Mengejar Cinta Pembalap: COWOK 4G

Mengejar Cinta Pembalap: COWOK 4G
Autro


__ADS_3

Seikat tulip putih diletakkan di pusara Denta.


"Selamat tahun baru, Dai!" sapa Evan takzim. "Apa harapan lu di tahun ini?" tanyanya kemudian.


Elijah tertunduk di sisinya dengan ekspresi muram. Ia tahu harapan Denta.


"Saya ingin tetap hidup meski saya sudah mati!"


"Kamu gak mau kan kehilangan saya?"


"Lanjutkan mimpi saya!"


"Jangan khawatir, Eli! Saya gak minta kamu juara. Saya cuma minta kamu gak berhenti."


"Kegagalan hanya proses. Kemenangan hanya upah---buah dari apa yang kita tanam! Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Dan saya sedang mencoba menanam spirit."


"Lanjutkan mimpi saya, Eli! Maka saya akan tetap hidup. Di dalam dirimu!"


Tiba-tiba Elijah sadar dia tak pernah balapan lagi setelah kepergian Denta.


Selepas hari itu…


Elijah akhirnya kembali ke sirkuit. Berlatih setiap hari dibawah bimbingan Evan. Mengikuti banyak kejuaraan dan memenangkan banyak turnamen hingga lolos ke kejuaraan nasional.


Dua tahun kemudian, ia sudah memuncaki podium di kejuaraan nasional untuk kategori wanita—WMX.


Dari atas podium, Elijah secara khusus mengucapkan terima kasih.


Terima kasih untuk reader setia Mengejar Cinta Pembalap: COWOK 4G terutama untuk para mantan racer yang setia mendukung karya ini sepenuh hati dengan like, komen, tag favorite, vote dan gift. Kalian yang paling a n j i m!


Terima kasih untuk kalian yang tidak pernah komen namun tetap setia sampai hari ini. Terima kasih untuk dukungan like-nya. Begitu juga dengan kalian yang tidak pernah like, tidak pernah komen, tapi tag favorite. Atau untuk kalian yang tidak pernah like, tidak pernah komen, dan tidak tag favorite. Kalian yang diam-diam baca juga tetap membantu meningkatkan pop.


Terima kasih untuk teman-teman sesama penulis terutama yang mendukung secara terang-terangan.


Terima kasih juga untuk sesama penulis yang cuma diam-diam hanya mengintip untuk mengutip. Terima kasih juga untuk akun fiktifnya!


Terima kasih untuk para pengikut yang tidak pernah baca satu pun dari karya saya.


Apa pun bentuk dukungan kalian, semuanya sangat berarti.


Tanpa kalian semua, Penulis Keparat bukan apa-apa.


Terima kasih kepada para sahabat yang namanya dicemari sebagai tokoh dalam cerita ini:


-Evan Jeremian & keluarga---Tante Laura, Om Johan, Kak Eden Hosea dan Tante Tatiana.


-Devian Bernhard


-Bang Wi---Buddy Dwi Aria dan istri---Keyla Arianti/Bibi Aria.

__ADS_1


-Ryan Gunawan---Igun


-Aditya Wisnu---Innu


-Tiantitan Mahayotaruk---Maha


-Deny Darmawan---Dede


-Ardian Kusuma---Ko Ard


-Martin Hernandez---Ko Mar


-Gilang Wibisana


-Irgi Mahesa---Gigi


-Bimo Satria---Bemo


-Lenny Mariana---Ceuceu Lenny


-Six Asia---Sisca


-Oscar Tjang---Otjang


-Jun Andreas---Juna


-Achmad Mulijati—Jati Achmad


-Mohammad Azami Ibrahim---Jimmy


-Dian Anggara


-Dini Safira---Ira


-Windy Nuramalina---Windy Lestari.


Thanks for my lovely family—van Kohen, Keith, Noah & Norah.


Yang lupa disebutkan komen, "Ehem!"


Ketika diwawancarai mengenai prestasinya dalam jumpa pers, Elijah mengungkapkan…


"Menjadi pembalap bukanlah salah satu dari impian saya, tapi seorang pembalap menjadi obsesi saya. Saya turun ke sirkuit demi mengejar seorang pembalap. Berkat dia, saya belajar tentang kecepatan. Dia sangat cepat. Pembalap tercepat dari yang tercepat. Begitu cepat sampai ia dijuluki si Halilintar. Segala sesuatu tentang balapan terdapat pada dirinya hingga mulutnya terkenal sebagai Knalpot Racing. Dia sendiri yang mengajari saya kecepatan. Secara tidak langsung mengajari saya mengejar dirinya. Dialah guru balap saya, idola saya, kekasih saya… Evan Jeremiah… saya berhasil mengejar Anda!"


Seketika Evan menjadi sorotan publik.


Elijah menunjuk pria itu.


Pria itu berdiri di tengah kerumunan para racer. Tertunduk mengulum senyumnya. Cowok-cowok berengsek di kiri-kanannya menyikut pria itu sembari mesem-mesem dan menggodanya.

__ADS_1


Tepuk tangan spektakuler menyambut Evan ketika teman-temannya mendorong pria itu untuk mendekat ke podium sembari bersorak-sorak, "Putus! Putus! Putus!"


Para penonton tergelak menanggapi ulah konyol teman-teman Evan.


Evan berjalan ke tengah lapangan seraya tersenyum, sedikit tersipu. Sepasang mata cokelatnya berbinar-binar menggambarkan hatinya yang berbunga-bunga. Lalu pria itu berhenti di bawah podium dan mendongak menatap Elijah di atasnya.


Tatapan mereka bertemu dan terkunci!


Para penonton kembali bersorak dan bertepuk tangan.


"Cium! Cium! Cium!" para penonton memprovokasi mereka, sementara teman-teman Evan masih menyerukan hal yang sama, "Putus! Putus! Putus!"


Sialan!


Tak lama kemudian Elijah dan Evan tersenyum simpul, lalu Elijah tiba-tiba melompat dari podium, dan keduanya menghambur ke arah sepeda motornya masing-masing disertai pekikan dan tepuk tangan semua orang yang sontak tercengang antara bingung dan penasaran.


Lalu dua-duanya membuat aksi dramatis yang membuat semua orang terkesiap. Mereka melakukan aksi freestyle yang berakhir dalam adegan romantis—berciuman dengan masing-masing menunggangi sepeda motornya dalam posisi ban belakang terangkat ke atas, lalu keduanya berputar pelan seperti dua penari balet yang saling bertautan.


"Ade gua tuh," Keith berkata pada Noah sembari menunjuk ke arah Elijah dari barisan penonton, bersikap seolah-olah Noah adalah orang lain.


Tepuk tangan spektakuler kembali menggelar disertai sorakan meriah dan siulan usil.


"Abang!" Igun mulai merengek—meneriaki Evan dengan gaya b a n c i. Persis ibu-ibu yang sedang cemburu.


Cowok-cowok berengsek lainnya tergelak menanggapi Igun.


Aksi dramatis pasangan itu tersebar dalam sekejap di media sosial dan seketika menjadi viral, menginspirasi banyak pasangan pembalap dan para pembuat konten foto wallpaper.


"Oke, cukup!" dengus Innu tak sabar. "Penulis Keparat bener, cerita ini udah gak lucu lagi!" tandasnya seraya berbalik meninggalkan sirkuit diikuti bajingan lainnya.


"Bubar!" Devian mengintruksikan.


...___________CERITANYA TAMAT_____________...


.


.


.


Note:


Karya ini didedikasikan khusus untuk: Mendiang Denta Prayudha.


Dari kisah sejati…


*Waktu dan tempat disamarkan/bukan yang sebenarnya.


*Penokohan/prestasi dan popularitas tokoh bersifat hiperbolis

__ADS_1


__ADS_2