
Setelah menidurkan Baby Ziyan dan meminta babysitter menjaganya. Zia pergi ke kamar mandi, Ia berendam di dalam bathtub berisikan air susu dan mawar merah untuk menyegarkan tubuhnya yang selama masa nifas tidak pernah merasakan ritual itu.
"Ini nyaman sekali," ucap Zia sambil membenamkan seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya. Kemudian ia memejamkan mata menikmati hangat dan harumnya aroma terapi yang tengah ia lakukan.
Sementara di luar rumah. Bryan nampak turun dari mobil setelah seharian bekerja. Rasa lelah dan rindu terhadap anak dan istri kecilnya membuat Bryan tak sabar ingin langsung ke kamarnya. Namun sesampainya di kamar ia tidak menemukan siapapun baik itu Zia mapun baby Ziyan.
"Kana mereka?" batin Bryan yang kembali menutup pintu dan pergi ke kamar bayi.
Ckleekkk...
"Sssttttt..." refleks sang Babysitter langsung menempelkan jari telunjuk di bibirnya sendiri untuk membuat majikannya tidak menganggu baby Ziyan yang masih tertidur pulas.
"O..." Bryan menganggukkan kepala dan kembali menutup pintu.
"Jika Zia tidak ada di kamar, Tidak ada di kamar baby Ziyan mungkinkah Zia di kamar mandi?" batinnya.
Daripada bertanya-tanya dalam hati dan tak mendapatkan jawaban, Bryan bergegas kembali ke kamar untuk memeriksa keberadaan Zia di kamar mandi.
Karena pintu kamar mandi yang tidak di kunci, Bryan langsung masuk memeriksa semua sisi kamar mandi yang luasnya melebihi kamar asisten rumah tangganya. Netranya terbelalak saat melihat Zia yang hampir tenggelam dari permukaan.
"Ziaaaa...." Bryan langsung mengangkat separuh tubuhnya agar wajahnya tidak jadi tenggelam sepenuhnya ke dalam bathtub.
Dengan rasa yang begitu khawatir, Bryan membenamkan wajah istrinya ke dadanya dan menciumi pucuk kepalanya yang basah.
"Apa yang kamu lakukan Zia, Bagaimana kalau kamu tenggelam, Apa kamu mengantuk, Hah?" Bryan menangkup kedua pipi Zia dan menengadahkan kepalanya ke arahnya.
"Aku tidak papa Babe, Aku hanya hampir ketiduran."
"Apanya yang tidak papa, Kamu begitu pucat, Jika kamu merasa lelah kenapa tidak tidur saja, Kenapa malah berendam, Bagaimana kalau tadi Aku tidak datang tepat waktu?"
"Tapi kamu datang tepat waktu kan, Dan tidak terjadi apapun dengan ku?"
"Ziaaa..." Bryan menghelai nafas panjang. Dia begitu panik dan ketakutan tapi Zia nampak begitu tenang seperti tidak terjadi apapun.
__ADS_1
"Sekarang bangunlah kamu harus menghangatkan tubuh mu, Kamu sudah terlihat begitu kedinginan."
"Aku akan menghangatkan tubuh ku."
Byurrrrrrr....!!! Zia langsung menarik Bryan yang tengah berusaha mengangkat tubuhnya hingga ia terjatuh di dalam bathtub yang sama.
Zia tertawa riang saat Bryan masih mengusap wajahnya yang terkena gelombang air akibat dirinya yang di jatuhkan secara paksa kedalam bathub. Air yang semulanya penuh pun kini hanya tinggal sepertiganya saja.
"Zia jangan memancingku, Kamu tau kita tidak bisa melakukan ini kan, Jangan membuatku tidak tahan," ucap Bryan yang melihat Zia masih tertawa.
"Kenapa tidak? Kita bisa melakukannya." dengan nakal Zia mendekati Bryan dan melepaskan ikat pinggangnya.
"Zia, Zia jangan lakukan ini Aku sudah menahannya hampir dua bulan, Aku tidak akan puas hanya dengan permainan mulut mu."
Zia semakin terkekeh melihat Bryan yang seolah-olah mau di perko'sa.
"Kalau begitu Aku akan memberikannya lebih." Zia yang sejak tadi sudah polos langsung berlari naik ke pangkuan Bryan dan mengalungkan kedua tangan ke lehernya.
"Zia, Bukankah kamu masih nifas?"
"Tadi kamu juga hampir tenggelam."
"Kejutan." Zia mengedipkan mata dengan nakal dan langsung melum'at bibir Bryan dengan agresif.
Bryan yang sudah lama merasakan moments ini langsung membalasnya dengan brutal. Di benamkan wajahnya ke dada Zia yang kini terlihat semakin besar dan menantang. Di lahapnya kedua pucuk bulatan itu secara bergantian seperti baby Ziyan yang tengah kelaparan.
"Ssshhhhh Akhhhhh..." Zia menengadahkan kepalanya ke atas hingga tubuhnya melengkung indah ke belakang. Hisa'pan kuat dari Bryan yang sudah begitu lama tidak ia rasakan membuat seluruh tubuhnya seperti tersengat aliran listrik.
"Zia... Aku sangat merindukan mu Sayang." Bryan menaikan sapuan lidahnya ke leher dan berhenti di bibirnya yang ranum.
"Babe... Eummhhh..." Zia memejamkan mata menikmati esapan dan lilitan lidah yang Bryan mainkan di dalam rongga mulutnya. Sementara kedua tangan mereka saling memainkan inti kenikmatan yang sudah begitu lama tidak bersatu.
Nafas bergemuruh dengan tubuh yang terasa begitu panas menandakan keduanya tidak bisa lagi untuk menunda penyatuannya.
__ADS_1
Tanpa ada kata kesepakatan keduanya kompak melihat kebawah untuk menyatukan tubuhnya di dalam air bathub yang kini hanya tersisa sedikit.
Zia berpegangan pada kedua pundak Bryan, Sementara Bryan memegang kedua pinggul Zia untuk memudahkan penyatuannya.
"Ssshhhhh Akhhhhh...." Bryan dan Zia memejamkan mata menikmati penyatuan yang sudah hampir dua bulan tidak mereka rasakan.
Cukup lama keduanya membiarkannya terdiam untuk menikmati denyutan satu sama lain.
Senyum berbinar dari keduanya menandakan kebahagiaan yang terpancar karena akhirnya tubuh mereka bisa menyatu sempurna.
Setelah cukup lama mendiamkan perlahan mereka bergerak memutar memberikan kenikmatan satu sama lain. Setelah itu dengan penuh tenaga Bryan menghentak dari bawah hingga membuat Zia mendes'ah hebat seiring hentakan yang terus Bryan berikan.
"Akkkhh... Akhhh.... Akhhh...."
"Milik mu tidak berubah Sayang... Oughhh..." lenguh Bryan.
Ucapan Bryan membuat Zia bersemangat dan bergerak lincah hingga kedua bulatan yang menggantung berguncang dengan begitu indah.
Dengan gemasnya Bryan menggenggam kedua bulatan itu dan kembali melahapnya.
Permainan panas setelah sudah cukup lama tidak mereka lakukan membuat keduanya tidak cukup melakukan satu kali permainan.
Setelah lemas dan saling memeluk di dalam bathtub. Bryan membopong tubuh Zia ke bawah shower dan kembali memberinya hujaman penuh tenaga hingga membuat tubuh Zia luruh ke lantai dengan lemas.
"Aku yang ingin memberi mu kejutan. Tapi kamu yang menghajar ku habis-habisan," ucap Zia dengan nafas yang memburu.
Bryan terkekeh dan membuat istri kecilnya kembali berdiri.
"Kamu membuat ku ingin memakan habis diri mu," ucap Bryan yang kemudian memandikan Zia seperti anak kecil.
📌 Seberapa Banyak Komen Untuk Update Terbaru ini?
__ADS_1
Komentar kalian menentukan Semangat Author 😂🔥
Dan Jangan lupa mampir ke "Cinta Yang Haram" Ya, Kasian masih kesepian 🤣