Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Lanjut


__ADS_3

Pagi harinya Bryan bangun dengan kondisi tubuh yang terasa begitu segar. Rasa dahaga yang hampir dua bulan tidak terpenuhi akhirinya terpenuhi dengan permainan panas mereka yang berlanjut hingga dini hari. Bahkan kali ini ia masih dalam keadaan polos di bawah selimut yang sama dengan istri kecilnya.


Dengan senyum penuh kepuasan Bryan mendekap tubuh Zia dan menciumi pundaknya yang tanpa penghalang apapun.


"Selamat pagi Sayang..."


"Hmmm..." Zia hanya sedikit menggeliat menepis kecupan Bryan dengan mata yang terpejam.


Melihat hal itu bukannya berhenti Bryan malah semakin merapatkan tubuhnya.


Di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka. Zia yang masih merasa begitu mengantuk dapat merasakan sesuatu yang begitu menggelitik di bagian bawahnya.


"Satu kali lagi sebelum Aku berangkat ke kantor." bisik Bryan.


Belum sempat Zia membuka mata sepenuhnya dan menjawab permintaan Bryan. Dengan cepat Bryan melesapkan miliknya hingga membuat Zia tersentak dan membuka matanya.


"Akhhhhh..." Zia menggigit bibir bawah merasakan sedikit perih karena sama sekali tidak ada pemanasan yang Bryan lakukan. Namun beberapa menit kemudian rasa perih itu berganti menjadi rasa nikmat tatkala dengan keahliannya Bryan membuat Zia mengerang dan menggelinjang hebat dalam waktu beberapa menit saja.

__ADS_1


Tiapi tdak demikian dengan Bryan. Bryan yang belum mencapai puncaknya membalikkan tubuh Zia dan kembali menghujam keras hingga Zia kembali mekekik. Hal itu terdengar begitu menggai'rahkan untuk Bryan yang semakin bersemangat mencari keringat di pagi hari. Namun belum juga ia sampai puncaknya. Kini gangguan datang dari luar tatkala pintu kamarnya di ketuk.


"Siapa?!" dengan terus memacu pinggulnya Bryan menjawab dengan kesal ketukan itu.


"Maaf Tuan, Ini sudah ke tiga kalinya Tuan Faraz menelfon, Katanya Anda sudah di tunggu di kantor," ucap Bi Asih dari luar pintu.


"Oh Astaga... Hari ini ada meeting penting." Batin Bryan yang memperlambat gerakkan.


"Babe... iiikkkhhh..." Zia sedikit memprotes karena merasa tak lama lagi akan kembali mencapai pelepasan keduanya. Melihat Zia yang terlihat begitu sensual dan menggai'rahkan, Bryan kembali meneruskan pacuannya dan mengabaikan apa yang Bi Asih katakan.


"Tuan... Tok... Tok...Tok..."


Mendengar suara majikannya yang terdengar seperti orang yang habis lari maraton 42,195 kilometer, Bi Asih menggaruk-garuk kepalanya dan meninggalkan kamar mereka.


"Bryan! Kau mengabaikan panggilan telepon ku, Dan sekarang nomer rumah mu juga tidak bisa di hubungi," ucap Faraz menggenggam kesal ponselnya seakan ingin melemparnya.


"Tuan Faraz Bagaimana ini, Kami sudah menunggu begitu lama?" tanya salah satu klien.

__ADS_1


"Tunggu beberapa menit lagi Tuan, Semua berkas ada pada Bryan kita tidak bisa memulai meeting ini tanpa kehadirannya."


"Tuan Faraz! Anda tau waktu kami begitu berharga, Satu menit saja waktu kami bisa menjadi uang, Lalu Anda meminta kami untuk membuang-buang waktu dengan menunggu orang yang tidak profesional sepertinya?!"


"Tolong beri kami kesempatan Tuan, Bryan tidak pernah seperti ini sebelumnya, Mungkin ada sesuatu yang membuat ia terlambat datang." dengan menangkupkan kedua tangannya Faraz memohon kepada mereka.


"Baiklah, Kami tunggu sampai jarum jam itu berada di angka enam, Jika Tuan Bryan tidak datang juga, Kerjasama kita batal!"


Dengan terpaksa Faraz menganggukkan kepalanya. Sementara dalam hatinya ia begitu merasa geram kepada menantunya yang tidak begitu bertanggung jawab dengan janji yang sudah mereka buat dari seminggu yang lalu.


🔥 Wah bakal di apain ya, Menantu mesum sama Papa mertua Bucin? 🤣🤣🤣


📌 PERHATIAN ‼️


Mengingat Banyak sekali yang masih komen dan Suport Novel ini, Author akan berencana memperpanjang "Mengejar Duda Teman Papa"


Terlebih Author dapat laporan ada Novel yang inti ceritanya sama persis dengan Novel ini dan emang bener pas Author baca inti cerita sama, Hanya tempat, Nama tokoh, Beberapa adegan di hilangkan dan di belokan.

__ADS_1


Gak terima dong, Author kan mikirnya capek, Masa mau nyama-nyamain 😕


__ADS_2