
Pekarangan rumah Bibi Aria sekarang dipenuhi banyak orang ketika Irgi dan Bimo menyalakan kembang api di pagar pekarangan, para tetangga terutama anak-anak berbondong-bondong merapat ke rumah Juragan mereka untuk menyaksikan pesta kembang api itu.
Para tamu dari Jakarta berkerumun di dekat panggung untuk saling mengucapkan selamat tahun baru.
Ardian Kusuma memanfaatkan momen itu untuk mendekati Deny Darmawan.
"Selamat tahun baru," Ardian menyalami Dede sembari menjejalkan amplop ke dalam tangannya.
Dede menatap terkejut pada atasannya. "Ini angpao tahun baru, Ko?" tanyanya dengan ekspresi senang.
"Itu uang pesangon," bisik Ardian dengan raut wajah datar.
Ekspresi senang Deny Darmawan langsung lenyap seketika.
"Selamat tahun baru," bisik Evan di telinga Elijah sementara tangannya masih melingkar di bahu gadis itu.
Apa gak kesemutan, ya?
"Selamat tahun baru!" Elijah balas berbisik seraya tersenyum riang.
Mereka berdua sedang menyaksikan kembang api sembari mojok di teras paviliun Elijah.
"Cium!" pinta Evan seraya membungkuk mendekatkan mulutnya ke mulut Elijah. Elijah mengecup bibirnya sepintas.
"Lagi!" kata Evan sembari masih membungkuk. Elijah mengecupnya lagi.
"Lagi!" pinta Evan lagi, dan itu dilakukannya secara terus-menerus sampai Elijah akhirnya membenamkan mulutnya di mulut pria itu dengan sedikit tekanan dalam waktu yang lama. Bisa dibilang membekap mulutnya, sampai pria itu kehabisan napas.
"Selamat tahun baru, Beb!" Kakaknya, Keith, tak mau kalah. Ia membungkuk mencium kekasihnya di bawah ledakan cahaya kembang api yang berwarna-warni.
Melihat kemesraan mereka, Dian mengerling ke arah Jimmy, berharap pria itu melakukan hal yang sama seperti Keith.
Tapi Jimmy bahkan tidak sedang melihat pasangan itu, matanya jelalatan ke sana-kemari entah sedang mencari siapa.
Dian mengerang bosan dan mengalihkan perhatiannya ke arah kerumunan para racer, mencari incaran baru. Bagaimanapun cowok-cowok racer itu tidak ada yang jelek. Lalu secara tiba-tiba tatapan matanya berhenti pada Innu.
Cowok itu sedang menyalami teman-temannya seraya tersenyum lebar, mengucapkan selamat tahun baru dengan gaya keren, paling mencolok di antara yang lainnya. Gerak-geriknya terlihat elegan seperti bintang idola di tengah para fans.
Begitu memukau sampai menarik minat Norah, gadis itu tiba-tiba menyelinap ke tengah-tengah para racer, menerjang ke arah Innu dan memeluk pinggangnya, kemudian menempelkan telinganya di dada cowok itu.
__ADS_1
Cowok-cowok racer itu terperangah melihat tingkah Norah yang tidak masuk akal, sementara Innu hanya membeku dalam rengkuhan Norah.
Dian memekik dan membekap mulutnya dengan telapak tangan. Membuat teman-temannya spontan mengikuti arah pandangnya.
"Ayang!" Keith tersentak dan menghambur ke arah Norah.
Evan dan Elijah serempak menoleh ke arah mereka.
Noah dan Delillah terperanjat menyadari kelengahannya.
"Bukan begitu caranya deketin cowok!" tegur Keith sembari menghela Norah menjauh dari Innu.
Norah hanya mencebik sembari menjejakkan kakinya dengan gaya merajuk.
Semua orang tertawa terbahak-bahak.
Koen van Allent segera mengamankan putri bungsunya dan meminta maaf pada Innu.
"Ah—gapapa," kata Innu sembari tertawa gelisah dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak terasa gatal. "Saya cuma kaget aja kok, Om!"
Elijah terkekeh dan menggeleng-geleng. Evan meliriknya dengan mata terpicing.
Situasi kembali kondusif setelah Norah diamankan.
Jati tiba-tiba menghampirinya, menyodorkan pipinya juga—minta dicium. Windy menoyor dahinya sembari merongos. Teman-temannya tertawa di sekeliling mereka kecuali Wanda.
"Ke mana si Wanda?" Ira menyadari. Semua orang langsung celingukan mencari teman mereka yang tinggi menjulang di tengah kerumunan.
Cowok itu ternyata lagi pedekate sama Mbak Suzy di sisi panggung.
"Selamat tahun baru," Wanda mulai melancarkan modusnya. "Mmmm… Mbak…?" memancing nama Mbak Suzy seraya membungkuk sedikit dan mengulurkan sebelah tangannya ke arah gadis itu.
"Suzy!" gadis itu menjabat uluran tangan Wanda.
"Juang!" Wanda tersenyum manis ke arah Mbak Suzy, kemudian melirik teman-temannya sembari tersenyum miring.
Jati sontak mendengus dan membeliak sebal.
Sementara itu, di sisi lain panggung, Igun tahu-tahu sudah rangkul-rangkulan dengan Sisca Asia. Menyaksikan pesta kembang api berdua tanpa peduli sekitar, seolah sudah lama jadian.
__ADS_1
"Apa cuma gue di sini yang kalo ke mana-mana di semua novel lu gak pernah dapet pacar?" protes Jati pada Author.
Dan Author cuma bisa bilang…
Bini lu cemburuan, Cungkring!
"Hei—hellooooow…!" Bimo meneriaki Jati dari dekat pagar sembari menutup kedua telinganya. Irgi sedang menyalakan kembang api baru di sampingnya. "Gue denger itu!" katanya. Dia juga tidak punya pasangan dalam cerita ini.
Devian yang saat itu sedang beramah-tamah dengan Arjuna dan Oscar Tjang, spontan mendelik ke arah mereka.
Jangan lupa soal Devian—hitam-hitam kereta api. Sudah hitam jomblo abadi!
Jangankan yang hitam, yang tampan memukau saja di sini jomblo—Arjuna Lubis. Ketampanan tidak menjamin tokoh terbebas dari status jomblo di dunia novel Penulis Keparat.
Karena tampan saja tak cukup!
Usai pesta kembang api, semua orang berkumpul di dekat panggung.
"Ayo gabung!" ajak Elijah.
"Tunggu dulu!" sela Evan. Ia bergegas ke mobilnya, mengambil sesuatu, kemudian kembali ke paviliun Elijah dan melucuti semua pakaian tebalnya.
"Lu mau ngapain?" Elijah memekik terkejut.
"Ganti baju," jawab Evan cepat-cepat.
"Apa?" Elijah nyaris menjerit dan menyeretnya ke kamar. "Lu gila?" gerutunya setelah sampai di dalam.
*Cuma ganti atasan aja kok, sampe segitunya?" tukas Evan.
"Gue gak rela cewek-cewek di luar liat lu telanjang dada!" sergah Elijah. "Itu punya gue!" katanya sembari menunjuk perut dan dada Evan.
Cowok itu terkekeh. Tahulah dia bahwa perut dan dadanya bisa menjadi senjata untuk mengancam Elijah sekaligus menawannya.
Sebaliknya, Elijah tidak diperbolehkan lagi memakai pakaian dengan dada terbuka seperti ketika ia konser di Event Grass Track.
"Itu punya gue!" kata Evan sembari menunjuk area sakral Elijah.
Sejak saat itu, tak perlu modus khusus untuk membuat gadis itu mendekat. Baru menyingkap bajunya saja, Elijah sudah menubruknya dengan sukarela tanpa diminta.
__ADS_1
Tak jarang mereka jatuh dalam dosa hanya karena perkara perut dan dada.
Pasangan idiot!