Menemukan Cinta Sejati Aishah

Menemukan Cinta Sejati Aishah
Malam Pertama


__ADS_3

Aishah masuk ke dalam kamarnya, tampak Radit mengikut langkahnya dari belakang. Seperti kebiasaannya sebelum tidur, Aishah pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Setelah keluar dari kamar mandi, Aishah melihat Radit yang sedang berbaring di tempat tidur dengan kepala bersandar pada bantal. Radit terlihat sibuk dengan ponselnya. Kemudian Aishah berjalan menuju meja riasnya dan duduk di depan cermin. Nampaknya ia masih merasa malu untuk melepas kerudungnya di depan lelaki.


Sekarang aku sudah menjadi istri Kak Radit, jadi aku harus membuang rasa maluku padanya.


Lalu dengan malu-malu Aishah melepas kerudungnya. Aishah mulai melepas ikatan rambutnya. Ia mengambil sebuah sisir yang tergeletak di depan cermin lalu menyisir rambutnya. Tampak rambut Aishah yang panjang tergerai jatuh begitu saja. Aishah mulai menyisir perlahan rambutnya yang hitam dan lurus itu.


Sedari tadi Radit memperhatikan setiap gerak gerik Aishah dari belakang. Sepertinya Aishah mulai menyadarinya, itu tampak dari mata Aishah yang sesekali mencuri pandang melalui cermin. Mengetahui hal itu, Radit mulai bangkit dari tempat tidur, ia berjalan mendekati Aishah. Radit memegang bahu Aishah dari belakang sambil menatap bayangan Aishah di cermin. Tiba-tiba Radit mengacak-acak rambut Aishah dengan jahilnya.


"Iih Kak Radit…" Aishah mendongak melihat wajah Radit yang tersenyum nakal.


Radit mulai menuntun Aishah untuk berdiri, ia merapikan kembali rambut Aishah yang berantakan karena ia acak-acak tadi dengan tangannya. Radit memegang kedua pundak Aishah lalu mengecup lembut rambut Aishah yang wangi.


Hmmm wangi sekali rambut Aish. Gumam Radit dalam hati.


Jantung Aishah mulai berdegub dengan cepat, sampai-sampai jantungnya hampir meloncat keluar. Aishah masih sangat malu, karena ini adalah kali pertamanya ia disentuh oleh lelaki. Radit mulai menuntunnya menuju tempat tidur, mereka duduk berhadapan di tepi tempat tidur. Radit mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Aishah, lalu Radit mengecup lembut kening Aishah. Aishah tampak memejamkan matanya, rasa malunya kini berlipat ganda.


Radit mulai memperhatikan Aishah dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Memperhatikan setiap lekukan tubuhnya. Lalu Radit mendekatkan wajahnya ke telinga Aishah dan berbisik.


"Kamu sangat cantik hari ini."


Wajah Aishah langsung bersemu merah. Aishah tersipu malu sampai tak berani menatap mata Radit. Radit tampak sibuk dengan pikirannya. Pikirannya sudah melayang kemana-mana. Sesekali ia tersenyum nakal melihat tubuh Aishah. Aishah yang menyadarinya dengan reflek menyilangkan kedua tangannya menutupi dada.


"Kenapa Aish, bukankah ini semua sudah menjadi milikku?" Radit membelai rambut Aishah.

__ADS_1


Aishah hanya menganggukkan kepalanya pelan. Radit mulai menatap lekat-lekat mata Aishah. Kemudian tatapannya turun ke bibir mungil Aishah yang berwarna merah, membuat Radit menelan ludahnya.


"Apakah kamu takut?" Radit tampak cemas.


Keringat dingin mulai keluar dari pelipis Aishah. Wajahnya berubah menjadi pucat. Sedari tadi Aishah memejamkan matanya. Aishah menganggukkan kepalanya lagi. Radit menyunggingkan bibirnya lalu menggenggam erat kedua tangan Aishah.


"Aish, buka matamu. Tataplah mataku." Aishah mulai membuka matanya perlahan.


Radit menatap mata Aishah, menebak-nebak dari sorot matanya sebenarnya apa yang membuat gadis itu takut.


"Percayalah kepada suamimu ini, tidak ada yang perlu ditakutkan." Radit berusaha meyakinkan Aishah.


"Apakah kamu bersedia memberikannya untukku malam ini?" Radit bertanya dengan lembut.


"Lalu kenapa Aish harus takut?" Radit kembali melayangkan pertanyaan. Aishah menatap Radit.


"Karena ini pertama kalinya Aish bersentuhan langsung dengan lelaki." Wajah Aishah kini bahkan sudah seperti udang rebus.


Bagaimana bisa kamu menjaga tubuhmu yang indah ini dengan baik, tanpa pernah terjamah tangan lelaki sedikit pun. Dan kini aku yang akan menjamahnya untuk yang pertama kali. Betapa beruntungnya aku saat ini, terima kasih Ibu telah membuatku menemukan mutiara paling berharga yang tak pernah dijamah oleh siapapun.


Radit bergumam dalam hati.


"Terima kasih sudah menjaga dirimu dengan baik untukku, suamimu." Radit tersenyum senang.

__ADS_1


Radit terdiam sebentar, mengambil nafas dalam, beberapa kali. Radit melihat ketakutan dari sorot mata Aishah yang masih membayanginya.


"Jika kamu belum siap, tak apa katakan saja. Aku akan menunggu sampai Aish benar-benar siap."


Tampak Aishah berpikir keras."Aish akan menunaikan kewajiban Aish Kak, mulai malam ini dan kapanpun yang Kak Radit inginkan."


Radit tersenyum senang mendengar ucapan Aishah. Karena sudah mendapatkan lampu hijau, Radit mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Aishah, hidungnya kini mulai bersentuhan. Tangannya mulai memeluk pinggang Aishah. Radit mengecup bibir Aishah yang mungil, mengulumnya dengan lembut. Cukup lama mereka melakukan hal itu. Mereka baru berhenti setelah Aishah nampak tersengal. Karena ini merupakan first kiss Aishah, jadi Aishah belum terbiasa dengan itu.


Kamu benar-benar polos Aish, membuatku semakin gemas saja.


Radit mulai memegang kedua bahu Aishah dengan kedua tangannya yang kokoh. Mendorongnya lembut hingga tubuh Aishah jatuh berbaring di tempat tidur. Radit mulai melepas kancing baju Aishah satu persatu. Aishah tampak sangat malu, namun ia hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya itu. Radit membuang baju Aishah ke sembarang tempat, begitu pula dengan bajunya. Lalu Radit membaringkan tubuhnya di samping Aishah, kini wajah mereka berhadapan. Radit mulai mencium leher Aishah, dengan tangan yang sudah menjalar ke area sensitif. Lalu terjadilah apa yang seharusnya terjadi. Dan malam panjang baru akan dimulai. Ini adalah malam yang panjang bagi dua anak manusia yang disebut pengantin baru itu.


______________________________________________


Alarm ponsel Aishah berbunyi, menunjukkan waktu sudah pukul empat pagi. Aishah mulai membuka matanya perlahan, rasanya ia baru beberapa menit yang lalu bisa memejamkan matanya. Ketika membuka mata, Aishah mendapati tangan Radit yang memeluk tubuhnya sepanjang malam. Radit nampak tertidur dengan sangat pulas, membuat Aishah tak tega untuk membangunkannya.


Ketika hendak melepaskan pelukan Radit dari tubuhnya, Aishah sangat terkejut, ia baru tersadar bahwa dirinya tak memakai seutas benang pun. Aishah menutup kembali tubuhnya rapat-rapat dengan selimut hingga ke lehernya. Nampaknya Radit menyadari gerakan tubuh Aishah. Radit terbangun dan mulai membuka matanya. Ia melihat ke arah Aishah.


"Selamat pagi Istriku."


Radit duduk di tempat tidur, lalu mengecup kening Aishah. Radit segera mengambilkan baju Aishah yang sudah berserakan ke mana-mana. Aishah dengan cepat memakainya lalu berlari menuju kamar mandi untuk mandi. Radit mengikuti Aishah dari belakang, tanpa sepengetahuan Aishah, Radit ikut masuk ke dalam kamar mandi. Aishah mulai melepaskan pakaiannya satu persatu. Betapa terkejutnya Aishah dengan kedatangan Radit yang tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang.


Tangan Radit mulai tidak bisa dikondisikan. Dari belakang Radit mencium leher Aishah dengan keras hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sana. Aishah meringis kesakitan. Suara kran air yang menyala mengalahkan suara-suara yang keluar dari penghuni kamar mandi. Radit membalikkan tubuh Aishah, membuat mereka berhadapan. Lalu Radit memeluk tubuh Aishah dengan lembut, Radit menyalakan shower di atasnya. Radit mengulum bibir Aishah di bawah air yang jatuh dari shower di atas mereka. Dan setelah selesai melepaskan hasrat mereka, akhirnya mereka mandi bersama.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusan mereka, Aishah dan Radit keluar dari kamar mandi bersama. Aishah melihat jam di kamarnya sudah menunjukkan pukul lima pagi. Itu artinya mereka sudah terlambat untuk sholat subuh berjamaah dengan anggota keluarga yang lain. Setelah berpakaian lengkap, Aishah mengajak Radit untuk sholat berjamaah dengannya.


__ADS_2