Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Nutrisi Pagi


__ADS_3

Bryan menghelai nafas kasar melihat istri tercintanya ngambek.


Kemudian ia menggendong baby Ziyan yang terus menangis dan tak di hiraukan oleh Zia.


Ia menimang-nimang baby Ziyan berharap ia akan berhenti menangis.Namun bukannya berhenti baby Ziyan malah semakin menangis dengan begitu kencangnya hingga memekakkan telinga.


Melihat ekspresi Bryan yang menyipitkan sebelah matanya karena jeritan baby Ziyan. Zia merebut baby Ziyan dan kembali membaringkannya di ranjang. Sambil terus mengerucutkan bibirnya Zia membuka resleting depannya dan berbaring miring menyu'sui baby Ziyan. Bryan yang seharusnya berangkat lebih awal mengurungkan niatnya karena harus membujuk sang istri.


Dengan berjalan menggunakan kedua lututnya, Bryan ikut berbaring dan memeluknya dari belakang. Ia melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri dan membenamkan dagunya di pundaknya sambil menatap baby Ziyan yang terlihat begitu rakus menyedot ASI dari Mommy nya.


Dengan isengnya Bryan mencoel-coel pipi baby Ziyan agar melepaskan ASI nya. Melihat baby Ziyan kembali menangis Zia semakin kesal dan langsung menyikut Bryan yang terus menempel padanya. Namun Bryan hanya terkekeh dan kembali menci'umi punggung Zia dengan gemas.


"Babe... Iiihhh..." Zia memberontak manja. Namun hatinya tersenyum bahagia di perlakukan seperti itu.


"Suruh dia berhenti, Aku juga menginginkannya." bisik Bryan sambil meniup belakang telinga Zia hingga si empunya meremang geli.


"Gak usah ngrayu deh, Katanya mau berangkat lebih awal, Katanya mau ke luar kota, Ya udah sana jangan pedulikan kami."


"Bagaimana Aku tidak peduli. Kalian adalah dunia ku, Aku rela kehilangan segalanya asal kamu tidak marah padaku," ucap Bryan sambil terus menciumi pundak Zia.


"Kalau Babe kehilangan segalanya lalu Aku harus makan apa?"

__ADS_1


"Makan Aku lah." Bryan terkekeh sambil mempererat pelukannya hingga merapat sempurna.


"Apaan sih ini yang ngeganjel?" tanya Zia berpura-pura.


Bryan kembali tertawa mendengar pertanyaan sok polos Zia.


"Pake pura-pura lagi, Adik kecil kesukaan mu lah." kelakar Bryan.


Rasa kesal yang semula menyinggahi hati Zia kini berubah menjadi senyum berbunga. Zia memang paling tidak bisa marah lama-lama dengan Bryan. Apalagi kalau sudah menempel begini, Tubuhnya langsung terasa memanas membayangkan nikmatnya hentakan yang Bryan lakukan.


"Ahhh sial, Kenapa sih Aku selalu berpikir kesana, Bikin gak bisa marah lama-lama aja." batin Zia merutuki dirinya sendiri.


"Sekarang udah gak marah kan, Kalau gitu Aku berangkat dulu ya."


Meskipun hatinya tidak lagi marah. Namun Zia masih tidak rela jika Bryan pergi sekalipun untuk bekerja. Rasanya ingin terus bermanja-manja dengan suaminya setelah cukup lama mereka tidak bercinta selama masa nifas nya.


"Apa kamu menginginkannya?" goda Bryan yang langsung bergerak cepat memasukkan tangannya ke bongkahan sintal yang berada di bawah sana.


"Iiihhh apaan sih." Zia menggeliat memberontak. Namun sebenarnya ia begitu menikmati jemari Bryan yang mulai membelah bongkahannya hingga menysup ke depan.


Bryan tersenyum merasakan milik Zia yang sudah begitu basah. "Tinggal bilang aja pengin pakai alasan ngambek segala," batin Bryan terkekeh.

__ADS_1


Tidak mau membuang waktu lagi karena ia harus segera ke kantor. Bryan langsung menurunkan hot pants yang Zia kenakan. Kemudian Bryan menyapukan lidahnya di belahan itu hingga membyat Zia yang melirik ke belakang.


Tidak berlama-lama. Bryan bersiap melakukan penyatuannya dengan membelah bongkahan itu dengan jari jemarinya yang yang berotot.


Zia yang masih menyu'sui baby Ziyan hanya bisa memejamkan mata menikmati sensasi berbeda dengan gaya bercinta seperti ini. Apa lagi saat Bryan mulai menghentakkan pinggulnya Akhhh.. Selalu berhasil membuat Zia mendes'ah keenakan.


"Babe... Akhhhhh..." Zia meremad sebelah dadanya yang terguncang karena hentakan yang Bryan lakukan. Sementara baby Ziyan seolah tak terganggu dengan apa yang kedua orang tuanya lakukan terus menyu'su dengan rakusnya.


Zia semakin meracau saat hampir mencapai puncak kenikmatannya. Kemudian Ia menggapai tangan Bryan dan berpegangan dengan kencang hingga menancapkan kukunya di sana.


"Akkkhhhhhhhh..." lenguhan panjang itu sampai juga bebarengan dengan Bryan yang sedikit mencodongkan tubuhnya ke atas Zia dengan bertumpu pada kedua tangannya.


Zia terkulai lemas menikmati sisa-sisa kenikmatanya. Sementara Bryan langsung mencabut miliknya dengan senyum penuh arti.


Setelah Bryan keluar dari kamar mandi Bryan melihat Zia dan juga baby Ziyan sudah sama-sama tertidur pulas. Bryan tersenyum menggelengkan kepalanya melihat Zia yang masih setengah telanjang. Kemudian ia meraih selimut untuk menutupi bagian bawah yang baru saja memberinya kenikmatan.


"Dasar nakal, Udah di kasih langsung tidur pulas gak ngurusin suami yang mau berangkat kerja," ucap Bryan sambil mengecup ujung kening Zia.


Setelah itu Bryan keluar kamar dan bergegas meninggalkan rumah menuju kantornya. Bryan yang berniat berangkat lebih awal jadi kembali kesiangan karena harus memberikan nutrisinya kepada sang istri agar membiarkannya pergi dan tak marah lagi padanya.


🔥🔥🔥

__ADS_1


📌Maaf lama. Fokus "Cinta Yang Haram" dulu, Makasih yang sudah pada mampir. Yang belum, Jangan lupa mampir ya, Ntar kasih Extra Bab yang Hot lagi wkwkwk 🤣


__ADS_2