
Waktu berjalan begitu cepat, Tak terasa kini Zia tengah berjuang melahirkan anak keduanya. Seluruh keluarga besar Shaikh berkumpul di rumah sakit tak terkecuali Oma Zeenat dan Opa Shehzad yang kini sudah semakin renta.
Seperti biasa Faraz tak bisa duduk diam menghawatirkan putri kesayangannya yang tengah berjuang melahirkan di temani Bryan.
Tidak seperti saat melahirkan Baby Ziyan, Kali ini Dokter secara tegas hanya memperbolehkan satu orang yang menemani. Hal itu pun membuat Faraz mengomel tanpa henti karena hanya Bryan yang di perbolehkan mendampingi Zia."
"Lalu apa salahnya Bryan kan suaminya," ucap Alia.
"Lalu apa salahnya jika Papanya yang mendampingi?" Faraz balik bertanya. Hal itu membuat Zayn dan Zayd tersenyum menggelengkan kepalanya.
"Jelas salah Papa, Suaminya aja masih ada, Jika hanya satu orang yang di perbolehkan mendampingi ya tentu Dokter akan memilih suaminya, Masa Papanya," ucap Zayn.
"Faraz... Faraz... Cucu sudah banyak masih saja tidak berubah." timpal Opa Shehzad.
"Ayah... Jangan katakan itu di depan anak-anak dan menantuku." protes Faraz.
"Jika Mas Faraz masih memiliki rasa malu pada mereka, Maka berhentilah bersikap posesif kepada Zia. Zia sudah dewasa dan dia akan kembali memberi cucu kepada kita, Jadi barsikaplah sewajarnya seperti Mas memperlakukan Zayn dan Zayd."
"Beda, Mereka laki-laki Zia perempuan."
"Semua orang juga tau itu." celetuk Zayn di iringi tawanya.
"Hsssttt.... Diamlah." protes Zayd pada Zayn supaya mendengar apa yang Orang tuanya ucapkan tanpa mencampurinya.
"Ya itu benar, Kata orang para Ayah akan lebih mencintai anak perempuannya, Tapi kini Zia telah memiliki suami yang sangat mencintainya, Yang selalu siaga setiap saat, Jadi akan lebih baik jika mulai sekarang Mas tidak usah terlalu menghawatirkan Zia secara berlebihan."
__ADS_1
"Yang dikatakan Alia benar Faraz, Lebih baik kamu mengunjungi cucu-cucu mu, Kunjungi mereka secara bergantian agar mereka tidak merasa di beda-bedakan," ucap Oma Zeenat menasehati.
"Ibu... Ibu membuat ku merasa menjadi begitu sangat tua." rengek Faraz sembari meletakkan kepalanya di bahu ibunya yang kemudian di balas dengan usapan manja seperti saat Oma Zeenat memperlakukannya seperti masih kecil dulu.
Seluruh keluarga besar tertawa. Tepat seperti yang orang katakan, Sebesar apapun, Sedewasa dan setua apapun, Anak akan tetap menjadi anak kecil di mata orang tuanya.
Perhatian mereka kepada Faraz teralihkan ketika Dokter membuka pintu.
Faraz langsung mengangkat kepala dari bahu ibunya dan bergegas menghampiri Dokter, Begitupun dengan keluarga lainnya.
"Dokter bagaimana keadaan putri ku?" tanya Faraz.
"Tidak perlu khawatir, Operasinya berjalan dengan lancar, Ibu dan kedua bayinya sangat sehat."
"Kedua bayi?" tanya semua orang terkejut.
"Jadi cucu ku kembar?" tanya Alia.
"Itu benar, E... Apa selama ini putri Anda tidak memberitahu jika mengandung bayi kembar?"
"Tidak Dok."
"Oh mungkin putri Anda ingin membuat kejutan. Baiklah kalau begitu selamat untuk kalian."
"Terimakasih Dok, Apa sekarang saya boleh melihat putri ku?"
__ADS_1
"Sabar sebentar Tuan, Biar kami memindahkannya ke ruang rawat."
Faraz menganggukkan kepalanya meskipun kecewa karena sudah tidak sabar lagi melihat putri dan cucunya.
Setelah Dokter pergi, Tak lama kemudian Bryan keluar dari ruang operasi dengan wajah yang sumringah. Ia menaik turunkan kedua alisnya melihat Faraz yang terlihat kesal karena pertengkaran sebelum masuk ke ruang operasi.
"Kenapa menatap ku seperti itu Papa mertua, Apa Papa mertua tidak ingin memeluk ku, Aku telah memberimu sepasang bayi kembar yang sangat cantik."
Faraz hanya diam tak merespon ucapan Bryan yang seolah tengah mengejeknya.
"Jika Papa tidak mau, Biarkan Aku yang memeluk mu," ucap Zayn yang langsung memeluk Bryan dan memberinya selamat.
"Selamat Om, Om benar-benar tokcer," ucapannya terkekeh.
"Hahaha... Next giliran mu." saut Bryan.
"Sayang... Apakah kamu sudah siap?" tanya Zayn sembari mengedipkan matanya kepada Faza.
Seketika Faza memerah karena semua orang menatapnya.
"Lihatlah kalian membuatnya malu," ucap Zahia yang berada di sebelah Faza.
Semua orang pun tertawa dan kembali fokus memberikan ucapan selamat secara bergantian kepada Bryan.
📌 Foto hanya pemanis ☺️
__ADS_1