
Faraz menoleh ke arah putri kesayangannya yang terlihat sedih menunggu keputusannya. Kemudian Faraz menghampirinya dan meraih gadis kecilnya ke pelukannya.
Semua orang tegang menunggu kata-kata apa yang akan keluar dari mulut Faraz.
Dengan menarik nafas dalam-dalam dan mengusap punggungnya, Faraz memberikan keputusannya.
"Penuhi janji mu."
Ucapan itu membuat Zia langsung mengurai pelukannya.
"Maksud Papa?"
"Kamu bilang akan mendapatkan nilai terbaik kan? Maka penuhi dulu janji mu."
Semua orang mulai mengukir senyumnya. Begitupun dengan Bryan yang mulai mengartikan ucapan Faraz.
"Apa ini artinya Papa merestui hubungan Zia dan Om Bryan?"
Faraz hanya diam, Bibirnya seolah begitu berat untuk mengatakan Ya.
"Pa... Jawab Pa." Zia mengayun-ayunkan tangan Faraz untuk memastikannya. Namun Faraz terus diam memalingkan wajahnya.
"Ya elah Papa, Tinggal bilang Iya susah banget," ucap Zayn bergelayut di leher Papanya sampai tubuh Faraz condong ke samping.
"Terpaksa." ucap Faraz dengan wajah cemberutnya.
"Gak papa sekarang terpaksa, Nanti lama kelamaan juga terbiasa, Kaya pernikahan kita, Hahaha." saut Alia.
"Kamu berani mengatakan itu di depan Anak-anak, Tunggulah hukuman yang akan ku berikan." bisik Faraz dengan suara khas mengancamnya.
Alia hanya tertawa dan mendorong tubuh suaminya. Kemudian mendekati putri kesayangannya.
"Selamat untuk mu Sayang, Belajar yang bener ya, Jangan sampai hubungan mu dengan Om Bryan menggangu pelajaran mu."
"Terimakasih Ma." Zia memeluk Mamanya dengan perasaan lega.
__ADS_1
Om Bryan memberanikan diri mendekati Faraz.
"Terimakasih t-Tuan, A-e Faraz." Bryan merasa canggung panggilan apa yang tepat untuk Papa kekasihnya itu.
"Kamu tau Aku sangat menyayangi putriku?"
Bryan menganggukkan kepalanya.
"Aku juga orang yang setia kepada pasangan, Maka lakukan seperti yang ku lakukan. Aku tidak ingin melihat putriku sakit hati apalagi di hianati!" dengan tegas Faraz meninggalkan Bryan dan di susul oleh Alia.
"Dasar Anak nakal," ucap Zayn sembari mencubit hidung Zia dengan gemas.
"Siapa dulu yang ngajarin," ucap Zia tertawa.
"Kakak udah tobat tau," saut Zayn sembari mengurai pelukannya.
Kemudian Zayn mendekati Om Bryan.
Om Bryan menatap Zayn dengan canggung.
Om Bryan terseyum menggelengkan kepalanya dan memeluk Zayn dengan senang hati.
"Terimakasih Zayn, Terimakasih, Jika tidak ada dirimu, Ntah keputusan apa yang akan Papa mu berikan padaku."
"Sama-sama Om, Sekalian titip jagain Adik nakalku." ucap Zayn tertawa dan di susul senyum manis Om Bryan.
Kemudian Zayd juga mendekati Om Bryan dan memberinya selamat.
"Selamat Om, Jagain Zia baik-baik."
"Terimakasih Zayd, Terimakasih selama ini tidak memberitahu Papa Faraz dan terus mendukung Om."
Zayd menganggukkan kepalanya dan meninggalkan Om Bryan.
Kini hanya tinggal Om Bryan dan Zia di ruang tamu yang begitu luas.
__ADS_1
Mereka saling memandang penuh cinta dari jarak yang cukup jauh. Kemudian mereka melangkahkan kakinya dan berhenti di tengah-tengah.
"Om..." lirih Zia haru.
"Zia Sayang..." Mereka saling berpelukan erat meluapkan perasaan yang sejak beberapa jam lalu di buat tegang oleh sang Papa.
"Akhirnya Sayang." Om Bryan menciumi wajah Zia bertubi-tubi.
Om Bryan begitu lega akhirnya satu rintangan telah berhasil Mereka lalui, Kini giliran Om Bryan mencari cara meyakinkan putrinya untuk menerima hubungannya dengan kekasih kecilnya.
"Ehemm... Belum muhrim," ucap Faraz yang kembali turun dengan penampilan yang sudah segar dengan rambut basahnya.
"Pa..." Zia menjauhi Om Bryan dan menundukkan kepalanya.
"Panggil yang lain suruh makan malam."
Zia mengangguk dan pergi memanggil Kakak nya.
Tanpa mengatakan apapun Faraz memberi isyarat pada Bryan agar mengikutinya ke ruang makan.
Terlihat Alia yang tengah sibuk menyiapkan makan malam.
"Kemana yang lain?" tanya Alia
"Lagi di panggil."
"Baiklah, Silahkan duduk Tuan Bryan, A-e maksud ku Bryan," ucap Alia yang merasa canggung jika harus memanggil namanya saja.
"Terimakasih Nyonya Alia."
Tidak lama kemudian Zia dan kedua kakak kembarnya serta Alea masuk ke ruang makan.
Makan malam pun di mulai dengan suasa yang masih canggung satu sama lain.
Bersambung....
__ADS_1
Buat yang sabar, Ntar di kasih Up lagi 😁