
Aishah memasuki ruang perawatan Pak Joko. Tampak Bu Sekar duduk di samping tempat tidur Pak Joko yang terbaring belum sadarkan diri.
"Pakdhe belum sadarkan diri juga?" Aishah mendekati budhenya, lalu Aishah bertanya kepada budhenya itu.
"Tadi sudah bangun sebentar, lalu diberi obat oleh dokter supaya bisa istirahat." Bu Sekar menatap suaminya yang tertidur pulas. Lalu Aishah ikut duduk di samping pakdhenya.
"Budhe sudah sholat magrib?" Aishah menatap budhenya.
"Belum, kamu duluan saja, nanti kita bergantian jaga pakdhemu. Kasian kalau nanti pakdhemu bangun, tidak ada yang menunggu." Bu Sekar membelai kepala Pak Joko dengan mesra.
"Baik Budhe." Aishah segera menuruti perkataan budhenya, lalu bergegas mencari mushola rumah sakit.
Setelah selesai sholat, Aishah segera menuju ruang perawatan pakdhenya. Aishah bergantian dengan budhenya. Aishah menyempatkan untuk membaca beberapa ayat suci Al Qur'an di samping pakdhenya. Berhubung Aishah berada di rumah sakit dan tentu tidak membawa Al Qur'an akhirnya Aishah membuka ponselnya lalu mencari aplikasi Al Qur'an.
Beberapa lantunan ayat suci dibacakan Aishah dengan lirih dan merdu, hingga terdengar suara adzan isya' berkumandang. Bu Sekar pun tak beberapa lama muncul. Aishah bergegas ke mushola. Setelah selesai sholat, Aishah pergi keluar sebentar untuk membelikan makanan budhenya.
"Ini sudah waktunya makan malam, Budhe pasti sudah lapar." Aishah bergumam sambil menjinjing kresek yang berisi dua bungkus nasi yang baru saja dibelinya.
"Budhe ayo kita makan dulu, Aish sudah membeli dua bungkus nasi." Aishah meletakkan dua bungkus nasi itu di meja, lalu memakannya bersama dengan budhenya. Aishah dan Bu Sekar memutuskan untuk tidur di rumah sakit menjaga Pak Joko.
Pagi harinya, Aishah pulang untuk mengambil beberapa baju ganti untuk budhenya. Aishah menyempatkan untuk melihat keadaan Aldi. Aishah mengetuk pintu ruang perawatan Aldi yang sedikit terbuka. Setelah Aldi dan kakeknya menengok ke arah pintu, Aishah segera masuk ke dalam.
"Assalamu'alaikum" Aishah bersalaman dengan kakek Aldi.
"Bagaimana keadaanmu Di?" Tanya Aishah kepada Aldi yang sedang duduk di tepi tempat tidur rumah sakit
"Baik, nanti siang juga aku sudah boleh pulang, tinggal menunggu ujin dari dokter jaga." Aldi tersenyum senang.
"Syukurlah, kalau begitu aku pulang dulu ya, nanti kalau sudah dibolehkan pulang oleh dokter jaga, jangan lupa hubungi aku." Aishah beranjak pergi.
"Oke" Aldi melemparkan senyum manisnya kepada Aishah.
Aishah segera pulang. Di rumah, Aishah hanya mandi dan berganti pakaian. Setelah mengepak baju ganti untuk budhe dan pakdhenya, Aishah segera menuju rumah sakit kemudian ke kantor. Tak lupa Aishah membeli makanan untuk sarapan Bu Sekar. Di rumah sakit, Bu Sekar sedang menyuapi Pak Joko.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" Aishah memasuki ruang perawatan Pak Joko.
"Wa'alaikum salam, kabar baik Aish perkembangan kesehatan pakdhemu sangat baik, jadi diperbolehkan untuk rawat jalan. Nanti sore juga sudah boleh pulang." Bu sekar berbicara dengan wajah yang berseri-seri.
"Pakdhe juga sudah tidak betah berlama - lama di rumah sakit." Pak Joko ikut menimpali Bu Sekar sambil tersenyum senang.
"Alhamdulillah, Aish senang sekali Pakdhe. Pakdhe jangan sakit lagi ya, pokoknya Pakdhe tidak boleh kecapekan, apalagi mikir yang berat-berat." Aishah merengek kepada pakdhenya dengan manja lalu memeluknya. Meskipun sangat disegani, namun Aishah tetap dekat dengan pakdhe dan budhenya itu.
______________________________________________
Di kantor, Aishah tidak sabar ingin segera pulang dan melihat dua orang yang di sayanginya pulang ke rumah, yakni Aldi dan lakdhenya. Aishah buru-buru menyelesaikan pekerjaannya, ia berharap pekerjaannya segera selesai sehingga ia bisa pulang dengan cepat.
Aishah berencana ingin memberi kejutan kepada Aldi. Sepulang dari kantor, Aishah segera menuju rumah Aldi. Aishah mampir ke sebuah toko kue, ia membelikan kue kesukaan Aldi yakni kue lapis legit. Aishah juga membeli perlengkapan pesta seperti balon, pita dan kartu ucapan.
Sesampainya di rumah Aldi, Aishah bekerja sama dengan nenek Aldi menyiapkan kejutan untuk Aldi.
Kriing….
Satu pesan WhatsApp masuk di ponsel Aishah. Aishah segera meraih ponselnya lalu membuka pesan masuk yang berasal dari Aldi
Aishah : Selamat ya di, sepulang kantor aku akan datang ke rumahmu. Aku masih banyak pekerjaan di kantor.
Aldi sangat bahagia melihat pesan balasan dari Aishah. Aldi pulang dari rumah sakit bersama kakeknya. Sebelum pulang, Aldi menyempatkan untuk melihat keadaan pakdhe Aishah sebentar.
______________________________________________
Sampai di rumah, Aldi segera mengambil barang-barangnya dari bagasi mobil dibantu oleh kakeknya.
Tok… tok… tok
Aldi mengetuk pintu beberapa kali. Lalu pintu dibuka, betapa kagetnya Aldi karena wanita yang membuka pintu di depannya bukanlah neneknya melainkan Aishah. Melihat raut wajah Aldi yang tampak kaget, Aishah membuyarkan keheningan diantara mereka.
"Surpriise….." Aishah menunjukkan ruangan yang telah disulapnya menjadi ruangan pesta.
__ADS_1
"Aish… kok kamu di sini? Tadi katanya masih di kantor?" Aldi masih kaget dengan keberadaan Aishah, tapi hatinya sangat senang.
"Hehehe… namanya juga kejutan, ayo masuk." Aishah menuntun Aldi masuk ke dalam rumah.
Aldi bertambah senang ketika ia masuk ke dalam rumah, betapa kagetnya ia melihat ruang tamu yang tadinya hanya berisikan sofa, beberapa lukisan dan foto di dinding kini disulap menjadi ruangan yang penuh dengan balon dan pita. Di atas sofa terpampang spanduk yang tidak terlalu besar bertuliskan selamat datang Aldi.
"Lihat Aldi, semua ini Aishah yang menyiapkan. Aishah sengaja datang lebih awal dari kamu dan menyiapkan semua ini, khusus untuk menyambut kedatanganmu." Nenek Aldi menerangkan sambil menunjuk ruangan yang telah dihias oleh Aishah.
"Ya ampun Aish, kamu benar-benar menyiapkan ini semua untukku?" Aldi bertanya dengan mata yang berkaca-kaca. Aishah hanya menjawab dengan mengangguk-anggukan kepalanya sambil tersenyum melihat Aldi.
"Cepat kerja ya di aku sudah kangeeen…" Aishah tidak melanjutkan perkataannya.
"Ya jelas lah Aish, aku kan ngangenin bingits. . ." Aldi berkata dengan lebaynya. Dengan bangganya ia menyombongkan dirinya sendiri di depan Aishah.
"Kangen ditraktir yee… udah kepedean aja." Aishah pun tak mau kalah dan membalas kelakar Aldi. Mereka memang paling suka bercanda.
"Sudah-sudah bercandanya, o iya Aishah juga membawakan kue kesukaanmu loh di." Nenek Aldi masuk ke dapur, lalu kembali ke ruang tamu dengan roti lapis yang dibawa Aishah tadi.
"Wah yummi…" Aldi langsung mengambil potongan kue lapis legit yang dibawa oleh neneknya. Aldi melahapnya dengan cepat dan mengambil potongan kedua.
"Ayo di makan Aish, nanti keburu dihabiskan oleh Aldi loh." Nenek Aldi menyodorkan kue lapis kepada Aishah.
"Itu memang untuk Aldi Nek, biarkan saja dihabiskan. Biar Aldi cepat sembuh dan segera kembali kerja ke kantor." Aishah mengambil satu potong lalu memakannya.
"Sering-sering saja kamu bawa roti untukku Aish, pasti aku tidak akan sakit lagi." Aldi terus saja bercanda.
"Sebenarnya kamu sakit apa sih Di? Kok sampai dirawat di rumah sakit segala, biasanya kamu kan tidak mudah sakit." Disela-sela mengunyah rotinya, Aishah menatap Aldi yang sedang sibuk melahap kuenya.
"Anu.. aku hanya kecapekan saja, kemarin sempat kehujanan he… dokternya saja yang lebay." Wajahnya seketika pias, namun Aldi terus saja berkelakar untuk menutupi kegelisahan yang menyergapnya.
Dalam hati Aldi merasa sangat senang karena Aishah sangat perhatian kepadanya. Bahkan ia tak menyangka Aishah akan menyambutnya dengan begitu spesial. Namun, ada ketakutan yang terus membayanginya, ketakutan perihal penyakit yang terus menggerogotinya. Ia tak ingin Aishah mengetahui penyakitnya yang sebenarnya, karena tentu itu akan membuat Aishah sedih.
"Di aku ke rumah sakit dulu ya, menurut pemeriksaan dokter, Pakdhe bisa pulang sore ini." Aishah melihat jam di pergelangan tangannya. Jam telah menunjukkan pukul 4 sore.
__ADS_1
" Oke. Aish makasih ya untuk semuanya aku benar-benar senang dengan semua ini." Aldi menatap mata Aishah dengan lembut.
"Iya sama-sama." Aishah segera bergegas pulang setelah berpamitan dengan kakek dan nenek Aldi. Aishah sengaja membawa mobil pakdhenya agar bisa membawa pulang pakdhenya dari rumah sakit. Aishah segera melesatkan mobilnya menuju rumah sakit.