Menemukan Cinta Sejati Aishah

Menemukan Cinta Sejati Aishah
Pernikahan Ayah


__ADS_3

Hari ini adalah akhir pekan, jadi Aishah dan Radit libur dari pekerjaannya. Mereka berencana untuk pergi ke mall pagi ini, untuk membelikan ayah Radit kado pernikahan. Sebenarnya Aishah yang memaksa, karena Radit sama sekali tidak antusias untuk memberikan apapun kepada ayahnya. Bahkan untuk datangpun sebenarnya Radit enggan. Semua ini ia lakukan untuk Aishah dan ingin menunjukkan pada khalayak, bahwa orang yang dicintainya adalah istrinya yaitu Aishah.


Radit mengendarai mobilnya sendiri tanpa menggunakan sopirnya. Dengan ditemani Aishah yang duduk manis di samping kemudinya. Radit akan mengantar Aishah pergi ke mall untuk membelikan kado ayahnya. Walau niat Radit sebenarnya adalah ingin berjalan-jalan dan bersenang-senang dahulu dengan Aishah sebelum datang ke acara pernikahan ayahnya yang tentu akan membuat suasana hatinya buruk.


Sesampainya di mall, Aishah segera turun dari mobil lalu menggandeng lengan Radit memasuki mall. Karena hari ini adalah akhir pekan jadi wajar saja jika suasana di mall sangatlah ramai. Aishah masuk ke salah satu toko baju, lalu ia memilih-milih.


"Sayang menurutmu mana yang bagus?" Aishah memegang dua baju dan memperlihatkannya kepada Radit. Radit hanya melihatnya tanpa berkomentar sepatah katapun.


"Hmmm" Aishah merasa agak kesal. Karena menurutnya tidak ada yang cocok, Aishah mengajak Radit masuk ke beberapa toko, hingga ia menemukan jam tangan yang menurutnya cukup bagus. Tanpa meminta pendapat dari Radit yang tentu tak akan pernah ia dapatkan, Aishah membelikan satu jam tangan dengan merk kelas atas.


Radit yang mengikutinya dari belakang terus sibuk dengan ponselnya tanpa memperhatikan Aishah yang sibuk dengan pilihannya. Pagi itu mereka sengaja tidak sarapan pagi di rumah, karena mereka ingin makan di luar.


"Sayang, sarapan dulu yuk?" Radit memegang perutnya kemudian menunjuk sebuah cort food yang tak jauh dari tempat mereka berdiri. Aishah hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Dengan cepat Radit menggandeng tangan Aishah mengajaknya masuk. Radit memilih makanan untuknya dan Aishah, sementara Aishah duduk manis menunggunya dengan sabar.


Setelah selesai makan, Radit mengajak Aishah untuk nonton. Berhubung masih pagi, bisa lah mereka nonton di bioskop sebentar, pikir Aishah. Lalu Radit membeli dua tiket bioskop dan camilan untuk menikmati film favorit mereka. Untuk masalah film, mereka memang sangat kompak yaitu sama-sama menyukai film action.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas, Aishah mengajak Radit untuk pulang. Tapi sepertinya Radit masih enggan untuk pulang, Radit malah mengajak Aishah ke wahana permainan. Dengan asyiknya Radit dan Aishah menikmati permainan demi permainan sampai lupa waktu. Sepertinya Radit benar-benar bahagia. Setelah jam setengah satu, barulah mereka pulang. 

__ADS_1


Di perjalanan Radit menghentikan mobilnya di sebuah salon kecantikan. Di sana mereka disambut oleh pemilik salon dengan sangat ramah. Kebetulan, pemilik salon tersebut adalah teman dari ibu Radit. Aishah didandani dengan sangat cantik. Ia menggunakan gaun panjang berwarna pink dengan hijab style yang anggun. Aishah di make over dengan hasil yang sangat memuaskan. Karena memang ditangani langsung oleh sang pemilik salon. Jadi bisa dijamin hasilnya tidak akan mengecewakan. Sementara Radit mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja dalam yang senada dengan Aishah. 


Karena waktunya mepet, mereka tidak sempat pulang ke rumah. Mereka langsung menuju gedung tempat dilangsungkannya pernikahan ayahnya. Perjalanan memakan waktu satu jam. Radit memarkirkan mobilnya di sebuah area parkir gedung tempat ayahnya mengadakan pesta pernikahan. Radit turun dari mobil dengan cepat, lalu membukakan pintu mobil untuk Aishah. Aishah turun dan bergandengan tangan dengan Radit menuju pintu masuk.


"Mohon maaf tunjukkan undangan kalian!" salah satu penjaga pintu masuk menanyakan undangan kepada Radit dan Aishah. Radit dan Aishah hanya saling pandang, karena mereka tidak memiliki undangan resmi. Radit saja hanya ditelpon untuk datang, ia tidak berpikir untuk membawa undangan. Akhirnya Radit memutuskan untuk pergi saja dari situ, karena memang sebenarnya itu yang Radit inginkan dari awal. Tidak ingin hadir di acara pernikahan ayahnya ini.


"Mas Radit, silahkan masuk. Maaf mereka tidak tahu kalau Mas Radit adalah putra dari Pak Banu Bramantyo." Salah satu penjaga yang baru keluar dari dalam gedung berlari menghampiri, dia adalah pelayan di rumah ayah Radit. Dan tentunya sudah mengenal Radit. Walaupun Radit jarang berkunjung ke rumah ayahnya, nampaknya pelayan laki-laki itu mengenal Radit dengan cukup baik.


Radit dan Aishah masuk ke dalam gedung diantar oleh pelayan tadi. Sedari tadi Radit hanya diam seribu bahasa tanpa mengeluarkan suara sepatah katapun. Di dalam gedung pesta sedang berjalan dengan sangat ramai. Kebanyakan mereka yang datang adalah rekan kerja Pak Banu. Di atas pelaminan terlihat Pak Banu berdiri menyalami para tamu undangan yang tengah memberikan selamat. Di sebelahnya mempelai wanita terlihat sangat cantik dan tampak masih muda, sekitar seumuran dengan Radit.


Betapa terkejutnya Aishah melihat dari kejauhan wanita yang bersanding dengan ayahnya. Sepertinya Aishah mengenal wajah itu, walaupun tampilannya sangat berbeda namun Aishah masih mengenal dengan baik wajah itu. Wanita itu yang tidak sengaja Aishah temui sedang bersama dengan Radit di sebuah cafe. Dan bahkan sempat membuat hubungannya dengan Radit kacau.


"Sayang kenapa?" Radit merangkul bahu Aishah lembut.


"Wanita itu…." Kata-kata Aishah terhenti.


"Yah, dia adalah Bella. Wanita yang sempat membuat pernikahan kita berantakan." Radit memandang sinis kedua mempelai di atas pelaminan.

__ADS_1


"Tapi, kupikir dia…" Kata-kata Aishah terputus kembali.


"Dia memang mantan kekasihku, tapi kami putus setelah dia menghianatiku. Tepatnya berselingkuh dengan ayahku." Radit tersenyum getir. Lalu bibirnya menyeringai. Belum sempat Aishah berkata apapun, Radit menggenggam tangannya dengan kuat lalu mengajaknya menemui kedua mempelai.


"Kita beri selamat, lalu kita langsung pulang." Radit berkata dengan pelan.


Radit dan Aishah naik ke atas pelaminan, mereka menyalami kedua mempelai. Namun ketika Radit menjabat tangan ayahnya, ayahnya justru menariknya lalu memperkenalkan Aishah sebagai menantunya kepada para tamu undangan. 


"Mohon perhatian sebentar, perkenalkan ini adalah menantu baruku Aishah, Radit menikah dengan Aishah satu minggu yang lalu." Pak Banu merangkul bahu Aishah. Terlihat semua tamu tampak memperbincangkan Aishah.


Namun sepertinya Bella terlihat tidak suka dengan hal itu. Terlihat dari tatapan tajamnya kepada Aishah yang tidak mengenakkan hati.


Cih, harusnya aku yang menjadi istri Radit sekarang. Tapi gara-gara perempuan sialan ini semua mimpiku berantakan dan kini aku harus menikah dengan tua bangka ini. Bella bergumam dalam hati. Sepertinya kini dia sudah berapi-api, bahkan mungkin banyak asap yang sudah keluar dari atas kepalanya.


Menyadari aroma kebencian Bella, Radit segera menggenggam tangan Aishah, menunduk sopan kepada para tamu lalu tersenyum ramah. Setelah itu Radit segera mengajak Aishah turun dari pelaminan, meninggalkan Bella yang sudah mengeluarkan tanduk merah di kepalanya. Radit tidak mau memberikan selamat kepada Bella, bahkan untuk menengok wajahnya sedikitpun Radit tidak sudi. Dan ketika Aishah hendak bersalaman kepada ibu mertua tirinya itu Radit melarangnya dengan keras.


Tanpa memperdulikan semua tamu yang terus memperhatikan langkah mereka berdua, Radit terus berjalan menuju pintu keluar. Sebenarnya bagi Aishah, datang di acara pernikahan ayah tirinya itu tidak menjadi masalah, walaupun tampak dari raut wajah ibu mertua tirinya yang seperti ingin memakan habis Aishah tanpa tersisa itu. Tapi Pak Banu, ayah Radit tampaknya menerima Aishah dengan baik. Tapi jika melihat suasana hati suaminya yang sangat buruk selama berada di tempat pesta itu membuat Aishah tidak tega dan ingin segera keluar dari pesta itu.

__ADS_1


Walaupun pesta belum berakhir, bahkan tamu-tamu undangan juga belum ada yang pulang, tapi Radit sudah tidak tahan berada di ruangan yang berhawa sesak itu. Radit menuju tempat parkir untuk mengambil mobilnya. Radit duduk di belakang kemudi diikuti Aishah yang duduk di sampingnya. Radit segera menyalakan mesin dan melesat memecah keramaian kota. 


__ADS_2