Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Hot Papa


__ADS_3

JEBRETTT...!!!


"Aww!" Faraz memegangi hidungnya yang terbentur pintu karena Alia membantingnya dengan keras.


Kemudian Faraz mencoba membukanya dan ternyata pintu tidak di kunci. Faraz pun masuk melihat Alia yang meringkuk di ranjang dengan membelakanginya.


Faraz menghelai nafas panjang dan merangkak naik mendekatinya.


Dengan membenamkan dagunya di lengan Alia Faraz mencoba membujuk istrinya.


"Sayang, Maafkan Aku."


Alia hanya diam dan malah menutupi kepalanya dengan selimut.


"Sayang, Aku memang tidak mengingat malam pertama kita, Tapi malam kedua ketiga dan seterusnya Aku tidak pernah melupakannya."


Mendengar hal itu dari dalam selimutnya Alia mulai menahan senyumnya.


"Sayang baiklah, Ayo kita buat malam ini seperti malam pertama kita, Jangan mau kalah sama Zia yang mungkin sedang di terkam habis oleh Singa buas yang sudah hampir 20th berpuasa."


"Iiihhh dasar, Mana bisa malam pertama di ulang, Lagian Mas sudah tua, Nggak akan bisa membuat malam ini seperti malam pertama."


Mendengar hal itu membuat Faraz seolah tertantang untuk membuktikan bahwa usianya tidak mengurangi keperkasaannya di atas ranjang. Ia langsung menarik selimut yang menutupi tubuh Alia dan membuangnya ke lantai. Kemudian ia naik keatas tubuh istrinya dan menekan kedua pergelangan tangannya.


"Kamu menantang ku? Baiklah, Aku akan membuktikannya dan tidak akan berhenti sampai kamu meminta ampun untuk menyudahi permainan ku."


Karena banyaknya masalah Anak-anaknya membuat mereka sudah lama tidak melakukan aktivitas nya di atas ranjang, Sehingga apa yang Faraz katakan membuat tubuh Alia seketika berdesir hebat.


"Nikmati Sayang..." Faraz langsung mencum'bui sang istri dengan sedikit mengangkat tengkuknya untuk memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Decapan demi decapan keluar dari mulut keduanya yang saling berbalas sesapan.


"Aaahhh..." Nafas hangat yang saling memburu mengiringi permainan mereka yang semakin panas, Kedua tangan masing-masing saling membantu membukakan baju untuk segera melanjutkan ke permainan berikutnya.


Begitu bulatan besar tersembul keluar, Faraz langsung melahapnya dengan rakus seperti bayi yang kelaparan. Tidak mau membiarkan tangannya menganggur, Faraz meremad dan memilin pucuk bulatan itu secara bergantian.


Esapan kuat dari sang suami membuat Alia semakin meliuk-liukan tubuhnya kesana kemari, Seolah tak tahan lagi Alia mendorong kedua pundak Faraz untuk turun ke bawah sana.


Faraz menyeringai dan mengusap lembah di bawah sana yang sudah begitu basah.


"Sabar dulu Sayang," ucap Faraz yang sengaja mengulur waktu untuk melihat sang istri yang terlihat sudah tak tahan lagi ingin segera di masuki.


"Kamu meremehkan kekuatan ku, Jadi biarkan Aku membuat mu lemas tanpa penyatuan kita." Faraz terus memainkan lidahnya di beberapa titik sensitif tubuh Alia yang membuat tubuhnya merasa tidak tahan lagi ingin segera mengakhiri permainannya.


"Mas..."


Melihat Alia yang terlihat begitu frustasi membuat Faraz tidak tega dan segera melakukan penyatuannya.


Faraz mendiamkan sejenak sambil memandangi bulatan besar yang sedang naik turun karena nafasnya yang memburu.


"Bersiaplah Sayang." Faraz menyeringai dan mulai memompa tubuh Alia secara teratur. Hentakan demi hentakan Faraz berikan membuat Alia terus mende'sah nikmat dengan permainan sang suami yang sudah lama tidak ia rasakan.


Seolah lupa dengan usianya dan telah memiliki Anak-anak yang sudah dewasa hingga menantu, Faraz masih begitu bertenaga untuk memompa sang istri, Ia terus menghentakkan miliknya dengan kuat hingga membuat Alia terus melenguh nikmat tak kuasa menahan miliknya yang akan segera meledak.


Namun melihat hal itu Faraz menghentikan hentakannya dan membiarkan Alia memohon kepadanya agar menyelesaikan hasratnya yang akan segera mencapai puncaknya.


"Mas... Please..." rengek Alia menarik pinggang Faraz untuk melanjutkan permainannya.


"Sekarang kamu mengakui kekuatan ku?"

__ADS_1


"Ya, Mas masih sangat perkasa, Sekarang ayo lanjutkan Ahhh."


Mendengar dari pujian dari sang istri membuat Faraz terseyum bangga dan kembali menghentakkan miliknya dengan begitu kuat hingga keduanya menegang dan menjadi lemas saling berpelukan.


•••


Sedangkan di kamar lain Bryan tidak lagi melanjutkan keinginannya untuk menikmati malam pertamanya dengan istri kecilnya, Ia tidak ingin di tengah jalan kembali di ganggu oleh mertuanya yang seolah tidak rela putri kesayangannya di sentuh olehnya.


Zia yang baru keluar dari kamar mandi melihat Bryan berbaring dengan wajah kesal membelakanginya.


Zia yang merasa Bryan marah karena ulah Papanya merangkak naik dan memeluk tubuh Bryan dari belakang.


Ia menciumi pundak Bryan dan membenamkan wajahnya di punggung polosnya.


"Maafin Papa ya," ucap Zia.


Bryan menghelai nafas dan membalik tubuhnya menghadap Zia.


Kemudian meraih tubuh mungil Ziakedalam dekapannya.


"Gak papa, Kali ini Papa Faraz boleh menyelamatkan mu dari kebuasan Singa lapar ini, Tapi besok setelah kamu pulang kerumah ku, Selamatkanlah dirimu sendiri."


Mendengar hal itu susah payah Zia menelan salivanya. Ia tidak tau bagaimana nasibnya nanti jika berada di bawah kungkungan tubuh pria berotot yang sudah berpuasa hampir 20th ini.


Bersambung...


Yang nikah siapa yang Malper siapa, wkwkwk...


Semangat Om jangan mau kalah sama Papa Gragas 🤣

__ADS_1



__ADS_2