Menemukan Cinta Sejati Aishah

Menemukan Cinta Sejati Aishah
Menumpang


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit, Radit segera pergi ke kantor. Sementara Aishah, pulang untuk istirahat di rumah. Radit tidak memperbolehkan Aishah kembali bekerja. Akhirnya Aishah istirahat di rumah. Terdengar dari dalam tas suara ponsel Aishah berdering. Aishah mengambil ponsel dari dalam tasnya.


"Halo… " Aishah mengangkat telepon yang berasal dari Kirana.


"Halo Aish, apakah aku boleh meminta bantuanmu lagi?" Kirana terdengar tersedu dari seberang telepon.


"Bantuan apa Kira?" Aishah mengernyitkan dahi.


"Aku diusir dari kontrakanku Aish. Aku tidak bisa membayar uang sewa. Dan aku tidak tahu harus tinggal di mana lagi. Aku tidak memiliki saudara ataupun teman di sini kecuali kamu." Kirana kembali terisak lebih parah.


"Ya ampun kasihan sekali kamu." Aishah ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa Kirana.


"Jadi apakah aku boleh menumpang di rumahmu untuk sementara Aish? Setidaknya sampai nanti aku punya uang untuk menyewa kontrakan lagi." Kirana memohon.


Aishah tidak tega dengan Kirana. Dia merasa iba, karena memang Aishah pernah merasakan masa-masa sulit. Tapi sepertinya kesulitan yang dialami Kirana lebih parah dari yang dirasakannya.


"Boleh Kira, kamu boleh tinggal di sini untuk sementara. Lagi pula aku hanya tinggal bersama dengan Kak Radit. Masih banyak kamar kosong di sini." Aishah menyetujui permintaan Kirana. Aishah tidak tahu jika ada udang di balik batu. Ada siasat licik yang dirancang Kirana.


"Yang benar Aish? Kamu baik sekali Aish, terima kasih banyak. Aku tidak akan pernah melupakan jasa baikmu kepadaku." Kirana mulai kegirangan


"Iya Kira. Tidak apa-apa. Kita kan teman, jadi kita harus saling membantu. Jadi jangan sungkan-sungkan." Aishah tersenyum.


Lalu Aishah mengakhiri panggilan teleponnya. Perut Aishah masih terasa sedikit nyeri, sehingga Aishah perlu tidur agar nyeri di perutnya segera membaik.


Selang satu jam Kirana datang ke rumah Aishah membawa koper besar.


"Non, itu teman Non Aishah yang kemarin datang ke sini datang lagi. Tapi sekarang membawa koper besar." Pembantu rumah Aishah menghadap Aishah yang tengah menonton televisi di ruang keluarga.


"Iya Bi, Kirana akan tinggal di sini untuk sementara." Aishah berdiri dari tempat duduknya. Lalu berjalan menemui Kirana di ruang tamu. Bibi pembantu rumah Aishah mengikutinya dari belakang.


"Kirana sudah lama?" Aishah duduk di sofa.


"Belum Aish, aku baru sampai kok." Kirana berdiri melihat kedatangan Aishah, lalu kembali duduk setelah Aishah duduk.


"Kamu bisa tidur di ruang tamu. Biar Bibi menyiapkan kamar tamu bawah terlebih dahulu." Aishah menunjuk kamar yang akan ditempati Kirana.


"Bi, tolong siapkan kamar tamu bawah untuk Kirana ya?" Aishah meminta Bibi menyiapkan kamar tamu untuk Kirana dengan sopan.


"Baik Non." Bibi segera pergi menuju kamar tamu yang ditunjuk oleh Aishah tadi.


"Tidak usah Aish, biar aku saja yang membersihkannya sendiri." Kirana mencoba menghentikan Bibi.


"Biarkan Bibi saja yang sudah hafal dengan rumah ini. Kamu duduk saja di sini menemaniku mengobrol." Aishah menunjuk sofa yang di duduki Kirana tadi, agar Kirana duduk kembali.


"Baiklah Aish, maafkan aku terlalu merepotkanmu." Kirana mengeluarkan wajah sedihnya.


Yes, tahap awal sudah berhasil. Sekarang tinggal melanjutkan misi selanjutnya.

__ADS_1


Kirana bergumam dalam hati.


Kirana memang mempunyai rencana terselubung dengan tinggal di rumah Aishah. Tapi Aishah tidak tahu akan hal itu.


"Ya sudah kamu istirahat dulu sana. Sepertinya Bibi sudah selesai membersihkan kamarmu." Aishah berdiri kemudian mengantar Kirana untuk menunjukkan letak kamarnya.


"Sekali lagi terima kasih ya Aish. Aku benar-benar tidak tahu harus membalas kebaikanmu dengan apa." Kirana memasuki kamar yang telah dibersihkan oleh Bibi pembantu di rumah Aishah tadi.


"Sudahlah, jangan berkata seperti itu. Aku ikhlas kok membantu kamu." Aishah menepuk bahu Kirana dengan lembut. Kemudian pergi menuju kamarnya untuk mandi. Kirana terus memperhatikan kepergian Aishah hingga Aishah sampai di atas tangga.


Ternyata kamar Aishah dan Radit berada di atas. Tunggu saja sampai waktunya tiba, kamar itu akan menjadi kamarku dan Radit. Hahaha


Kirana bergumam dalam hati lalu menutup pintu kamarnya. Kirana menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.


"Ah… nyamannya… Enaknya jadi orang kaya. Mau ngapain aja bisa. Tidak perlu memikirkan masalah uang." Kirana memejamkan matanya lalu tertidur membawa angan-angannya ke alam mimpi.


Hari sudah sore, matahari pun mulai menyingsing. Aishah memutuskan untuk memasak kesukaan Radit. Hari ini Radit pulang sebelum makan malam, jadi Aishah akan mempersiapkannya sebelum suaminya datang. Setelah mandi, Aishah turun ke dapur. Dibantu Bibi, Aishah dapat menyelesaikan masakannya dengan cepat. Aishah memang lebih suka masak sendiri, jika dia sedang berada di rumah. Selain karena memang hobi memasak, masakan Aishah memang sangat lezat dan Radit sangat menyukainya.


"Kebetulan sekali Kak Radit pulang malam, jadi aku bisa masak dulu untuknya." Aishah melepaskan celemek yang terpasang di tubuhnya. Adzan magrib sudah berkumandang, Aishah segera menuju kamar untuk melaksanakan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan. Aishah melanjutkan dengan membaca beberapa ayat suci Al Qur'an hingga gema adzan isya terdengar. Lalu Aishah melaksanakan sholat isya.


Setelah selesai sembahyang, Aishah bermaksud untuk menyiapkan makan malam. Namun, ternyata suaminya sudah datang. Radit tengah duduk bersandar di atas tempat tidur.


"Sayang, kamu sudah pulang." Aishah mendekati suaminya. Radit tersenyum manis.


"Bagaimana dengan perutmu?" Radit melingkarkan tangannya ke pinggang Aishah yang berdiri di dekatnya.


"Tapi maaf, besok aku tidak bisa menemanimu pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil pemeriksaannmu. Pagi-pagi aku ada meeting di luar kota." Radit agak sedih.


"Tidak apa-apa Kak, Aish bisa kok datang ke rumah sakit sendiri." Aishah tersenyum lalu merangkulkan tangannya ke bahu suaminya.


"Ayo kita makan malam dulu! Aish sudah masak spesial untuk Kak Radit malam ini." Aishah menatap mata Radit dengan lembut.


Lalu Radit dan Aishah bergandengan tangan menuruni anak tangga menuju ruang makan. Di sana Bibi sudah menyiapkan makanan yang telah dimasak oleh Aishah tadi. Radit menarik kursi untuk Aishah. Lalu Radit duduk setelah Aishah duduk.


"Bi panggilkan Kirana untuk makan malam." Aishah duduk di kursi yang telah Radit sediakan untuknya.


"Siapa?" Radit agak bingung.


"Oh iya Kak, Aish lupa memberi tahu Kak Radit bahwa Kirana untuk sementara waktu akan tinggal di sini. Kasian dia tidak memiliki tempat tinggal. Bolehkan?" Raut wajah Aishah sedikit memohon, takut jika suaminya tidak mengizinkan Kirana untuk tinggal di sini.


"Terserah kamu saja. Selama itu tidak mengganggumu." Radit mulai membuka piring di depannya. Dengan sigap, Aishah mengambilkan makanan untuk Radit.


"Selamat malam… " Kirana datang lalu menundukkan kepalanya.


"Ayo Kirana kita makan malam bersama." Aishah menunjuk kursi agar Kirana duduk di sana.


"Aku makan di dapur saja. Nanti malah mengganggu kalian berdua." Kirana meringis.

__ADS_1


"Kenapa makan di dapur? Ayo makan di sini saja. Kamu kan tamu masak makannya di dapur." Aishah menggelengkan kepalanya. Sementara Radit tidak menggubris kehadiran Kirana. Radit sibuk dengan makanan di depannya.


"Baiklah." Kirana tersenyum lalu menarik kursi untuk duduk. Kirana melirik ke arah Radit yang sedari tadi tidak memperhatikannya sedikit pun.


Sial, kenapa sih laki-laki ini tidak memperhatikanku sedikit pun. Aku kan sudah berdandan cantik untuk merebut perhatiannya.


Kirana terus bergumam dalam hati. Dia terus saja mengumpat di dalam hati karena dicueki oleh Radit. Bahkan ketika Kirana mencoba tersenyum kepada Radit, Radit tidak membalas senyumnya.


"Ayo kita tidur sayang, aku sangat lelah. Sepertinya aku butuh service khusus malam ini." Radit tersenyum nakal kepada Aishah. Sampai membuat Aishah malu sendiri dengan Kirana yang mendengarkan pembicaraan mereka sedari tadi.


"Ya sudah ayo." Aishah menyelesaikan makannya dengan cepat. Kemudian Radit berdiri menggandeng tangan Aishah menaiki anak tangga.


"Kirana, kita duluan ke kamar ya! Silahkan dinikmati makanannya senyaman mungkin." Aishah membalas gandengan tangan suaminya dengan mesra lalu mengikuti langkah suaminya menuju kamar.


"I iya terima kasih Aish." Kirana jadi malu sendiri melihat pasangan suami istri yang romantis itu. Kirana terus memperhatikan punggung Aishah dan Radit yang semakin menghilang.


Sial! Jadi mereka mau pamer kemesraan di depanku. Mungkin sekarang kamu bisa cuek denganku. Tapi lihat saja Radit, sebentar lagi kamu akan bertekuk lutut kepadaku.


Kirana tidak berhenti bergumam dalam hati, hingga makanannya habis. Karena kesal, Kirana segera masuk ke dalam kamarnya.


Sementara di kamar atas dua anak manusia sedang dimabuk cinta. Cinta mereka semakin besar seiring waktu kebersamaan mereka. Suka duka yang mereka lewati bersama ternyata membuat ikatan cinta keduanya semakin kuat. Aishah yang sudah teruji kesetiaannya selalu dengan hangat memperlakukan suaminya bak seorang Raja. Karena itu pula Radit semakin jatuh hati kepada istrinya itu.


"Sayang, sepertinya kamu bekerja dengan keras hari ini." Aishah membenamkan kepalanya di dada suaminya yang bidang.


"Hemm… Semua dapat ku tangani dengan baik hari ini." Radit tersenyum lalu membelai rambut Aishah yang wangi.


"Besok kamu ke rumah sakit diantar sopir ya!" Radit bermain dengan rambut Aishah dengan menggulung-gulungnya dengan jarinya.


"Tidak usah Kak, Aish bisa pergi sendiri kok." Aishah mengencangkan pelukannya.


"Tidak boleh! Kamu harus pergi dengan sopir!" Radit melepaskan pelukan Aishah.


"Iya deh Kak, Aish nurut." Aishah cemberut, lalu tersenyum imut di depan Radit. Membuat Radit gemas dibuatnya.


Radit mengacak-acak rambut Aishah hingga berantakan.


"Kaaak…. " Aishah mencoba memegang tangan Radit di kepalanya. Namun, Radit justru memegang tangannya lalu melingkarkannya di lehernya. Radit mendekatkan wajahnya, lalu ******* bibir Aishah dengan ganas. Radit mulai memasukkan tangannya ke dalam baju Aishah dan bermain di dalamnya. Aishah mulai terbawa suasana dan menikmatinya. Lalu dia teringat bahwa dirinya sedang datang bulan.


"Kak Aish sedang datang bulan." Aishah menghentikan kebuasan suaminya. Namun, Radit tidak menghentikan aksinya. Malah semakin liar.


"Kaaaak… " Aishah mendorong tubuh Radit agar menghentikan aksinya.


"Hahahahaha, aku tahu kok. Aku hanya ingin bermain-main sebentar denganmu." Radit menjatuhkan dirinya di tempat tidur. Aishah cemberut dibuatnya. Lalu Aishah membenahi bajunya yang berantakan.


"Maaf, sini!" Radit mengulurkan tangannya kepada Aishah yang masih dengan muka cemberutnya. Lalu Aishah tersenyum dan membalas uluran tangan suaminya.


"Peluk." Radit membenamkan kepalanya di dada Aishah dengan manja.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, terdengar suara nafas Radit mulai teratur. Radit tertidur di pelukan Aishah. Lalu Aishah juga ikut tidur.


__ADS_2