Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Berlanjut


__ADS_3

"Babeee... Berapa lama lagi?" Zia yang menahan hasratnya yang ingin segera di tuntaskan tidak bisa duduk diam seperti cacing kepanasan.


"Sabar Sayang... Kita belum keluar dari kemacetan." Bryan tersenyum melirik Zia yang begitu terlihat sensual saat menggigit bibir bawahnya karena gair'ah nya.


"Babe... Zia tidak tahan lagi!" Zia langsung menarik ikat pinggang Bryan dan mengeluarkan milik Bryan yang sudah tak sabar ia ingin nikmati.


"Sayang... M-mau ngapa- Ahhhh..." Bryan langsung menendang saat dengan rakus Zia melahap miliknya di saat ia berkonsentrasi dalam menyetir.


"Zia kamu Ahhhh..." mulut Bryan ternganga merasakan sensasi kenikmatan yang Zia berikan sambil terus berkonstruksi ke depan.


"Eummmhhh... Mmmmm.... Rasakan pembalasan ku Babe," ucap Zia di sela aktivitasnya yang semakin cepat ia lakukan.


"Sayang kamu, Akhhhhh...." Bryan meremad rambut Zia hingga membuat miliknya terbenam begitu dalam.


Sementara Mobil di belakangnya terus bergantian membunyikan klaksonnya mengimbangi Bryan yang terlihat sudah tidak terlalu fokus saat menyetir.


"Woyyy... Bisa nyetir gak sih." pekik salah seorang pengemudi di belakangnya.


"Zia... Arrrghhh... Ahhhh!!!" Bryan yang kepalang tanggung menyelesaikan pelepasannya sebelum melanjutkan perjalanannya yang sempat tersendat.

__ADS_1


"Dasar nakal! Lihat apa yang akan ku lakukan pada mu saat kita sampai di penginapan!" ancam Bryan.


Zia hanya tertawa puas sambil menji'lati cai'ran cinta yang tersisa di bibirnya dengan gerakan yang sangat menggoda.


•••


Setelah sampai penginapan dengan tawa saling menggoda mereka langsung masuk ke kamar hingga tak melihat baby Ziyan dan pengasuhnya yang berada di ruang tengah. Dengan penuh gair'ah mereka melanjutkan permainan panas mereka yang harus mereka tahan selama kemacetan berlangsung. desah'an demi desah'an keluar dari bibir Zia hingga Rina sang babysitter yang mendengarnya berdesir membayangkan apa yang tengah terjadi di dalam sana.


"Sepertinya permainan Tuan Bryan sangat mantap sampai membuat Nyonya Zia mendes'ah seperti itu." batin Rina.


"Ahh Tuan Bryan bikin traveling aja." Rina memukul kepalanya sendiri dan membawa baby Ziyan ke kamar untuk di tidurkan.


•••


Rina yang sedang tidak menjaga Baby Ziyan berinisiatif membuatkan kopi untuk majikannya tersebut.


"Silahkan di minum Tuan,"


"Oh, Ya terimakasih. Tumben kamu yang bikin, Kemana Bi Asih?"

__ADS_1


"Tidak masalah Tuan, Saya juga sedang tidak ada kerjaan, Bi Asih sedang sibuk di dapur."


"Oh baiklah, Sekali lagi terimakasih."


Rina mengangguk dan tersenyum menatap Bryan yang kembali fokus ke layar laptopnya. Ia memperhatikan Majikannya tersebut sambil mengingat bagaimana Zia mendes'ah hebat oleh permainan Majikannya tersebut. Sebagai seorang janda yang masih muda tentu ia merindukan kenikmatan yang sudah lama tidak ia rasakan dari seorang lelaki.


"Rina kok masih disini?" tanya Bryan yang menyadari Rina masih berdiri di sampingnya.


"E... M-maaf Tuan, Barangkali Tuan masih membutuhkan sesuatu."


"Tidak ada, Pergilah."


"Tidak papa Tuan, Saya juga tidak ada kerjaan."


"Maka istirahatlah, Jadi pada saat baby Ziyan bangun kamu bisa bergantian dengan Zia."


"Duuuh udah ganteng perhatian banget lagi, Nyuruh Aku istirahat segala." batin Rina yang mulai kepedean.


"Baiklah Tuan kalau begitu saya permisi dulu ya, Kalau butuh sesuatu, Tinggal panggil saya saja."

__ADS_1


Bryan hanya mengangguk kecil dan kembali fokus pada pekerjaannya.


📌 Buat yang belum mampir ke Novel Cinta Yang Haram, Mampir ya biar Author Semangat kasih Extra bab untuk kalian 🤗


__ADS_2