Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa
Bukti


__ADS_3

Setengah berlari Zia keluar dari kamar sambil menggendong baby Ziyan yang juga masih terus menangis.


Sementara Bryan yang berhasil bangkit dari atas tubuh Rina menyeret Rina ikut berlari mengejar Zia.


"Ikut dengan ku dasar ja*lang!"


"Aoww..."


"Apa kau pikir kau akan mencapai tujuan mu?!" sambil terus menyeretnya, Bryan terus memaki Rina yang telah membuat istri tercintanya menangis.


"Non Zia..." Bi Asih menghentikan Zia yang akan membuka pintu utama.


"Bibi..."


"Biarkan Tuan Bryan memberikan penjelasannya dulu Non, Bahkan Tuan Bryan juga terlihat begitu marah saat pulang dari kantor..."


"Bibi..."


"Zia..."


Zia yang belum sempat menjawab nasehat Bi Asih menoleh ke arah Bryan yang memanggilnya. Zia menjadi begitu marah ketika melihat tangan Bryan memegang pergelangan tangan Rina.


"Berrraninya Babe memegang tangannya dan membawanya ke hadapan ku!" triak Zia.


Bryan langsung melepaskan pegangan tangannya dan mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Namun belum sempat Bryan menjelaskan, Terdengar ketukan pintu dari luar.


Semua orang terdiam menunggu Bi Asih membuka pintu.

__ADS_1


Seketika itu juga Bryan menjadi tegang melihat Papa dan Mama mertuanya yang berdiri di balik pintu.


"Kenapa Faraz datang di waktu yang tidak tepat?" batinnya kesal.


Faraz dan Alia masih berdiri di depan pintu. Mereka tergemap melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya.


Rina yang hanya mengenakan lingerie transparan di samping Bryan, Sementara Zia dan Baby Ziyan menangis, Membuat Faraz langsung mengepalkan kedua tangannya dan menarik kerah Bryan dengan penuh amarah.


"Berrraninya kau membuat Puteri ku menangis?!" pekiknya.


"Ini tidak seperti yang Papa mertua lihat."


"Lalu seperti apa? Apa kau tidak melihat air mata di pipi anak dan cucu ku?!"


"Zia hanya salah faham seperti mu, Dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu."


"Faraz! Apa Aku seperti itu?"


Ketegasan Bryan yang memanggil dirinya hanya dengan sebutan nama membuat Faraz terdiam.


"Kau mengenalku belasan tahun, Apa Aku pria seperti itu? Apa slama nenikah Aku pernah membuat putri mu menangis?"


Faraz terdiam dan mengingat-ngingat perlakuan Bryan selama menikahi Zia.


"Mas... Yang di katakan Bryan benar. Lagipula Mas juga pernah di posisi nya kan, Jadi biarkan Bryan menjelaskan terlebih dahulu." Alia yang pernah mengalami hal serupa saat mengandung si kembar mencoba tenang dan menasehati suaminya. Kemudian Alia mengambil Baby Ziyan dan memeluk Zia untuk menenangkannya.


Mendengar hal itu Rina menjadi panik tak tau apa yang harus ia lakukan.

__ADS_1


"Baiklah, Katakan apa penjelasan mu."


"Ikut Aku." Bryan mengajak keluarga ke ruang CCTV. Namun sebelum itu ia meminta Bi Asih untuk memanggil penjaga keamanan untuk mengamankan Rina agar tidak kabur dari masalah yang ia ciptakan.


Seluruh keluarga mulai melihat layar datar yang memperlihatkan kegiatan seluruh sisi rumah sepanjang hari ini.


"Putar beberapa menit ke belakang," ucap Bryan memerintah petugas keamanan rumah.


"Baik Tuan." Sesuai perintah, Petugas keamanan memutar beberapa menit ke belakang.


"Stop! Mulai dari sini," ucap Bryan yang melihat Rina mulai memasuki kamar pribadinya.


"Sekarang kalian lihat apa yang akan dia lakukan, Terutama kamu Zia." tegas Bryan.


Melihat ketegasan Bryan yang akan segera menunjukkan apa yang terjadi sebenarnya, Zia mulai merasa sedih karena langsung cemburu begitu saja tanpa membiarkan Bryan menjelaskannya terlebih dahulu.


Mereka mulai melihat apa yang Rina lakukan hingga sampai dimana Bryan terjatuh di atas tubuh babysitter itu.


Semua orang dibikin tercengang oleh kelakuan Rina yang tidak tau diri itu. "Berrani sekali dia membuat putriku menangis!" Faraz bergegas keluar sambil mengepalkan kedua tangannya. Diikuti dengan Alia yang mengejarnya.


Kini hanya tinggal Bryan dan Zia berada di ruangan itu.


Bryan terdiam dengan kekecewaannya. Sementara Zia merasa bersalah karena langsung percaya dengan apa yang ia lihat tanpa bertanya apa yang terjadi sebenarnya.


💥 Novel ini kan sudah TAMAT kenapa harus ada konflik lagi?


Beberapa pertanyaan seperti itu tertulis di kolom komentar.

__ADS_1


Seperti yang pernah Author katakan, Kalau gak suka cukup baca sampai TAMAT saja. Gak mungkin juga kan Extra Bab mau nganu terus wkwkwk...


__ADS_2