Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Menuju Akad


__ADS_3

Sepanjang malam Zia merasa gelisah, Ia terus berguling ke kanan dan ke kiri mencoba memejamkan matanya. Namun Zia tetap tidak bisa tidur, Zia terus memikirkan bagaimana nanti saat akad nikah besok. Pikirannya semakin melayang jauh memikirkan bagaimana nanti saat malam pertama dengan Om Duda pujaan hatinya, Seperti apa rasanya. Ahh tiba-tiba Zia terseyum menutup wajahnya. Ia merasa malu dengan pikirannya sendiri.


Tok... Tok...


Zia tersentak saat mendengar pintu kamarnya di ketuk.


"Ya."


"Boleh Mama masuk?"


"Masuklah Ma, Gak di kunci."


Ceklekkk...


Alia terseyum menatap putri cantiknya yang terlihat begitu segar setelah melakukan berbagai macam perawatan.


"Kok Mama tau sih kalau Zia belum tidur?"


"Tau lah, Mama kan juga pernah nikah," ucap Alia terseyum.


"Apa saat malam pernikahan Mama juga tidak bisa tidur?"


"Ya, Tapi bukan karena bahagia seperti mu, Tapi karena takut Papa mu membatalkan pernikahan di hari H." Alia menjeda ucapannya mengingat peristiwa itu.


"Tapi akhirnya Papa jatuh cinta pada Mama dan mencintai Mama hingga kini," ucap Zia yang memang telah mengetahui jika kedua orang tuanya menikah karena di jodohkan.


"Ya, Semoga Bryan juga terus mencintai dan menyayangimu selamanya."


Zia terseyum memeluk Mamanya.

__ADS_1


"Sekarang tidurlah biar Mama temenin, Setelah malam ini Mama belum tentu bisa tidur bersama mu."


"Nanti Papa nyariin."


"Biarkan saja, Kan tiap hari Mama bisa tidur sama Papa, Kalau sama kamu kapan lagi, Lusa kamu akan di boyong suami mu."


Zia menjadi haru dantidur memeluk Mamanya dengan pundak Alia sebagai bantalnya.


Alia mengusap tangan Zia yang melingkar di perutnya. Kemudian mengecup pucuk kepalanya dan mendekap tubuhnya.


Baru saja Mereka memejamkan mata, Tiba-tiba pintu di buka dari luar.


Ceklekkk..!!!


Alia dan Zia secara serentak mengangkat kepalanya melihat ke arah pintu.


"Kok mau tidur di kamar Zia gak bilang-bilang?" tanya Faraz.


"Baiklah, Aku juga ingin tidur bersamanya." Faraz langsung melompat ke ranjang dan berbaring memeluk putri kesayangannya.


"Tidurlah Sayang," ucap Faraz mengecup kening disisi kirinya.


Zia terseyum bahagia memegang tangan kedua orang tuanya yang memeluk dirinya dari sisi kanan dan kirinya.


•••


🍃 Pagi Hari 🌻


Pukul 06.00 wib Bryan telah bersiap dengan stelan jas berwarna navy dengan kemeja berwarna putih lengkap dengan dasi kupu-kupu berwarna senada dengan jas nya. Kemudian Bryan keluar dan menunggu putri semata wayangnya di depan mobil bersama rombongan yang akan mengiringi pernikahannya.

__ADS_1


Akhirnya setelah menunggu beberapa menit Bryan terseyum melihat sang putri yang keluar dengan anggun dalam balutan kebaya modern khas remaja seusianya dengan tatanan rambut Classic di lengkapi aksesoris bunga yang menyempurnakan penampilannya.


"Putri Papah cantik sekali." puji Bryan.


"Papa juga terlihat sangat tampan."


"Terimakasih Sayang, Bisa kita berangkat sekarang?"


"Tentu."


Belum juga Mereka masuk ke mobil, Bryan dan Bella di kagetkan oleh suara yang memanggil nama Bella.


"Bella..."


Bryan terkejut melihat David yang masih berani menampakkan diri di hadapannya. Apa lagi di detik-detik pernikahannya.


Bryan kembali menutup pintu mobil dan melangkah ke arah David kemudian menarik kerahnya.


"Berraninya Kau menampakkan diri di hadapan ku lagi! Apa Kau sudah lupa dengan rekaman kejahatan mu?"


"Tidak Om, Aku tidak lupa dan Aku kemari tidak ingin mengganggu pernikahan Om dan Zia, Aku kemari hanya ingin menemui Bella, Sejak Bella kembali ke Semarang, Bella tidak lagi mau menerima pesan maupun panggilan dari ku."


"Karena kita tidak ada lagi hubungan David, Kamu sudah memanfaatkan ku untuk tujuan mu, dan kamu juga mengajak teman-teman mu untuk mengeroyok Papah ku, Aku tidak akan pernah Sudi berhubungan dengan mu lagi!"


"Bella..."


"David! Kamu sedah denger sendiri kan? Sekarang pergilah, Jika kamu berrani mendekati putriku lagi atau mengacaukan pernikahan ku dengan Zia, Maka hanya butuh waktu satu detik untuk ku mengirimkan bukti-bukti kejahatan mu pada Posisi, Aku tidak akan main-main David!"


David terdiam dan hanya bisa melihat Bryan dan Bella beserta rombongan meninggalkan rumahnya.

__ADS_1


"Siallll, Bella tidak bisa lagi ku dekati, Om Bryan mengantongi bukti-bukti kejahatan ku, Bagaimana bisa Aku menggagalkan pernikahan Mereka." batin David yang memang masih belum rela melepaskan Zia untuk menikah dengan Bryan.


Bersambung...


__ADS_2