
Mendengar Zia yang terus mengomel tanpa henti tidak membuat Bryan terpancing amarah. Justru ia sangat menikmati omelan Zia yang di lihatnya begitu menggemaskan.
"Babe malah tertawa?"
"Bagaimana tidak tertawa, Kamu begitu menggemaskan Sayang." Bryan merangkul pundak Zia dan mendorongnya masuk ke mobil.
"Babe, Zia blm selesai bicara!"
"Kita bicara di mobil Sayang, Kasian baby Ziyan nunggu kelamaan."
"Terus niat Babe nyuruh Zia kemari untuk apa?"
"Agar Aku cepat terhindar dari bibit pelakor itu."
Mendengar jawaban Bryan, Zia tersenyum lebar dan tak lagi marah-marah.
"Pakai sabuk pengaman mu." dengan penuh perhatian Bryan membantu Zia memakaikan sabuk pengamannya. Tak lupa Bryan mencuri satu kecupan pada sang istri.
__ADS_1
"I love you...." ucap Bryan.
Zia begitu berbunga mendapat perlakuan seperti itu, Meskipun itu hal sederhana tapi selalu bisa membuat Zia merasa istimewa dan nyaman dengan sikap romantis dan mengayomi yang Bryan tunjukkan.
Tidak cukup sampai di situ. Sebelum Bryan menjalankan mobilnya ia mengusap kepala Zia dan melempar senyum termanisnya.
Perjalanan yang cukup macet biasanya akan membuat orang bosan. Namun tidak dengan kedua sejoli itu yang nampak enjoy menikmati kebersamaannya dengan saling melempar senyum dan bergenggaman tangan.
"Kamu merasa bosan?" tanya Bryan sambil menyenderkan kepalanya ke kepala Zia yang sudah terlebih dulu bersandar di pundaknya.
"Sedikit," ucapnya manja.
Zia mengangkat kepalanya dan menatap Bryan yang tersenyum penuh arti. Belum juga terjawab pertanyaan di benaknya, Tangan Bryan telah berada di pa'ha nya. Dengan senyum nakal, Tangan Bryan terus merayap ke atas membuka sedikit pa'ha Zia yang hanya mengenakan dress seatas lutut.
"Mau ngapain?" tanya Zia yang belaga menolak tapi tubuhnya langsung merespon dengan cepat.
"Membuat mu basah." bisik Bryan di telinga Zia sembari meniupan nafas hangatnya.
__ADS_1
Kata-kata vulgar yang Bryan ucapkan serta hembusan nafas di bawah telinganya, Membuat Zia merasakan desiran hebat pada tubuhnya. Bahkan ia sudah tidak bisa duduk diam merasakan miliknya yang berdenyut ingin segera di jamah.
"Kamu begitu sensual saat bergair'ah seperti ini Sayang." Bryan melum'at bibir Zia sembail tangannya bergerak aktif ke lembah kenikmatan yang sudah terasa begitu lembab. Namun kenikmatan itu harus terjeda saat kemacetan jalan mulai bergerak maju.
Bryan melepaskan ciu'mannya dan menjalankan mobilnya. Namun tangan kirinya tidak melepaskan lembah kenikmatan Zia begitu saja. Bryan terus memainkan jarinya di bagian sensitifnya hingga membuat Zia menengadahkan kepalanya ke atas menikmati jemari Bryan yang menari-nari di sana.
Sesekali Bryan tersenyum menoleh kearah Zia yang terlihat seperti cacing kepanasan di sertai desah'an yang begitu menggoda telinga. Namun Bryan tidak bisa berbuat apa-apa karena mobilnya berada di tengah-tengah kemacetan kota hujan tersebut.
"Babe... Akhhhhh..." Zia meracau saat Bryan semakin cepat memainkan titik rang'sangnya. Dan itu sangat membuat Bryan tak sabar ingin segera menyesapnya hingga pada saat mobilnya tidak bisa bergerak, Bryan langsung membungkukkan badan dan membenamkan wajahnya di sana.
Zia langsung mengangkat kedua kakinya ke jok dan membukanya lebar-lebar, Membiarkan sang suami leluasa memainkan lidahnya di kewanitaannya yang sudah begitu basah nyaris tumpah ruah.
Namun lagi-lagi aktivitas mereka terhenti saat bunyi klakson mengharuskan Bryan kembali menjalankan mobilnya.
"Babe... Hhhhh..." Zia yang sedikit lagi ingin segera melakukan pelepasannya begitu tersiksa karena harus menundanya lagi.
"Sabar sayang kita akan segera sampai, Cup..." Bryan menyesap bibir Zia sekilas sambil terus mengemudi. Sementara Zia yang sudah di ujung gair'ah hanya bisa menyandarkan kepalanya dengan rasa yang ingin segera di tuntaskan.
__ADS_1
Di lanjut gak Nih? 🤪🔥