
Di tengah malam Bimo dan Bella sedang mengintai salah satu rumah warga yang cukup jauh dari tempat mereka tinggal. Bukan tanpa alasan mereka seperti pencuri di tengah malam. Bimo melakukan itu karena Bella menginginkan mangga mengkel yang di petik langsung dari pohonnya dan bukan itu saja masalahnya, Bella juga menginginkan Bimo sendiri yang memetik tanpa sepengetahuan pemiliknya.
"Ini gila Sayang... Berdosa," ucap Bimo yang masih merasa ragu untuk melakukan permintaan aneh istrinya.
"Orang lagi ngidam mana dosa, Pemilik pohon kalau tau juga pasti akan memakluminya." rengek Bella.
"Justru itu Sayang, Sebaiknya kita minta izin saja biar kita tidak seperti pencuri seperti ini."
"Pokoknya gak mau, Aku maunya kamu metik secara diam-diam, Cepat Bimo... Kalau tidak Aku akan turun..." ancam Bella sambil membuka pintu mobil.
"Ya... Ya-ya baiklah, Baiklah... Kamu tetap duduk di situ, Aku akan memetiknya untuk mu."
"Nah gitu dong..." dengan manja, Bella mencubit pipi Bimo.
Bimo menggeleng dan menghelai nafas kasar. Kemudian turun dari mobilnya.
"Huffff... Adakah orang ngidam sepertinya." gumam Bimo.
Kemudian ia mulai mengawasi setiap sudut rumah tersebut. Setelah merasa cukup aman, Bimo naik ke pagar seperti pencuri kemudian lompat ke pohon mangga seperti kera.
"Sepertinya ini sudah cukup," ucap Bimo sambil membawa satu tangkai buah mangga yang berisi sekitar lima buah. Namun malang bagi Bimo ketika ia belum sempat turun, An*ing pemilik rumah mulai menggonggong.
"Huuusssttt... Husssttt..." Bimo mencoba mengusir An*ing tersebut namun An*ing itu semakin menggonggong semakin kencang.
Bimo yang merasa panik akan ketahuan pemilik rumah langsung melompat keluar dari pagar. Pagar yang tak terkunci membuat An*ing tersebut keluar mengejar Bimo.
__ADS_1
Aksi saling kejar pun terjadi hingga membuat Bimo tersungkur ke tanah.
"A S U...!" umpat Bimo. Namun ia tidak bisa mengeluh lama-lama karena An*ing itu semakin mendekatinya.
Dengan cepat Bimo memunguti mangga yang terjatuh dan segera berlari ke mobilnya.
Jebrettt...!!!
"Huh... Hah.. Huh... Hah...!" Bimo mengatur nafasnya yang begitu tersengal-sengal. Namun ia kembali di kagetkan oleh An*ing yang mengonggong di samping mobilnya.
"Dasar A S U... Bikin kaget saja," ucap Bimo dengan geramnya. Namun hal itu malah membuat Bella terpingkal menyaksikan Bimo yang susah payah menuruti permintaannya.
"Sekarang kamu bahagia?" tanya Bimo kesal.
"Ya, Aku bahagia sekali... Hahahaha..."
•••
"Good morning Sayang, Cup..." Bryan mengecup kening Zia yang tengah menyu'sui baby Ziyan.
"Morning Babe..."
"Mau menemani ku sarapan?"
"Babe tidak ingin sarapan ini?" goda Zia sambil melirik ke bulatan kenyal yang tengah di hi'sap baby Ziyan.
__ADS_1
"Ayolah Sayang jangan memancingku, Aku bisa terlambat lagi."
"Hari ini tidak ada meeting kan?" tanya Zia terkekeh geli.
"Tidak ada, Tapi Aku harus berangkat lebih awal untuk menyelesaikan pekerjaan ku karena nanti malam Aku harus ke luar kota."
"Apa! Keluar kota?"
"Hmm..." saut Bryan sambil mengambil koper di atas lemarinya.
Zia langsung melepaskan baby Ziyan dari ASI-nya. Kemudian ia meletakkan di ranjangnya. Zia mengabaikan baby Ziyan yang menangis dan menarik lengan Bryan agar menghadapnya.
"Babe mau ke luar kota tapi tidak memberitahukan ku jauh-jauh hari?"
Bryan terhenyak mendengar Zia yang tiba-tiba marah dan mengabaikan tangisan baby Ziyan.
"Sayang... Tenanglah, Baby Ziyan menangis..."
"Dia menangis karena Papahnya akan pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu."
"Sayang... Maafkan Aku, Aku lupa untuk memberitahu kalian. Setiap kali Aku pulang kamu sedang sibuk dengan baby Ziyan. Jika tidak kamu langsung membuat ku bergair'ah, Jadi..."
"Jangan jadikan itu alasan. Alasan Babe tidak masuk akal!"
"Hhhuuufff... Baiklah, Aku minta maaf, Jika kamu mau, Kamu dan baby Ziyan bisa ikut, Bersiaplah, Hmm?"
__ADS_1
"Nggak!" sambil mengerucutkan bibirnya Zia duduk di tepi ranjang membelakangi Bryan. Hatinya benar-benar merasa kecewa karena menganggap Bryan tak mementingkan Ia dan bayinya.
📌 Jangan Lupa Mampir ke Novel "Cinta Yang Haram" Kalau di sana rame, Author kan jadi semangat nulis di sini, Kalau di sana sepi, Ya jadi males nulis di sini 🤣