
Setelah kejadian yang menimpa Aishah dan menyebabkan Aishah hampir kehilangan calon anaknya, rupanya membuat perubahan sikap Radit yang sangat signifikan kepada Aishah. Kini Radit sudah tidak pernah marah lagi kepada Aishah, bahkan sikap kerasnya pun tak pernah ditunjukkan Radit kepada istrinya lagi. Kini Radit sangat lembut dan penyabar menghadapi Aishah yang semakin manja.
Entah kenapa Aishah tak mau menyia-nyiakan kesempatannya saat hamil. Kadang di luar kesadarannya, Aishah meminta hal-hal aneh yang membuat Radit kewalahan. Aishah ingin melihat seberapa besar usaha suaminya untuk menebus kesalahannya waktu itu dan seberapa besar pula usaha Radit menepati janjinya.
"Sayang…." Aishah terbangun dari tidurnya lalu mencari-cari sosok suaminya di sampingnya, namun tak juga ia temukan.
"Kak Radit kemana ya? ini kan masih larut malam." Aishah melihat jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 2 dini hari. Aishah bangun dari tempat tidur lalu mencari suaminya di kamar mandi, ternyata tak ada juga. Aishah terbangun karena merasa sangat haus, tetapi badannya terasa sangat lemas dan hendak meminta tolong kepada suaminya untuk mengambilkan minum di dapur.
Aishah mulai membuka pintu kamar, menyeret kaki penopang badannya yang lemas keluar dari kamar. Sesampainya di dekat tangga, Aishah melihat di kamar sebelah nampak lampu menyala dengan terang. Ruangan itu adalah ruang kerja Radit.
Apakah Kak Radit berada di ruang kerjanya? Pikir Aishah
Aishah mendekati ruang kerja Radit dan mendapati suaminya tengah sibuk berkutat dengan laptopnya. Aishah hanya dapat
melihatnya dari balik pintu yang terbuka sedikit. Aishah membuka pintu perlahan, Radit nampak sangat sibuk dengan pekerjaannya. Terlihat beberapa kali Radit meregangkan badannya dan menahan kantuk yang sedari tadi menghinggapinya.
Aishah hendak masuk dan menyuruh suaminya untuk istirahat, namun niatnya ia urungkan. Aishah beinisiatif untuk membuatkan suaminya segelas susu hangat terlebih dahulu.
__ADS_1
Sepertinya Kak Radit sangat lelah. Kak Radit jadi harus pontang-panting mengurus pekerjaan dan melayani sifat manjaku ini. Maafkan Aish ya sayang, karena akhir-akhir ini aku sangat manja padamu. Aku juga sudah berusaha menahannya, tapi apalah dayaku. Semua berada di luar kuasaku, sikapku seperti di luar kendaliku.
Aishah menuruni tangga dengan hati-hati lalu menuju dapur. Sepertinya rasa lemasnya hilang seketika melihat perjuangan Radit yang harus bekerja siang malam agar Aishah tetap merasa diprioritaskan. Semenjak Aishah pulang dari rumah sakit, setiap makan siang, Radit pulang ke rumah untuk makan siang bersama istrinya. Bahkan Radit mewakilkan semua jadwal meeting dan kunjungan yang lebih dari satu hari kepada sekretarisnya. Itu semua Radit lakukan karena tak ingin mengambil resiko jauh dari Aishah dan calon anaknya. Radit tak mau terjadi sesuatu lagi dengan kandungan Aishah.
Aishah membuat dua gelas susu hangat dan mengambil beberapa cemilan untuk menemani minum susunya. Aishah kembali menuju ruang kerja suaminya. Nampaknya Radit tidak menyadari kedatangan Aishah yang memang sengaja tanpa permisi itu. Aishah meletakkan nampan yang ia bawa di meja kecil belakang tempat duduk Radit. Aishah melangkah dengan sangat hati-hati, agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Aishah memeluk leher suaminya dari belakang, mendekatkan tubuhnya lalu menaruh dagunya di bahu kanan suaminya. Karena Aishah melakukannya dengan sangat hati-hati dan lembut, sehingga Radit pun tidak terkejut. Menyadari pelukan istrinya itu, Radit segera memegang tangan Aishah di dadanya lalu mengecup pipi kiri istrinya itu dengan lembut.
"Sayang. . . " Aishah berbisik di telinga Radit.
"Kamu terbangun, apakah ada yang sayang butuhkan?" Radit menarik tubuh Aishah hingga Aishah terduduk di pangkuannya.
"Sini." Radit menepuk pangkuannya, pertanda menyuruh Aishah untuk duduk kembali di pangkuannya. Aishah menuruti permintaan suaminya dengan patuh. Aishah menyodorkan segelas susu hangat kepada Radit. Mereka menikmati susu hangat dan camilan berdua.
"Kamu sekarang terlihat sangat cantik. Bahkan badanmu juga semakin seksi." Radit menyelipkan rambut Aishah ke belakang telinga Aishah. Dengan tatapan yang menyapu tubuh Aishah. Tatapannya sangat mencurigakan diikuti dengan senyuman kecil yang sarat makna.
Aishah hanya tersenyum lalu meletakkan kedua tangannya di bahu Radit. Lama mereka saling pandang. Radit mulai mendekatkan badannya, memeluk pinggang istrinya lebih erat. Radit meraih dagu istrinya lalu menikmati setiap inci bibir istrinya itu dengan sangat mesra. Kini Aishah pun sudah terbiasa dengan hal-hal semacam itu. Bahkan Aishah sudah bisa melakukannya dengan fasih tanpa merasa kikuk lagi. Tak ada rasa malu lagi dalam diri Aishah kepada Radit.
__ADS_1
Cukup lama mereka tenggelam dalam romantisnya suasana malam itu. Radit mulai melepaskan ciumannya, menurunkan wajahnya ke dada istrinya. Radit mulai membuka kancing baju tidur istrinya itu lalu membenamkan wajahnya di dalamnya. Itu adalah bagian favoritnya, karena Aishah selalu merasa geli dan menggeliat.
Setelah selesai dengan itu, Radit berdiri dengan menggendong tubuh istrinya. Menjatuhkan tubuh Aishah di sofa lebar di sebelah meja kerjanya dengan sangat hati-hati. Lalu mereka menikmati malam yang tersisa dengan penuh cinta. Sampai mereka tidur di ruang kerja hingga pagi.
__________________________________
Pagi ini cuaca cukup cerah, dengan matahari yang bersinar terang. Aishah dan Radit sudah duduk di meja makan untuk menikmati sarapan pagi mereka. Aishah mengambilkan nasi dan beberapa lauk yang ditunjuk Radit untuk sarapan suaminya itu.
"Sayang, hari ini jadwal periksa kandunganmu kan?" Radit membuka obrolan di sela-sela sarapan paginya dengan Aishah.
"Iya. Kalau Kak Radit sedang banyak pekerjaan, Aish bisa kok naik taksi online kak." Aishah memandang wajah suaminya sejenak lalu melanjutkan sarapannya.
"Apa! tidak boleh, kamu tidak boleh naik taksi online sendirian. Biar aku saja yang mengantarmu." Radit menghentikan sarapannya.
"Baiklah kak, Aish memang sangat senang jika diantar Kak Radit periksa kandungan. Memang itu yang selalu Aish inginkan dan semoga selalu seperti itu. Karena sangat menyenangkan melihat anak kita yang masih di dalam kandungan bersama." Aishah tersenyum manis.
Akhirnya Aishah pergi memeriksakan kandungannya di antar oleh Radit seperti biasanya. Hari ini Radit sengaja tidak masuk kerja untuk mengantar Aishah periksa kandungan.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Aishah diperiksa oleh seorang bidan. Kini usia kandungannya sudah masuk bulan ke lima. Menurut pemeriksaan di usg, bayi yang berada di kandungan Aishah kini dalam keadaan yang sehat. Setelah hampir keguguran waktu itu, Aishah memang menjaga dengan baik pola makan dan pola istirahatnya. Aishah juga rutin minum susu dan berolahraga ala ibu hamil setiap pagi.
Radit dan Aishah nampak sangat bahagia dengan hasil pemeriksaan kandungannya. Radit memang sudah menantikan buah hati sejak awal pernikahannya dengan Aishah. Sehingga dengan semangat 45 Radit ingin segera membuat Aishah hamil. Bahkan Radit berusaha setiap hari dan membuat Aishah sampai kewalahan melayaninya. Betapa senangnya Radit mendengar kehamilan Aishah, karena usaha kerasnya membuahkan hasil dengan cepat.