Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Extra Bab


__ADS_3

Setelah mengenakan celana pendek nya, Bryan melemparkan bathrobe putihnya di atas sofa, Setelah itu ia memilah milih pakaian yang akan di pakai.


Belum sempat Bryan mengambil dari dalam lemari, Tiba-tiba kemeja putih di sodorkan tepat di hadapannya.


Bryan menyingkap kemeja putih itu dan melihat Zia tersenyum sembari menaik turunkan kedua alisnya.


"Babe mau pake ini?" tanyanya.


"Dia terus saja berubah-ubah tanpa bisa di tebak, Sebentar baik sebentar menjengkelkan, Sebentar mesra sebentar marah-marah." gumam Bryan dalam hati.


"Babe... Kenapa diam saja?"


"A-e... Ya, Tentu." Bryan mengambil kemeja putih itu dari tangan Zia.


Belum juga Bryan memakai kemejanya, Zia memeluk Bryan dan menghirup aroma tubuhnya yang masih begitu segar dengan wanginya sabun mandi. Namun Bryan tidak langsung terpancing dengan apa yang istri kecilnya lakukan. Justru Bryan kembali merasa heran karena Zia semakin terlihat agresif dengan terus menci'umi dadanya yang masih belum menggunakan kemeja maupun kaos dalam.


Tidak mau larut dalam hasrat yang Zia mainkan,


Bryan memegang kedua bahu Zia untuk kembali berdiri dengan benar.


"Hari ini Aku harus ke kantor lebih awal karena ada meeting penting Sayang, Selain itu Aku juga harus menjenguk Bella terlebih dahulu," ucap Bryan dengan lembut.


"Jadi Babe menolak ku?" tanya Zia mencebikan bibirnya dengan sedih.


"Bukan begitu Sayang, Tapi..."


"Babe menolak ku! Bilang saja Babe tidak tertarik lagi pada ku karena perutku sudah mulai membuncit." tangis Zia.


"Sayang... Tidak ada yang seperti itu, Ini bukan pertama kalinya kamu hamil, Saat hamil Baby Ziyan, Apa cinta ku berkurang hanya karena kamu gendut?"

__ADS_1


Dengan manja Zia menggelengkan kepalanya.


"Tidak kan? Jadi sekarang pun tidak akan berubah hanya karena kamu hamil."


"Yah kali saja, Aku kan sering marah-marah gak jelas, Sering mual kalau di dekat mu dan mood ku selalu berubah setiap saat."


"Dan Aku memahaminya." ujar Bryan sembari mengusap air mata Zia.


"Yah... Terkadang Aku memang merasa kesal, Tapi mikir lagi, Mungkin ini bawaan bayi kita, Jadi tidak masalah."


Mendengar itu Zia merasa tenang dan kembali memeluk Bryan.


"Jangan menangis lagi, Ayo kita sarapan agar putri kita tumbuh kembang dengan baik."


"Putri?" tanya Zia melepaskan pelukannya.


"Darimana Babe tau ini bayi perempuan?"


"Karena Aku ingin kamu memberiku bayi perempuan yang cantik seperti mu."


Zia mengernyitkan keningnya menatap Bryan.


"Bagaimana kalau laki-laki lagi?"


"Tidak masalah, Nanti kita bikin lagi," ucap Bryan mendekap tubuh Zia ke sisinya.


"Bikin, Emangnya kue," ucap Zia sembari menabok perut Bryan.


Bryan terkekeh dan memakai kemejanya sebelum mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama.

__ADS_1


Sesampainya di ruang nakan, Mereka melihat Faraz dan Alia yang sudah menunggu mereka.


"Apa Baby Ziyan belum bangun?" tanya Bryan sembari menarik kursi makan dan langsung duduk di depan Papa mertua sekaligus temannya itu.


"Sudah kaya ama pembantu aja tanyanya." gumam Faraz sembari melahap makanannya.


"Apa Papa mertua mengatakan sesuatu?" tanya Bryan yang memang tidak begitu jelas mendengar apa yang Faraz katakan.


"Apa kamu mendengar Aku mengatakan sesuatu?" Faraz balik bertanya kepada Bryan.


Alia dan Zia saling memandang melihat para suami mereka yang selalu saja ada bahan untuk berdebat.


"Ya Aku mendengar Papa mertua berbicara tapi tidak begitu jelas."


"Mungkin kamu sudah terlalu tua sehingga pendengaran mu sudah mulai berkurang," ucap Faraz menahan tawanya melihat ekspresi wajah kesal Bryan.


"Papa..." tegur Zia.


"Ya."


"Berhentilah meledek suami ku."


"Tau nih, Udah tua masih saja kaya Tom and Jerry, Nggak pernah akur." timpal Alia.


"Bahkan kak Zayn dan kak Zayd lebih dewasa dari mereka, Hahaha." ucap Zia tertawa.


Mendengar ejekan dari para istri Faraz dan Bryan saling memandang dan tak lagi meneruskan perdebatan mereka.


📌 Terkhusus untuk yang sabar menunggu aja yah, karena Author gak bisa janji akan update setiap hari. Author punya baby yang belum genap 40 hari, dan sekarang lagi batuk yang membuatnya rewel dan jarang tidur, jadi tiap malam begadang, dan siangnya repot, Jadi kalau sempat Author nulis, Kalau Nggak ya libur 🙏

__ADS_1


__ADS_2