Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
SAH


__ADS_3

"Kemana Om Duda kesayangan mu itu?" tanya Faraz yang merasa cemas karena Bryan tak kunjung datang.


"Tunggu sebentar lagi Pa, Mungkin terjebak macet."


"Seharusnya Dia datang lebih awal agar tidak terjadi seperti ini, Lihatlah para tamu hingga penghulu sudah datang."


"Aku sudah disini Tuan Faraz."


Zia menoleh ke arah suara dan begitu bahagia melihat kedatangan calon suaminya yang terlihat begitu tampan di matanya.



Bryan pun mengukir senyum menatap Zia penuh kekaguman. Kekasih kecilnya benar-benar terlihat begitu sempurna dengan balutan gaun pengantin yang ia pesan langsung sesuai keinginannya.



Ingin rasanya Bryan berlari memeluk kekasih kecilnya saat itu juga. Namun ia harus menahan keinginan itu karena tinggal beberapa menit lagi kekasih kecilnya itu akan resmi menjadi istrinya.


"Om..."


"Mau kemana?" tanya Faraz menarik tangan Zia yang ingin berlari kepada kekasih dudanya.


"Bersabarlah sedikit Adik nakal." sambung Zayn.


Zia terseyum malu-malu. Kemudian Alia menitah Zia untuk duduk di depan penghulu. Sedangkan Zayn dan Zayd menyambut Bryan dan menitahnya duduk di samping Zia.


Bryan menatap menarik nafas dalam-dalam, Meskipun ini pernikahan keduanya namun pernikahan pertamanya terjadi sudah lebih dari dua puluh tahun lalu sehingga ia merasa begitu tegang seperti pernikahan pertama baginya.


Seketika Bryan tersentak mendapati tangannya yang di genggam oleh Zia yang duduk di sebelahnya.


Bryan menoleh kearah Zia dan melihat Zia terseyum menganggukkan kepalanya. Bryan terseyum dan ikut menganggukkan kepalanya.


Melihat senyum calon istrinya dan mengingat bagaimana perjalan cinta mereka membuat Bryan bertekad untuk mengucapkan Qabul sekali tarikan nafas.


"Sudah siap?"


Bryan kembali tersentak mendengar pertanyaan Pak penghulu.


"E... Ya."


"Tuan Faraz silahkan." ucap Pak Penghulu mempersilahkan Faraz yang ingin menikahkan sendiri putri kesayangannya.

__ADS_1


Faraz mengangguk dan melihat putri kesayangannya yang terlihat begitu tegang, Melihat kecemasan sang putri, Faraz membuang jauh-jauh rasa takut kehilangannya dan menginginkan akad ini berjalan lancar sesuai keinginan sang putri.


"Tuan Faraz..." tegur Pak Penghulu.


"Oh, Ya." Faraz mengulurkan tangannya dan langsung di sambut Bryan yang menjabat tangan teman yang akan segera menjadi mertuanya tersebut.


"Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Bryan Dzaky Isaac bin Dzaky Isaac dengan anak kandung saya


Zia Nafiza Faraz Shaikh dengan maskawin berupa uang tunai 2.02.022 $ USD dibayar tunai."


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Zia Nafiza Faraz Shaikh binti Faraz Shehzad Shaikh dengan maskawin tersebut di bayar tunai."


"Sah...?" tanya penghulu kepada para saksi.


"SAH... SAH... SAH...." sambutan gemuruh dari semua saksi, Keluarga dan para tamu menandakan peresmian hubungan cinta berbeda usia berbeda generasi menjadi satu dalam sucinya ikatan pernikahan.


Bryan dan Zia saling memandang penuh cinta, Kemudian Zia mencium tangan Bryan untuk pertama kalinya sebagai seorang istri. Dengan penuh kelembutan Bryan mengusap kepala kekasih kecilnya yang kini telah bergelar menjadi istrinya.


Setelah itu mereka saling memakaikan cincin ke jari manis masing-masing dan di lanjutkan dengan menandatangani buku pernikahan lalu Bryan membacakan sighat taklik dan di akhiri dengan Do'a penutup oleh Pak Penghulu.


"Alhamdulillah..."


Kini mereka melanjutkan acara dengan menyambut para tamu undangan yang bergantian memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai.


Meskipun Bryan dan Zia merasa begitu tak sabar ingin saling melepas rindu namun mereka harus menahannya karena hingga sore hari para tamu masih terus silih berganti.


"Berapa banyak Papa Faraz mengundang tamu?" bisik Bryan kepada istri kecilnya.


"Ntah lah Om, Zia tidak tau."


"Sejak tadi tamu tidak habis-habis, Aku sudah tidak sabar ingin segera memeluk mu."


Zia terseyum malu-malu menyikut perut Om Duda yang kini telah resmi menjadi suaminya.


"Selamat untuk mu Adik nakal ku."


Bryan dan Zia tersentak mendengar suara Zayn yang naik ke pelaminan setelah para tamu mulai sepi.


"Kak Zayn..."


Zia memeluk Kakak sulungnya dengan hangat. Kemudian melanjutkan dengan memeluk Zayd yang selama ini selalu mendukung hubungannya dengan Om Bryan.

__ADS_1


"Semoga bahagia Sayang," ucap Zayd


"Terimakasih Kak, Terimakasih sudah mendukung hubungan Zia dan Om Bryan sejak awal, dan semoga Kak Zayd segera menemukan pendamping yang tulus mencintai Kakak."


"Aamiin." Zayd mengusap wajah adik perempuannya dengan lembut, Kemudian melanjutkan memberikan selamat pada Om Bryan yang kini telah menjadi adik iparnya.


Bryan langsung meraih kedua saudara kembar itu ke pelukannya dan membuat saudara kembar itu membenamkan dagunya di pundaknya.


"Selamat Om, Buatlah Zia selalu bahagia," ucap Zayd.


"Pasti Zayd, Terimakasih sudah mendukung hubungan kami sejak awal."


"Om juga harus banyak mengalah pada Zia, Karena selain nakal dia juga manja," sambung Zayn.


"Jangan khawatir Zayn, Aku memiliki Anak yang tak beda jauh dari Zia, Aku akan menanganinya dengan baik," ucap Bryan kemudian melepaskan pelukan kedua saudara itu.


"Papah..."


Bryan, Zayd dan Zayn menatap ke Bella yang juga naik ke pelaminan.


"Baiklah Om kami pergi dulu" ucap Zayn.


Bryan mengangguk kemudian menyambut putri kesayangannya.


Bella langsung berlari memeluk Bryan yang sudah membentangkan kedua tangannya.


"Selamat untuk pernikahan Papah," ucap Bella yang menjadi sedih.


"Terimakasih Sayang," Bryan mengurai pelukannya dan menatap wajah putrinya.


"Jangan menangis Sayang, Meskipun Papah menikah, Kasih sayang Papah kepadamu tidak akan berkurang, Papah janji."


Zia terseyum mengusap punggung Bella yang kini menjadi anak tirinya.


"Kamu tidak perlu khawatir Bella, Kehadiran ku tidak akan menggeser posisi mu di hati Papah mu, Karena cinta terhadap anak dan pasangan memiliki tempat special masing-masing."


Bella menganggukkan kepalanya memeluk Zia yang kini menjadi ibu tirinya.


Bryan terseyum bahagia dan memeluk kedua wanita yang begitu special di hatinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2