Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Satu Waktu


__ADS_3

Tidak seperti biasanya Bryan yang selalu memulai permainan.


Kali ini Bryan yang ingin langsung tidur justru di kejutkan oleh Zia yang langsung naik menduduki tubuh suaminya.


Bryan mengernyitkan keningnya dan menatap heran.


Sementara Zia tersenyum manja dan mencondongkan tubuhnya hingga membuat wajah mereka begitu dekat.


"Sayang kamu, Hmpttt..." tanpa menunggu Bryan menyelesaikan ucapannya Zia langsung membungkam mulut Bryan menggunakan bibirnya. Dengan penuh gair'ah Zia terus memperdalam luma'tan nya hingga membangkitkan gair'ah Bryan dan membalas luma'tan istrinya.


Keduanya mulai memanaskan suasa dengan saling berbalas esapan dan luma'tan dengan penuh gair'ah yang membara. Bryan beranjak bangun tanpa melepaskan pagutannya kemudian memeluk erat tubuh istrinya yang terlihat begitu berga'irah melebihi hari-hari biasanya, Gigitan kecil pada bibir satu sama lain serta lilitan lidah semakin membuat tangan keduanya tak sabar untuk melucuti pakaiannya masing-masing dan melanjutkan permainan ke tahap berikutnya.


Bryan menyeringai dan memutar tubuh sang istri agar membelakanginya. Kemudian sambil kembali berbaring Bryan menarik tubuh Zia hingga bagian intinya berada tepat di wajahnya.


"Aghhh..." dengan tubuh yang sudah di kuasai gair'ah Zia begitu terkejut dengan posisi yang Bryan lakukan untuk pertama kalinya sejak mereka menikah. Apa lagi ketika lidah Bryan mulai menari di bagian sensitifnya membuat Zia merasakan sensasi kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Ssshhh... Om... Hhhhh..." tubuhnya menggelinjang tak karuan saat Bryan mulai menyesap kuat bagian sensitifnya yang berada di dalam inti nya dan membuat dirinya langsung menggenggam senjata yang berada di depan wajahnya.


"Oughhh..." lenguh Bryan saat mendapat genggaman kuat tangan lembut Zia.


Mendengar hal itu Zia semakin bersemangat dan memberi kecupan-kecupan lembut ke ujung senjatanya yang mulai mengeluarkan cairan bening. Setelah itu Zia menyusuri setiap inci senjata itu dengan lidahnya sebelum akhirnya memasukkan ke mulutnya.


"Oughhh Ziaaaa..." Bryan menjeda aktivitasnya saat merasakan miliknya begitu hangat berada di mulut Zia. Setelah itu Bryan membalik posisinya dan kembali saling memberi kenikmatan kepada bagian inti masing-masing. Desah'an Jahanam dengan nafas yang memburu dari keduanya memenuhi kamar hingga keduanya mencapai puncak kenikmatannya.

__ADS_1


Bryan yang masih terlihat begitu segar langsung bangkit dan mencium wajah istrinya yang terkulai lemas. "Kita baru pemanasan Sayang, Kamu yang mulai, Jadi kamu harus bertanggung jawab."


Zia mengukir senyum dan kembali bangkit setelah merasa nafasnya mulai teratur.


"Siapa takut." Zia kembali bangkit menindih tubuh Bryan dan kembali memuaskan suaminya dengan berbagai macam gaya yang suaminya inginkan.


•••


Keesokan harinya Zia yang baru pulang kuliah mendapati Bella yang sudah bersiap meninggalkan rumah, Dengan pakaian minim yang selalu membuat Papahnya marah. Zia yang sudah merasa menjadi ibu sambungnya, Segera mendekati Bella dan mencoba menegurnya.


"Bella mau kemana dan kenapa kamu senang sekali membuat Papah mu marah dengan terus memakai pakaian seperti ini?"


"Tutup mulut mu Zia! Jangan bertikah seperti ibu ku."


"Kenyataannya sekarang Aku ibu mu kan?"


"Bella ini sudah sore, Sebentar lagi Papah mu pulang, Dia akan marah pada jika kamu tidak ada di rumah."


"Zia! Papah jadi sering marah sejak menikah dengan mu, Papah melarang ku ini, Melarang ku itu, Menyita ponsel ku hingga yang terakhir Papah menjodohkan ku dengan Bimo, Itu semua pasti ide dari mu kan? Kamu segera menyingkirkan ku dari rumah ini agar kamu lebih bebas bermanja-manja dengan Papah?" triak Bella.


"Itu tidak benar Bella, Aku tidak pernah mencampuri apa yang menjadi keputusan Papah untuk mu dan memang benar Aku mengenal Bimo karena dia teman kak Zayn, Tapi Aku tidak tau jika Papah mu akan menjodohkan mu dengan nya, Karena ternyata orang tua Bimo teman Papah mu."


"Hallah, Banyak alasan!" Bella kembali melangkah pergi. Namun lagi-lagi Zia mencoba menghentikannya hingga dengan kesal Bella mendorong tubuh Zia hingga menabrak rak tv di depannya.

__ADS_1


"Aww..." Zia memegangi memegangi perutnya karena benturan itu. Tubuhnya luruh ke lantai dan merasakan sakit yang teramat sangat.


Bella yang melihatnya menjadi panik dan bingung apa yang harus ia lakukan. Namun belum sempat Ia mendekati Zia. Suara Papahnya mengagetkan dirinya dan membuat ia kembali mundur.


"Zia!" dengan panik Bryan yang baru sampai langsung berlari mendekati tubuh istri kecilnya.


"Apa yang terjadi Sayang?"


"Sakit Om..." ringis Zia menahan rasa sakit yang luar biasa.


"Bella apa yang terjadi, Kenapa dengan Zia?"


"Bella benar-benar tidak sengaja Pah."


"Jadi Zia begini karena mu?" Bryan begitu marah. Namun ia menjadi begitu terkejut saat melihat ada darah mengalir di celah kakinya.


"Zia darah?"


Bella menjadi begitu ketakutan dengan apa yang terjadi.


Sementara Bryan langsung membopong tubuh Zia dan membawanya ke mobil. Bella berlari mengikuti namun Bryan menghentikannya dengan kemarahannya


"Jika terjadi sesuatu pada Zia, Papah tidak akan pernah memaafkan mu Bella."

__ADS_1


Bella menggelengkan kepalanya dengan sedih dan ganya bisa melihat Papahnya pergi membawa Zia.


Bersambung...


__ADS_2