
Suasana mall sore itu sangat ramai, penuh sesak dengan orang-orang yang berlalu lalang hendak berbelanja ataupun hanya sekedar jalan-jalan. Hari ini adalah hari sabtu, yang otomatis adalah malam minggu, jadi wajar saja jika banyak pengunjung yang datang kebanyakan para muda-mudi yang sedang dimabuk asmara.
Bella bersama teman-teman sosialitanya sudah siap memborong barang-barang branded yang sedang viral di kalangan kaum sosialita.
"Hai gaes, lihat-lihat sini! ini kan tas yang lagi viral di ig itu." Bella nampak menunjuk salah satu tas yang terpajang di deretan tas-tas branded yang berbandrol harga selangit.
"Iya-iya, tapi gila bel harganya…." Salah satu teman mengomentari.
"Buat Bella sih harga segitu kecil, semua orang juga sudah tau sendiri siapa suami Bella sekarang. Miliarder gaes, yang menjadi salah satu deretan orang terkaya di negeri ini." Teman lainnya ikut andil bicara.
"Kalau aku jadi Bella sih, aku bakalan shopping setiap hari." Salah satu teman Bella nyeletuk.
"Hahaha kalian bisa saja, Bella gitu loh, siapa sih yang bisa menolak pesona seorang Bella." Dengan penuh rasa percaya diri Bella menyombongkan dirinya di depan teman-temannya. Bella tampak mengibaskan rambutnya dengan tangannya ke kanan dan ke kiri.
"Waktunya kita foya-foya, kita belanja sepuasnya dengan ini." Bella menunjukkan sebuah kartu kredit di tangannya yang diberikan suaminya selepas mereka menikah.
Akhirnya Bella benar-benar memborong barang-barang mewah yang jika ditotal harganya bisa untuk membeli sebuah rumah mewah. Bahkan Bella juga membelikan teman-temannya beberapa barang branded. Semua itu Bella lakukan agar derajatnya di mata teman-teman sosialitanya semakin tinggi. Tak tanggung-tanggung Bella mengeluarkan banyak sekali uang hari itu. Mulai dari tas, sepatu, perhiasan, pakaian hingga peralatan make up, semua dibeli Bella tanpa ada yang ketinggalan.
Setelah puas berbelanja, Bella dan teman-temannya memutuskan untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan. Rupanya berkeliling mall membuat perut mereka kelaparan.
"Sorry teman-teman aku pasti sudah telat banget ya. Tadi anakku badannya panas jadi rewel, enggak mau aku tinggal gitu." Tiba-tiba salah satu teman Bella yang baru datang menghampiri tempat duduk mereka dengan nafas yang tampak ngos-ngosan.
__ADS_1
"Repot ya kalau punya anak bayi." Teman lain merespon.
"Iya, kalau aku sih belum siap punya anak. Lagian aku juga baru menikah 1 tahun jadi masih serasa bulan madu, enggak mau dong kalau ada yang mengganggu." Teman lain tak mau kalah.
"Aku juga say, sayang banget kan kalau badanku yang indah ini harus melar gara-gara hamil. Bisa-bisa suamiku protes dan lebih parahnya kalau sampai jajan di luar bisa gawat." Teman lain menimpali.
"Kalau aku sih punya anak enggak jadi masalah, yang penting jangan banyak-banyak lah. Kan ada nyokap yang siap memantau perkembangannya, lagian juga banyak baby sitter yang jagain. Jadi aku punya banyak waktu buat diriku sendiri." Teman lainnya juga tak mau kalah.
Benar juga kata mereka, kalau aku punya anak, nanti bagaimana dengan badanku yang seksi ini. Lalu bagaimana dengan perutku? bisa-bisa jadi melar. Belum lagi kalau anakku rewel, panas pasti aku bisa gila…
Bella tampak menyentuh perutnya kemudian bergidik ngeri membayangkan badannya yang melar setelah melahirkan.
"Tapi kan nanti anak kita bisa menjadi pewaris harta suami kita." Bella yang mempunyai pendapat berbeda mencoba mengeluarkan pendapatnya.
"Enggak sih bel aku bercanda, mana berani aku bertindak segila itu. Menyia-nyiakan lelaki kaya adalah hal bodoh. Memang sih suamimu itu sudah cukup umur, tapi kalau servicenya masih kenceng sih gak masalah. Hahahaha." Mereka kembali tertawa bersama.
"Iya bel jangan kamu sia-siakan lelaki antik yang berharga milyaran itu. Oh ya memang bagaimana dengan serangannya, apakah masih bisa membuatmu tidak berkutik?" Teman yang lain mulai menggoda Bella.
"Kalian belum pernah mendengar Bella kalah dalam pertarungan di ranjang kan? Hahaha." Bella sangat puas membayangkan aksinya yang membuat semua laki-laki bertekuk lutut karena ketagihan dengannya.
Teman-temannya bersorak takjub lalu tertawa bersama. Mereka sangat menikmati obrolan dewasa mereka tanpa rasa canggung sedikitpun.
__ADS_1
Sepertinya aku harus menyusun strategi lain agar bisa menguasai seluruh harta Mas Banu tanpa adanya anak. Lagi pula siapa juga yang mau punya anak dari tua bangka itu. Memang sih tenaganya masih lumayan oke, tapi aku kan masih muda dan cantik. Apalagi dengan badanku yang seksi ini, pasti dengan mudah aku bisa mendapatkan lelaki model apapun yang aku inginkan. Memikirkan selalu bersama dengan Mas Banu saja aku sudah merasa ingin muntah apalagi harus hidup selamanya bersama tua bangka itu. Cih
Bella terus memikirkan cara apa yang tepat untuk menguasai seluruh harta suaminya.
Malam semakin larut, Bella dan teman-temannya memutuskan untuk pulang. Ketika melewati sebuah food court, Bella melihat Aishah dan Radit tengah asyik menyantap makanan mereka. Mereka tampak sangat mesra, Radit tampak menyuapi Aishah dan mereka tertawa bersama. Hal itu membuat Bella sangat kesal, hatinya terasa panas. Bella segera meninggalkan tempat itu dengan penuh rasa kekesalan.
Bella dan teman-temannya berpisah di depan mall. Bella segera menuju tempat parkir mall. Setelah sampai di tempat parkir, Bella hendak menuju tempat mobilnya terparkir. Ketika mata Bella menyapu seluruh mobil yang berada di situ, matanya tertuju pada satu mobil yang sangat familiar di ingatannya. Bagaimana tidak, jika dulu hampir setiap hari Bella menaiki mobil itu, ketika ia masih menjadi kekasih sang empunya mobil. Siapa lagi kalau bukan Radit.
"Huh seleramu masih sama seperti dulu dit, masih suka dengan barang-barang rongsokan. Kenapa kamu tak mengganti mobil bututmu itu dengan mobil keluaran baru sih." Bella jadi kesal sendiri.
Bella mendekati mobil Radit lalu memandangi dari segala sisinya.
Hmm sepertinya akan seru nih kalau ku buat mobil ini sedikit rewel.
Entah setan apa yang marasuki Bella. Tiba-tiba Bella merencanakan hal gila yang bisa membahayakan nyawa Radit dan Aishah. Dengan nekatnya Bella sengaja ingin memutus kabel rem mobil Radit. Namun tak mungkin jika Bella melakukannya sendiri. Lagi pula Bella juga tidak paham masalah mobil. Akhirnya Bella menghubungi orang suruhannya untuk melancarkan rencana liciknya.
"Halo… kamu harus kesini sekarang juga! Di mall pusat kota. Aku sekarang berada di tempat parkir. Kamu harus memutus kabel rem mobil Radit dan membuat mereka celaka." Tanpa menunggu jawaban lawan bicaranya di seberang telepon, Bella langsung mematikan panggilan teleponnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Tak menunggu waktu lama, dua orang suruhan Bella datang mengenakan baju serba hitam. Mereka datang menggunakan sepeda motor. Setelah memarkirkan sepeda motornya, mereka mencari keberadaan Bella. Hanya perlu memandang mata licik Bella dari kejauhan saja mereka langsung paham dengan apa yang harus mereka lakukan.
Bella pergi menuju mobilnya, Bella memperhatikan kerja anak buahnya dari dalam mobil. Bella tak ingin ada orang yang melihat aksi mereka. Jadi Bella memastikan keadaan benar-benar sepi, baru menyuruh mereka untuk beraksi. Dan benar saja anak buah Bella melakukan aksinya dengan sangat rapi tanpa ada satu orang pun yang curiga.
__ADS_1
Setelah rencananya selesai dikerjakan oleh kedua anak buahnya, Bella pergi meninggalkan tempat parkir mall tersebut dengan segera. Dengan kecepatan tinggi Bella membelah keramaian kota. Bella merasa sangat senang malam itu. Di sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Bella bernyanyi dan tertawa. Bella membayangkan betapa bahagianya nanti jika dia mendapat kabar kecelakaan yang menimpa Radit dan Aishah.