
Zia terperanjat melihat sosok laki-laki yang pernah bermasalah dengan dirinya di masa lalu kini berada di kampusnya. Laki-laki yang hampir merenggut kesucian nya. Laki-laki yang membuat dirinya menjauhi Bryan karena ancamannya. Laki-laki yang terakhir kalinya ia temui di pernikahan Zacky dan ikut menikah di hari yang sama. Ya siapa lagi kalau bukan David, Laki-laki yang pernah terobsesi dengan nya hingga melakukan berbagai macam cara termasuk memanfaatkan Bella hingga membuat dirinya hampir kehilangan Bryan.
"Tapi bagaimana bisa dia berada disini?" batinnya.
Dengan mengukir senyum David mendekati Zia yang masih mematung di tempatnya. Bahkan ia menyapa Zia dengan sangat ramah. Sangat berbeda dari David kala itu.
"Hai Zia... Kamu kuliah di sini juga?"
Mendengar pertanyaan David Zia tersentak dan menatap David dengan tatapan tidak sukanya.
"Seharusnya Aku yang tanya, Sejak kapan kamu kuliah di sini?"
"Oh... Aku baru pindah kemari setelah pernikahan yang tidak ku inginkan itu."
"Tidak perlu memberitahu ku kamu menginginkan pernikahan itu atau tidak, Karena itu tidak ada hubungannya dengan ku."
David tersenyum tenang, Ia tidak merasa marah sama sekali meskipun Zia bersikap begitu jutek pada nya.
__ADS_1
•••
Melihat Bi Asih dan para asisten rumah tangga yang lain sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Rina membawa Ziyan ke kamar sang Majikan. Kemudian ia membaringkan baby Ziyan ke ranjang dan melangkah ke arah lemari yang terdapat berbagai macam pakaian milik sang Majikan. Ia memilah milih pakaian Zia dan mencocokkannya ke tubuhnya. Tidak puas dengan itu, Bahkan Rina menanggalkan pakaian yang ia kenakan kemudian memakai pakaian milik Zia sambil bercermin di depan kaca raksasa dan berlenggak lenggok bak model yang tengah berjalan di catwalk.
"Ini sangat cocok untuk ku, Lihatlah bahkan tubuhku lebih indah daripada tubuh Nyonya Zia yang terlihat seperti triplek itu." gumamnya.
Sementara di kantor. Bryan yang baru menyelesaikan meetingnya. Kembali ke ruangan dan langsung membuka laptop untuk menyambungkan CCTV di rumah ke laptopnya. Meskipun ia bersikap biasa saja di depan Zia. Namun melihat sikap Rina tadi pagi, Bryan lebih waspada daripada Zia.
Bryan mulai memperhatikan ruangan yang ia pasang CCTV mulai dari kamar Baby Ziyan. Ia menjadi sedikit tegang dan menatap lebih dekat ke layar laptopnya tatkala ia tidak melihat Rina di sana. Kemudian Bryan mengalihkan pantauannya ke kamar pribadinya. Dan alangkah terkejutnya Bryan melihat Rina tengah memakai lingerie milik Zia dan berbaring miring sambil membelai kemeja miliknya yang ia letakkan di atas bantal guling.
Seketika rahang Bryan mengeras, Giginya mengatup serta kedua tangannya mengepal melihat babysitter putranya dengan lancangnya memakai pakaian pribadi istrinya dan berbaring di ranjang dimana tempat itu adalah tempat ternyaman untuk mereka beristirahat.
Melihat Majikannya yang terlihat begitu marah memasuki rumah. Bi Asih dan asisten rumah tangga yang lain menjadi tegang. Mereka yang sibuk dengan pekerjaan masing-masing sama sekali tidak tau apa yang Rina lakukan di kamar majikannya.
Bhraaakkk..!!!
Rina terkesiap melihat Bryan yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Ia buru-buru turun dari ranjang dan menundukkan kepala menatap dirinya sendiri yang kini hanya mengenakan lingerie tipis yang tembus pandang milik majikannya.
__ADS_1
"Lancang sekali kau melakukan ini?!" dengan penuh amarah, Bryan mencengkam kedua lengan Rina hingga membuat wanita itu gemetar ketakutan. Namum ketakutan itu hanya sesaat tatkala ia melihat Zia tengah berjalan mendekati kamar sambil menatap layar ponselnya.
"Ampun Tuan, Jangan lakukan ini, Kasihan Nyonya Zia."
Bryan merasa bingung dengan sikap Rina yang seolah dirinya akan memperko'sa nya.
"Tuan... Jangan Tuan... Jangan..." Rina merapatkan tubuhnya sambil terus berteriak menatap keluar hingga Bryan menyadari apa maksud Rina dan ikut menoleh ke belakang.
"Zia...!" Bryan yang menjadi panik mencoba membungkam mulut Rina sebelum Zia melihat apa yang tengah terjadi.
"Jangan paksa Aku lebih dari ini Tuan, Aku tidak bisa melakukannya!" Rina menarik tubuh Bryan hingga mereka terjatuh bersama di atas ranjang.
Guncangan ranjang yang begitu kuat membuat Baby Ziyan menangis bebarengan dengan terikan Zia yang melihat Bryan berada diatas tubuh Rina.
"Babeee...!!!"
Bryan menoleh kearah Zia. Ia mencoba bangkit dari atas tubuh Rina namun Rina menahan dengan mencengkam kerah lehernya.
__ADS_1
"Kalian menjijikkan!" Zia yang sudah berderai air mata mengambil baby Ziyan dan membawanya lari meninggalkan kamar.
Bersambung..