
Setelah makan malam selesai, Faraz dan Alia kembali ke kamar setelah Bryan dan Alea berpamitan untuk pulang. Begitupun dengan Zayn yang pergi ke kamarnya untuk beristirahat setelah perjalanan melelahkan dari Kebumen, Yogyakarta lalu ke Jakarta.
Sedangkan Zia masih di teras mengantar Om Bryan yang akan pulang.
Zia yang sejak tadi tidak dapat menghasilkan waktu bersama Om Bryan membuat hatinya sulit melepaskan kepergian Om Bryan dan ingin terus bersamanya mengungkapkan kebahagiaan yang baru Papanya berikan padanya.
"Besok lagi ya, Ini sudah malam." bujuk Om Bryan.
"Bentar lag Om." tawar Zia sambil terus memegangi tangannya.
Om Bryan menghelai nafas sambil menoleh kesana kemari. kemudian mendekati Zia dan menggenggam rambut bagian belakang.
"Dasar gadis nakal, Kamu belum akan melepaskan ku kalau Aku belum mencium mu!" Bryan langsung mencium bibir Zia dengan sedikit dorongan hingga membuat tubuh Zia merapat di dinding.
"Eummhhh..." Zia meremad kedua pundak Om Bryan saat lidahnya di esap dengan kuat hingga kedua pipinya terlihat kempot karena tarikannya. Setelah cukup lama Om Bryan melepaskan tautannya dan menatap wajah Zia.
"Ini kan yang kamu inginkan?" Om Bryan menyelipkan rambut ke belakang telinganya dan kembali melu'mat bibir Zia yang memang mengharapkan itu sejak tadi.
Seolah sudah menjadi candunya, Zia selalu ingin lagi dan lagi menikmati bibir Om Bryan yang begitu kenyal dan terasa manis Ia rasakan.
Setelah merasa cukup puas Zia mendorong dada Om Bryan yang merapat ke tubuhnya.
Om Bryan terseyum dan mengusap bibir Zia yang basah karena nya.
"Sudah puas sekarang?" tanya Om Bryan yang terlihat begitu gemas pada Zia.
"Belum, Tapi buat besok lagi," ucap Zia sambil tertawa geli.
"Dasar gadis nakal." Om Bryan mencubit pipi Zia dan kembali mengecup bibirnya sekilas.
"Om pulang ya?"
Zia mengangguk lega dan melambaikan tangannya melihat Om Bryan pergi meninggalkan rumahnya.
•••
Sesampainya di rumah, Om Bryan melihat Bella tertidur di sofa ruang tengah, Bryan mendekati putri semata wayangnya dan duduk di tepi sofa dimana Bella tidur.
Bryan menatap Bella dan mengingat pertengkaran mereka, Kemudian Bryan mengusap kepalanya dengan kasih sayang.
__ADS_1
Bella yang merasa terusik membuka mata dan melihat Papahnya duduk menatapnya
"Pah..."
"Pindah ke kamar yuk," ucap Bryan penuh kelembutan hingga membuat Bella haru dan memeluk Papahnya
Bryan memeluk putrinya dan mengusap lembut kepalanya.
Meskipun sebelumnya Bryan begitu marah. Namun rasa itu tidak mengurangi kasih sayangnya terhadap sang putri.
"Maafin Papah ya, Tadi Papah bentak-bentak."
Bella mengangguk dan mengusap air matanya.
"Sekarang pindah ke kamar?"
Bella mengangguk dan turun dari sofa di titah sang Papah.
Bryan membukakan pintu untuk Bella dan mengusap kepalanya.
"Selamat malam sayang."
"Malam Pah."
🍃 Pagi Hari 🌻
Bryan yang sudah rapi keluar dari kamarnya dan melihat Bella sudah di ruang makan.
Bryan terseyum dan mendekati sang putri kemudian mengecup pucuk kepalanya.
"Selamat pagi Sayang."
"Pagi Pah,"
"Tumben Bella pagi-pagi sudah rapi?"
"Mau ketemu temen Pah,"
"Sepagi ini?"
__ADS_1
"Iya, Mumpung ada waktu, Ntar kalau Bella dah berangkat ke Semarang gak bisa ketemu lagi."
"Kalau begitu nanti malam luangkan waktu untuk Papah ya."
"Maksud Papah?"
"Maksud Papah, Papah ingin kamu dan Zia bertemu dan saling mengenal satu sama lain."
Bella langsung terdiam menghentikan sarapannya.
"Sayang Papah mohon, Kenalan dulu sana Zia, Kalau kamu sudah mengenalnya kamu pasti merasa senang bicara dengannya, Zia anak yang ceria dan menyenangkan."
Bella masih terdiam menahan kekesalannya.
Hatinya masih tidak terima jika Papahnya yang begitu menyayanginya, Memanjakannya akan berbagi kasih sayang dengan orang lain.
Terlebih pada gadis muda yang usianya satu tahun lebih muda darinya.
"Bella please..."
Bella menatap wajah Papahnya yang memelas menyatukan kedua telapak tangannya untuk memohon kepadanya.
Melihat hal itu membuat Bella tidak tega dan menganggukan kepalanya.
"Baiklah."
"Baiklah?" tanya Bryan memastikan.
"Ya."
"Terimakasih sayang."
"Tapi hanya bertemu."
Bryan terdiam menatap Bella bingung.
"Bella tidak janji akan menyetujui hubungan Papah sama Dia." Bella langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan meja makan.
Bryan menghelai nafas panjang dan terus berharap semoga putrinya akan menerima hubungannya dengan Zia.
__ADS_1
Bersambung...
Maaf kemarin gak jadi Up lagi, Author sibuk 🙏