Menemukan Cinta Sejati Aishah

Menemukan Cinta Sejati Aishah
Peresmian Cafe


__ADS_3

Aishah tampak sibuk dengan persiapan opening cafe barunya. Dia memang selalu menggunakan setiap detik waktunya dengan sangat baik. Di sela-sela waktu bekerjanya di kantor, Aishah masih bisa menggunakannya untuk mengurus usaha kulinernya. Dengan bantuan pakdhe dan budhenya, kini Aishah bisa membuka cabang baru restorannya. Namun, dengan semakin besar usaha kulinernya, kini Aishah sudah hampir tidak memiliki waktu luang untuk dirinya.


Bagaimana tidak, jika pagi sampai sore hari Aishah harus bekerja di kantor. Kemudian setelah pulang bekerja, Aishah langsung mengurus usaha kulinernya hingga malam hari. Kadang Aishah harus pulang sampai larut malam. Tenaga dan pikiran Aishah benar-benar terforsir. Namun, dengan kerja keras dan kedisiplinannya Aishah bisa menangani keduanya dengan baik. Walaupun kadang juga dia merasa sangat kelelahan. Tapi Aishah selalu menjalaninya dengan senang hati dan penuh rasa syukur.


Semua persiapan dirasa sudah cukup. Aishah segera pulang untuk mandi dan berdandan. Dia mematut dirinya di depan kaca. Aishah tampak cantik dengan long dress merah marun yang membalut tubuhnya. Meskipun usianya kini sudah tidak belia lagi, Aishah masih bertubuh ramping dengan kulit putih yang selalu terawat dengan baik. Aishah suka dengan riasan wajah yang natural saja, sehingga dia selalu tampil apa adanya dirinya.


Setelah selesai berkutat dengan dandanannya, Aishah segera mengambil tas dan segera menemui pakdhe dan budhenya. Di depan pakdhe dan budhenya juga sudah siap untuk berangkat. Akhirnya mereka berangkat bersama dengan mobil Aishah menuju cafe baru Aishah.


Acara dimulai pukul delapan malam. Setibanya di cafe, suasana masih tampak sepi. Hanya ada beberapa orang yang bertugas sebagai penata dekorasi dan orang-orang yang mengurusi katering. Aishah sengaja menggunakan kateringnya sendiri, sekalian untuk mempromosikan menu makanan dari cafenya.


Satu persatu tamu undangan pun mulai hadir. Aishah serta pakdhe dan budhenya sibuk menyambut para tamu undangan yang hadir. Tamu undangan yang hadir mulai memenuhi cafe baru Aishah. Kebanyakan tamu undangan berasal dari rekan Aishah serta pakdhe dan budhenya.


"Aish, sebaiknya segera kita mulai acaranya." Pak Joko mendekati Aishah lalu berbicara dengan suara lirih.


"Baik Pakdhe." Aishah menganggukkan kepalanya. Lalu memberikan isyarat kepada salah seorang pembawa acara untuk memulai acaranya.


Namun, masih ada satu orang yang Aish tunggu-tunggu. Siapa lagi kalau bukan Aldi. Aishah sangat mengharapkan kehadiran Aldi malam ini. Dokter Dariel juga sudah datang. Aishah mengangkat kepalanya, tatapannya menyapu seluruh ruangan.


Sepertinya dari tadi aku tidak melihat Aldi sudah datang. Apa mungkin dia tidak datang, tapi kenapa tidak memberiku kabar.


Lalu Aishah berjalan untuk duduk di barisan meja paling depan, bergabung bersama dengan pakdhe dan budhenya. Seorang pembawa acara perempuan mulai menaiki panggung. Dia tampak cantik dengan gaun selututnya. Gaunnya berwarna coklat tua dengan taburan kristal yang berkerlap-kerlip memenuhi gaunnya. Sehingga menampakkan kesan mewah dan anggun. Rambutnya digulung ke atas dengan hiasan bunga berwarna merah terpajang apik di atas gulungan rambutnya.


Pandangan Aishah tampak menyapu seluruh ruangan. Dia memperhatikan setiap tamu undangan yang hadir dengan teliti. Aishah memastikan bahwa semua tamu undangan sudah hadir dalam acaranya tersebut. Namun, ternyata Aldi belum juga datang. Aishah kembali mengangkat kepalanya, kemudian memutar lehernya ke kanan dan ke kiri.


Aldi belum juga datang. Tidak biasanya dia tidak memenuhi undangan dariku. Apakah dia masih terjebak macet ya. Sepertinya Dokter Viola juga belum hadir. Mungkin mereka akan datang bersama nanti.


Tidak lama kemudian, Aldi tampak memasuki pintu masuk dengan tergesa-gesa. Aldi tampak gagah dengan jas hitam yang membalut tubuh kekarnya. Namun, dia datang seorang diri. Aishah terus memperhatikan Aldi, dia tampak mencari-cari Dokter Viola di belakang Aldi. Namun, tak juga ditemukannya.


Kenapa Aldi hanya sendiri? Kemana Dokter Viola? Apakah dia tidak datang?


"Selamat malam para tamu undangan yang terhormat. Saya selaku pembawa acara di sini, akan membawakan acara pada malam hari ini hingga akhir acara nanti. Kepada Nona Aishah dimohon naik ke atas panggung untuk memberikan sepatah kata sambutan sebagai pemilik dari cafe X yang akan segera diresmikan malam hari ini. Nona Aishah dipersilahkan." Pembawa acara tersebut melihat kemudian menundukkan kepalanya dengan sopan ke arah Aishah yang berdiri dan mulai berjalan mendekati panggung.


Aishah berdiri lalu menundukkan kepalanya kepada tamu undangan yang hadir dengan sopan. Lalu Aishah berjalan menuju panggung. Aishah mengajak serta pula pakdhe dan budhenya untuk naik ke atas panggung bersama dengannya. Pembawa acara wanita tadi memberikan mic kepada Aishah. Aishah pun menerimanya kemudian mulai mengucapkan kata sambutan.

__ADS_1


"Selamat malam hadirin semua. Puji syukur mari kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karuniaNya kita dapat berkumpul di tempat ini. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para hadirin karena telah berkenan meluangkan waktunya untuk hadir dalam acara peresmian cafe baru kami.


Saya ucapkan terima kasih pula kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara pada malam hari ini. Terima kasih atas dukungan dan kerja keras dari semua pihak, karenanya kami berhasil membuka cabang cafe yang baru pada malam hari ini. Kami tidak akan bisa membangun restoran ini tanpa dukungan dari kalian semua.


Harapan kami, semoga cafe ini dapat diterima di semua kalangan. Semoga cafe ini bertambah ramai dan semua pihak yang mendukung diberi kesehatan serta umur yang panjang. Kami juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan dan menu yang terbaik. Para hadirin sekalian dengan memotong pita ini saya akan membuka cafe ini." Aishah berpidato panjang lebar di atas panggung.


Kemudian pembawa acara wanita tadi menghampiri Aishah dengan membawa nampan yang berisi gunting yang telah dihiasi dengan pita. Aishah, pakdhe dan budhenya mendekat ke arah pita panjang yang telah dipersiapkan sebelumnya. Aishah menyerahkan gunting yang diberikan pembawa acara kepada pakdhenya. Lalu Pak Joko memotong pita tersebut dengan gunting yang telah diserahkan Aishah kepadanya tadi.


Setelah pita dipotong, suara riuh tepuk tangan para tamu yang hadir pun menggema memenuhi seluruh ruangan. Pak Joko kembali menyerahkan gunting yang telah digunakannya untuk memotong pita tadi kepada pembawa acara. Lalu Aishah, pakdhe dan budhenya mulai turun dari panggung.


"Aishah…. hebat ya kamu. Ternyata kerudungmu itu hanya kamu gunakan sebagai topeng kebusukanmu selama ini. Aku tidak menyangka jika kamu tega mengkhianati temanmu sendiri dan menjadi seorang pelakor." Dokter Viola tiba-tiba hadir dalam acara tersebut. Dia terus bertepuk tangan sambil berjalan mendekat ke arah panggung. Dokter Viola terjs menjelek-jelekkan Aishah di depan semua para tamu undangan yang hadir.


Sontak saja semua orang yang berada di dalam cafe tersebut memperhatikan Dokter Viola. Semua pandangan kini tertuju pada Dokter Viola. Namun, Dokter Viola seperti tidak memperdulikannya. Sakit hati rupanya telah membuatnya lupa diri. Bahkan dia tidak memperdulikan harga dirinya lagi. Yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah membalas sakit hatinya kepada Aldi dan Aishah.


Aishah hanya terdiam, dia merasa kaget setengah mati dengan kata-kata yang diucapkan oleh Dokter Viola kepadanya. Tidak ada angin tidak ada hujan, mengapa Dokter Viola berubah menjadi jahat kepadanya seperti ini. Bahkan dia tega mempermalukan Aishah dalam acara yang diadakan Aishah sendiri. Aishah tidak pernah merasa punya masalah dengannya, namun Dokter Viola dengan teganya datang dalam acara peresmian cafenya hanya untuk mempermalukannya.


"Apa yang kamu bicarakan Vio!" Aldi yang sejak tadi hanya terdiam juga merasa kaget dengan kehadiran Dokter Viola. Aldi tidak mengira jika Dokter Viola bisa berbuat senekat ini. Karena setahu Aldi, Dokter Viola adalah wanita yang baik hati.


"Jadi kamu masih mau membela Aishah! Setelah kalian tega selingkuh di belakangku. Aku hanya mengatakan kebenaran. Aku hanya ingin membuka kedok Aishah yang bertopeng malaikat ini." Dokter Viola masih terus berkata buruk tentang Aishah.


"Ada, aku sudah menyuruh seseorang untuk mengawasi kalian sejak lama. Dan sudah terbukti bahwa kalian telah berselingkuh!" Dokter Viola mulai terisak. Air matanya mulai mengalir dengan deras di pipinya.


"Sudah cukup Vio. Kamu jangan berbuat onar di sini. Semua kan bisa dibicarakan dengan baik-baik." Dokter Dariel mencoba berbicara baik-baik dengan Dokter Viola.


Namun, sepertinya kemarahan telah menguasai Dokter Viola. Dokter Viola sudah di luar kendali dirinya. Aldi menatap Aishah yang masih terdiam di atas panggung. Sepertinya Aishah merasa sangat terkejut dengan kedatangan Dokter Viola yang mencoba merusak acaranya.


Tiba-tiba Dokter Viola mendekati panggung. Dengan cepat dia mulai naik ke atas panggung dan menampar Aishah.


Plak!


Satu tamparan tepat mendarat di pipi mulus Aishah. Aishah memegangi pipinya yang memerah. Aishah masih tidak bisa berkata sepatah kata pun. Dia merasa sangat syok dengan sikap Dokter Viola kepadanya. Aishah tidak menyangka jika Dokter Viola bisa sejahat itu.


"Apa yang terjadi Dokter Viola?" Aishah masih kebingungan, dia bahkan tidak bisa mencerna dengan baik perkataan yang dilontarkan Dokter Viola kepadanya tadi.

__ADS_1


"Kamu jangan pura-pura baik Aishah! Semua itu tidak akan mempan lagi kepadaku. Aku tidak menyangka jika kamu tega merebut Aldi dariku." Dokter Viola sudah dipenuhi dengan kemarahan dan kecemburuan.


Aldi dan Dokter Dariel segera naik ke atas panggung. Dokter Dariel berusaha memegangi bahu Dokter Viola untuk mencegahnya berbuat kasar lagi terhadap Aishah. Sementara Aldi mencoba memeriksa keadaan Aishah. Dokter Viola pun meronta, dia melepaskan pegangan Dokter Dariel.


"Kamu tidak apa-apa Aish?" Aldi memeriksa pipi Aishah yang terus dipegangnya. Aishah tampak kesakitan. Pipinya pun memerah seketika. Sepertinya tamparan yang diberikan Dokter Viola kepadanya cukup keras.


"Lihat! Bahkan di depan semua orang pun kalian masih bisa bermesra-mesraan. Lalu kalian masih berusaha mengelak?" Dokter Viola berusaha meraih kerudung Aishah. Namun, segera dicegah oleh Dokter Dariel.


"Kamu jangan mempermalukan dirimu seperti ini Vio." Dokter Dariel berkata dengan suara lirih di dekat Dokter Viola agar tidak terdengar oleh orang banyak.


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini." Dokter Dariel menarik tangan Dokter Viola agar mengikutinya pergi dari tempat tersebut.


Kejadian tersebut rupanya membuat Pak Joko sangat syok. Pak Joko tampak memegangi dadanya. Wajahnya terlihat pucat dengan keringat dingin yang terus mengalir di pelipisnya. Aishah yang mengetahui keadaan pakdhenya itu segera memapah Pak Joko dibantu oleh Aldi dan budhenya. Kemudian Aishah dan yang lain membantu Pak Joko untuk duduk di kursi tempat duduknya semula. Aishah dan Bu Sekar sudah tampak cemas.


"Pakdhe harus segera dibawa ke rumah sakit sekarang." Aishah berkata kepada pakdhenya yang meminta untuk duduk saja.


"Tidak perlu, Pakdhe tidak apa-apa. Kita lanjutkan saja acaranya." Pak Joko tampak mengelus dadanya sambil mengatur nafasnya yang tersengal.


"Tapi Pakdhe…" Aishah tidak sempat melanjutkan perkataannya karena sudah dicegah oleh Pak Joko.


"Sudahlah, aku tidak apa-apa. Aku masih kuat kok, tidak perlu mencemaskanku." Pak Joko tampak tersenyum kepada Aishah untuk membuktikan bahwa dirinya baik-baik saja.


Viola benar-benar keterlaluan! Kenapa dia bisa setega itu dengan Aishah. Aishah kan tidak tahu menahu tentang masalahku dengannya.


Aldi berucap dalam hati. Dia sebenarnya merasa bersalah sekaligus malu dengan Aishah.


Karena Pak Joko yang bersikeras untuk tidak pergi ke rumah sakit, akhirnya Aishah menyuruh pembawa acara untuk melanjutkan acaranya malam hari ini. Berhubung acara utama telah dilaksanakan, kini tinggal acara pendukung. Yaitu hiburan dan makan-makan.


"Mohon maaf untuk gangguannya. Mari kita lanjutkan kembali acara yang sempat tertunda tadi." Pembawa acara kembali menggiring perhatian para tamu untuk fokus kembali ke dalam acara peresmian cafe yang belum selesai itu.


"Baiklah acara utama telah selesai kita laksanakan. Semoga semua yang menjadi harapan dan doa-doa bisa terkabul. Dan acara selanjutnya adalah hiburan. Kepada para tamu undangan silahkan menikmati makanan yang telah tersedia. Saya selaku pembawa acara, apabila banyak tutur kata yang kurang berkenan di hati hadirin, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih." Pembawa acara menundukkan kepalanya lalu bergegas untuk turun dari atas panggung.


Namun, dengan berlarian kecil Aldi naik ke atas panggung. Aldi tampak berbisik kepada pembawa acara. Sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu. Pembawa acara tersebut terlihat menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.

__ADS_1


"Perhatian kepada semua hadirin, mohon waktunya sebentar karena Bapak Aldi ingin menyampaikan sesuatu." Pembawa acara itu menyerahkan mic kepada Aldi yang sudah berdiri di sampingnya.


"Terima kasih untuk waktu yang telah diberikan. Saya di sini untuk menyampaikan perminta maafan. Atas nama saya sendiri dan Viola, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Aishah dan keluarga atas kesalahpahaman ini. Maaf karena telah membuat keributan dalam acara malam hari ini. Tapi saya pastikan ini hanyalah kesalahpahaman pihak Viola saja. Saya berharap Aishah dan keluarga bisa memaafkan kesalah pahaman ini. Terima kasih." Aldi menundukkan kepalanya kemudian menyerahkan mic kepada pembawa acara kembali. Aldi segera menuruni anak tangga untuk turun dari panggung.


__ADS_2