
Setelah para tamu undangan meninggalkan tempat resepsi, Bryan menghampiri Bimo dan Bella untuk menyuruh mereka beristirahat.
Bimo yang konyol dan Bella yang cuek membuat keduanya tanpa malu-malu menuruti perintah Bryan dan langsung masuk ke kamar yang sudah di hias dengan suasana yang begitu romantis.
"Apa ini ide mu?" tanya Bimo membuka pembicaraan.
"Apa Aku terlihat begitu bahagia menikah dengan mu sampai Aku memiliki ide ini?"
"Sepertinya begitu, Beberapa hari ini Aku sering melihat mu tersenyum sendiri."
Mendengar hal itu Bella langsung mengalihkan pandangannya dan mengelak apa yang Bimo katakan.
"Lalu apa masalahnya, Apa kamu pikir jika Aku tersenyum sendiri berarti Aku sangat bahagia menikah dengan mu? Apa kamu lupa jika Aku menikah dengan mu itu karena perjodohan orang tua kita? dan satu lagi, Kamar ini ide Papah ku, Kamu tau Papah ku begitu romantis, Tidak seperti mu!"
"Baiklah, Jika kamu tidak bahagia menikah dengan ku, Biar Aku tidur di kamar lain."
Seketika Bella menjadi panik melihat Bimo yang akan keluar dan langsung menarik tangannya.
"Apa kamu ingin semua orang tau kita tidur terpisah di malam pertama kita?"
"Apa masalahnya, Biarkan saja mereka tau jika kamu tidak bahagia menikah dengan ku, Jika kamu hanya terpaksa menikah dengan ku." dengan menahan tawanya Bimo menunggu reaksi dari Bella.
Bella terdiam bingung dengan apa yang Bimo katakan. Dalam hati kecilnya ia merasa bahagia telah menikah dengan Bimo karena selama satu bulan ini Bimo berhasil mencuri hatinya hingga ia sering kali tersenyum sendiri, Tapi rasa gengsinya menahan bibirnya untuk mengakui perasaannya yang sebenarnya.
"Baiklah, Karena Aku suami yang baik dan tidak akan membiarkan istrinya malu Aku akan tetap disini."
Bella yang mendengarnya menahan senyumnya yang nyaris terlepas dari bibirnya. Namun senyum itu langsung pudar saat Bimo mengambil bantal dan tidur di sofa.
"Kamu mau tidur di situ?"
"Iya, Kamu kan terpaksa menikah dengan ku, Pasti kamu juga tidak ingin tidur dengan ku kan?"
__ADS_1
Belum sempat Bella menjawab Bimo langsung menutup rapat tubuhnya. Di dalam selimut tebal itu Bimo terkekeh membayangkan wajah Bella yang pasti sangat menggemaskan ketika bibirnya mengatakan tidak namun hatinya menginginkan dirinya. dan benar saja dengan perasaan yang sangat kecewa Bella mengepalkan tangannya dengan sambil terus melihat Bimo yang mengabaikan dirinya. Namun ia terlalu gengsi untuk meminta Bimo tidur di sampingnya dan melakukan malam pertama mereka.
Sementara di kamar lain Bryan yang tidak bisa tidur membuat dirinya membayangkan putrinya tengah menikmati malam pertamanya.
Hal itu membuat hasratnya naik dan langsung menoleh kearah Zia yang sudah terlelap membelakanginya.
Dengan memeluknya dari belakang dan merapatkan tubuhnya Bryan mulai menelusuri tengkuk Zia dengan hidung dan bibirnya. Sementara tangannya mulai merayapi kedua buah kenyal yang terasa semakin besar seiring bertambahnya usia calon bayi yang ada dalam kandungannya.
"Akhhh..." rema'san kuat dari Bryan membuat Zia mendes'ah dengan sendirinya meskipun matanya masih terpejam karena rasa kantuknya.
Namun Bryan yang sudah tidak tahan lagi menahan hasratnya tidak mempermasalahkan itu dan langsung menyingkap lingerie serta menarik tali kain terakhir yang menutupi lembah kesukaannya.
Merasakan sentuhan-sentuhan itu membuat Zia mulai meliuk-liuk dan membuka matanya perlahan, Dengan mengangkat sebelah pa'ha nya Bryan mulai melesapkan miliknya hingga membuat Zia tersentak nikmat saat merasakan hujaman yang begitu dalam.
"Akhhh... Ssshhh..."
Suara desah'an orang yang habis tidur terdengar semakin erotis dan membuat Bryan semakin bersemangat memacu pinggulnya hingga menimbulkan suara khas kulit yang saling berbenturan. Hentakan demi hentakan yang Bryan berikan selalu berhasil membuat Zia mencapai puncak kenikmatannya terlebih dahulu kemudian di susul oleh Bryan. Matanya yang awalnya begitu mengantuk menjadi begitu bergair'ah dan meminta lebih lagi.
Seperti yang sudah-sudah mereka tidak akan cukup dengan sekali permainan dan dengan keinginan dari keduanya mereka merubah posisi dan melanjutkan ke permainan berikutnya dengan tidak kalah panasnya dari permainan sebelumnya.
Bella yang merasa sudah tidak tahan menahan perasaannya bangkit dari tidurnya dan menuju sofa untuk membangunkan Bimo.
Dengan kesal ia membuang selimutnya ke lantai dan menarik Bimo hingga duduk begitu dekat dengan nya.
"Apa kamu hanya akan menghabiskan malam pertama mu dengan tidur saja?" tanya Bella dari jarak yang begitu dekat hingga nafasnya dapat Bimo rasakan.
"B... Bukankah... Hmpttt..."
Bella langsung menyesap bibir Bimo tanpa mau menunggu apa yang akan Bimo katakan.
"Kenapa kamu tidak peka dasar bodoh!" umpat Bella di sela-sela ciumannya.
__ADS_1
"Kamu bilang Aku bodoh?!"
Bella menatap Bimo dengan tegang karena Bimo mengatakannya dengan wajah yang sangat serius.
"A-aku... B-bukan maksud ku, Hmmpttt." kini Bimo yang membungkam mulut Bella dengan luma'tan nya hinnga tubuh Bella terdorong hingga ke ujung sofa.
"Lihat apa yang akan Aku lakukan pada mu, Apa setelah ini kamu akan mengatakan Aku bodoh?" Bimo kembali menyesap bibir Bella dengan tangan yang bergerak aktif melucuti pakaian Bella. Begitupun dengan Bella yang juga sudah di kuasai bira'hi nya, Ia tidak mau tinggal diam dan ikut melucuti pakaian Bimo.
Keduanya saling memandang dan tersenyum penuh damba kemudian kembali saling mencumbu dengan penuh gair'ah layaknya remaja yang tengah di mabuk cinta. Bella yang bukan gadis polos lagi dan Bimo dengan nalurinya sebagai lelaki membuat keduanya tidak malu-malu saling menelusuri setiap inci tubuh masing-masing hingga keduanya merasa tidak tahan lagi dan ingin segera melakukan penyatuannya. Dengan melipat kedua kaki Bella, Perlahan Bimo melepaskan miliknya hingga membuat Bella memekik kecil saat Bimo menembus pertahanannya.
Bimo mendiamkan sejenak dan mengusap wajah Bella yang penuh keringat kemudian mengecup bibirnya untuk mengurangi rasa sakitnya.
"Kamu baik-baik saja?"
"Ya, Lakukan saja."
Mendapat lampu hijau dari Bella, Bimo mulai memacu pinggulnya dengan teratur, Rasa sakit yang semula Bella rasakan kini berubah menjadi rasa nikmat seiring hentakan Bimo yang semakin lama semakin cepat. Desah'an demi desah'an saling bersautan mengiri permainan mereka hingga pelepasan keduanya yang hampir bersamaan.
"Oughhh..." Bimo memeluk erat tubuh Bella dan membenamkan wajahnya di ceruk lehernya. Keringat bercucuran serta nafas yang terengah menandakan mereka telah berhasil melewati malam pertama mereka dengan lancar meskipun pada mulanya mereka berdua saling mempertahankan egonya masing-masing.
"Aku mencintaimu Bella, Aku mau cinta kita seperti pelajaran sejarah yang selalu dikenang sampai akhir hayat." dengan membalut tubuhnya Bimo memindahkan Bella ke ranjangnya.
Di kamar lain Bryan dan Zia juga baru selesai melakukan permainan panas mereka setelah merasa benar-benar kelelahan. Dengan pelukan hangat dari Bryan, Zia menempelkan telinganya di dada bidang Bryan dan mendengarkan debaran jantungnya yang terdengar seperti irama musik. Perlakuan Bryan yang begitu mengayomi dan menyayanginya membuat rasa cintanya pada Teman Papanya tersebut semakin tumbuh subur melebihi saat awal-awal ia mengejarnya.
"I love you Om," ucap Zia sambil memejamkan matanya.
"I love you tu Sayang." Bryan mengecup pucuk kepala Zia dan mempererat pelukannya.
T.A.M A.T
📌 Terimakasih buat yang sudah mengikuti dari awal sampai akhir. Jangan di sangkut pautkan dengan agama manapun karena ini hanya hiburan yang tidak ada manfaatnya 😂😂😂
__ADS_1
Lanjut Mampir ke "Janda Yang Terluka & Bersaing Cinta Dengan Ustadz yang sebentar lagi juga akan Tamat.
Dan selalu nantikan Novel terbaru Author setelah semua Novel Ongoing berakhir 🤗❤️