Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Fakta


__ADS_3

"Sekarang Papah lihat wajah Zia yang sebenarnya, Itu yang Bella takutkan Pah, Makanya sejak awal Bella menentang hubungan Papah dan Zia tapi Papah bersikeras untuk..."


"Bella Cukup!!!"


Bella, Zia dan Rendra merasa bingung dengan sikap Bryan yang awalnya terlihat dingin kini berubah menjadi garang.


"Tidak perlu menghawatirkan hubungan Papah dan Zia, Khawatirkan saja hubungan mu dengan pria brengsek ini!" dengan rahang mengeras Bryan menunjuk wajah Rendra yang terlihat semakin tegang dengan apa yang Bryan katakan.


"Papah lebih mempercayai Zia daripada Bella?"


"Zia adalah istri Papah, Jadi jaga bicaramu dan panggilah dia Mommy!"


"Tidak! Tidak lagi, Sebelumnya dia telah merebut Papah dari ku, Sekarang dia mencoba merayu Mas Rendra? Bella tidak akan pernah mau menerimanya lagi Pah tidak akan!"


"Baiklah, Tapi jangan menyesal jika kamu mendengar kenyataan bajingan ini!" Bryan pun keluar dari rumah tersebut.


Hal itu membuat Bella bingung dan keluar mengikuti Papahnya. Tak terkecuali Zia dan Rendra yang ikut keluar. Namun belum juga sampai pintu, Bryan kembali masuk dengan membawa seorang wanita dan Anak laki-laki sekitar umur 9th.


Bryan menatap Rendra tajam dan seketika membuatnya menundukkan pandangannya. Sedangkan Bella yang belum mengerti apa yang terjadi hanya menatap bingung siapa mereka berdua.


"Kenapa Bella, Apa kamu tidak ingin tau siapa mereka?"


Bella mulai merasa resah membayangkan siapa mereka berdua, Seketika keraguannya muncul pada kekasihnya yang mengaku duda tersebut.


"Rendra, Kamu tidak ingin mengenalkan mereka kepada kami? Atau biar Mereka saja yang memperkenalkan diri?" tanya Bryan.

__ADS_1


"Mas Rendra, Siapa mereka, kenapa Mas diam saja, Apa Mas kenal mereka, Apa mereka malah Anak dan mantan istri Mas?"


"Istri! Bukan mantan!" tegas Bryan melempar buku nikah keduanya keatas meja.


Bella terkejut dan mengambil buku nikah itu dan membuka isinya.


"Sayang, Maafkan Aku jika selama ini Aku mengatakan telah resmi bercerai, Yang sebenarnya adalah kami sedang proses bercerai, Maafkan Aku Sayang."


"Oh ya? Kapan kamu memprosesnya, Bukankah kemarin malam kamu masih pulang dan tidak mengatakan apapun tentang perceraian kita?" timpal wanita yang tak lain adalah istri Rendra.


"Diam kamu! Mulai detik ini juga kamu bukan lagi istri ku, Aku talak kamu!" hardik Rendra kepada sang istri. Kemudian ia mendekati Bella dan mencoba merayunya kembali. Namun Bryan langsung menarik kerah belakangnya dan langsung menghajarnya.


"Bhug!!! ini karena telah berani menipu putriku!"


"Bhug!!! ini karena telah berani menyentuh istri ku!" Bryan menghajar Rendra habis-habisan tanpa memberinya kesempatan untuk membalas pukulannya.


Bryan menarik tangan Bella dan Zia meninggalkan rumah tersebut dengan keadaan Rendra yang masih tersungkur di lantai memegangi hidungnya yang mengeluarkan cukup banyak darah karena pukulannya.


•••


Sesampainya di rumah Bryan langsung menarik tangan Bella dan melepasnya dengan sedikit kasar.


"Kamu lihat akibat tidak mendengar nasehat Papah Bella! Kamu bukan hanya bisa membahayakan dirimu sendiri, Tapi kamu juga hampir saja membuat Zia celaka!"


"Kenapa Papah menyalahkan Bella untuk apa yang terjadi pada Zia, Bukankah Papah juga lihat apa yang terjadi?"

__ADS_1


"Ya Papah lihat apa yang terjadi, Bahkan Papah lihat apa yang tidak kamu lihat. Papah lihat bagaimana Rendra menarik Zia dengan paksa hingga ia jatuh ke atas tubuh bajingan itu, Tapi belum sempat Papah menghajar bajingan itu, Kamu sudah datang dan salah faham padanya!"


Bella terdiam tak percaya mendengar apa yang Papahnya katakan.


"Bella, Apa yang membuat mu begitu mencintainya sampai kamu tidak bisa melihat maksud jahatnya kepada mu, Bahkan setelah mengetahui kenyataannya kamu masih menyalahkan Zia dan percaya pada bajingan itu?"


Bella yang tidak bisa lagi menyangkal apa yang Papahnya katakan berlari menaiki tangga. Namun Bryan kembali menghentikan dan memperingatkan putri semata wayangnya tersebut.


"Bella! Tidak ada lagi pacar-pacaran. Berapa kali kamu memilih pria yang salah, Berapa kali kamu tidak bisa membedakan mana pria yang baik mana yang jahat, dan untuk ke depannya biar Papah yang mencarikan jodoh untuk mu, Jadi bersiaplah."


Dengan kesal Bella kembali berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


Bryan menarik nafas dalam-dalam dan menoleh ke arah Zia.


Zia menatap Bryan sedih seakan tak bisa lagi menahan air matanya yang akan segera terjatuh. Dengan sikap kebapakannya Bryan meraih istri kecilnya ke pelukannya.


"Om... Hiks... Hiks... Hiks..."


"Tenanglah Sayang, Semua sudah berlalu." Bryan mengusap lembut kepala Zia dan mengecupnya dengan penuh kasih sayang.


"Aku pikir Om gak akan percaya pada ku." Zia terus menumpahkan air matanya hingga membasahi kemeja yang Bryan kenakan.


"Bagaimana mungkin Aku tidak percaya pada istri ku dan mempercayai bajingan itu, Apakah kamu meragukan cinta ku?" Bryan mengurai pelukannya dan mengusap air mata sang istri yang terus mengalir deras di pipinya.


Zia menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk Bryan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2