Menemukan Cinta Sejati Aishah

Menemukan Cinta Sejati Aishah
Bangun dari Keterpurukan


__ADS_3

Semenjak kejutan anniversary yang diberikan Aishah kepada Radit hari itu, membuat suasana hati Radit semakin membaik. Hari-hari yang dilalui Radit kini semakin ceria. Penuh tawa membanjiri hari-harinya. Semangatnya untuk berjalan pun semakin menyala-nyala. Radit semakin gigih untuk melatih kakinya untuk berjalan. Jatuh bangun usahanya tidak menyurutkan niatnya untuk berhenti dalam melatih kakinya berjalan.


Radit selalu berlatih untuk berjalan setiap hari, bahkan jika Aishah sedang sibuk, dia memilih untuk melatih kakinya sendiri tanpa bantuan istrinya itu. Bahkan kini Radit membantu Aishah dalam mengelola usaha kateringnya. Radit mencatat semua pesanan yang masuk serta mengelola administrasinya dengan sangat baik.


Selama ini, Radit bisa bertahan hidup berkat usaha katering yang dibangun oleh Aishah. Mereka bisa hidup dengan enak dari hasil jerih payah yang dilakukan Aishah. Aishah harus banting tulang mengurus katering dan Radit. Sehingga Radit tidak ingin hanya bergantung kepada isterinya itu. Walau bagai manapun keadaan Radit saat ini, Radit tetaplah kepala keluarga yang bertanggung jawab atas nafkah keluarganya. Sehingga dengan semangat tinggi, Radit membantu Aishah mengembangkan usahanya.


Usaha katering yang dirintis Aishah kini berkembang pesat. Bahkan dengan ditambah uang tabungan yang dimiliki oleh Aishah, dalam waktu dua tahun ini, Aishah sudah dapat membeli sebuah gedung, sebagai tempat untuk mengembangkan usaha kateringnya. Sudah ada dua orang karyawan yang membantu Aishah dan Radit dalam mengelola usahanya itu. Sepertinya keterpurukan yang selama ini dialami Radit dan Aishah kini perlahan pergi. Hari-hari mereka disibukkan dengan banyaknya pesanan katering yang masuk.


Aishah selalu menjaga kepercayaan pelanggan dengan baik. Menjaga cita rasa dan kesesuaian dengan pesanan adalah kunci keberhasilan Aishah dalam mengembangkan usahanya. Tak lupa, Radit yang memegang manajemen keuangan turut andil dalam perkembangan usaha katering tersebut. Radit sendiri sempat tak menyangka, bahwa usaha coba-coba yang dilakukan istrinya itu berbuah manis. Bahkan mereka bisa hidup kembali dengan baik berkat usaha kateringnya itu. Saking banyaknya pesanan yang masuk, kini mereka mulai kewalahan dalam menangani pesanan yang masuk.


Kini Radit sudah tidak duduk di kursi roda lagi. Radit sudah bisa berjalan menggunakan dua tongkat. Usia pernikahan Radit dan Aishah kini berjalan di tahun ketiga mereka. Rasa cintanya yang dimiliki Radit kepada Aishah kini terus bertambah. Melihat kegigihan Aishah dalam berjuang mengubah kehidupannya membuatnya terenyuh dan semakin jatuh hati pada wanita perkasa itu. Hatinya yang selembut sutera menyita semua perhatian Radit pada dunia. Hatinya sangat lembut, namun tangguh setangguh baja.


Aishah tidak pernah mengeluh dengan kehidupannya. Itu yang membuat Radit salut dengannya. Berkat semangat yang ditularkan Aishah kepadanya, Radit kini lebih bersemangat dalam menjalani kehidupannya. Usaha yang dilakukan Radit agar bisa berjalan juga tak henti-hentinya terus dilakukan. Radit bertekad akan terus mengembangkan usaha yang telah dirintis istrinya itu dengan sekuat tenaga. Dan usahanya benar-benar berbuah manis, usaha katering yang mereka jalankan berkembang dengan pesat.


Bahkan kini mereka kekurangan karyawan untuk membantu mengurus pesanan yang terus bertambah setiap harinya. Akhirnya mereka merekrut lima karyawan sekaligus. Mereka juga membeli sebuah mobil box untuk mengantar pesanan. Karena sepeda motor yang selalu digunakan oleh karyawannya untuk mengantarkan pesanan sudah tidak memadai lagi.


Dengan menjaga resep turun temurun dari keluarga Aishah, usaha katering Aishah mulai dilirik perusahaan-perusahaan besar yang sangat menyukai masakan Aishah. Berawal dari promosi gencar-gencaran yang dilakukan Aishah dan Radit, baik secara online maupun secara offline, membuat usaha kateringnya ini banyak dikenal oleh publik. Semua itu tak luput juga dari nama besar Raditya Bramantyo yang sudah dikenal di semua kalangan. Baik dari kalangan atas, menengah hingga kalangan bawah.


Nama besar yang melekat pada diri Radit, membuatnya dengan mudah mendapat kepercayaan dari perusahaan-perusahaan besar yang pernah menjadi mitra kerjanya dulu. Kebanyakan pelanggan setia Aishah, berasal dari kerabat dan kenalan Radit. Dengan pengalaman dan kepandaian yang dimiliki oleh Radit dalam mengelola manajemen, semua uang dan barang dapat keluar masuk dengan baik tanpa halangan sedikit pun.


Hari telah berganti malam. Udara di luar terasa sangat dingin. Setelah usaha katering yang dijalankan berhasil, kini Aishah dan Radit sudah bisa membeli sebuah rumah besar. Mereka tinggal berdua di sana. Mereka mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga untuk mengurusi rumah besar mereka.

__ADS_1


Aishah keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap untuk tidur. Dilihatnya Radit masih sibuk dengan laptopnya.


"Sayang, sudah malam. Ayo kita tidur." Aishah menghampiri suaminya.


"Aku juga sudah mengantuk." Radit menutup laptopnya, lalu menaruhnya di atas meja. Radit mengamati baju tidur yang dipakai Aishah.


"Bukankah baju tidur ini sudah kamu pakai kemarin? Kenapa dipakai lagi?" Radit menyipitkan matanya.


Di lemarikan banyak baju tidur yang baru. Gantilah bajumu ini!" Radit mendorong Aishah untuk berganti pakaian.


"Tapi Kak, hanya ini satu-satunya baju tidur yang nyaman untuk Aish pakai." Aishah enggan untuk mengganti baju tidurnya.


"Baiklah Kak, Aish akan mengganti baju tidurku." Akhirnya Aishah menuruti permintaan suaminya itu. Aishah membuka lemari bajunya. Memilih salah satu lingerie yang terpajang rapi di dalam lemari. Tangannya seolah enggan untuk mengambil lingerie seksi itu dari tempatnya.


Ternyata Radit sudah menepati janjinya dulu, yaitu untuk membelikan Aishah banyak lingerie seksi. Bahkan semua baju tidur Aishah yang lama, sudah Radit ganti dengan lingerie yang sengaja dia beli secara online untuk Aishah.


"Aku belum pernah melihatmu memakai lingerie itu, cobalah memakainya untukku." Radit berbicara dengan pandangan tetap fokus pada ponsel yang berada di tangannya.


Akhirnya dengan berat hati, Aishah mengganti baju tidurnya itu dengan lingerie seksi yang berada di dalam lemari. Aishah sempat ragu untuk keluar dari dalam kamar mandi. Aishah sangat malu melihat lingerie seksi itu membalut tubuhnya. Rasanya, tubuhnya kini benar-benar sedang telanjang. Lingerie tanpa lengan yang memperlihatkan sebagian besar bagian tubuhnya itu membuat Aishah risih.


Dengan menyeret kakinya, Aishah mulai membuka pintu kamar mandi dan mengintip keluar pintu. Ternyata di atas tempat tidur, Radit sudah tidak sabar menantikannya keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali? Kemarilah, aku ingin melihatmu mengenakan lingerie itu." Radit terus menatap Aishah yang bersembunyi di balik pintu kamar mandi.


Dengan langkah berat, Aishah mulai mendekati suaminya. Dua tangannya dia silangkan di depan dadanya. Lalu Radit menarik tangan Aishah, menggenggam kedua tangan Aishah yang sedang berdiri di depannya itu dengan lembut.


"Kamu sangat cantik mengenakan lingerie itu!" Radit mulai tersenyum nakal. Matanya mulai menjelajahi seluruh tubuh Aishah dari ujung rambut hingga ujung kaki. Radit menarik tangan Aishah, hingga Aishah terduduk di pangkuannya.


Radit mulai melakukan aksinya. Radit memegang dagu Aishah lalu mencium bibir Aishah yang semakin terlihat menggoda itu. Ciuman yang lembut, semakin lama semakin dalam. Hingga keduanya terbawa suasana dan menikmatinya cukup lama. Semakin lama, ciuman itu semakin panas. Tangan Radit pun sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Radit mulai menikmati setiap lekukan tubuh Aishah yang terbuka dengan seksinya itu dengan leluasanya.


Radit menjamah setiap inci tubuh Aishah dengan ganasnya. Hingga membuat Aishah tidak bisa berhenti mendesah.


"Aku sudah sangat menginginkan hadirnya seorang anak dalam rumah tangga kita." Radit terus menyerang Aishah tanpa memberinya celah untuk beristirahat, bahkan untuk sejenak pun.


Aishah yang sudah terbawa suasana, menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya itu dengan senang hati.


"Aku akan segera memberikanmu keturunan yang imut-imut." Aishah melepas ciumannya untuk mengambil nafas sebentar. Dia sudah hampir tersengal karena Radit yang terus menyerangnya.


"Hahahaha… bajumu itu sangat menggodaku." Tangan Radit menggerayangi bagian-bagian tubuh Aishah. Mereka terbuai dalam irama yang selaras, terus berpacu menikmati malam yang panjang. Mereka telah menyatu dalam rasa saling memiliki.


Malam yang panjang telah mereka lewati dengan nikmatnya. Perasaan cinta mengaduk-aduk hati satu sama lain. Radit sudah membaringkan badannya di samping Aishah. Tampaknya Radit sangat kelelahan, hingga nafasnya terus memburu.


"Terima kasih untuk malam ini sayang. Kamu benar-benar bekerja keras malam ini." Radit membelai rambut Aishah yang berantakan lalu mengecup kening istrinya itu penuh cinta. Aishah hanya tersenyum sambil mengatur nafasnya yang masih memburu. Lalu mereka terlelap bersama hingga pagi.

__ADS_1


__ADS_2