aishah bergumam di dalam hati.
"Baiklah kalau begitu, selamat bekerja." Aldi bangkit dari tempat duduknya lalu Aldi tersenyum kepada Aishah sebelum meninggalkan meja kerja Aishah.
Oh iya, aku kan ingin memberitahu Aldi tentang acara opening cafe baruku. Kenapa aku malah mengusir Aldi seperti itu. Duh..
Aishah memukul keningnya dengan lembut. Walaupun dengan lembut, Aishah menyesal telah mengusir Aldi dari meja kerjanya tadi. Akhirnya setelah waktu makan siang tiba, Aishah segera bergegas menuju ruangan Aldi. Aishah memberikan Aldi sebuah undangan untuk acara opening cafenya.
Tok… tok… tok…
Aishah mengetuk pintu ruangan Aldi. Dia sengaja cepat-cepat menuju ruangan Aldi agar Aldi tidak keburu pergi untuk mencari makan siang. Setelah mendapat persetujuan dari Aldi untuk masuk ke dalam ruangannya, Aishah segera membuka pintu ruangan Aldi dan segera masuk.
"Eh Aish, kamu pasti pengen ngajak aku makan siang ya? Aku sudah siap kok. Ayok!" Aldi berdiri dari kursi kerjanya untuk bergegas makan siang bersama dengan Aishah.
"Oh, oke silahkan." Aldi menunjuk kursi di depannya untuk mempersilahkan Aishah duduk di sana. Lalu Aldi kembali duduk di kursinya.
"Begini Pak, saya ingin mengundang Bapak untuk datang ke acara opening cafe baru saya nanti malam. Saya harap, Pak Aldi berkenan untuk hadir di acara sederhana yang akan saya langsungkan nanti malam." Aishah tersenyum menatap Aldi, berharap mendapat sambutan baik dari Aldi.
"Pasti aku akan datang Aish, di mana tempatnya?" Aldi tampak sangat antusias dengan permintaan Aishah.
"Ini Pak undangannya, dan tentang tempatnya saya akan mengirimkan alamatnya melalui nomor WhatsApp Bapak." Aishah menyerahkan sebuah undangan kepada Aldi. Lalu dengan sigap, Aldi segera menerima undangan yang diberikan oleh Aishah.
"Oke, sudah kan? Yuk sekarang kita makan siang. Keburu habis nanti waktu makan siangnya." Aldi kambali berdiri dari kursinya.
"Maaf Pak Aldi, saya merasa tidak enak hati jika Pak Aldi terlalu dekat dengan saya. Saya tidak enak dengan Dokter Viola. Karena jika sampai Dokter Viola tahu kita sangat akrab, dia tentu akan cemburu dan mengira yang tidak-tidak. Apalagi kan semua karyawan di kantor ini sudah tahu jika Pak Aldi adalah kekasih Dokter Viola. Tadi waktu Bapak datang ke meja kerja saja semua rekan kerja terlihat memperhatikan kita dengan tatapan yang mencurigakan." Aishah menjelaskan panjang lebar
"Aish, bukankah kita sudah sepakat untuk mempersatukan Viola dengan Dokter Dariel? Apakah kamu lupa?" Aldi tampak gusar.
"Saya tidak lupa. Tapi ini di kantor, sebaiknya kita bersikap layaknya atasan dan bawahan saja Pak. Saya hanya tidak ingin karyawan yang lain beranggapan yang tidak-tidak tentang kita, karena mereka tidak tahu yang sebenarnya." Aishah masih terus berusaha membuat Aldi sadar akan sikapnya.
"Baiklah, jika di kantor aku akan bersikap layaknya atasanmu. Tapi semua itu hanya berlaku jika kita sedang berada di kantor dan pada jam kerja saja ya! Kalau di luar pekerjaan kita tetap teman dekat kan?" Aldi tersenyum mencurigakan kepada Aishah.
__ADS_1
"Terima kasih untuk pengertian Pak Aldi. Saya keluar untuk makan siang dulu." Aishah menundukkan kepalanya lalu beranjak untuk pergi.
"Tunggu Aish, kupikir kita akan makan siang bersama." Aldi menarik tangan Aishah agar Aishah berhenti.
Aishah melihat tangannya yang sedang dipegang oleh Aldi. Dengan cepat Aldi segera melepaskan genggaman tangannya.
"Maaf-maaf.. " Aldi melepaskan tangan Aishah.
"Seperti yang saya katakan tadi Pak, saya tidak mau jika kedekatan kita saat di kantor diartikan lain oleh para karyawan Pak Aldi." Aishah membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Aldi.
"Makan siang kan sudah bukan jam kerja Aish, masa tidak boleh juga!" Aldi tampak gusar.
"Maaf Pak Aldi, saya mohon pengertian dari Pak Aldi. Saya hanya sedang berusaha menempatkan diri saya sesuai dengan tempat saya." Aishah menundukkan kepalanya. Lalu Aishah pergi meninggalkan Aldi yang masih tampak gusar.
"Tidak habis pikir, kenapa Aishah selalu saja memikirkan perasaan orang lain. Sementara perasaannya sendiri saja dia biarkan terluka dan sakit." Aldi menatap kepergian Aishah hingga punggung Aishah tidak tampak lagi.
Aish, kamu masih sama seperti yang dulu. Kamu masih Aish yang baik hati. Aku semakin jatuh cinta saja denganmu. Aku benar-benar heran, kenapa bisa Radit menyia-nyiakan wanita sepertimu. Dia benar-benar sudah keterlaluan.
Aldi terus bergumam dalam hati. Tanpa disadari Aldi sudah mencengkram kertas-kertas yang berada di atas meja kerjanya. Tidak terasa waktu makan siang hampir selesai. Tapi Aldi bahkan belum sempat makan apapun, padahal perutnya kini terasa sangat keroncongan. Akhirnya Aldi memutuskan untuk delivery makanan saja. Tidak lama kemudian, makanan pesanannya sudah datang diantarkan oleh sekretarisnya. Aldi pun bisa makan dan mengisi perutnya yang sudah kelaparan.
Sementara Aishah tidak sempat untuk makan, untung saja tadi Aishah sempat sarapan yang banyak, sehingga dia tidak terlalu merasa lapar. Karena banyak pekerjaan yang menumpuk, Aishah memilih untuk melanjutkan pekerjaannya saja, karena waktu makan siang juga sudah hampir habis.
Ketika Aishah hendak memfotokopi berkas-berkas kerjanya, dia melihat karyawan lain tampak memperhatikannya sambil berbisik-bisik.
"Aku tidak menyangka loh, padahal dia kan memakai hijab. Kelihatannya wanita baik-baik gitu kok tega ya. Padahal kan pacarnya Pak Aldi itu seorang dokter yang cantik, baik lagi suka mentraktir karyawannya Pak Aldi gitu." Aishah mendengar beberapa karyawan tengah membicarakannya dengan berbisik-bisik. Tatapan mereka terlihat sinis.
Aishah berlagak tidak memperhatikan mereka. Walaupun Aishah tahu mereka sedang membicarakannya. Aishah tidak tahu kenapa bisa mereka membuat isu seperti itu di kantor. Semakin lama berita akan kedekatan Aishah dan Aldi semakin menyebar di kalangan karyawan di kantor.
Hingga waktu pulang kantor pun tiba. Aishah segera mengemasi barang-barangnya dan segera bergegas pulang. Aishah sudah tidak sabar untuk segera pulang, Aishah merasa tidak betah mendengarkan para karyawan lain membicarakannya dengan Aldi.
"Aish tunggu!" Aldi berteriak memanggilnya dari belakang. Aishah menghentikan langkahnya lalu menengok ke belakang. Aldi tampak berlari mengejarnya.
"Ada apa Pak Aldi?" Aishah berusaha bersikap sesopan mungkin. Padahal Aishah sudah menahan emosinya karena Aldi yang selalu mendekatinya saat berada di kantor.
"Kita pulang bareng ya! Aku juga ingin membicarakan acaramu nanti malam." Aldi berjalan mensejajari langkah Aishah. Tampak di kanan kiri para karyawan memperhatikan Aishah dan Aldi yang tengah berjalan bersama.
"Maaf Pak Aldi, saya memakai mobil sendiri. Jika ingin bertanya acara nanti malam, Bapak bisa hubungi saya via wa ya." Aishah berusaha tetap tersenyum. Walaupun hatinya terasa geram.
Aishah segera berlalu pergi tanpa memperdulikan Aldi yang masih berdiri mematung memperhatikan kepergiannya. Aldi memperhatikan karyawan yang lain tengah memperhatikannya bersama Aishah tadi. Kini Aldi baru tahu kalau karyawan satu kantor tengah memperbincangkan kedekatannya dengan Aishah. Namun, ketika Aldi melihat para karyawan yang tampak berbisik-bisik membicarakannya, mereka langsung ketakutan dan pura-pura tidak tahu apa-apa.
Jadi ini yang menyebabkan Aishah selalu berusaha menjauh dariku. Ternyata di kalangan karyawan satu kantor tengah beredar isu kedekatanku dengan Aishah. Pasti ada salah satu orang yang menjadi biang masalah dalam hal ini. Aku harus mencari tahu siapa orangnya.
__ADS_1
Aldi kembali merasa geram. Lalu Aldi berjalan keluar kantor untuk mengambil mobilnya dan segera pulang. Aldi ingin segera pulang untuk mempersiapkan kedatangannya di acara opening cafe baru Aishah nanti malam. Aldi tidak ingin terlambat dan tidak ingin mengecewakan Aishah.
l